Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI 1 LAMPUNG TIMUR TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Sri Hermawati
Bioedukasi Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2020): BIOEDUKASI, MEI 2020
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/bioedukasi.v11i1.2845

Abstract

Efektivitas Perangkat dan Model Pembelajaran Kooperatif djadir djadir; Hamzah Upu; Sri Hermawati
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target khusus penelitian ini adalah (1) mengembangkan perangkat Model Pembelajaran Kooperatif berupa Student Book Model, Lesson Plan Model, dan Student Worksheet Model, dan (2) mengembangkan Model Pemebelajaran Model Kooperatif untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi, dan hasil belajar matematika. Desain penelitian yang digunakan adalah modifikasi dan adaptasi Research and Development (R&D) model Four-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate), Triagarajan, dkk (1974). Kriteria yang digunakan sebagai acuan implementasi Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif adalah: (1) interaksi sosial peserta didik, (2) bekerja secara kooperatif dan bersama-sama berprestasi, dan (3) pemanfaatan tutor sebaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi dan hasil belajar matematika. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa perangkat dan Model Pembelajaran Kooperatif efektif untuk meningkatkan kemampuan penalaran, komunikasi matematika dan hasil belajar sesuai kriteria yang ditetapkan.Hal ini didukung oleh kriteria: (a) rata-rata hasil belajar siswa pada posttest lebih besar dari 69,9 (KKM), siswa yang memperoleh nilai >70 sebanyak 89,47% . (b) rata-rata skor gain ternormalisasi lebih besar dari 0,3 (kategori sedang), (b) Hasil analisis ketuntasan kelas > 0,799.
Pengaruh Kualitas Layanan Front Office terhadap Minat untuk Berkunjung di DPMPTSP Kota Depok Indri Hermawaty Noorsamsu; Sri Hermawati
MES Management Journal Vol. 2 No. 2 (2023): MES Management Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mesman.v2i2.134

Abstract

The purpose was to determine the effect of service quality on return visit interest through community satisfaction. This research method quantitative survey type. The object is service quality on public satisfaction and interest in visiting again. The research subjects were people who conducted SIUP licensing at the front office of the One- Stop Investment and Integrated Services Office (DPMPTSP) located in Depok City. The sampling technique random sampling. The sample amounted to 120 respondents. The results showed that service quality had a significant effect on community satisfaction and interest in visiting again. Public satisfaction has a significant effect on interest in visiting again. All three variables have a significant value <0.05, which means H0 is rejected and Ha is accepted.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapan Kader Melalui Sosialisasi Digitalisasi Bank Sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor Lestari Octavia; Sri Hayuningsih; Sri Hermawati; Erma Triawati Christina; Dody Pernadi; Hernama; Arimbi Kurniasari; Tissa Maharani; Fitrianingsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Darma Saskara Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/abdimasug.2026.v6i1.295

Abstract

Pengelolaan bank sampah di tingkat desa masih menghadapi kendala berupa pencatatan manual, keterbatasan literasi digital, serta rendahnya efisiensi dalam pelaporan kegiatan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada unit-unit bank sampah di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang telah menjalankan kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah secara rutin tetapi belum didukung sistem administrasi digital yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada sosialisasi digitalisasi bank sampah sebagai tahap awal penguatan kapasitas mitra sebelum implementasi teknologi dilakukan secara penuh. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kader mengenai pemilahan sampah, dampak pengelolaan sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta memperkenalkan rancangan aplikasi bank sampah digital sebagai solusi atas permasalahan pencatatan dan pelaporan. Metode kegiatan dilakukan melalui survei awal, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta. Sosialisasi dilaksanakan pada 4 Juli 2025 di Balai Desa Rawapanjang dan diikuti oleh 32 kader dari setiap unit bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi peserta yang tinggi, peningkatan pengetahuan kader berdasarkan hasil tes setelah pemaparan materi, serta munculnya antusiasme kader terhadap penggunaan aplikasi untuk mendukung pengelolaan bank sampah yang lebih tertib dan transparan. Kegiatan ini menegaskan bahwa sosialisasi digitalisasi bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kesiapan sosial, teknis, dan kelembagaan masyarakat menuju pengelolaan sampah berbasis teknologi di tingkat desa.   Waste Bank, Digitalization, Cadres, Environmental Literacy, Socialization.  Waste bank management at the community level still faces obstacles such as manual recording, limited digital literacy, and low efficiency reporting. This condition is also found in waste bank units in Desa Rawapanjang, Bojonggede District, Bogor Regency, which routinely carry out waste sorting and weighing activities but lack an adequate digital administration system. This community service activity focuses on the socialization of waste bank digitalization as an initial stage of strengthening partner capacity before full technology implementation. The objective of the activity is to increase cadres' knowledge about waste sorting, the impact of waste management on health and the environment, and introduce a digital waste bank application design as a solution to recording and reporting problems. The activity method is carried out through an initial survey, development of educational materials, implementation of socialization, interactive discussions, and evaluation of participant understanding. The socialization was held on July 4, 2025, at the Rawapanjang Village Hall and was attended by 32 cadres from each waste bank unit. The activity results showed high participant participation, increased cadre knowledge as evidenced by post-presentation test results, and cadres' enthusiasm for using the application to support more orderly and transparent waste bank management. This activity confirms that the socialization of waste bank digitalization has a crucial role in building the social, technical, and institutional readiness of the community towards technology-based waste management at the community level.