Articles
PENGARUH LATIHAN FISIK; SENAM AEROBIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS BUKATEJA PURBALINGGA
Indriyani, Puji;
Supriyatno, Heru;
Santoso, Agus
Nurse Media Journal of Nursing Vol 1, No 2 (2007): MEDIA NERS
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.126 KB)
|
DOI: 10.14710/nmjn.v1i2.717
Diabetes mellitus tipe 2 adalah suatu keadaan hiperglikemia yang disebabkan gangguan pada resistensi insulin dan sekresi insulin sehingga metabolisme tubuh juga terganggu. Pada DM tipe 2, latihan fisik berperan sebagai glycemic control yaitu mengatur dan mengendalikan kadar gula darah. Latihan fisik yang dianjurkan salah satunya adalah senam aerobik, yang bertujuan meningkatkan dan mempertahankan kesegaran tubuh dan dilaksanakan sesuai prinsip F.I.T.T (Frekuensi, Intensitas, Time dan Tipe). Penelitian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Bukateja Purbalingga pada bulan September – Oktober 2004 ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan fisik: senam aerobik terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen tanpa kelompok kontrol. Responden yang menjadi subyek penelitian adalah 22 orang yang menderita DM tipe 2. Alat pengumpulan data berupa kuesioner tentang karakteristik responden dan observasi untuk mengetahui kadar gula darah sebelum dan sesudah latihan.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh latihan fisik: senam aerobik terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 di Wilayah Puskesmas Bukateja Purbalingga (p=0.0001) dengan penurunan rata – rata sebesar 30,14 mg%.
Efektifitas Hidrokoloid Kunyit (Curcuma Domestika) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetik Stadium I Pada Tikus ( Rattus Novergitus)
Julianto, Eko;
Priyatin, Priyatin;
Indriyani, Puji
Journal of Nursing and Health Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v2i1.55
Latar belakang : Kunyit ( Curcuma domestika ) adalah tanaman rempah dengan habitat asli di Asia Tenggara, merupakan tanaman yang banyak mengandung metabolit primer maupun metabolit sekunder. Kandungan utamanya adalah kurkumin. Manfaat : kunyit adalah sebagai antioksidan, antimikrobial, antifungal dan anti inflamsi. Tulisan ini merupakan studi laboratorium yang dilakukan pada luka tikus (Rattus novergitus) yang dibuat menjadi hiperglikemia dengan menggunakan aloksan. Metode : Perawatan luka menggunakan hidrokoloid pasta kunyit dan manajemen perawatan lukanya menggunakan metode TIME. Hasil : evaluasi menunjukkan sedian hidrokoloid pasta kunyit mampu mempertahankan kelembaban luka dan menurunkan inflamasi sehingga mempercepat penyembuhan luka. Kata Kunci: Perawatan Luka, TIME, Kelembaban, Hidrokoloid Pasta Kunyit.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH PUZZLE TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI
Priantiwi, Amri;
Indriyani, Puji;
Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 3 No. 2 (2018): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v3i2.79
Latar belakang: Anak yang mendapatkan perawatan di rumah sakit akan berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologinya, hal ini disebut dengan hospitalisasi. Salah satu yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan adalah dengan terapi bermain puzzle.Tujuan: Mengetahui apakah ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) akibat hospitalisasi. Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sumber data diperoleh dari data sekunder dimana peneliti memperoleh sumber utama dari literatur-literatur yang berkaitan dengan fokus kajian dari tahun 2010-2019 dengan menggunakan jurnal dan buku-buku yang membahas tentang konsep kecemasan, anak prasekolah dan hospitalisasi yang dijadikan sebagai referensi, hanya 2 jurnal yang dijadikan landasan teori. Hasil ulasan literatur: Tingkat kecemasan yang dialami pada anak usia prasekolah pada saat hospitalisasi sebelum diberikan terapi bermain puzzle mengalami kecemasan sedang-berat, dan setelah diberikan terapi bermain puzzle tingkat kecemasan anak mengalami penurunan menjadi kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa adanya pengaruh terapi bermain puzzle untuk mengurangi tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi.Kata Kunci: Anak prasekolah; hospitalisasi; bermain puzzle.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. H DENGAN BRONKHITIS DI RUANG ASTER RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO
Hidayat, Ikhwan Nur;
Indriyani, Puji;
Pertiwi, Yatimah Ratna
Journal of Nursing and Health Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v2i2.97
Menurut Wong (2008), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih saluran napas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) dan umumnya berlangsung selama 14 hari. Bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada An. H dengan bronkhitis melalui proses keperawatan secara komprehensif di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto.Setelah penulis melakukan implementasi keperawatan pada An. H dengan bronkhitis maka dilakukan evaluasi keperawatan. Penulis menemukan data selama dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam, masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas teratasi sebagian, hipertermia masalah teratasi, sementara masalah ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh masalah keperawatan teratasi sebagian. Kata kunci: Asuhan Keperawatan, Bronkhitis
PENGARUH PELAKSANAAN FISIOTERAPI DADA (CLAPPING) TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA
Sukma, Hernanda Ari;
Indriyani, Puji;
Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v5i1.112
Latar belakang : Anak merupakan masa dimana organ-organ tubuhnya belum berfungsi secara optimal yang berakibat lebih rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang anak adalah bronkopneumonia. Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan dengan manifestasi klinis bervariasi mulai dari batuk, pilek, yang disertai dengan panas dengan, sedangkan anak bronkopneumonia berat akan muncul sesak napas yang hebat. Salah satu tindakan non farmakologis untuk mengatasi penyakit bronkopneumonia dengan fisioterapi dada. Tujuan : mengetahui pengaruh pelaksanaan fisioterapi dada (clapping) terhadap bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia. Metode : Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari data sekunder seperti jurnal-jurnal, buku, atau sumber literatur lainnya yang telah berstandrar nasional. Pada penelitian ini terdapat 2 jurnal yang menjadi sumber utama penelitian sebagai landasan teori.Hasil ulasan literatur :Terdapat perubahan pada rata-rata frekuensi pernapasan responden yaitu 26.6 kali per menit kemudian setelah dilakukan fisioterapi dada atau clapping rata-rata rekuensi napas menurun menjadi 22.3 kali per menit. Selain itu suara napas ronki dan batuk efektif berkurang setelah dilakukan fisioterapi dada. Jadi, fisioterapi dada efektif terhadap bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia. Kesimpulan : Tindakan fisioterapi dada berpengaruh terhadap masalah bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia. Kata kunci : anak, bronkopneumonia, fisioterapi dada.
PENGARUH TERAPI MURROTAL AL-QUR’AN TERHADAP SKOR HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI PENDENGARAN
Fitriani, Rizki;
Indriyani, Puji;
Sudiarto, Sudiarto
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v5i1.114
Latar Belakang: Halusinasi adalah hilangnya kemampuan untuk manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata (Direja, 2015). Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi murrotal Al-Qur’an terhadap skor halusinasi Pada Pasien dengan halusinasi pendengaran. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah dokumentasi dan literature riview. Hasil: Berdasarkan uji statistik dengan uji Dependent sample T test didapatkan adanya perubahan rata-rata skor halusinasi setelah intervensi mendengarkan surah Al Fatihah yaitu dari 69.07 menjadi 49.67 . Hasil yang didapatkan bahwa rata-rata skor halusinasi sebelum dilakukan intervensi mendengarkan murrotal Al-Qur’an pada kelompok eksperimen adalah 17,96 dengan standar devisiasi 2,256 dan sesudah dilakukan intervensi mendengarkan murrotal Al-Qur’an terjadi perubahan skor halusinasi menjadi 13,10 dengan standar devsiasi 1,980, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap skor halusinasi setelah dilakukan intervensi terapi murrotal Al-Qur’an. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi murrotal al-Qur’an efektif dalam mengurangi gejala halusinasi pada pasien skizofrenia, sehingga ada pengaruh terhadap rata-rata skor halusinasi pendengaran. Kata kunci: Skor halusinasi, Murotal Al-qur’an, terapi psikiatrik
PENGARUH TERAPI STORY TELLING TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH DENGAN HOSPITALISASI
Purnama, Bayu Aji;
Indriyani, Puji;
Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v5i1.116
ABSTRAK Latar belakang : Dalam pertumbuhan dan perkembanganya anak membutuhkan kasih sayang yang lebih dari kedua orang tua dan juga lingkunganya, dengan demikian anak akan merasa lebih nyaman. Kemudian juga seorang anak memiliki imunitas yang lemah, sehingga anak lebih mudah terserang sakit, dan tidak menutup kemungkinan mengharuskan anak untuk dirawat di Rumah Sakit serta hospitalisasi. Jumlah anak usia prasekolah di Indonesia sebesar 20,72% dari jumlah total penduduk Indonesia, berdasarkan data tersebut diperkirakan 35 per 100 anak menjalani hospitalisasi dan 45% diantaranya mengalami peningkatan kecemasan. Tujuan :untuk mengetahui pengaruh dari terapi Story Telling (bercerita) terhadap tingkat kecemasan pada anak prasekolah dengan hospitalisasi. Metode penelitian : desain penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest- posttes Hasil penelitian : menurut jurnal 1 Sebelum dilakukannya story telling sebagian besar anak 56. 4 % ( 22 responden) berada pada tingkat kecemasan sedang. Setelah diberikannya story telling sebagian besar anak 53. 8 % ( 21 responden) berada pada tingkat kecemasan ringan.. Melalui uji perbedaan paired sampel T-test, terbukti ada perbedaan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak prasekolah sebelum dan sesudah diberikan story telling. Menurut jurnal 2 Dari hasil penelitian setelah diberikan terapi pada kedua kelompok dapat dilihat pada hasil postest ke 5 antara terapi Story telling dan terapi menonton animasi kartun didapatkan nilai rata-rata 2,04 dan 8,02. Semakin kecil hasil nilai rerata pada kedua kelompok setelah intervensi menunjukkan semakin menurunnya kecemasan pada anak. artinya ada perbedaan yang signifikan rerata anak usia sekolah yang mengalami hospitalisasi setelah diberikan intervensi terapi Story telling. Kata kunci : Pemberian Story Telling, Hospitalisasi, Tingkat kecemasan
PENGARUH PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN KEJANG DEMAM DENGAN HIPERTERMI
Febriawan, Galih Tulus;
Indriyani, Puji;
Ningtyas, Rahaju
Journal of Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52488/jnh.v5i1.117
Latar belakang:Kejang demam/Step adalah bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (suhu rectal di atas 38C) yang disebabkan oleh suatu proses ektrakranium (di luar rongga tengkorak). Kejang tersebut biasanya timbul pada suhu badan yang tinggi (demam).Demamnya sendiri dapat disebabkan oleh berbagai sebab, tetapi yang paling utama adalah infeksi, Demam yang disebabkan oleh imunisasi juga dapat memprovokasi terjadinya kejang demam. Pada keadaan demam kenaikan suhu 10C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10-15% dan kebutuhan oksigen akan meningkat 20%.World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam di seluruh dunia mencapai 16 – 33 juta dengan 500 – 600 ribu kematian tiap tahun. (Setyowati, 2013). Profil Kesehatan Indonesia tahun (2013) menggungkapkan bahwa jumlah penderita demam yang disebabkan oleh infeksi dilaporkan sebanyak 112.511 kasus demam,dengan jumlah kematian 871 orang. Jumlah kasus demam meningkat dibandingkan tahun 2012 dengan angka 90.245 kasus demam infeksi pada anak di Indonesia. Dari angka kejadian hipertermi tahun 2010 di wilayah Jawa Tengah sekitar 2%-5% terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun disetiap tahunnya. Kata kunci: World Health Organization (WHO), Kejang, imunisasi
PENGARUH KANGOROO MOTHER CARE TERHADAP PENURUNAN NYERI SAAT PROSEDUR INVASIF ; PENGAMBILAN DARAH PADA BAYI PREMATUR DI NICU: LITERATUR REVIEW: PENGARUH KANGOROO MOTHER CARE TERHADAP PENURUNAN NYERI SAAT PROSEDUR INVASIF
Indriyani, Puji;
Setiawan, Christina Trisnawati
Viva Medika Vol 15 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35960/vm.v15i01.656
ABSTRACT Background Premature babies are babies born before 37 weeks of gestation. Immaturity in organ systems impacts the survival of the baby because of the abnormalities that accompany it. Therefore, babies must be treated in a special care room, especially in the Neonatal Intensive Car Unit (NICU) to get proper therapy and care. Every day babies who are admitted to the NICU undergo several procedures and some of the procedures cause pain and stress to the baby. Minimizing pain in infants undergoing invasive procedures is not effective with pharmacology but is effective with non pharmacological techniques. Several effective measures that can provide sensory stimulation, one of which is Kangoroo Mother Care (KMC). Purpose This study aims to determine the effect of KMC on pain reduction during invasive procedures in premature infants in the NICU room. Method Literature research uses computerized data based, namely through Google Scholar, Pubmed and Science Direct which is published in English with keywords: Kangoroo, Mother Care, Pain, preterm neonate Result The results of 5 search articles stated that there was an effect of KMC on pain reduction during invasive procedures in premature infants with a minimum of 15 minutes of KMC before an invasive procedure was carried out. Conclusion Premature babies who received KMC before the blood collection procedure experienced a smaller pain response compared to preterm infants who did not undergo KMC before the procedure.