Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI HIV/AIDS SETELAH MENGIKUTI PROGRAM HEBAT DI SMP NEGERI KOTA BANDUNG Ulfa Hidayah; Puspa Sari; Ari Indra Susanti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.139 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v3i3.16984

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI) sejak tahun 2005hingga tahun 2015 mencatat 68.917 kasus HIV/AIDS. Berdasarkan kelompok umur, presentase kasus tertinggi HIV/AIDS tahun 2015 terjadi pada remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS menyebabkan tingginya angka HIV/AIDS pada remaja. Upaya yang dilakukan untuk mencegah meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS dengan meningkatkan pengetahuan remaja melalui program Hidup Sehat Bersama Sahabat (HEBAT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS setelah mengikuti program HEBAT di 4 SMP Negeri Kota Bandung. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri Kota Bandung pada tanggal 25 Juli sampai 3 Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan teknik cluster sampling serta stratified random sampling yang berjumlah 297 orang yang berasal dari empat sekolah dan menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa 54,9 % remaja mempunyai pengetahuan yang baik mengenai HIV/AIDS, 43,8 % berpengetahuan cukup dan 1,3 % berpengetahuan kurang. Remaja perempuan memiliki pengetahuan yang lebih baik disbanding remaja laki-laki sebesar 57,8 %, sedangkan laki-laki cenderung berpengetahuan cukup dibandingkan dengan perempuan sebesar 46,0%. Sedangkan untuk remaja yang berpengetahuan buruk laki-laki cenderung lebih besar yaitu 2,0 % dibanding perempuan yang hanya 0,7 %. Simpulan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pada remaja cenderung lebih baik setelah remaja mengikuti program HEBAT. Oleh karena itu dengan adanya program HEBAT diharapkan dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS seiring dengan meningkatnya pengetahuan remaja.Kata Kunci : HIV/AIDS, Pengetahuan, Program HEBAT.
PEMERIKSAAN DENYUT NADI, TEKANAN DARAH, DAN GLUKOSA DARAH DI POSYANDU LANSIA ABIYOSO POLKESBAYA Ervi Husni; Tatarini Ika Pipit Cahyani; Sherly Jeniawaty; Dina Isfentiani; Ani Media Harumi; Ira Puspitasari; Ira Rahayu Tiyar Sari; Yuni Ginarsih; Dwi Purwanti; Ulfa Hidayah; Puspita Zella Wigati; Luthfi Rusyadi; Juliana Christyaningsih; Melania Rizerda Pebianti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.400

Abstract

Upaya pemeliharaan kesehatan lansia dilakukan sejak lansia berusia 60 tahun dengan tujuan untuk menjaga agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan mandiri. Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2023, berlokasi di Poltekkes Kemenkes Surabaya, dihadiri 38 lansia. Alat yang digunakan untuk pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi menggunakan alat tensimeter sedangkan pemeriksaan glukosa darah acak menggunakan alat point of care. testing (POCT). Hasil yang didapat adalah lansia yang ikut program ini terbanyak 68% berjenis kelamin perempuan, selain itu ada 12 dari 26 (32%) lansia memiliki memiliki tekanan darah tinggi. Terdapat 1 dari 38 (3%) lansia memiliki denyut nadi di atas batas normal dan 3 dari 38 (8%) lansia dengan kadar glukosa darah di atas batas normal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan lansia harus tetap dipantau anggota keluarga lainnya agar lansia selalu sehat, Kata kunci: Denyut nadi, tekanan darah lansia, kadar glukosa darah, Posyandu lansia Abiyoso Polkesbaya