Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisa Kebutuhan dan Konservasi Energy Listrik Pada Museum Provinsi Kalimantan Barat - Fadliyansyah; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35506

Abstract

Gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat menggunakan sumber energi listrik yang disuplai oleh PT. PLN (Persero) sebesar 147.000 VA (147 kVA). Hampir 79,28% beban yang terpasang merupakan sistem tata udara (Air Conditioning), selebihnya digunakan untuk penerangan dan beban – beban lain. Total beban maksimum (beban terpasang) Museum Provinsi Kalimantan Barat sebesar 99.965 Watt atau 99,965 kW setara dengan 117,606 kVA (asumsi faktor daya sebesar 0,85), sehingga persentase pembebanan baru mencapai 80%. Jika cadangan ditetapkan 20%, maka kapasitas yang terpasang adalah  sebesar 141,127 kVA, daya yang tersedia oleh PT. PLN (Persero) adalah sebesar 147 kVA dengan pembatas arus 3 x 225 Ampere. Berdasarkan hasil perhitungan IKE listrik per satuan luas kotor (gross), maka IKE Museum Provinsi Kalimantan Barat sebesar 91,93 kWh/m2/tahun. Angka tersebut masih berada dibawah batas standar ASEAN-USAID tahun 1992, dimana untuk klasifikasi perkantoran (komersil) yaitu sebesar 240 kWh/m2/tahun. Berdasarkan pedoman PERMEN ESDM RI No. 13 Tahun 2012, Intensitas Konsumsi Energi area ber-AC gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat yang memasuki kriteria Boros terjadi pada gedung Tata Usaha sebesar 24,15 kWh/m2/bulan dan gedung Pameran Temporal 21,41 kWh/m2/bulan. Intensitas Konsumsi Energi Listrik pada area non-AC gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat tertinggi dengan kriteria Cukup Efisien adalah gedung Toilet Umum dan Pos Satpam sebesar 6,63 kWh/m2/bulan. Peluang penghematan energi sistem penerangan dapat diperoleh dengan cara melakukan penggantian lampu konvesional dengan lampu LED (Light Emitting Diode). Air Conditioning pada Museum Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 18 unit AC inverter dan 22 unit AC konvensional, sebagian besar sistem tata udara masih menggunakan Air Conditioning konvesional sehingga penghematan pada sistem tata udara tersebut dapat diperoleh dengan mengganti Air Conditioning konvensional ke teknologi inverter dan dengan menggeser jam nyala AC (Air Conditioning) selama satu jam, sedangkan peluang penghematan energi peralatan komputer dan beban lain-lain dapat dilakukan dengan mengganti peralatan yang hemat energi.
ANALISIS TEKNO-EKONOMIS GENERATOR SET (GENSET) SEBAGAI SUMBER ENERGI CADANGAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. PONTIANAK Muhamad Ilmi; Junaidi -; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.34818

Abstract

Dalam sistem telekomunikasi, listrik merupakan salah satu sistem yang berperan sangat penting sebagai sumber energi agar perangkat-perangkat telekomunikasi dapat bekerja dan terlaksana dengan baik, untuk itu sangat perlu menjaga kualias dari penyaluran listrik tersebut, agar tidak terjadi gangguan akibat padamnya listrik, dan menyebabkan kerugian finansial baik secara individu maunpun perusahaan, demikian juga bila hal ini terjadi pada perusahaan telkom, maka akan sangat merugikan perusahaan tersebut. selama ini energi listrik di telkom bersumber dari PLN oleh karena belum begitu andalnya penyaluran energi listrik di Kalbar maka diperlukan sumber energi cadangan sebagai sumber energi listrik pengganti agar perangkat telekomunikasi dapat selalu bekerja, dalam hal ini sumber energi listrik cadangan yang paling praktis adalah generator set (genset). Telkom mempunyai dua buah genset dengan kapasitas masing-masing 1250 kVA dan 1100 kVA, agar dapat beroperasi secara ekonomis dengan baik dan layak maka perlu melakukan perhitungan secara teknis penjadwalan operasi ekonomis genset dan dapat memberikan pertimbangan secara ekonomis tentang penjadwalan genset di PT. Telkom Witel Kalbar Pontianak.Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis ke dua genset terhadap operasi penjadwalan ekonomis unit-unit pembangkit dengan menggunakan metode Lagrange Multiplier, dapat diketahui bahwa untuk beban yang ada di telkom saat ini kurang lebih 291 kW, tidak bisa dilakukan kombinasi ke 2 unit pembangkit, dikarenakan tidak memenuhi batas minimum dari pembangkitan kombinasi ke 2 unit genset, beban minimal kombinasi ke 2 unit genset adalah 370 kW, akan tetapi beban akan diambil alih oleh genset Dorman dengan total pembakaran = 65.27 Rp/jam dan yang paling ekonomis bila dibanding dengan genset Deutz MWM sebesar = 69.41 Rp/jam, oleh sebab itu dilakukanlah asumsi jika bebannya bertambah dikemudian hari, mulai dari batas minimum sampai batas maksimum pembangkitan yakni 370 kW sampai 1880 kW. Dari ke 2 unit pembangkit yang ada di Telkom sebenarnya mubazir, karena 1 unit pun sudah cukup untuk melayani beban kebutuhan yang ada, berarti ada investasi yang terbuang percuma. Akan tetapi dikarena adanya sistem no break system maka harus siap dan sedia ke 2 unit pembangkit tersebut apabila terjadi gangguan atau sedang dalam perawatan.
Simulasi Distribusi Medan Listrik Pada Bushing Trafo 275 Kv Menggunakan Femm Anggi Tonahe; Junaidi -; Danial -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42614

Abstract

Transformator merupakan salah satu peralatan utama dalam sistem transmisi dan distribusi energi listrik. Pada transformator terdapat bushing yang merupakan sebuah pengikat padu yang berfungsi mengikat konduktor ke badan peralatan dan mengisolir konduktor tersebut dengan badan peralatan yang dibumikan. Bushing bekerja pada tegangan tinggi sehingga dibutuhkan isolasi yang baik pada bushing. Maka dari itu perlu dilakukan simulasi distribusi medan listrik di sekitar bushing transformator.Analisa distribusi medan listrik di sekitar bushing menggunakan analisis elemen hingga dengan program FEMM. Dari hasil simulasi diketahui lokasi pada bushing yang mempunyai intensitas medan tinggi dan lokasi dengan intensitas medan rendah, untuk tegangan 275 kV, medan listrik tertinggi adalah 8,2 kV/cm.
STUDI KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PALOH KABUPATEN SAMBAS Novitasari -; Saifudin -; Junaidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2487

Abstract

Daerah aliran Sungai merupakan daerah yang dibatasi punggung-punggung gunung dimana air hujan yang jatuh pada daerah tersebut akan ditampung oleh punggung gunung tersebut dan dialirkan melalui sungai-sungai kecil ke sungai utama. Meningkatnya kebutuhan penduduk terhadap pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) mengakibatkan lahan pertanian menjadi semakin sempit sehingga keadaan tersebut mendorong para petani untuk tidak lagi memperhatikan kaidah- kaidah konservasi seperti pembukaan hutan yang secara meluas. Penggunaan lahan yang tidak tepat ini akan mempercepat perubahan keadaan DAS. Upaya rehabilitasi lahan akan sangat bermanfaat dalam perencanaan pengelolaan dan pengontrolan DAS. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) Paloh Kabupaten Sambas. Beberapa variabel hasil dari pengamatan dilapangan dapat diketahui yaitu : pola DAS berbentuk dendritik, bentuk drainase relatif memanjang, nilai kerapatan drainase sebesar 2,15 km/km2, memiliki 4 orde sungai, profil melintang sungai berbentuk segitiga, debit aliran sungai rata-rata 96,21 m3/detik, TSS rata-rata 75,80 mg/liter, pH air rata-rata 6,92, suhu rata-rata 29,2oC, dan kecerahan rata-rata 35,90 cm. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa DAS masih tergolong baik, akan tetapi aktivitas masyarakat yang dekat dengan DAS tidak menutup kemungkinan beberapa tahun kedepan DAS Paloh akan mengalami kerusakan. Kata Kunci; Daerah Aliran Sungai (DAS), Karakteristik DAS,