Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Karakteristik I-V Sel Surya p-i-n Silikon Amorf Terhidrogenasi (a-Si:H) Suprianto Suprianto; Eddy Yahya; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.419 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i2.905

Abstract

Telah dideposisi lapisan tipis silikon amorf terhidrogenasi dengan tehnik Plasma Enhanced Chemical Vapor deposition (PECVD) dengan daya RF sebesar 5 watt. Selanjutnya lapisan a-Si:H yang terbentuk diaplikasikan sebagai lapisan-i divais sel surya p-i-n. Hasil pengukuran karakteristik I-V dibawah penyinaran 24,7 mW/cm2 pada luas 1 cm2 menunjukkan nilai VOC dan ISC masing-masing 0,568 volt dan 2,71 mA/cm2. Sedangkanpada luas 0,25 cm2 diperoleh nilai VOC dan ISC masing-masing 0,449 volt dan 6,58 mA/cm2 dengan effisiensi 5,31%.
Physical Properties Comparison of rGO-like phase prepared from Coconut Shell and the Commercial Product Retno Asih; Maya Mahirotul Septya; Erik Bhekti Yutomo; Fahmi Astuti; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i2.6712

Abstract

Physical properties of reduced graphene oxide (rGO) prepared from two different raw materials, namely coconut shell (rGO-s) and graphite mineral (rGO-c, produced by Graphenea Inc.), have been investigated. While both samples have the same density of about 1.9 g/cm3, rGO-c has more porous of about 1.3 cc/g with diameter of 10.8 nm compared to rGO-s which has 0.2 cc/g porous with diameter of 2.4 nm. Specific surface area in rGO-c was also obtained much larger than that of rGO-s. rGO-c and rGO-s have specific surface area of ~298 m2/g and ~475 m2/g, respectively. Examinations on particle size and surface morphology show that rGO-c has homogenous particles which consist of transparent thin sheets, while rGO-s has rather heterogenous particles that look like dens stacked sheets. The presence of C and O was confirmed at the observed morphology. The difference in physical features were then found to influence the obtained electrical conductivity of the samples. rGO-c has higher conductivity than rGO-s. Estimation on gap energy (Eg) indicates that rGO-c and rGO-s have Eg in the range of semiconducting materials. The study provides a better understanding on physical properties of coconut shell-derived rGO to further revise synthesis method to improve quality of the obtained rGO.
Pembuatan Magnetometer ber-tranduser Efek Hall Bachtera Indarto; Melania Suweni Muntini; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.951 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i2.937

Abstract

Telah dibuat sebuah magnetometer untuk menentukan karakteristik magnetik bahan magnet dan bahan superkonduktor. Magnetometer yang dibuat terdiri dari pembangkit intensitas medan magnet H dan pengukurinduksi medan magnet B. Pembangkit intensitas medan magnet H untuk pengukuran bahan magnet berupa solenoida berinti besi dan untuk bahan super konduktor berupa solenoida inti udara. Sumber arus mampu memberi arus untuk pembangkit magnet sebesar 54.000 Amp/m. Pengukur induksi untuk bahan magnet menggunakan transduser efek Hall A-1302 dengan kemampuan ukur maksimum (1800 ± 1) Gauss dan untuk superkonduktor menggunakan sensor elemen Hall dengan kemampuan ukur maksimum (22,7 ± 0,1) Gauss. Hasilpengukuran untuk 3 jenis bahan magnet adalah,(a). pasir besi mempunyai nilai saturasi (200 ± 1) Gauss, remanensi (30 ± 1) Gauss dan koersivitas (1.800 ± 1) Amp/m,(b). serbuk mash mempunyai nilai saturasi (30 ± 1) Gauss, remanensi (20 ± 1) Gauss dan koersivitas (1.800 ± 1) Amp/m, (c). serbuk tab mash mempunyai nilai saturasi (40 ± 1) Gauss, remanensi (25 ±1) Gauss dan koersivitas (1.800 ± 1) Amp/m. Pengukuran Tc untuk 2 bahan superkonduktor Bi-2212 dan (Bi,Pb) 2212 adalah (85 ± 1) K dan (79 ± 1) K.
Pemanfaatan Arang Batok Kelapa Sebagai Media Filter Air Untuk Media Pembelajaran di Jombang Linda Silvia; Fahmi Astuti; Sri Yani Purwaningsih; Yoyok Cahyono; Agus Purwanto; Darminto Darminto; Mochamad Zainuri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i2.5871

Abstract

Pada umumnya pelajaran fisika dianggap sebagai pelajaran yang tidak mudah oleh kebanyakan siswa. Walaupun sebagaimana kita ketahui pemanfaatan ilmu fisika sangat banyak dalam kehidupan nyata. Salah satunya penggunaan arang batok kelapa sebagai media filter air. Salah satu tujuan kegiatan abdimas ini agar siswa mampu dan memahami pengaplikasian pelajaran fisika dalam kehidupan sehari-hari dan guru juga memiliki strategi pembelajaran berbasis aplikasi untuk membuat siswanya tertarik terhadap mata pelajaran fisika dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di alam cukup melimpah dan harga murah. seperti arang batok kelapa. SMA A Wahid Hasyim Tebuireng Jombang mempunyai jumlah siswa yang cukup banyak yang berasal dari berbagai macam daerah di Jombang sebagai sasaran diharapkan dapat memberikan manfaat untuk mengaplikasikan teknologi filter air di daerahnya dan membagi pengetahuan kepada teman atau masyarakat disekitarnya terutama daerah yang rawan air bersih. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa siswa dan guru sangat antusias mengikuti kegiatan dan hasil filter air berbasis arang batok kelapa mampu meningkatkan kualitas air sekitar 50% yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Determining the Deposition Rate of Semiconducting Intrinsic Layer Prepared by Nanospray Method Aulia Anisa Firdaus; Endhah Purwandari; Retno Asih; Ahmad Sholih; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v19i2.16559

Abstract

Amorphous carbon (a-C) film provides potential ability as an i-type layer in semiconductor material for photovoltaic purposes due to its tunable properties. Here, we investigate how to get the deposition rate estimation of the thickness and homogenous surface of a-C film as an i-type in solar cell applications. The a-C was prepared from palmyra liquid sugar using nebulizer as a nanospray method. The thick palmyra liquid sugar was carbonized at 250◦C for 2.5 hours then continued at 300◦C for 2 hours to obtain high-carbon charcoal. The thickness was examined using a SEM cross section, and the amorphous phase was measured using XRD. The amorphous characteristic of a-C is confirmed by broad peaks in XRD patterns. The thickness of a-C films was found to be thinner than in a previous study that used a similar materials and methods but different equipment in the deposition process. The average thickness of a-C films is in the range of 200 to 450 nm, followed by an increase in the deposition time of 5 to 25 s. By these value, the deposition rate estimation was obtained using extrapolation linier method from the SEM result around 11.62 nm/s. This result can be used as a reference to make various thicknesses for the i-layer in order to find the maximum thickness that gives high efficiency to amorphous carbon film.
Fabrikasi dan Analisis Struktur Sel Surya Amorf Menggunakan Sistem PECVD Soni Prayogi; Ayunis Ayunis; Yoyok Cahyono; Darminto Darminto
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.16874

Abstract

Pada studi ini, telah dilakukkan pembuatan lapisan sel surya silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) tipe p dengan menggunakan sistem PECVD pada subtrat kaca ITO. Deposisi yang dilakukan selama 30 menit dengan daya RF 3-Watt dan temperatur 2700C. Fabrikasi sel surya amorf menggunakanmetode ekperimen dengan mengalirkan gas silan (SiH4) 20 sccm dengan variasi laju gas Hidrogen (H2) dari 30 sccm sampai 70 sccm dan laju gas Boron (B2H6) 2 sccm dan 4 sccm. Hasil fabrikasi sel surya amorf mendapatkan ketebalan lapisan yang diukur dengan spektrometer (NanoCalc-2000) sebesar 302,8-324,0 nm. Dengan menggunakan pengukuran four-point probe didapatkan konduktivitas gelap 3,34 x 10-3 S/cm dan konduktivitas terang didapatkan 3,91 x 10-3 S/cm. Serta, hasil pengukuran menggunakan UV-VIS mendapatkan energi gap sebesar 1,7-1,8 eV. Fabrikasi lapisan sel surya amorf ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sel surya berbasis a-Si: H.