Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Masyarakat Manggarai Barat Melalui Aplikasi Berbasis Android Esti Junining; Herawati Herawati; Ani Setianingrum Setianingrum; Nofan Rickyawan; Nuria Setiarini
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2020.006.02.12

Abstract

Masyarakat terbentuk karena beberapa kesamaan factor, antara lain hubungan antar anggota-anggotanya dan pergaulan hidup. Dalam hidup manusia juga dituntut untuk terus belajar dan berkembang. Pembelajaran sangat berkaitan dengan pendidikan baik formal maupun non formal. Pendidikan adalah proses pembelajaran secara aktif mengembangkan potensi pembelajar untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan oleh masyarakat, bangsa dan negara. Penelitian ini membahas tentang peningkatan sumber daya manusia di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat khususnya dalam bidang penguasaan Bahasa asing. Data penelitian dianalisis menggunakan teori model ADDIE dan metode demonstrasi.
Peningkatan Kualitas Daging Lokal di Manggarai Barat NTT melalui Penerapan Good Farming Practice dan Pemotongan Halal Berbasis Kesrawan Herawati Herawati; Esti Junining; Ani Setianingrum; Wahyu Pratama Alamsyah; Galuh Adelia Setiawanda; Nofan Rickyawan
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2020.006.02.13

Abstract

Peningkatan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat berimbas kepada peningkatan permintaan konsumen terhadap daging ternak potong yang berkualitas. Potensi peternakan sapi potong yang cukup besar menjadi salah satu keunggulan yang harus disertai dengan peningkatan kualitas pemeliharaan ternak serta penyediaan daging yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi  tahun 2020 bertujuan untuk mendukung provinsi NTT sebagai gudang ternak dengan sapi yang dihasilkan berkualitas dan peningkatan kualitas daging lokal sehingga  meningkatkan pendapatan masyarakat petani peternak. Kegiatan berupa seminar dengan tema ke-1 berjudul Penerapan “Good Farming Prcatice” dan Kesejahteraan Hewan pada Peternak Rakyat  dan tema ke-2 berjudul Penerapan Pemotongan Halal dan Penerapan Kesejahteraan Hewan pada Pemotongan Hewan bagi Petugas Pemotongan Hewan. Total peserta yang mengikuti adalah 45 orang dari masyarakat pelaku industri peternakan. Masyarakat pelaku industri peternakan di kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur secara umum belum terlalu mengetahui tentang Good Farming Practice dikarenakan masih banyak peternakan yang dijalankan secara tradisional dan hewan ternak digembalakan.  Akan tetapi pengetahuan terkait kesejahteraan hewan dan pemotongan halal sudah banyak diketahui dan diterapkan. Kegiatan ini terbukti sangat membantu masyarakat dan pemerintah dalam memberikan pengetahuan untuk membnatu dalam peningkatan kuailitas hewan ternak dan daging lokal.
Seroprevalensi kejadian toksoplamosis pada kambing di UD Gading Mas Kabupaten Kediri Fidi Nur Dameanti; Mira Fatmawati; Ani Setianingrum; Ajeng Erika
ARSHI Veterinary Letters Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.1 KB) | DOI: 10.29244/avl.3.2.35-36

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis prioritas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4026/Kpts/OT.140/4/2013. Salah satu penularan toksoplasmosis adalah melalui konsumsi daging kambing yang mengandung kista. Inang definitif toksoplasmosis adalah kucing, sedangkan kambing, domba dan manusia merupakan inang perantara. Rata-rata prevalensi toksoplasmosis di Jawa adalah 42,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi toksoplasmosis sebagai data dasar dalam menentukan jumlah sampel penelitian lanjutan mengenai pemetaan kasus toksoplasmosis. Sampel darah diambil pada seluruh populasi kambing yang ada di UD Gading Mas Kabupaten Kediri. Pengujian IgG dan IgM pada serum kambing menggunakan Toxoplasma Modified Agglutination Test (ToMAT) di Balai Veteriner Lampung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prevalensi toksoplasmosis di UD Gading Mas Kabupaten Kediri adalah IgG positif 100% dan IgM positif  38,5%.
Seroprevalensi Brucellosis dan Tingkat Gangguan Reproduksi Pada Sapi Perah di Kota Batu Ani Setianingrum; Mira Fatmawati; Aulia Firmawati; Dahliatul Qosimah; Fidi Nur Aini E P Dameanti; Wahyu Islami; Utami Kurniawati; Lisa D Andriyani
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to measure the incidence rate of brucellosis in dairy cattle at Batu City based onserological tests (seroprevalence) and to determine the relationship between the incidence ofbrucellosis and reproductive disorders. Cross-sectional epidemiological research was conducted todetermine the prevalence of brucellosis in dairy cows. Serum samples were obtained from 130dairy cows over 6 months of age, reproductive disorders data using a questionnaire on 21 farmers.Serological testing used the Rose Bengal Test (RBT) and continued with the Complement FixationTest (CFT). The data analysis used Pearson's Chi-Square correlation statistical test. Theseroprevalence of brucellosis at Batu City was 0.7%. The prevalence of reproductive disorders indairy cows was 29.2% consisted of 8.5% abortion and 20.8% repeated mating. There was acorrelation between brucellosis and the incidence of abortion (2 = 10.90; P<0.05) and a correlation between the incidence of abortion and the age more than 3 years (2 = 5.35; P<0.05). The conclusion of this study showed that the prevalence of brucellosis at Batu city was low (<2%).The results of this study could be used as the basis for implementing a vaccination program anderadicating brucellosis at East Java
Evaluating Animal Welfare Awareness and Practices Among Halal Slaughterers and Slaughterhouse Personnel in Malang Raya, Indonesia Herawati; Ani Setianingrum
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12611

Abstract

Implementing animal welfare principles is essential for minimizing animal suffering and improving meat quality. Verifying the appropriateness of the slaughtering process is the halal slaughterer's responsibility. This study assessed the knowledge, attitude, and practices (KAP) of slaughterhouse personnel and halal slaughterers (JULEHA) in Malang Raya, East Java, Indonesia. A cross-sectional study used thirty-six closed-ended structural questionnaires, comprising six demographic questions and 10 questions for each knowledge-attitude-practice variables, with 50 respondents. Demographic data was analyzed descriptively, the correlation among demographic variables was analyzed using Spearman's test, and the correlation between KAP was analyzed using Pearson's test and path analysis. Study results showed the overall scores were high, knowledge (4.56, out of 5), attitude (4.13, out of 5), and practice (4.43, out of 5). Significant relationship between Certification and Occupation (ρ=0.32, p=0.026), Training and Occupation (ρ=-0.40, p=0.004), Training and Certification (ρ=-0.72, p<0.001), Attitude and Age (ρ=-0.45, p=0.001), Knowledge and Age (ρ=-0.33, p=0.018). A positive direct association of knowledge toward practice (β=0.68, p<0.001), attitude toward practice (β=0.23, p<0.016), and between knowledge and attitude (β=0.50, p<0.001). Regular training and continuing education are important to ensure animal welfare and produce safe, healthy, intact, and halal meat.