Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PESANTREN AND PARTICIPATORY DEVELOPMENT: The Case of the Pesantren Maslakul Huda of Kajen, Pati, Central Java Bambang Budiwiranto
JOURNAL OF INDONESIAN ISLAM Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.563 KB) | DOI: 10.15642/JIIS.2009.3.2.267-296

Abstract

POLA DAKWAH PADA SANTRI DAN PONDOK PESANTREN Afif azizah; Hasan Mukmin; Bambang budiwiranto
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 11: Juli 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i11.2892

Abstract

Islam adalah agama risalah, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. harus disampaikan kepada umat manusia pada masa akhir hayatnya, setelah itu risalah wajib diteruskan dan didakwahkan oleh para sahabatnya, kemudian oleh pengikut-pengikutnya sampai masa sekarang. Dakwah akan berhasil jika menggunakan konsep yang tepat dalam menyampaikan dakwah, berdakwah dapat dilakukan secara individual maupun kelompok dengan menggunakan berbagai metode dakwah. Pondok Pesantren Riyadlatul „Ulum sebagai salah satu lembaga Dakwah Islam diharapkan dapat berkontribusi dalam memajukan minat bakat santri melalui dakwah. Sehingga Pondok Pesantren Riyadlatul „Ulum harus memiliki pola pengembangan dakwah yang baik agar dapat mencetak kader- kader yang berkualitas. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana pola pembinaan dakwah pada santri di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum . Pokok masalah tersebut dirumuskan ke dalam dua sub masalah, yaitu: Bagaimana pola pembinaan dakwah pada santri di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum? dan Apa hasil implementasi pembinaan dakwah pada santri yang diterapkan di Pondok Pesantren Riyadlatul „Ulum? Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan komunikasi dan sosiologis. Sumber data primer penelitian ini adalah ketua pondok pesantren sebagai informan kunci dan informan tambahan adalah para pembina dan ustadz ustadzah Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum. Sumber data sekunder adalah bahan pustaka, literatur, penelitian terdahulu, buku serta situs di internet. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan dakwah pada santri di Pondok Pesantren Riyadlatul Ulum yaitu: para pembina fokus untuk membina para santri agar memiliki akhlakul karimah, memberikan program khusus pelatihan dakwah, serta menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik terhadap orang tua santri masyarakat sekitar agar mudah dalam pembinaan sehingga memberikan peluang terciptanya kader-kader dai yang profesional, sehingga menjadi bekal bagi para santri untuk menjalani tahap pendidikan selanjutnya, maupun setelah santri kembali ke daerahnya masing-masing.
Meeting the Spiritual Needs of the Elderly: A Qualitative Study of Communication Patterns at PSLU Tresna Werda Lampung Adella Danurra; Nadya Amalia Nasution; Tina Kartika; Bambang Budiwiranto
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v7i1.19363

Abstract

Abstrak:  Memenuhi kebutuhan lansia dapat membantu dalam peningkatan kesehatan, termasuk memenuhi kebutuhan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan spiritual lansia muslim yang menetap di Tresna Werda UPTD Lampung. Subyek diminta untuk berpartisipasi dalam wawancara semi-terstruktur serta observasi. Kebutuhan spiritual lansia di kelompokkan menjadi tiga temuan utama yaitu kebutuhan religius, kebutuhan eksistensial, dan kebutuhan komunikasi. Kebutuhan keagamaan dibagi menjadi keyakinan agama, praktik keagamaan individu, dan praktik keagamaan kolektif. Kebutuhan komunikasi di konseptualisasikan untuk mencakup hubungan dengan Tuhan dan hubungan dengan orang lain. Idealnya, pengasuh lansia diwajibkan mengenal ikebutuhan spiritual lansia, termasuk kebutuhan agama, eksistensial, dan komunikasi, serta berupaya menjaga dan meningkatkan kesehatan spiritual lansia, namun faktanya berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan, pola komunikasi bintang dan pola roda paling efektif digunakan dalam proses bimbingan ibadah di Tresna Werda UPTD Lampung. Abstract:   Complied with the requirements of the elderly can help improve health, and also complied with the spiritual requirements. This study examined the spiritual requirements of Muslim elderly living at Tresna Werda UPTD Lampung. Subjects were asked to participate in semi-structured interviews and observations. The spiritual needs of the elderly are grouped into three main themes, namely religious requirements, existential requirements, and communication requirements. Religious requirements are divided into religious faith, individual spiritual practices, and collective religious practices. Communication requirements are conceptualized to include a relationship with God and relationships with other people. It is said that elderly caregivers must recognize the spiritual needs of the elderly, including religious, existential, and communication requirements, and strive to maintain and improve the spiritual health of the elderly
Persepsi dan Implementasi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam di Indonesia Abd. Gappar Yusuf; Fitri Yanti; Bambang Budiwiranto; Faizal Faizal; Tontowi Jauhari
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i4.1116

Abstract

The development of community development science has been studied by Western countries since 1925, with a focus on social development and community welfare. In 1995, Indonesia underwent a knowledge transformation by introducing the applied science of Islamic Community Development, which combines social science and Islamic values. The Islamic Community Development program has been popular in Indonesia until 2023 but remains unknown internationally. The aim of this research is to analyze the perception of the program and the implementation of Islamic community development theories on society as the focal point of community development studies in Indonesia. This research is a qualitative analysis with a phenomenological approach and a holistic perspective. Data collection was conducted through focus group discussions, observations, interviews, and document studies. The results of this research analyze that: (1) The perception of the Islamic community development program, in terms of concepts, scope, and goals, still varies among individuals, thus requiring a comprehensive concept to align perceptions regarding the Islamic community development program.
Bahasa Inggris Bambang Budiwiranto; Jasmadi Jasmadi; Dewi Maryam; Lutfi Zaimuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i1.86105

Abstract

The need for inclusive communication in farmer empowerment is becoming increasingly urgent in the digital era, especially in rural areas such as Sumberejo Sub-district, Tanggamus Regency, and Lampung, where most people depend on the agricultural sector as the primary source of livelihood. This research explores how inclusive communication can increase farmers' participation in digital technology-based socio-economic activities. Using a qualitative research method with a case study approach, data was collected through semi-structured interviews with farmers' group association administrators, village heads, and agricultural extension officers in 13 villages, as well as direct observation and documentation studies. The results show that inclusive communication that considers the level of digital literacy and local cultural sensitivity can improve farmers' access to information, strengthen social networks, and expand economic opportunities. Farmer group associations (Gapoktan) and agricultural extension officers act as key intermediaries in the technology adoption process, but there are still constraints, such as limited digital infrastructure and lack of technical training. Collaboration between the local government, private sector, and extension agencies is important in creating sustainable empowerment synergies. This research provides theoretical contributions to developing community-based inclusive communication models in the agricultural sector, as well as practical implications for local policies that support digital development in rural areas. Further studies are recommended to explore variables such as gender roles and the influence of social trust in the successful implementation of inclusive communication in farming communities.