Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP SENSASI RASA NYERI PADA KALI I FASE AKTIF IBU PRIMIGRAVIDA Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Sari, Ira Rahayu Tiyar
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.535 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1513

Abstract

Peningkatan aktivitas miometrium pada saat proses persalinan secara bermakna akan menyebabkan kontraksi menjadi teratur dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam menghadapi rasa nyeri, sensasi rasa nyeri masing-masing ibu inpartu berbeda-beda. Sensasi nyeri yang meyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fisiologis sejumlah sistem tubuh yang selalu menyebabkan respon tubuh secara umum dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap sensasi rasa nyeri pada kalai I fase aktif ibu primigravida. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental yaitu rancangan yang berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimental. Populasi penelitian ini adalah ibu primigravida kala I fase aktif Polindes Desa Keleyan mulai bulan 15 Juli – 31 Agustus 2017 sebanyak 26 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 24 orang, dimana 12 orang sebagai kelompok kontrol dan 12 orang sebagai kelompok eksperimen. Adapun Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Variable dalam penelitian ini adalah sensasi rasa nyeri dan kompres hangat. Bahan dan instrumen yang digunakan adalah ceklist dan lembar observasi. Analisis menggunakan Paired T – Test. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kompres hangat efektif dalam penurunan sensasi rasa nyeri pada kala I fase aktif ibu primigravida. Diharapkan dalam penelitian ini petugas kesehatan khususnya Bidan mampu meggunakan kompres hangat sebagai upaya menejemen nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu, memprogramkan pemberian kompres hangat dalam menejemen nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu, dan dalam mengadaptasi sensasi nyeri persalinan kala I fase aktif yakni penyuluhan tentang menejemen nyeri dengan metode non farmakologi kompres hangat.
Role of Family in Early Detection Towards Pregnancy Complication Risk Sri Wayanti; Kharisma Kusumaningtyas; Ira Rahayu Tiyar Sari
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 1, No 6 (2018): DECEMBER
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha10601

Abstract

Background: Inconveniences in pregnancy cause patological condition, labor complication and risky puerperial period which threatening mother and infant safety if it’s doesn’t handled properly, then cause mortality and morbidity to the mother. One of prevention effort to reduce number of pregnancy complication is family support or family role in early pregnancy complication detection. Still amount of husband or family who doesn’t provide access to health services and needs of the mother during pregnancy. This study is purposed to explain affect of family role in early detection towards pregnancy complication risk. Methods: This study used cross sectional research design. The sample was 80 pregnant mother and the family, selected using simple random sampling technique. The independent variable was role of family in early detection (ANC assistance, labor planning, early complication detection, fundings, transportation providing) and dependent variable was number of pregnancy complication risk. Insrument used in this study were questionnaire and MCH-book. Data were analyzed using Chi Square test. Result: ANC assistance influenced number of complication with p-value of 0.005, labor planning didn’t influence number of complication with p-value of 0.313, early complication detection influenced complication with p-value of 0.023, funding didn’t influence complication with p-value of 0.864 and transportation didn’t influence complication with p-value of 0.864. Conclusion: Role of husband in ANC assistance and early complication detection ifluence number of pregnancy complication risk, if husband did the role in ANC assistance and early detection well so pregnancy complication would not occurs. Role of husband in labor planning, funding and transportation doesn’t influence number of pregnancy complication risk. Pregnant mothers are expected can involve husband and the family in antenatal care process so pregnancy complication risk could be detected earlier. Earlier detection can help reducing further pregnancy complication. Keywords: role, family (husband), pregnancy complication
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT TERHADAP SENSASI RASA NYERI PADA KALI I FASE AKTIF IBU PRIMIGRAVIDA Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Ira Rahayu Tiyar Sari
EMBRIO Vol 10 No 2 (2018): EMBRIO (NOVEMBER 2018)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.535 KB) | DOI: 10.36456/embrio.vol10.no2.a1513

Abstract

Peningkatan aktivitas miometrium pada saat proses persalinan secara bermakna akan menyebabkan kontraksi menjadi teratur dan menimbulkan rasa nyeri. Dalam menghadapi rasa nyeri, sensasi rasa nyeri masing-masing ibu inpartu berbeda-beda. Sensasi nyeri yang meyertai kontraksi uterus mempengaruhi mekanisme fisiologis sejumlah sistem tubuh yang selalu menyebabkan respon tubuh secara umum dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas kompres hangat terhadap sensasi rasa nyeri pada kalai I fase aktif ibu primigravida. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental yaitu rancangan yang berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimental. Populasi penelitian ini adalah ibu primigravida kala I fase aktif Polindes Desa Keleyan mulai bulan 15 Juli – 31 Agustus 2017 sebanyak 26 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 24 orang, dimana 12 orang sebagai kelompok kontrol dan 12 orang sebagai kelompok eksperimen. Adapun Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Variable dalam penelitian ini adalah sensasi rasa nyeri dan kompres hangat. Bahan dan instrumen yang digunakan adalah ceklist dan lembar observasi. Analisis menggunakan Paired T – Test. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kompres hangat efektif dalam penurunan sensasi rasa nyeri pada kala I fase aktif ibu primigravida. Diharapkan dalam penelitian ini petugas kesehatan khususnya Bidan mampu meggunakan kompres hangat sebagai upaya menejemen nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu inpartu, memprogramkan pemberian kompres hangat dalam menejemen nyeri persalinan sebagai bentuk asuhan sayang ibu, dan dalam mengadaptasi sensasi nyeri persalinan kala I fase aktif yakni penyuluhan tentang menejemen nyeri dengan metode non farmakologi kompres hangat.
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PEMBERIAN PRELACTEAL FEEDING Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Ira Rahayu Tiyar Sari
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7, No 4 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.291 KB)

Abstract

Dalam kehidupan masyarakat masih adanya kebiasaan membuang ASI pertama yang berwarna kuning atau yang biasa disebut sebagai kolostrom, kolostrom tersebut dianggap Basi. Sehingga tidak perlu diberikan kepada bayinya, sebagai gantinya mereka memberikan minuman, madu, atau makanan sejenisnya supaya bayi tersebut tidak lapar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor status social ekonomi dan tingkat pendidikan dalam mempengaruhi pemberian prelacteal feeding. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional . Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data melakukan instrument berupa kuesioner yang kemudian hasilnya akan di analisis secara bivariat yang dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis univariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil uji analisis hipotesis dapat disimpulkan terdapat kemaknaan nilai probabilitas pearson chi square (signifikansi) P value = 0,686 (P value > 0,05) untuk kedua faktor, yang berarti hipotesis tidak diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara statistik tidak ada pengaruh yang bermakna antara Tingkat Sosial Ekonomi dan Tingkat Pendidikan ibu terhadap pemberian prelacteal feeding. Kata Kunci: Sosial ekonomi, Tingkat pendidikan, Prelacteal feeding
Community movement to prevent stunting in the area of Tambaksari District Puskesmas Rangkah Surabaya Queen Khoirun Nisa' Mairo; Yuni Ginarsih; Sherly Jeniawaty; Astuti Setiyani; Dwi Purwanti; Ervi Husni; Ani Media Harumi; Ira Rahayu Tiyar Sari; Ira Puspitasari; Ratna Sari; Juliana Christyaningsih
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Peneliti Teknologi Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59247/jppmi.v2i5.94

Abstract

Stunting refers to the condition of a child's height being shorter than the height of his age, which is caused by a lack of nutritional intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK), diabetes, or kidney failure; hampering Indonesia's demographic bonus where the ratio of the non-working age population to the working age population decreases; threat of reducing intelligence level by 5-11 points. In addition to nutritional factors, stunting is caused by a lack of public knowledge, especially pregnant women, mothers of toddlers and posyandu cadres. The purpose of this community empowerment is to increase the knowledge of posyandu cadres and the community in the Rangkah Surabaya Health Center area through health promotion by forming the Community Movement Prevent Stunting (GEMAS), academic and technical related to the implementation of Posyandu. The provision of stunting education is expected to be able to carry out posyandu activities optimally on target. Cadre education activities showed an increase in general knowledge of posyandu cadres, attitudes and actions of cadres and knowledge about stunting.
PEMERIKSAAN DENYUT NADI, TEKANAN DARAH, DAN GLUKOSA DARAH DI POSYANDU LANSIA ABIYOSO POLKESBAYA Ervi Husni; Tatarini Ika Pipit Cahyani; Sherly Jeniawaty; Dina Isfentiani; Ani Media Harumi; Ira Puspitasari; Ira Rahayu Tiyar Sari; Yuni Ginarsih; Dwi Purwanti; Ulfa Hidayah; Puspita Zella Wigati; Luthfi Rusyadi; Juliana Christyaningsih; Melania Rizerda Pebianti
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.400

Abstract

Upaya pemeliharaan kesehatan lansia dilakukan sejak lansia berusia 60 tahun dengan tujuan untuk menjaga agar tetap hidup sehat, berkualitas, dan mandiri. Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan pada tanggal 6 September 2023, berlokasi di Poltekkes Kemenkes Surabaya, dihadiri 38 lansia. Alat yang digunakan untuk pemeriksaan tekanan darah dan denyut nadi menggunakan alat tensimeter sedangkan pemeriksaan glukosa darah acak menggunakan alat point of care. testing (POCT). Hasil yang didapat adalah lansia yang ikut program ini terbanyak 68% berjenis kelamin perempuan, selain itu ada 12 dari 26 (32%) lansia memiliki memiliki tekanan darah tinggi. Terdapat 1 dari 38 (3%) lansia memiliki denyut nadi di atas batas normal dan 3 dari 38 (8%) lansia dengan kadar glukosa darah di atas batas normal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan lansia harus tetap dipantau anggota keluarga lainnya agar lansia selalu sehat, Kata kunci: Denyut nadi, tekanan darah lansia, kadar glukosa darah, Posyandu lansia Abiyoso Polkesbaya
AKSI KOMPETENSI BERSAMA DI PANTI ASUHAN YAYASAN PEMELIHARAAN ANAK DAN BAYI PERMATA HATI SURAKARTA Pratiwi Hermiyanti; Wisnu, Nurwening Tyas; Ginarsih, Yuni; Mujayanto; Intiyati, Ani; Yunariyah, Binti; Widyastuti, Dwi Utari; Pratami, Evi; Maharrani, Titi; Mamik; Rokhmalia, Fitri; Husni, Ervi; Windi, Yohanes Kambaru; Sari, Ira Rahayu Tiyar; Istanto, Wisnu; Widarti, Luluk; Sumaningsih, Rahayu; Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan; Kusumaningtyas, Kharisma; Kasiati, Klanting; Setiawan; Sukesi; Rijanto; Triana, Wahyuningsih
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ilmia Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v7i1.558

Abstract

Panti Asuhan merupakan tempat pemeliharaan bagi anak dan bayi yang sengaja diserahkan dikarenakan orang tua mengalami kesulitan ekonomi atau bahkan tanpa orang tua. Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Permata Hati adalah salah satu Panti Asuhan yang memelihara anak dan bayi yang membutuhkan perlindungan dan pendidikan di Kota Surakarta. Pada masa pandemic covid-19, layanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati jarang mendapatkan kunjungan dan pemeriksaan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelayanan kesehatan bagi anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan serta status gizi. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tumbuh kembang anak dan status gizi, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta penyuluhan cara menyikat gigi yang benar. Hasil pemeriksaan status gizi dan tumbuh kembang anak dan bayi di YPAB Permata Hati Kota Surakarta terdapat 30 persen termasuk kurus dan 1 orang anak termasuk suspek perkembangan Denver II (lingkar kepala termasuk mikro). Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan cara sikat gigi yang benar diikuti secara antusias oleh anak-anak YPAB Permata Hati Kota Surakarta Orphanages are places of care for children and babies who are handed over due to parents who are experiencing economic difficulties or even without parents. The Permata Hati Child and Infant Care Foundation (YPAB) is one of the orphanages that care for children and babies who need protection and education in the city of Surakarta. During the Covid-19 pandemic, health services for children and infants at YPAB Permata Hati rarely received visits and checks. The purpose of this community service is to help provide health services for children and infants at YPAB Permata Hati Surakarta City in monitoring growth and development as well as nutritional status. The implementation method used is in the form of examining children's growth and development and nutritional status, counseling on Clean and Healthy Behavior, as well as counseling on how to brush their teeth properly. The results of examinations on the nutritional status and development of children and infants at YPAB Permata Hati, Surakarta, found that 30 percent were underweight and 1 person was suspected of developing Denver II (head circumference including micro). Counseling on Clean and Healthy Behavior and how to brush your teeth was enthusiastically followed by YPAB Permata Hati Surakarta children
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA Juliana Christyaningsih; Luthfi Rusyadi; Imam Sarwo; Ferry Kriswandana; Sri Utami; I Dewa Gede Hari Wisana; Edy Haryanto; Minarti; Hilmi Yumni; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Irwan Sulistio; Taufiqurrahman; Isnanto; Endro Yulianto; Retno Sasongko Wati; Fitri Rokhmalia; Siti Mar'atus; Slamet Wardoyo; Liliek Soetjiatie; Yuni Ginarsih; Ira Rahayu Tiyar Sari; Ira Puspitasari
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.609

Abstract

Currently, the percentage of the elderly population in Indonesia has increased much higher than in previous years. As people age, their immune system decreases and they are more likely to be affected by diabetes mellitus. In Indonesia, diabetes mellitus currently ranks as the third most prevalent cause of mortality following cardiovascular disease. Diabetes mellitus is closely associated with blood glucose levels. People with high blood glucose levels have a tendency to be overweight or obese. The increasing prevalence of diabetes mellitus in the elderly, it will have an impact on hampering the development of the country. To improve the quality and life expectancy in the elderly, preventive measures are needed to increase excess glucose levels in the body. From these problems, community service activities were conducted in the form of health checks on nutritional status and blood glucose in elderly participants. The activity took place at the Abiyoso Integrated service post Polkesbaya on May 3, 2023. From the results of the examination, it was found that most of the elderly participants who participated in the activity had excess nutritional status but had normal blood glucose in the body. From this it can be concluded that high blood glucose levels in the body are not always determined by a person's nutritional status, but also lifestyle, and diet. Saat ini, presentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah meningkat jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya usia pada seseorang, daya tahan tubuh manusia akan semakin menurun dan cenderung menderita diabetes melitus. Di Indonesia, penyakit diabetes melitus menempati posisi ketiga sebagai pemicu kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Penyakit diabetes melitus memiliki kaitan erat dengan kadar glukosa dalam darah. Seseorang yang memiliki kadar glukosa dara tinggi cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan semakin meningkatnya prevalensi penderita diabetes melitus pada masa lansia, akan mengakibatkan dampak terhambatnya pembangunan negara. Untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pada masa lansia diperlukan tindakan pencegahan kenaikan kadar glukosa berlebih dalam tubuh. Dari permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemeriksaan kesehatan status gizi dan glukosa darah pada peserta lansia. Kegiatan berlangsung di posyandu Abiyoso Polkesbaya pada tanggal 3 Mei 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sebagian besar peserta lansia yang mengikuti kegiatan memiliki status gizi berlebih tetapi memiliki glukosa darah yang normal dalam tubuh. Dari hal ini dapat disimpulkan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh tidak selalu ditentukan dari status gizi seseorang, melainkan juga gaya hidup, dan pola makan
CEGAH ANEMIA SANTRIWATI DI WILAYAH PONDOK PESANTREN KOTA SURABAYA Mairo, Queen Khoirun Nisa’; Jeniawaty, Sherly; Ginarsih, Yuni; Ngestiningrum, Ayesha Hendriana; Harumi, Ani Media; Alfiah, Siti; Purwanti, Dwi; Sari, Ira Rahayu Tiyar
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 6 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i6.1900

Abstract

Anemia remains a global public health problem and continues to pose a significant burden in many developing countries. Several national and regional studies have reported that the prevalence of anemia among adolescent girls ranges from 14% to 50%, depending on location and survey methods, with many studies showing rates exceeding 30% in certain populations. Female students (santriwati) living in Islamic boarding schools (pondok pesantren) are particularly vulnerable to anemia. Common contributing factors include inadequate iron intake, irregular communal eating practices, limited nutritional knowledge, excessive menstrual bleeding, and restricted access to health services. The implementation of the community engagement program consisted of three main stages: (1) Socialization and initial hemoglobin (Hb) screening to obtain a preliminary overview of anemia status; (2) Health education and interactive discussions delivered through lectures, question-and-answer sessions, and educational video presentations; and (3) Evaluation and post-activity monitoring through joint reflections involving both the boarding school administrators and the participants. The combination of Hb screening, interactive counseling sessions, leaflet-based educational media, and institutional support from the boarding schools proved effective in creating a conducive environment for promoting healthy behaviors. However, challenges such as limited availability of Hb testing equipment and negative perceptions toward iron supplementation still need to be addressed through continuous approaches and cross-sectoral collaboration.