Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENGGALI POTENSI WISATA ALAM DI SUNGAI CIBEUREUM DAN CURUG ALEH KOTA BANDUNG Komara, Erwan; Djogo, Y Ony; Setiawan, Hayun; Witarsa, Doni Romdhoni; Komarasakti, Dekrita; Paramarta, Vip; Kosasih, Kosasih; Ismawanti, Resty; Iman, Muhammad
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v4i1.2651

Abstract

Sungai merupakan bagian dari alam Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Salah satunya sungai Cibeureum dan Curug Alehnya, yang melintas di Kelurahan Sarijadi Kota Bandung. Bentuk pelestarian sungai yang dipilih oleh TIM PKM USB YPKP adalah menjadikannya sebagai objek wisata. Dengan menggunakan metode berpikir desain (Desain Thingking), langkah empathize dan define, Tim mencoba menggali potensi wisata yang terdapat di sungai Cibeureum dan Curug Aleh. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan adanya potensi yang bisa dikembangkan di sungai Cibeureum baik dalam hal kebijakan Pemerintah setempat maupun kelayakan air. Adapun Curug Aleh, masih terdapat kendala dalam hal akses menuju ke areanya. Kesimpulannya, Tim akan melanjutkan penggalian potensi wisata ini ke tahap perencanaan dan perancangan bentuk wisata air di sungai Cibeureum.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat Kaki Gunung Kerenceng Berbasis Infrastruktur dan Pengelolaan Berkualitas Garnia, Erna; Nurwathi, Nurwathi; Manaf, Khaerul; Maharani, Lisya; Iman, Muhammad; Rakhmawati, Ranti Suci; Al-Farizi, Rafly Muhammad; Aliya, Rijal Mustofa; Mustofa, Rahmat Imam; Lisaumi, Siti Riyyan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beragam gunung yang menawarkan keindahannya masing-masing, salah satunya Gunung Kerenceng yang berada di Desa Sindulang. Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.754 meter di atas permukaan laut yang memliki beragam pesona diantaranya kekayaan flora, fauna serta pemandangan hamparan kota Bandung dan Sumedang. Gunung Kerenceng dikelola oleh warga sekitar untuk pertanian. Saat ini pengelolaan lahan di kaki Gunung Kerenceng dikelola oleh sekelompok masyarakat, di bawah binaan Karang Taruna setempat dengan nama Volunteer Kerenceng dan Kelompok Tani Milenials. Tujuan dari kegiatan ini untuk menunjang masyarakat dengan melakukan pengembangan wisata Gunung Kerenceng, meningkatkan pelayanan para pengelola Volunteer Kerenceng supaya dapat memanfaatkan lingkungan dengan baik dan tepat melalui perbaikan infrastruktur. Metode yang digunakan yaitu survei, perancangan konsep dan pengadaan infrastruktur, pembuatan dan uji serta pemasangan infrastruktur, pendampingan program, evaluasi dan monitoring. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan peningkatan infrastruktur diantaranya penerangan menggunakan panel surya, papan nama, petunjuk arah, tempat sampah, saung singgah serta peningkatan pengelolaan keterampilan Volunteer Kerenceng serta Kelompok Tani Milenials.
Strategi Dinas Sosial dalam Penanganan Anak Punk di Kota Cilegon Iman, Muhammad; Handayani, Riny; Maisaroh, Ima
PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/ijpa.v9i1.439

Abstract

The punk phenomenon in Indonesia has developed since the 1990s and has become part of the dynamics of urban public space subcultures. In its development, punk children are often confronted with negative stigma as part of street children and social welfare problems, which requires policy responses that are not merely repressive but also rehabilitative. This study aims to analyze the strategy of the Social Service (Dinas Sosial) in handling punk children. The research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through  observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, with data validity ensured through triangulation and member checking. The analytical framework refers to Mulgan’s public sector strategy theory, which includes the dimensions of purpose, environment, direction, action, and learning. The findings indicate that the Social Service has established formal objectives and implemented outreach and social rehabilitation programs, supported by coordination with relevant agencies. However, the strategy has not been optimally implemented due to limited continuity of post-intervention assistance, underutilization of shelter facilities, and weak evaluation and policy learning mechanisms in responding to the high mobility characteristics of punk children. This study recommends strengthening cross-sector collaboration, enhancing continuous assistance, optimizing social rehabilitation facilities, and reinforcing monitoring and policy learning to improve the effectiveness and sustainability of punk children handling.