Suroso, Yosephine Diajeng Janur Prasasti, As’ad Munawir,
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Jl. M.T. Haryono 167 Malang

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PANJANG LAPISAN DAN JARAK VERTIKAL ANTAR GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG PASIR KEPADATAN RELATIF 74% Suroso, Yosephine Diajeng Janur Prasasti, As’ad Munawir,; Munawir, As’ad; Suroso, Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.401 KB)

Abstract

Dewasa ini, dengan tuntutan pembangunan yang semakin bertambah dan harus terus berjalan seiring dengan perkembangan jaman, menyebabkan penggunaan tanah yang kurang baik pun mulai dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan lahan lereng yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal penduduk. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu inovasi secara signifikan dalam suatu teknologi konstruksi terutama yang dapat meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan. Salah satunya adalah dengan diadakan perkuatan tanah (reinforced soil dengan menggunakan perkuatan geosintetik dengan salah satu jenisnya, yaitu geotekstil. Pada penelitian ini dipakai model test dengan ukuran panjang 1,50 m, lebar 1,0 m dan tinggi 1,0 m. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lokasi pemasangan geotekstil yang maksimum pada saat jarak pondasi ke tepi lereng 12 cm dengan jumlah geotekstil 3 buah, dimana panjang lapisan geotekstil dipasang dengan tiga variasi berbeda dan dengan melakukan variasi jarak vertikal antarlapis geotekstil dengan tiga variasi berbeda pula. Hasil dari penambahan perkuatan geotekstil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model lereng mengalami peningkatan daya dukung secara signifikan. Dimana lokasi terbaik perkuatan geotekstil adalah pada pemasangan panjang dengan rasio L/H 0,59 dan Sv/H 0,15. Berdasarkan pengujian ini dapat disimpulkan bahwa semakin rapat jarak antar geotekstil, maka penambahan daya dukung semakin
PENGARUH VARIASI PANJANG LAPISAN DAN JARAK VERTIKAL ANTAR GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG PASIR KEPADATAN RELATIF 74% Suroso, Yosephine Diajeng Janur Prasasti, As’ad Munawir,; Munawir, As’ad; Suroso, Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.401 KB)

Abstract

Dewasa ini, dengan tuntutan pembangunan yang semakin bertambah dan harus terus berjalan seiring dengan perkembangan jaman, menyebabkan penggunaan tanah yang kurang baik pun mulai dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan lahan lereng yang digunakan untuk bangunan tempat tinggal penduduk. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu inovasi secara signifikan dalam suatu teknologi konstruksi terutama yang dapat meningkatkan daya dukung tanah secara signifikan. Salah satunya adalah dengan diadakan perkuatan tanah (reinforced soil dengan menggunakan perkuatan geosintetik dengan salah satu jenisnya, yaitu geotekstil. Pada penelitian ini dipakai model test dengan ukuran panjang 1,50 m, lebar 1,0 m dan tinggi 1,0 m. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lokasi pemasangan geotekstil yang maksimum pada saat jarak pondasi ke tepi lereng 12 cm dengan jumlah geotekstil 3 buah, dimana panjang lapisan geotekstil dipasang dengan tiga variasi berbeda dan dengan melakukan variasi jarak vertikal antarlapis geotekstil dengan tiga variasi berbeda pula. Hasil dari penambahan perkuatan geotekstil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model lereng mengalami peningkatan daya dukung secara signifikan. Dimana lokasi terbaik perkuatan geotekstil adalah pada pemasangan panjang dengan rasio L/H 0,59 dan Sv/H 0,15. Berdasarkan pengujian ini dapat disimpulkan bahwa semakin rapat jarak antar geotekstil, maka penambahan daya dukung semakin
PENGARUH VARIASI PANJANG DAN JUMLAH LAPISAN GEOTEKSTIL DENGAN PERBANDINGAN JARAK PONDASI KE TEPI LERENG DAN LEBAR PONDASI 1,5 TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR KEPADATAN 74% As’ad Munawir, Widodo Suyadi, Frury Firdana Rizki,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.974 KB)

Abstract

Pembangunan struktur pondasi di atas lereng mampu mengakibatkan penurunan nilai daya dukung yang notabene nilai daya dukung di lereng lebih kecil dibandingkan nilai daya dukung di tanah datar. Oleh karena itu perlu adanya perkuatan lereng berupa geotekstil untuk meningkatkan nilai daya dukung. Analisa perkuatan dilakukan pada tanah pasir dengan kepadatan 74% yang diberi variasi perkuatan satu lapis, dua lapis, dan tiga lapis serta variasi panjang perkuatan sebesar 0,45H, 0,52H, dan 0,59H. Hasil yang didapatkan semakin panjang perkuatan dan banyak jumlah lapisan maka nilai daya dukung akan semakin meningkat yang dibuktikan dengan nilai BCI(u) sebesar 2,69466. Kata kunci: perkuatan, daya dukung, BCI
PENGARUH JARAK PONDASI DARI TEPI LERENG DAN PANJANG GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG PASIR As’ad Munawir, Arief Rachmansyah, Niken Nurdiani,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.235 KB)

Abstract

Tanah lereng dijadikan sebagai dasar tanah untuk sebuah pemukiman ataupun pembangunan yang lain tentu memiliki resiko yang berkaitan dengan keamanan bangunan tersebut, mengingat bahwa daya dukung tanah di lereng jauh lebih kecil daripada tanah datar. Maka dari itu perlu adanya perkuatan tanah pada lereng berupa geotekstil. Analisa perkuatan dilakukan pada lereng pasir dengan kepadatan relatif 74% dengan variasi perkuatan jarak pondasi dari tepi lereng sebesar 1B, 1,5B, 2B serta variasi panjang perkuatan sebesar 0,45H, 0,52H, dan 0,59H. Hasil yang didapatkan semakin panjang perkuatan dan semakin besar jarak pondasi dari tepi lereng maka nilai daya dukung akan semakin meningkat yang dibuktikan dengan nilai BCI(u) sebesar 3,109. Kata kunci: perkuatan, daya dukung, BCI
PENGARUH VARIASI JUMLAH LAPIS DAN JARAK ANTARLAPIS VERTIKAL GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI PADA PEMODELAN LERENG PASIR KEPADATAN 74% As’ad Munawir, Harimurti, Wida Rizky Hutama,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.083 KB)

Abstract

Perletakkan sebuah pondasi di atas atau di dekat tanah lereng akan menyebabkan zona plastis pada sisi lereng relatif lebih kecil dibandingkan dengan penempatan pondasi yang sama pada tanah yang datar. Hal ini mengakibatkan daya dukung dari pondasi tersebut secara langsung berkurang, sehingga perlu adanya perkuatan lereng berupa geotekstil untuk meningkatkan nilai daya dukung. Analisa perkuatan dilakukan pada tanah pasir dengan kepadatan 74% dengan variasi jumlah lapisan hingga 3 lapis dan variasi jarak antarlapis vertikal 0,15H, 0,18H, dan 0,21H. dari analisis hasil pengujian didapatkan semakin banyak jumlah lapis perkuatan dan semakin rapat jarak antarlapis vertikal geotekstil akan semakin meningkatkan nilai daya dukung lereng, hal ini dibuktikan dari hasil nilai BCI(u) sebesar 2,695. Kata kunci: perkuatan, daya dukung, BCI
Pengaruh Penggunaan Cerucuk dan Anyaman Bambu pada Daya Dukung Tanah Lempung Lunak Suroso Suroso; As'ad Munawir; Herlien Indrawahyuni
Rekayasa Sipil Vol 4, No 3 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.764 KB)

Abstract

Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung batas yang rendah dan daya mampat yang tinggi. Oleh sebab itu agar dapat digunakan sebagai pondasi bangunan diperlukan adanya usaha perkuatan dengan tujuan meningkatkan daya dukung tanah salah satunya dengan menggunakan cerucuk dan anyaman bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan cerucuk dan anyaman bambu terhadap daya dukung tanah lempung lunak. Metode yang digunakan adalah uji model pondasi di laboratorium dengan dibebani di atas tanah lempung yang diperkuat cerucuk dan anyaman bambu dan diukur penurunannya sampai mengalami keruntuhan. Dari hasil pengukuran dan analisis menunjukkan bahwa variasi diameter, panjang, spasi, jumlah cerucuk dan luas anyaman dapat meningkatkan daya dukung lempung lunak sampai tujuh kali daya dukung tanpa perkuatan. 
Alternatif Perkuatan Tanah Pasir Menggunakan Lapis Anyaman Bambu dengan Variasi Jarak dan Jumlah Lapis As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Tintus Noviyanto
Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.041 KB)

Abstract

Berbagai metode perbaikan tanah telah banyak dikembangkan. Salah satunya dengan metode perkuatan tanah sebagai alternatif pemecahan masalah terhadap penurunan dan daya dukung tanah yang rendah. Penelitian ini tentang alternatif perkuatan tanah pasir (medium sand) menggunakan lapis anyaman bambu. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan alternatif perkuatan tanah yang baik, murah dan tersedia di pasaran. Penelitian ini dilakukan dengan uji pembebanan di laboratorium. Parameter yang diteliti adalah pengaruh variasi jarak dan jumlah lapis anyaman bambu sebagai lapis perkuatan.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan jarak lapis dari 3,5 cm ke 5 cm pada pemakaian 2 lapis anyaman bambu memberikan peningkatan daya dukung yang paling efektif. Untuk variasi jumlah lapis anyaman bambu, peningkatan daya dukung paling efektif terjadi pada penambahan jumlah lapis dari 2 lapis ke 3 lapis dengan jarak lapis 3,5 cm.Dari keseluruhan uji pembebanan dapat diketahui bahwa seiring bertambahnya jarak dan jumlah lapis anyaman bambu, maka daya dukung tanah akan terus meningkat. Penambahan jarak dan jumlah lapis anyaman bambu akan memberikan pola peningkatan yang cenderung linear. Oleh karena itu pada penelitian ini belum didapatkan suatu nilai optimum dari penambahan jarak dan jumlah lapis. 
Persepsi Pemilik Proyek Dalam Lingkungan LPSE Terhadap Penilaian Kinerja Kontraktor Nurhidayati Nurhidayati; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.446 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.03.8

Abstract

Good contractor performance can provide satisfaction for owners. The research is to identify factors influencing owners perception in assessing contractor performance in UB. Method of analysis using Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index. The results of the analysis show satisfaction of 75.22% and 71.69% means that the owner is satisfied with the performance of their contractor. Attributes that are prioritized for improvement/improvement include: completion of work in accordance with the contract; the filing of MC-0 is done before the work begins; ability of human resources in handling material delays/scarcity, workers crisis, design change, environmental security, etc .; as well as the speed & willingness to repair the damaged buildings around the project site
Pengaruh Pembebanan Eksentris pada Pondasi Persegi Panjang Terhadap Daya Dukung dan Penurunan Tanah Pasir dengan Perkuatan Geotekstil As'ad Munawir; Widodo Suyadi; Heny Saraswati
Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.936 KB)

Abstract

Pada penelitian ini digunakan pondasi persegi panjang ukuran 10x15 cm2 yang diletakkan di atas media tanah pasir sebagai subgrade di dalam box uji yang terbuat dari baja berukuran 110x150x100 cm3. Pembebanan eksentris terletak 0,5 cm; 1 cm dan 1,5 cm masing-masing pada arah sumbu x dan y. Variasi luasan geotekstil yang digunakan berukuran 40x60 cm2; 45x67,5 cm2 dan 50x75 cm2. Pelat pondasi diletakkan di atas tanah pasir yang telah dipadatkan, diberi beban dengan dongkrak hidrolik dan setiap penurunan tertentu beban di baca pada proving ring bersamaan dengan pembacaan penurunan pada dial gauge (strain control). Karena nilai daya dukung juga dipengaruhi oleh karakteristik tanah dasar yang digunakan, maka perlu dilakukan penelitian pendahuluan berupa uji karakteristik material yang meliputi analisa saring, berat jenis, berat isi dengan pra penelitian, uji sand cone dan kadar air serta direct shear.Pengujian tahap pertama untuk mengetahui karakteristik material subgrade menunjukkan bahwa tanah pasir yang digunakan termasuk jenis pasir yang bergradasi buruk, pasir dari pecahan kerikil dengan sedikit butiran halus. Kepadatannya relatif menengah yang dapat dilihat dari berat isinya yang bekisar antara 1,5 -1,6 kg/cm3 dan besar sudut gesernya yang berkisar antara 32o-35o. Pengujian tahap kedua adalah uji pembebanan.Hasil uji pembebanan menunjukkan bahwa eksentrisitas beban mempengaruhi daya dukung dan penurunan pada tanah pasir yang diberi perkuatan maupun tanpa perkuatan geotekstil. Hal ini dapat dilihat dari nilai daya dukung yang semakin menurun dengan bertambahnya eksentrisitas beban dan dari nilai Re (faktor reduksi daya dukung) yaitu besarnya rasio perbandingan antara daya dukung batas akibat beban eksentris (q’) terhadap daya dukung batas akibat beban sentris (q) yang berkisar antara 0-1. Begitu juga terhadap penurunannya, dengan adanya eksentrisitas beban akan menimbulkan distorsi angular akibat adanya perbedaan penurunan di kedua sisi pondasi. Semakin jauh eksentrisitas beban maka semakin besar distorsi angularnya, dan semakin luas geotekstil yang digunakan maka semakin berkurang distorsi angularnya. 
Analisis Percepatan Aktifitas Pada Proyek Jalan Dengan Menggunakan Metode Fast Track , Crash Program, Dan What-If Andrea Saputra A. P.; As’ad Munawir; Indradi Wijatmiko
Rekayasa Sipil Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.561 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2017.011.01.1

Abstract

Implementation of road projects southern cross wawar - congot purworejo central java at week 27 is delayed. From 53.41% is only realized 12.82%. Fast track method, the program crashes, and what if is used to accelerate the implementation of delayed project. The purpose of this study is to determine the acceleration of implementation, to evaluate the effectiveness acceleration and to evaluate the implementation of road projects based on the control of time and cost. Time control and costs control shows sv 0.24 and cv value of 1.06, and it explains that the project is delayed, but the cost is less from the plan. Fast track method can accelerate 78 days, crash program method can accelerate 31 days, and what if method can accelerate to 7 days from prior to the acceleration, which is 110 days late. All three methods cannot speed up the project based on the plan. Fast track method is the method most quickly approaching the initial plan. Then combination of acceleration between fast track and a crash program produce total duration as scheduled. The conclusion is the combination of methods can restore the schedule according to the plan.