Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

INTEGRASI RISK BASED THINKING DENGAN PROCESS APPROACH DALAM PERENCANAAN DAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2015 Pongky Lubas Wahyudi; Dian Setiya Widodo
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v3i1.438.1-6

Abstract

Penjaminan mutu dalam industri sangat penting dan menjadi perhatian utama untuk kelangsungan bisnisnya. Perusahaan dituntut untuk melakukan efisiensi di segala bidang dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja dan produk yang dihasilkan dan hal tersebut dapat dilakukan dengan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Salah satu perubahan signifikan dalam ISO 9001:2015 adalah peningkatan fokus pemikiran berbasis risiko dalam persyaratan perencanaan, peninjauan dan peningkatan sistem manajemen mutu (SMM) dan prosesnya. Hal ini dianggap sebagai tantangan yang signifikan untuk manajemen yang berusaha untuk mengimplementasikan risk based thinking yang berkaitan dengan SMM organisasi. Tujuan penelitian ini, menerapkan risk based thinking dengan pendekatan proses dalam mengidentifikasi potensi risiko, dampak dan tindakan pengendalian yang diperlukan terutama di departemen produksi. Metode yang digunakan pengumpulan data kualitatif dari berbagai sumber, seperti literatur. Data dikumpulkan dari hasil wawancara, diskusi dengan semua elemen organisasi dan langkah-langkahnya dalam menentukan tiap risiko di departemen produksi. Hasil diskusi akan dibandingkan dengan standar dan literatur yang ada. Unsur yang mendasari untuk melakukan risk based thinking diidentifikasi sebagai; proses/kegiatan organisasi, organisasi, budaya, kompetensi, manajemen, dan pihak yang berkepentingan. Hasil identifikasi risiko di departemen produksi terdapat 7 risiko dengan 1 risiko tingkat tinggi dan tidak dapat diterima (not acceptance). Rekomendasi perbaikan yang dilakukan adalah mengganti dies yang telah aus pada mesin injection moulding sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan. Analisa risiko yang telah dibuat, disarankan untuk diperbaharui secara berkala minimal setahun sekali. Sedangkan rencana rekomendasi perbaikan yang dinilai berhasil dapat dilanjutkan dan dikembangkan, namun bila dinilai tidak berhasil disarankan untuk mencari rencana rekomendasi perbaikan yang lainnya.
Improvement of UD Manjur Makmur's Business through Training and Assistance in the Application of Sari Drink Product Packaging: Peningkatan Usaha UD Manjur Makmur melalui Pelatihan dan Pendampingan Penerapan Kemasan Produk Minuman Sari Anita Wulandari; Dian Setiya Widodo; Wahyu Kanti Dwi Cahyani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.412 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang840

Abstract

Noni juice is a fermented beverage that is in great demand. Noni juice is a supplement drink for the human body. Noni plant is also known as a medicinal plant. This plant is a shrub native to Tahiti and Hawaii. Noni fruit is efficacious for treating several degenerative diseases such as cancer, tumors, and diabetes. Currently, there are many products that do not have good and attractive packaging so that they are difficult to sell in the market or are not in demand by consumers, especially beverage products. Therefore, the purpose of holding this activity is This community service is to provide assistance and training in the application of product packaging noni juice drink to UD Manjur Makmur partners. The method used is the transfer of knowledge related to the design of attractive packaging labels to business owners. The result of this activity is that partners have additional knowledge related to packaging their products so that they can be better and more attractive and able to make good packaging labels that are easily understood by consumers. Meanwhile, the positive impact that occurred after this activity was carried out was that partners were able to produce higher quality noni juice products. Abstrak Minuman sari buah mengkudu merupakan minuman yang telah di fermenstasikan yang banyak diminati. Sari buah mengkudu merupakan minuman suplemen tubuh manusia. Tanaman mengkudu dikenal juga sebagai tanaman obat. Tanaman ini merupakan tumbuhan perdu yang berasal dari daerah Tahiti dan Hawaii. Buah mengkudu berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, dan diabetes. Saat ini banyak produk‐produk yang tidak memiliki kemasan yang baik dan menarik sehingga sulit laku dipasaran atau tidak diminati oleh konsumen terutama produk minuman, konsumen saat ini sudah dapat membedakan mana produk yang baik dan mana produk yang tidak baik tentunya dilihat dari kemasan yang digunakan. Oleh karena itu, tujuan dari diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan penerapan kemasan produk minuman sari buah mengkudu kepada mitra UD Manjur Makmur. Metode yang digunakan adalah transfer ilmu pengetahuan terkait dengan desain lebel pengemasan yang menarik kepada pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra memiliki tambahan pengetahuan terkait pengemasan produknya agar lebih baik dan menarik serta mampu membuat lebel kemasan yang baik dan mudah dipahami oleh konsumen. Sementara, dampak positif yang terjadi setelah dilakukan kegiatan ini adalah mitra mampu menghasilkan produk minuman sari mengkudu yang lebih berkualitas
Evaluation Supplier Involve on Food Safety and Halal Criteria using Fuzzy AHP: A Case Study in Indonesia Danang Setiya Wijaya; Dian Setiya Widodo
Jurnal Teknik Industri Vol. 23 No. 1 (2022): February
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol23.No1.67-78

Abstract

Selecting or evaluating reliable suppliers is essential to business, and the food industry is no exception. Business operations are at serious risk if suppliers are not properly selected. One of the risks that occur is the risk of food safety and halal. Not many studies have explored this topic, even though this issue is crucial for the Muslim community. This research aims to Evaluate Supplier Involve in Food Safety and Halal Criteria using Fuzzy AHP. It can help food manufacturers decide based on food safety and halal criteria during the supplier selection. The case study is applied to a food industry in Indonesia that produces biscuits. Eight criteria and 17 sub-criteria based on economic, social, and environmental dimensions were used to evaluate suppliers. The results show that the Halal certification system (HP) and product compliance with specifications (Q2) are the most important factors to consider. Third and fourth places are product price criteria (C1) and food safety management system certifications (FS2). Weighted evaluations of food industry suppliers are also possible with Fuzzy AHP.
Pendampingan Program Pusat Keunggulan pada SMK Islamic Qon Gresik Berbasis Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan Wahyudi, Pongky; Dian Setiya Widodo; Yusuf Eko Nurcahyo; Totok Dewantoro; Syaiful Falah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan SMK Pusat Keunggulan adalah sebuah program yang bertujuan untuk membantu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen sekolah agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI). Program ini dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai tim pendamping yang memberikan bimbingan teknis dan pembinaan kepada SMK yang terpilih sebagai "Pusat Keunggulan". Tujuan utama dari pendampingan ini adalah untuk memastikan bahwa SMK dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi terutama berbasis kompetensi teknik kendaraan ringan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Metode pendampingan berfokus pada pendampingan teaching factory (TEFA) yaitu meliputi pendampingan penyusunan rencana dan pengembangan teaching factory dengan target TEFA level 1 terlaksana dimana tim pendamping dari perguruan tinggi membantu SMK dalam merencanakan dan mengembangkan fasilitas teaching factory yang relevan dengan bidang keahlian yang diajarkan yang menyerupai industri sesungguhnya, kemudian mengintegrasikan kurikulum dengan dunia industri, pelatihan tenaga pendidik dan menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Implementasi teaching factory TEFA level 1 adalah tahap awal dalam penerapan konsep teaching factory di sekolah menengah kejuruan yang fokus utamanya adalah membangun fondasi yang kuat untuk memulai implementasi teaching factory ke tahap selanjutnya. Secara keseluruhan SMK Islamic Qon telah menyelesaikan rencana dan pengembangkan fasilitas teaching factory yang relevan dengan bidang keahlian yang diajarkan, kemudian telah mengintegrasikan kurikulum dengan dunia industri, melakukan pelatihan tenaga pendidik dan dapat menjalin kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang tersusun secara baik dan terarah.
Pelatihan Penggunaan Software CAM untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMKN 1 Tambakboyo Tuban Dian Setiya Widodo; Ahmad Jabir; Wisnu Yulianto Nugroho; Wahyudi, Pongky; Yusuf Eko Nurcahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v6i1.2751

Abstract

Computer Aided Manufacturing (CAM) merupakan perangkat lunak yang dipakai mengendalikan mesin memakai perangkat komputer untuk mengotomatisasi aktifitas proses manufaktur. Terdapat tiga komponen yang diperlukan agar CAM mampu bekerja, ketiga komponen tersebut diantaranya software, kemudian mesin dan Post Processing. Ketiga komponen itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan tenaga dan keterampilan manusia sebagai operator. CAM dan CAD selalu digunakan secara bersamaan dimana Computer Aided Desain (CAD) berfokus pada desain komponen atau produk, sementara CAM sendiri berfokus pada cara pembuatannya. Penguasaan program CAM sangat dibutuhkan oleh siswa terutama pada program keahlian teknik mesin dan sejenisnya. Kemampuan siswa di SMKN 1 Tambakboyo Tuban dalam penguasaan program CAM dirasa perlu ditingkatkan lebih lanjut.. Metode pelatihan yang digunakan adalah pelatihan intensif selama dua hari dengan durasi pelatihan tiap harinya 8 jam dengan total durasi 16 Jam. Kegiatan program pelatihan dilakukan di lab. komputer SMKN 1 Tambakboyo Tuban.  Pelatihan dilakukan dengan memberikan perintah-perintah dasar yang sering dipakai dan memberikan beberapa soal latihan untuk memperkuat pemahaman dan mempermudah kelancaran dalam menggunakan program CAM. Di akhir sesi kegiatan dilakukan evaluasi berupa menguji langsung pemahaman peserta dalam mengoperasikan CAM. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan ini disimpulkan bahwa sebanyak 60.97% (25 siswa) memiliki kemampuan yang sedang, 24.39% (10 siswa) memiliki kemampuan yang tinggi, dan 14.64% (6 siswa) memiliki kemampuan yang rendah dalam pengoperasian CAM.
PENDEKATAN ALGORITMA CROSS ENTROPY-GENETIC ALGORITHM UNTUK MENURUNKAN MAKESPAN PADA PENJADWALAN FLOW SHOP Widodo, Dian Setiya; Santoso, Purnomo Budi; Siswanto, Eko
JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jemis.2014.002.01.6

Abstract

 In the flow shop scheduling each job will go through every machine in the same order. The goal of this research is to complete a series of jobs in order to obtain the optimal makespan  for stick skewers rounding machine. It is become necessities because the company has no planning and scheduling, while the demand exceeds the capacity Thus, optimize the scheduling is needed to be done. One way to optimize the scheduling is to minimize makespan. Based on the results of the research Cross Entropy Algorithm-Genetic Algorithm (CEGA) can provide the optimal solution. This is evident by a comparison technique that enumeration techniques obtained similar results with makespan 1982 seconds, but when compared to the company, CEGA method is better with makespan efficiency of 12.18%. The use of CEGA with the MATLAB has more advantages that simplify and speed in performing the calculations to can optimal solution. 
RANCANG BANGUN SISTEM PENGAYAK PADA MESIN PENGUPAS BIJI KOPI Yusuf Eko Nurcahyo; Ahmad Jabir; Dian Setiya Widodo; Rohmad Ali
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v2i1.2023.49-56

Abstract

Teknologi saat ini sangat memudahkan pekerjaan manusia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja. Pengupasan buah kopi saat ini masih dilakukan dengan tangan, dengan bantuan alat pengupas kopi diharapkan waktu akan lebih cepat dan hasil yang diperoleh lebih baik. namun saat ini pada mesin pengupas kopi belum tersedianya pengayak yang bisa memisahkan antara kulit yang sudah dikupas dengan biji kopinya. Pada penelitian ini membahasa tentang Perancangan mekanisme pengayak dengan menggunakan dasar perancangan mesin dan elemen mesin. Hasil dari perancangan pengayak pada mesin pengupas biji kopi adalah daya motor sebesar 668 KW dengan 1400 rpm, bantalan dengan type UCP 205 didapatkan hasil umur bantalan 1 mencapai 2.908 jam dan hasil perhitungan bantalan 2 mencapai 5000 jam, kata beban keseluruhan pada pengayak sebesar 17,459 Kg dan kecepatan pengayaan sebesar 350 rpm.
Peningkatan Kompetensi Marketing dalam Menginterpretasi Gambar Teknik sebagai Upaya Optimalisasi Layanan dan Penjualan Produk Pongky Wahyudi; Dian Setiya Widodo; Yusuf Eko Nurcahyo; Zefanya Ezekiel Djonien
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i1.4820

Abstract

Pelatihan membaca dan menginterpretasi gambar teknik umumnya ditujukan bagi tenaga teknis, sehingga jarang tersedia untuk bagian non-teknisi seperti tim marketing. Hal ini menjadikan kegiatan ini unik karena membekali tim marketing dengan kemampuan literasi teknis yang selama ini kurang mendapat perhatian. Dengan keterampilan membaca gambar teknik, tim marketing tidak hanya memahami spesifikasi produk secara lebih akurat, tetapi juga mampu mengomunikasikannya dengan tepat kepada pelanggan maupun pihak internal. Manfaat spesifik yang diperoleh mitra meliputi berkurangnya kesalahan dalam penyampaian spesifikasi produk kepada konsumen, meningkatnya efektivitas komunikasi antara marketing dan tim produksi, serta efisiensi dalam proses layanan penjualan. Dampak ini juga mendorong peningkatan kepuasan pelanggan karena informasi produk lebih jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa 69.03% peserta mengalami peningkatan pemahaman signifikan dalam membaca simbol dan standar gambar teknik, dengan skor rata-rata pemahaman naik dari 24.04% sebelum pelatihan menjadi 93.7% setelah pelatihan. Tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan pelatihan juga tinggi, dengan nilai rata-rata 4,6 dari skala 5. Hal ini menandakan pelatihan yang dilakukan ini bermanfaat dalam memperluas keahlian tim marketing, serta relevan untuk direplikasi di perusahaan manufaktur lain yang memiliki kebutuhan serupa.