Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Sensitivitas Bakteri Salmonella typhi Terhadap Ekstrak Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Eka Nurdianty Anwar; Nita Anggreani
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit demam tifoid saat ini masih menjadi masalah serius di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi ini perlu mendapatkan alternatif pengobatan dari alam atau tanaman herbal yang lebih aman bagi tubuh dan lebih murah dibandingkan antibiotik kimia biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas bakteri Salmonella thypi terhadap ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum). Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan metode penelitian secara eksperimen menggunakan variasi konsentrasi ekstrak Lengkuas merah sebesar 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan range zona hambat yang terbentuk dari konsentrasi paling rendah ke tinggi berturut-turut adalah sebesar 4,8 mm; 6,2 mm; 8,8 mm; 9 mm; dan 10,7 mm . Hal ini dapat disimpulkan bahwa bakteri Salmonella thypi resisten terhadap ekstrak lengkuas merah (Alpinia purpurata K.Schum)
KETIDAKMAMPUAN SISWA DALAM MENILAI DIRI SENDIRI DENGAN JUJUR (SELF ASSESMENT) DI SMP Husnul Khotima; Tiara Sani; Mardianah Mardianah; Mutmainah Mutmainah; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nita anggreani; Nurul Hasanah; Eka Selvi Anggita Sari; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakmampuan siswa dalam menilai diri sendiri dengan jujur melalui metode self-assessment di SMP Negeri 5 Palu. Ketidakmampuan siswa menilai diri secara objektif merupakan isu penting yang berdampak pada integritas akademik dan perilaku belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-shot case study melibatkan 21 siswa kelas IX. Instrumen berupa angket skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pemahaman mengenai tujuan dan indikator self-assessment serta umpan balik guru, 19 dari 21 siswa (90,48%) mampu melakukan penilaian diri secara jujur sesuai dengan pengamatan guru. Analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri (r = 0,742, p < 0,01) dan kepercayaan diri (r = 0,681, p < 0,01) dengan kejujuran siswa, serta hubungan negatif signifikan antara rasa takut dinilai buruk dengan kejujuran (r = -0,623, p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor psikologis berperan penting dalam kejujuran self-assessment. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan self-assessment yang sistematis dan berkelanjutan, pendampingan guru yang intensif, serta integrasi pendidikan karakter untuk menumbuhkan kejujuran siswa dalam menilai diri. Dengan demikian, self-assessment tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas akademik dan kesadaran metakognitif siswa.