Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Modifikasi Pati Ubi Kelapa Kuning Metode Presipitasi Menggunakan Beberapa Tingkat Suhu Serta Aplikasinya Untuk Edible Film Ulyarti Ulyarti; Rindo Amnesta; Rahayu Suseno; Nazarudin nazarudin
agriTECH Vol 41, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.958 KB) | DOI: 10.22146/agritech.54150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu proses modifikasi pati menggunakan metode presipitasi yang dapat menghasilkan pati ubi kelapa kuning modifikasi dengan ukuran paling kecil serta untuk mengetahui karakteristik edible film yang dibuat dengan penambahan pati modifikasi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap modifikasi pati ubi kelapa kuning dengan metode presipitasi dan tahap pembuatan 2 jenis edible film yaitu edible film dari pati alami dan dari gabungan pati alami dan pati modifikasi hasil penelitian tahap pertama. Pada tahap modifikasi pati digunakan 4 taraf suhu yaitu 70 °C, 80 °C, 90 °C dan 100 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemanasan pada suhu 100 °C menghasilkan pati ubi kelapa modifikasi dengan ukuran partikel pati terkecil yakni dari 1,82 sampai 21,93 µm. Edible film dengan penambahan patimodifikasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan edible film pati alami saja dengan karakteristik ketebalan yang lebih tinggi yakni 0,117±0,027 mm, kelarutan lebih rendah (17,36±1,56%), nilai transparansi lebih rendah (10,92±2,27%/mm), nilai WVTR yang lebih rendah (161,9±39,1 g/mm.m2.jam) dan nilai kuat tekan lebih tinggi (802,48±2,23 gF) dibandingkan edible film berbahan dasar pati alami saja.
IMPROVING EDIBLE FILM QUALITY USING MODIFIED WATER YAM (Dioscorea alata L) STARCH Ulyarti; Indriyani; Rahayu Suseno; Siti Nursela; Hesti Megawati; Irma Rahmayani; Nazarudin
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.168 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2022.023.02.1

Abstract

             The existed edible films made of water yam starch tend to have a low quality which is indicated by high WVTR value and low mechanical strength. Addition of modified starch can decrease the WVTR value and improve the mechanical properties. The purpose of this study is to obtain the ratio of starch paste volume to ethanol volume which produces modified water yam starch and to improve the quality of the edible film by adding modified water yam starch. This research was conducted in 2 stages, which are the modification of water yam starch using the precipitation method and the making of edible films using several levels of modified water yam starch concentration. The first stage of the study was designed to produce modified starch using the treatment of the ratio of starch paste volume to ethanol volume. There are 5 treatment ratios used, which were 1:5, 1:7.5, 1:10, 1:12.5, and 1:15. The results showed that the different ratios of starch paste volume to ethanol volume resulted in different sizes of modified starches. The ethanol volume ratio of 1:5 resulted in a granular starch with the most damage in its morphology, and the smallest particle size detected was 1.135x1.767 µ, with the yield of modified starch was 80.5%. The addition of modified water yam starch of as much as 20%, which was modified using a ratio of paste volume to ethanol volume of 1:5, succeeded in improving the quality of the edible film of water yam starch by reducing the value of the water vapor transmission rate and increasing the compressive compressive strength.
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK CENGKEH TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PATI SINGKONG - KITOSAN Ulyarti; M. Rizki; Mursyid; Irma Rahmayani; Rahayu Suseno; Nazarudin
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2156

Abstract

Edible film merupakan bahan tipis yang dapat dimakan berfungsi untuk melapisi makanan dan melindunginya. Salah satu kekurangan edible film pati singkong adalah memiliki laju transmisi uap air yang tinggi sehingga tidak dapat membatasi pergerakan uap air keluar dan masuk film. Perbaikan terhadap karakteristik ini dapat dilakukan dengan melakukan kombinasi bahan penyusun edible film dengan bahan yang bersifat hidrofobik seperti minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak cengkeh terhadap karakteristik edible film pati singkong-kitosan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi minyak cengkeh (%/bb) yaitu 0, 0.5, 1, 1.5, 2, dan 2.5%. Perlakuan konsentrasi minyak cengkeh dapat memperbaiki kemampuan film sebagai penghalang serta memiliki pengaruh nyata terhadap ketebalan, transparansi, kelarutan, dan warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kuat tekan film. Karakteristik edible film terbaik dihasilkan pada penggunaan minyak cengkeh 2,5% yaitu ketebalan 0,21 mm, transparansi 1,05 %/mm, kelarutan 73,66%, laju transmisi uap air 21,53 gram/m2.jam, kuat tekan 7,03 gF, L*= 61,33, a*= 0, b*=18,33 dan diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 17,05 mm.
Potensi Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai Bahan Minuman Fungsional Rahayu Suseno; Surhaini Surhaini; Addion Nizori
Warta Industri Hasil Pertanian Vol 40, No 1 (2023)
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32765/wartaihp.v40i1.7174

Abstract

ABSTRAK: Bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) memiliki potensi untuk dijadikan minuman fungsional yang kaya akan antioksidan berdasarkan kandungan yang dimilikinya. Asupan antioksidan harian dapat mengurangi kemungkinan timbulnya gejala penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis Linn) terhadap sifat kimia, fisik dan sensorik minuman fungsional bunga kembang sepatu yang dihasilkan. Pembuatan minuman fungsional dengan konsentrasi dibuat sesuai perlakuan yaitu bunga kembang sepatu: air (1, 3, 5, 7 dan 9%: 200 mL air). Kemudian dipanaskan pada suhu 70°C selama 5 menit. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah sifat kimia dan fisik (derajat pH, Analisa warna, Aktivitas antioksidan, total fenol dan total tanin serta uji hedonik (tingkat kesukaan)). Hasil minuman fungsional terbaik dengan penambahan 9% bunga kembang sepatu dengan karakteristik aktivitas antioksidan 77,24%; tanin 1530,21 mg GEA/100 mL; total fenol 878,25 mg CE/100 mL; L 41,90; a* 15,03; b* 20,00; pH 4,6 dan uji hedonik 4 (suka). Berdasarkan karakteristik tersebut bunga kembang sepatu berpotensi dijadikan bahan minuman fungsional.
Karakteristik Campuran Teh Hitam (Camellia sinensis) dan Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Rahayu Suseno; Sur haini; Naufal Bintang Setiyandi
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 13, No 2 (2023): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.13.2.2023.70-87

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the comparison of black tea (Camellia sinensis) and cinnamon leaves (Cinnamomum burmannii) on the physicochemical and organoleptic properties of the tea brewed. This study used a completely randomized design (CRD) with a ratio of black tea(%) and cinnamon leaves(%) as treatment, with 5 treatment levels, namely 90:10; 80:20; 70;30; 60:40; and 50:50, each treatment was repeated 4 times to obtain 20 experimental units. Parameters observed included color degree, pH, antioxidant activity, total phenols, total tannins, and organoleptic properties (hedonic quality in aroma, taste, and color, as well as hedonic overall acceptance and multiple ratios). Mixing tea with a ratio of 70% black tea and 30% cinnamon leaves was the best treatment with an antioxidant activity value of 76.46, total phenol 199.31 mg GAE/g, total tannins 114.69 mg TAE/g, pH value 6, 11, color values L* (32.25), a* (26.75), and b* (37.75) with a description of dark orange color, hedonic quality of color 3.44 (slightly deep red), hedonic quality of aroma 3 .72 (a mixture of black tea and cinnamon leaves), hedonic taste 2.84 (not astringent), overall acceptance hedonic 4.16 (likes), and plural ratio 6.16 (better than R).