Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

REPRESENTATION OF CULTURAL IDENTITY IN LIMAS HOUSE PALEMBANG Dadang Hikmah Purnama; Mulyanto Mulyanto; Yulasteriyani Yulasteriyani
DIMENSI (Journal of Architecture and Built Environment) Vol. 48 No. 1 (2021): JULY 2021
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.666 KB) | DOI: 10.9744/dimensi.48.1.47-54

Abstract

This study analyzes the limas house as reflect of Palembang cultural identity, which is interpreted as the identity of "as to becoming". The change in the limas house as a cultural marker is adaptive and dynamic following changes in cultural identity, mainly a family structure, kinship relationship, gender, and marital status. This research uses a qualitative method with the structuralism and phenomenological approach. The informant criteria determined purposively. The data was collected using observation, in-depth interviews, and documentation. The study uses structural analysis to find the structure of form and the layout of the limas house. The analysis of cultural studies is carried out to provide context for the dynamics of changes in cultural identity that affect changes in the limas house. The results showed the structure of the limas house reflects the organizing the layout of the house according to family structure, kinship relationship, gender, and marital status as the cultural identity Palembang. The cultural identity is dynamic through the processes of production and reproduction, thus influencing changes in the limas house. The dynamics of change show the limas house can accommodate social continuity. Limas house is an arena that shows cultural identity through building changes that are adaptive to the social processes. Limas house needs to be protected, maintained, and developed through reinterpretation and revitalization in line with the cultural dynamics of the society.
Pemberdayaan Keluarga Berbasis Edukasi P3K sebagai Strategi Penguatan Ketahanan Sosial di Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang Yulasteriyani Yulasteriyani; Cynthia Azhara Putri; Sabda Ningsih; Muhammad Iqbal Yunazwardi; Rian Nursaputra
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21380

Abstract

Background: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) berbasis keluarga di Kelurahan Pulo Kerto Kecamatan Gandus Kota Palembang. Latar belakang program PKM adalah rendahnya akses pelatihan P3K dan masih ditemukannya praktik penanganan tradisional yang berisiko dalam rumah tangga. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu: (1) sosialisasi urgensi P3K di tingkat keluarga; (2) pelatihan dan simulasi penanganan kondisi darurat umum (misalkan luka terbuka, luka bakar, tersedak, cedera muskuloskeletal); (3) penyediaan media edukasi visual (leaflet dan video) serta kotak P3K sederhana; (4) pendampingan rumah tangga untuk mendorong praktik mandiri; dan (5) perencanaan keberlanjutan melalui integrasi ke kegiatan PKK dan rencana pembentukan kader siaga keluarga. Hasil: Indikator efektivitas program pengabdian diukur melalui umpan balik peserta, perubahan pengetahuan dan praktik kesehatan, serta tingkat partisipasi dalam kegiatan. Luaran yang dicapai meliputi terlaksananya pelatihan dengan simulasi, tersusunnya serta terdistribusinya media edukasi yang dimanfaatkan warga, serta peningkatan kesadaran dan adopsi praktik P3K yang lebih tepat menurut observasi dan umpan balik peserta. Kesimpulan: Program ini menunjukkan bahwa model edukasi P3K berbasis keluarga dengan dukungan media visual efektif diterapkan pada konteks sumber daya terbatas, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 3 (kesehatan), SDG 4 (pendidikan berkualitas), dan SDG 5 (kesetaraan gender).
Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dengan Pengembangan Produk Olahan Pekasam (Fermented Fish) dalam Mendukung Produk Unggulan Desa dan The New One Village One Product (Ovop) di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar Kabuapten Muara Enim Randi Randi; Yulasteriyani Yulasteriyani; Prengki Prengki; Yosi Arianti; Diana Dewi Sartika; Gita Isyanawulan; Merry Yanti; Eva Lidya; Rizki Goffar Ismail
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, 2016. 1.). Sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa harus disinergikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Pengabdian ini dilakukan didesa Tanjung Medang dengan fokus kepada Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Dengan Pengembangan Produk Olahan Pekasam (Fermented Fish) Dalam Mendukung Produk Unggulan Desa Dan The New One Village One Product (Ovop) Di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar Kabuapten Muara Enim. Pengabdian dilakukan dengan empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari pengabdian bahwa pengembangan yang dilakukan dapat meningkatkan daya tarik pekasam dan dapat menciptakan tenaga kerja baru yaitu pelaku usaha pekasam.