Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS (MATHEMATICAL REASONING) DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KONEKSI PADA MATERI STATISTIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI DI KOTA PALU Nurul Inayah
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 2 Nomor 2 Agustus 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.434 KB) | DOI: 10.26858/est.v2i2.2105

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian expost facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran matematis dan gaya kognitif terhadap kemampuan komunikasi dan koneksi pada materi statistika di kelas XI IPA SMA Negeri di kota Palu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Palu tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan two-stage proporsional stratified simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Palu, XI IPA-1 di SMA Negeri 3 Palu, XI IPA-2 di SMA Negeri 4 Palu, XI IPA-1 di SMA Negeri 6 Palu, dan XI IPA di SMA Negeri 8 Palu. Banyaknya sampel adalah 138 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis, Group Embedded Figures Test (GEFT), tes kemampuan komunikasi pada materi statistika, dan tes kemampuan koneksi pada materi statistika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial dengan menggunakan analisis Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat interaksi antara kemampuan penalaran matematis dan gaya kognitif terhadap kemampuan komunikasi dan koneksi pada materi statistika (2) tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi pada materi statistika antara siswa yang bergaya kognitif Field Independent (FI) dengan siswa yang bergaya kognitif Field Dependent (FD) (3) tidak terdapat perbedaan kemampuan koneksi pada materi statistika antara siswa yang bergaya kognitif FI dengan siswa yang bergaya kognitif FD (4) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi pada materi statistika antara siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis rendah (5) terdapat perbedaan kemampuan koneksi pada materi statistika antara siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis rendah.
Smart Kids: Edukasi Bijak Bermedia Sosial, Berpikir Kritis, dan Pengenalan Dasar AI pada Siswa Haris Haris; Irwan Irwan; Nur Rezky Ramadhan; Siti Magfirah Ramadhani; Suci Wulandari; Nurul Inayah; Nurul Zafira; Mat Rasul
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): Volume 05 Nomor 04 (Oktober-Desember 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/k08jae24

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat bukan hanya membawa dampak positif melainkan juga dampak negatif. Dampak negatif misalnya seperti mudahnya penyebaran berita hoaks dan fenomena Brain Rot. Salah satu kelompok yang memiliki potensi tinggi mengalami dampak tersebut adalah anak-anak usia sekolah tidak terkecuali anak-anak usia sekolah di Desa Mallongi-longi. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi berupa pelatihan mengenai media sosial, berpikir kritis dan pengenalan dasar AI melalui program smart kids yang di gagas oleh KKN PMM UNM di SDN 69 Pinrang dan SMPN 2 Lanrisang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 dan 30 Juli 2025 dengan jumlah peserta 58 siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah, studi kasus dan permainan edukatif. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek yang menjadi indikator dari awalnya berkisar antara 38-41 dan 47-58. Namun setelah dilaksanakannya program smart kids kemudian meningkat menjadi 75-82 untuk di SDN 69 Pinrang dan 82-91 di SMPN 2 Lanrisang. Dengan demikian, program ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam bermedia sosial, berpikir kritis dalam menerima informasi dan dapat mengenali konten-konten hoaks yang sering kali bersumber dari AI. Melalui pelatihan ini juga, diharapkan siswa lebih bijak dalam menggunakan gawai khususnya pada media sosial agar dapat menghindari fenomena Brain Rot yang sering terkena pada anak-anak usia sekolah.