Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PURWARUPA PENYIRAMAN OTOMATIS DENGAN ARSITEKTUR MQTT DAN LOGIKA FUZZY SUGENO UNTUK MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN MANAJEMEN PENYIRAMAN TANAMAN (STUDI KASUS : ITERA) Muhamad Arwin Wijaya; Raidah Hanifah; Martin Clinton Tosima Manullang
Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM) Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtiulm.v5i2.55

Abstract

ITERA merupakan kampus dengan slogan smart, friendly and forest campus. Kampus hijau (forest campus) dapat diwujudkan dengan melakukan penyiraman secara rutin pada tanaman. Ketika penyiraman tanaman tersebut tidak mencukupi maka tanaman akan layu dan mati, namun air yang berlebihan juga menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh karena terjadi pembusukan pada akar tanaman. Sistem penyiraman otomatis yang dapat memantau kondisi lingkungan tanaman dengan menggunakan protokol MQTT dapat dirancang sebagai sistem yang dapat memantau kondisi lingkungan tanaman secara jarak jauh dan waktu nyata. Sistem ini dibuat menggunakan sensor DHT11 yang berfungsi untuk membaca suhu dan juga sensor YL-69 yang berfungsi untuk membaca kelembaban tanah. DHT11 membaca suhu dengan nilai antara 0 – 50 C dengan rata-rata nilai error 2.22 %. Semakin tinggi nilai output sensor suhu maka suhu akan semakin panas, apabila nilai output sensor suhu semakin rendah maka suhu akan semakin dingin. Untuk sensor YL-69 dapat membaca nilai dari kelembaban tanah yang memiliki rentang antara 0 – 1023 dengan rata-rata nilai error 11.09%. Semakin tinggi nilai output sensor kelem- bapan tanah maka kondisi tanah akan semakin kering, apabila nilai output sensor kelembaban tanah semakin rendah maka kondisi tanah semakin lembap. Sensor tersebut dikirim menuju server oleh mikrokontroler ESP32s. Pengiriman data menggunakan modul Wi-Fi ke server Node-RED. Data dari hasil pembacaan sensor diolah dengan metode fuzzy logic Sugeno untuk mendapatkan keluaran jenis penyiraman memiliki nilai rata-rata error 0.573728 %, semua data pada server ditampilkan pada web server dashboard Node-RED dalam bentuk teks, grafik dan juga kondisi waktu nyata.
Transformasi Media Pembelajaran Digital Melalui Aplikasi Edukatif Berbasis Android: Studi Kasus SMPN 1 Kalianda Meida Cahyo Untoro; Andika Setiawan; Arief Ichwani; Imam Eko Wicaksono; Mohamad Idris; Radhinka Bagaskara; Rahman Indra Kesuma; Raidah Hanifah; Leslie Anggraini
Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bhinneka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/dharma.v4i1.2317

Abstract

Disrupsi teknologi menuntut transformasi metode pembelajaran konvensional menuju ekosistem digital. Namun, tenaga pendidik di SMPN 1 Kalianda masih menghadapi kendala rendahnya kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam mengembangkan media ajar mandiri, meskipun 80% siswa telah memiliki perangkat smartphone. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut melalui pelatihan pembuatan aplikasi edukatif berbasis Android menggunakan platform no-code Kodular. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan utama: persiapan awal, In-House Training (IHT) untuk asimilasi konsep UI/UX, dan lokakarya praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogis-teknologis yang terukur secara signifikan. Pemahaman peserta melonjak dari ketiadaan literasi dasar (baseline 0%) menjadi capaian skor rata-rata evaluasi 90 dari 100 poin. Selain itu, 70% peserta terbukti berhasil mengintegrasikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ke dalam arsitektur prototipe aplikasi yang fungsional. Meskipun dihadapkan pada tantangan kelebihan kapasitas peserta dan rendahnya literasi komputasional dasar, pendekatan pendampingan adaptif terbukti efektif memitigasi hambatan tersebut. Sebagai luaran keberlanjutan program, inisiasi Komunitas Praktisi Guru Digital berhasil dibentuk guna memastikan adopsi media ajar inovatif secara berkesinambungan.