Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGROMIX

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI BERBAGAI BAHAN PANGAN DARI PEMBELIAN OLEH RUMAH TANGGA PETANI DI DESA TAHAN DAN RAWAN PANGAN Setiani Setiani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.085 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i1.701

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi berbagai bahan pangan dari pembelian oleh rumahtangga petani di desa tahan dan rawan pangan. Penelitian dilakukan di dua lokasi yang memiliki kategori ketahanan pangan yang berbeda, yaitu di desa Kepuh Kembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang (desa tahan pangan) dan di desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa kabupaten Situbondo (desa rawan pangan). Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) konsumsi serealia dari pembelian di kedua lokasi penelitian secara nyata dipengaruhi oleh jumlah produksi padi dan jumlah anggota rumah tangga; (2) konsumsi ubi-ubian dari pembelian di kedua lokasi penelitian secara nyata dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota rumahtangga; (3) konsumsi pangan hewani dari pembelian di desa rawan pangan dipengaruhi secara nyata oleh pengetahuan ibu dan pendapatan, sedangkan di desa tahan pangan hanya dipengaruhi secara signifikan oleh pengetahuan ibu; (4) konsumsi kacangkacangan dari pembelian di daerah tahan pangan hanya dipengaruhi secara nyata oleh jumlah anggota rumahtangga, sedangkan di daerah rawan pangan selain dipengaruhi oleh jumlah anggota rumahtangga juga dipengaruhi oleh pengetahuan ibu (5) konsumsi sayuran dari pembelian di kedua lokasi penelitian dipengaruhi secara nyata oleh variabel jumlah anggota rumahtangga dan pengetahuan, sedangkan variabel pendapatan hanya berpengaruh secara signifikan di desa rawan pangan (6) konsumsi buah-buahan dari pembelian di kedua lokasi penelitian dipengaruhi secara nyata oleh variabel pendapatan, sedangkan variabel pengetahuan ibu hanya nyata di daerah tahan pangan (7) konsumsi lemak dari pembelian di kedua lokasi penelitian secara nyata dipengaruhi oleh jumlah anggota rumah tangga sedangkan variabel pendapatan hanya berpengaruh nyata di daerah rawan pangan (8) konsumsi gula dari pembelian di kedua lokasi sama-sama dipengaruhi secara nyata oleh jumlah anggota rumah tangga.
PENGGUNAAN INPUT DALAM PRODUKSI PADI OLEH RUMAH TANGGA PETANI DI DAERAH AGROEKOSISTEM LAHAN SAWAH DAN KERING Setiani Setiani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.368 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i2.710

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi penggunaan input dalam produksi padi oleh rumahtangga petani di daerah dengan agroekosistem yang berbeda. Penelitian dilakukan di desa kepuh kembeng kecamatan peterongan Kabupaten Jombang yang merupakan daerah dengan agroekosistem lahan sawah dan desa Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo yang merupakan daerah dengan agroekosistem lahan kering. Penelitian ini menggunakan sistem persamaan simultan dan dianalisis menggunakan syslin 2SLS dan program SAS/ETS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input tenaga kerja dalam rumah tangga untuk produksi padi di kedua daerah penelitian sama-sama dipengaruhi secara nyata oleh variabel luas area padi, sedangkan jumlah anggota hanya berpengaruh signifikan di agroekosistem lahan kering. Penggunaan input pupuk urea untuk produksi padi secara signifikan dipengaruhi oleh luas area padi, sedangkan biaya pendidikan rumah tangga petani tidak memiliki pengaruh yang signifikan di kedua daerah penelitian. Rata-rata penggunaan pupuk urea di lahan sawah lebih tinggi (380.59 kg/ha) dibandingkan di lahan kering (364.63 kg/ha). Produksi padi di kedua daerah penelitian sama-sama dipengaruhi secara signifikan oleh tenaga kerja dan penggunaan pupuk urea. Sedangkan jumlah pupuk TSP hanya berpengaruh signifikan di agroekosistem lahan sawah  
Food consumption pattern and food security status of maize farmer households in Galis District, Bangkalan Setiani, Setiani; Wijayanti, Dian Eswin; Priyanto, Moh. Wahyudi

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v15i2.4669

Abstract

Introduction: This study examines the food consumption patterns and food security status of corn farming households in Paterongan Village, Galis Subdistrict, Bangkalan Regency, Madura Island, Indonesia. The research is conducted within the context of the low food security levels in Indonesia, despite the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) since 2015. Paterongan Village serves as an interesting case study due to its high corn production but also a high poverty rate, which raises concerns regarding household-level food security. This study aims to identify the factors influencing food security among corn farmers in the area. Methods: This research uses a descriptive quantitative approach, collecting data through interviews and questionnaires with 76 female corn farmers. The 24-hour food recall technique was applied to assess food consumption patterns and calculate the Household Dietary Diversity Score (HDDS). Binary logistic regression analysis was conducted to identify the factors influencing food security. Results: The findings indicate that the food consumption patterns are relatively limited in diversity, with most households primarily consuming cereals, vegetables, oils, legumes, and fish. The average HDDS score is 7.1, with 67% of households classified as food insecure. Conclusion: The logistic regression analysis identified education level, household income, and the utilization of home gardens as significant factors that improve food security.