Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Sosial Dan Emosional Pada Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun Di Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo Sela Kamaru; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Dewi Modjo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan emosional pada anak prasekolah usia 4-6 Tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 orang anak prasekolah usia 4-6 Tahun yang berasal dari tiga sekolah TK (Taman Kanak-kanak) yaitu TK Harapan Bunda, TK Negeri Pembina dan TK Bahari. Ketiga sekolah TK ini terletak di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan dua kuisioner, yaitu kuisioner intensitas penggunaan gadget dan kuisioner SDQ (Strengths and Difficulties Questionnaire). Data yang diperoleh, dianalisis dengan uji Chi Square untuk melihat hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan emosional anak dengan nilai signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan gadget pada anak prasekolah berada pada tiga kategori yaitu intensitas rendah sebanyak 14 (18.4%) anak, intensitas sedang sebanyak 22 (28.9%) anak, dan intensitas tinggi sebanyak 40 (52.7%) anak. Hasil uji Chi Square untuk skala kesulitan dan skala kekuatan menunjukkan adanya hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan emosional anak prasekolah usia 4-6 Tahun dengan nilai p=0.000, nilai ini lebih kecil dari 0.005 (p<0.005). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial dan emosional anak prasekolah usia 4-6 Tahun.
PENGARUH FREKUENSI DAN INTENSITAS AKTIVITAS FISIK TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PADA IBU NIFAS Karmila Ayuba; Efri Leny Rauf; Yuliandary Yunus; Rizky Nikmathul Husna Ali
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7391

Abstract

Abstrak Masa nifas merupakan periode pemulihan setelah persalinan yang ditandai dengan perubahan fisiologis, termasuk pada sistem kardiovaskular yang dapat memengaruhi tekanan darah. Aktivitas fisik yang dilakukan ibu nifas berperan penting dalam membantu adaptasi tubuh dan menjaga kestabilan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan intensitas aktivitas fisik terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Batudaa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan pengukuran tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer, kemudian dianalisis Secara univarat dan bivarate menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitan menunjukan bahwa ibu nifas dengan aktivitas fisik frekuensi dan intensitas sedang cenderung memiliki tekanan darah dalam kategori normal dibandingkan ibu dengan aktivitas fisik rendah dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05). Aktivitas fisik yang kurang optimal berhubungan dengan tekanan darah yang tidak stabil. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas aktivitas fisik berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada ibu nifas.   Kata kunci : Aktivitas Fisik, Tekanan Darah, Ibu Nifas, IPAQ
HUBUNGAN KESEHATAN MENTAL IBU NIFAS DENGAN PRODUKSI ASI Khoirun Nisa Siregar; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Tressan Eka Putri Katili
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7404

Abstract

Abstrak Kesehatan mental ibu nifas merupakan salah satu factor penting yang berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui. Masa nifas ditandai dengan perubahan fisiologis, hormonal, dan psikologis yang signifikan, sehingga ibu berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi postpartum. Kondisi psikologis yang tidak stabil dapat mempengaruhi keseimbangan hormone prolactin dan oksitosin yang berperan dalam produksi dan pengeluaran Air Susu Ibu (ASI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu nifas hari ke-7 hingga hari ke-42 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Kesehatan mental ibu nifas di ukur menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), sedangkan produksi ASI dinilai menggunakan kuesioner produksi ASI berdasarkan frekuensi pengosongan payudara. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas dengan kesehatan mental normal memiliki produksi ASI yang lancar, sedangkan ibu nifas dengan gangguan kesehatan mental sedang hingga berat mayoritas mengalami produksi ASI tidak lancar. Hasil uji statistic menunjukkan nilai p=0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kesehatan mental ibu nifas dengan produksi ASI. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini gangguan kesehatan mental serta pemberian dukungan psikososial untuk meningkatkan keberhasilan menyusui.   Kata kunci : Kesehatan Mental, Ibu Nifas, Produksi ASI, Depresi Postpartum, EPDS
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infertilitas Primer pada Pasangan Usia Subur di Puskesmas Molibagu Mentari Hasanuddin; Rizky Nikmathul Husna Ali; Fatmah Zakaria; Sri Mulyaningsih; Efri Leny Rauf
Window of Midwifery Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ems3yy44

Abstract

Primary  infertility is the inability of a fertile couple to conceive after one year of regular sexual intercourse without contraception. Various factors are suspected to be associated with primary infertility, including nutritional status, menstrual cycle regularity, and cigarette smoke exposure. This study aimed to analyze the relationship between Body Mass Index (BMI),menstrual cycle, and cigarette smoke exposure with primary infertility in fertile couples at the Molibagu Community Health Center. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Sampling was conducted using purposive sampling, with 92 respondents. The research instruments were structured using questionnaires and anthropometric measurements, with data analysis using the chi-square test and logistic regression. Based on the results, it was found that the majority of respondents (52 respondents) had an overweight BMI (56,5%) 48 respondents (52,5%) had irregular menstrual cycles, 52 respondent (56,5 %) were exposed to cigarette smoke, and 55 respondents (59,8 %) experienced primary infertility.The statistical test result showed a P-Value of  0.000 < 0.05, indicating a significant relationship between body mass index (BMI), menstrual cycle, and cigarette smoke exposure and the incidence of primary infertility in couples of childbearing age.  
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Efektivitas Pemberian Tablet Fe terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Maya Puspita Apriliani Saleh
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanAnemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan global, di mana World Health Organization (WHO) melaporkan prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif secara global mencapai 29,9%. Penanganan anemia remaja selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) serta pengaruh pemberian tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri di wilayah kerja UPTD Puskesmas Atinggola. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pengukuran variabel IMT dilakukan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional, sedangkan pengukuran efektivitas pemberian tablet Fe menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk variabel IMT dan uji Wilcoxon untuk variabel pemberian tablet Fe. HasilHasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,526 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian anemia. Sebaliknya, hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pasca-intervensi tablet Fe, di mana nilai rata-rata (mean) meningkat dari 11,62 pada saat pretest menjadi 12,78 pada saat posttest, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). KesimpulanIndeks Massa Tubuh tidak memiliki keterkaitan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah studi. Namun, intervensi pemberian tablet Fe terbukti memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperbaiki status anemia. Oleh karena itu, program suplementasi tablet Fe di puskesmas perlu terus dipertahankan dan dioptimalkan pelaksanaannya.
Perspektif Masyarakat terhadap Praktik Sunat Perempuan antara Tradisi dan Hak Kesehatan Reproduksi di Desa Dumati: Sebuah Studi Kualitatif Fatmah Zakaria; Efri Leny Rauf; Rizky Nikmathul Husna Ali; Siskawati Umar; Hijriana Rahmawati Pulogu
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Latar Belakang dan TujuanPraktik sunat bagi laki-laki merupakan prosedur yang lazim secara medis dan kultural. Namun, sunat pada perempuan atau Pemotongan dan Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) masih menjadi fenomena yang memicu perdebatan. Dari perspektif medis dan regulasi global, termasuk target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 dan 5, praktik ini tidak memiliki indikasi medis dan berisiko melanggar hak perlindungan reproduksi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif pro dan kontra di masyarakat terkait sunat perempuan, serta bagaimana benturan antara tradisi dan perlindungan kepentingan kesehatan perempuan di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. MetodePenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap informan kunci yang merepresentasikan berbagai elemen masyarakat, antara lain tokoh agama, praktisi tradisional (hulango), pemerintah desa, masyarakat umum, dan tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menggali kedalaman makna dari setiap perspektif. HasilHasil eksplorasi data menunjukkan adanya dikotomi pandangan di lokasi studi. Mayoritas informan (meliputi masyarakat, tokoh agama, hulango, dan pemerintah desa) menunjukkan sikap pro dan masih mempertahankan praktik sunat perempuan. Hal ini didasari oleh konstruksi kepercayaan bahwa tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya menyucikan diri (thaharah) sesuai dengan interpretasi ajaran agama setempat. Sebaliknya, pandangan kontra datang dari informan di sektor kesehatan, yang mengkaji bahwa praktik tersebut tidak memiliki justifikasi medis dan harus dihentikan demi melindungi hak kesehatan dan kepentingan reproduksi perempuan sesuai dengan peraturan yang berlaku. KesimpulanPraktik sunat perempuan di Desa Dumati masih berakar kuat pada justifikasi tradisi dan interpretasi agama, yang berbenturan dengan regulasi kesehatan modern. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) oleh tenaga kesehatan harus dilakukan secara persuasif dan sensitif terhadap budaya lokal (cultural approach).
PENGARUH TEKNIK REBOZO TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG PADA KEHAMILAN TRIMESTER  III Sri Dewinal Ibrahim; Rizky Nikmathul Husna Ali; Sri Mulyaningsih; Yuliandary Yunus
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7702

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Rebozo terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester III yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri punggung pada kelompok intervensi mengalami penurunan setelah diberikan teknik Rebozo, sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan teknik Rebozo terhadap penurunan nyeri punggung . Penurunan nyeri terjadi karena teknik Rebozo memberikan efek relaksasi otot, meningkatkan kenyamanan, serta menghambat transmisi nyeri melalui mekanisme gate control. Kesimpulannya, teknik Rebozo efektif sebagai metode nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Teknik ini dapat dijadikan alternatif intervensi yang aman dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan.   Kata kunci :teknik Rebozo, nyeri punggung, kehamilan trimester III, terapi nonfarmakologis
PENGARUH PEMBERIAN PISANG AMBON TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II-III DENGAN ANEMIA Nurhidayah H Paituntu Paituntu; Rizky Nikmathul Husna Ali; Yuliandary Yunus; Efri Leny Rsuf
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7709

Abstract

Abstrak Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah yang penting untuk diperhatikan. yang kadarnya kurang dari 11 g/dl. Masalah anemia pada ibu hamil menjadi penting karena dapat menimpulkan dampak buruk, baik pada ibu maupun bayi. Tingginya angka kejadian anemia baik secara global maupun nasional menunjukan perlunya upaya penanganan yang efektif yaitu pemberian pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya ipengaruh ikonsumsi ipisang iambon iterhadap ikenaikan ikadar ihemoglobin pada ibu ihamil ianemia idi Puskesmas iPilolodaa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan iquasi eksperimen i“Nonequivalent Control iGroup iDesign. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 ibu hamil trimester II-III  dengan anemia yang dipilih secara inklusi. Pengumpulan data dilakukan imelalui ipengukuran kadar ihemoglobin, sebelum dan sesudah iintervensi idan observasi selama 7 hari pemberian pada pagi dan sore.  Analisis data dilakukan menggunakan uji  Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kadar hemoglobin pada ib hamil setelah mengkonsumsi pisang ambon sebagai alternatif non farmakologi dalam penanganan anemia nilai p-value 0,003 (p<0,05) yang menunjukan pisang ambon efektif menaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa pisang ambon dapat menjadi salah satu metode nonfarmakologis  yang efektif menaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia   Kata kunci : Anemia, Pisang Ambon, Ibu hamil, Hemoglobin