Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI MINYAK CENGKEH TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PATI SINGKONG - KITOSAN Ulyarti; M. Rizki; Mursyid; Irma Rahmayani; Rahayu Suseno; Nazarudin
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2156

Abstract

Edible film merupakan bahan tipis yang dapat dimakan berfungsi untuk melapisi makanan dan melindunginya. Salah satu kekurangan edible film pati singkong adalah memiliki laju transmisi uap air yang tinggi sehingga tidak dapat membatasi pergerakan uap air keluar dan masuk film. Perbaikan terhadap karakteristik ini dapat dilakukan dengan melakukan kombinasi bahan penyusun edible film dengan bahan yang bersifat hidrofobik seperti minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak cengkeh terhadap karakteristik edible film pati singkong-kitosan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 taraf perlakuan konsentrasi minyak cengkeh (%/bb) yaitu 0, 0.5, 1, 1.5, 2, dan 2.5%. Perlakuan konsentrasi minyak cengkeh dapat memperbaiki kemampuan film sebagai penghalang serta memiliki pengaruh nyata terhadap ketebalan, transparansi, kelarutan, dan warna, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kuat tekan film. Karakteristik edible film terbaik dihasilkan pada penggunaan minyak cengkeh 2,5% yaitu ketebalan 0,21 mm, transparansi 1,05 %/mm, kelarutan 73,66%, laju transmisi uap air 21,53 gram/m2.jam, kuat tekan 7,03 gF, L*= 61,33, a*= 0, b*=18,33 dan diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 17,05 mm.
Optimalisasi Kader Kesehatan Sekolah Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan Remaja Putri Menghadapi Menarche Nis'atul Khoiroh; Nabila Amelia Hanisyah Putri; Irma Rahmayani; Muhammad Idris
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Usada (ABDINUSA) Vol 4 No 1 (2026): ABDINUSA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Usada Bali
Publisher : LPPM STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/abdinusa.v4i1.634

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum menarche karena perasaan cemas dan takut akan muncul. Setiap anak usia sekolah dan remaja harus diberikan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan sekolah seperti guru dan kader kesehatan sekolah. Hal ini menunjukkan perlunya dilakukan inisiasi dan optimalisasi kader kesehatan sekolah sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche atau menstruasi dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Metode yang digunakan dalam kegiatan inisiasi dan optimalisasi kader kesehatan sekolah sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche ini adalah pelatihan serta pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai menarche atau menstruasi dan kesiapan remaja putri menghadapi menarche. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan terjadinya perubahan perilaku remaja putri dalam memperbaiki kualitas hidup sebagai upaya perawatan kesehatan reproduksi perempuan.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Gangguan Sirkulasi Perifer: Tinjauan Sistematis: Risk Factors Associated with Peripheral Circulatory Disorder: A Systematic Review I Putu Ryan Pratama; Nyoman Intan Permatahati Wiguna; Irma Rahmayani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9920

Abstract

Gangguan sirkulasi perifer atau peripheral arterial disease (PAD) merupakan manifestasi aterosklerosis sistemik yang sering terjadi pada populasi dewasa dan lanjut usia serta berhubungan dengan faktor risiko kardiometabolik. Penyakit ini memiliki prevalensi global yang tinggi, sering bersifat asimptomatik, dan masih banyak tidak terdiagnosis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PAD melalui systematic literature review. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2019–2025 mengikuti pedoman PRISMA 2020. Studi observasional yang memenuhi kriteria dianalisis secara naratif. Dari 2.436 artikel, lima studi terinklusi. Hasil menunjukkan usia lanjut, hipertensi, dan diabetes mellitus sebagai faktor risiko utama PAD. Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko menjadi kunci pencegahan dan penatalaksanaan PAD.