Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

WACANA ROMANTISME DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA PERIODE KOLONIAL BELANDA (1900-1942) Dwi Susanto; Rianna Wati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.6376

Abstract

Sejarah sastra Indonesia didominasi oleh wacana estetik romantik atau materialisme. Hal ini memengaruhi cara pandang terhadap kesastaraan Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pembentukan dan persebaran wacana estetika romantik dalam sejarah sastra Indonesia. Teori yang digunakan adalah wacana dan kuasa dari Foucault. Objek kajian yang digunakan adalah wacana dan kuasa dalam sejarah sastra Indonesia, terutama wacana estetika romantisme. Hasil yang diperoleh adalah bahwa wacana estetika romantisme dan sejarah sastra Indonesia dibentuk dan digunakan oleh kuasa kolonialisme Belanda. Hal ini ditujukan untuk membentuk masyarakat terjajah sesuai citra dirinya. Sebagai akibatnya, wacana estetika yang lain disingkirkan dan dianggap bukan sebagai kesastaraan sehingga tidak masuk dalam sejarah sastra. Hal ini berlanjut hingga pada masa sesudahnya dan Orde Baru yang menggunakan cara dan strategi yang serupa dengan periode kolonial. 
KARYA SASTRA DENGAN TOPIK ROMANTIS PADA APLIKASI WATTPAD DAN WEBTOON Chusnul Khotimah; Rianna Wati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana cerita dengan topik romantis dalam aplikasi wattpad dan webtoon. Masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah perbedaan aplikasi wattpad dan webtoon dalam menyajikan cerita dengan topik romantis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjelasan alur cerita melalui deskripsi pada wattpad dengan penjelasan alur cerita melalui media gambar dan tulisan pada webtoon memliki pengaruh besar hingga berdampak pada respon pembaca. Aspek yang dipertimbangkan untuk melihat perbandingan cerita romantis pada wattpad dan webtoon ialah ekspresi tokoh, adegan romantis, penggambaran tokoh utama pria, dan respon pembaca
FENOMENA SASTRA CYBER: TREN MENULIS CERITA SASTRA DALAM BINGKAI MEDIA SOSIAL Iqbal Wahyudi; Rianna Wati
Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Arkhais - Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Increasingly advanced technology makes it easy for people to communicate and obtain information. Today's literature adds to its medium that is not just print but stepping into the realm of cyber. Not only literary works, several literary communities that were formed also showed themselves in social media. This study aims to see the trend of writing literary stories on social media through invitations to write and in the cyber literary community. The method used in this research is descriptive qualitative. The object of research is the literary community on Facebook and Twitter, and an invitation to tell stories on Instagram. The results of this study are the phenomenon of cyber literature on the trend of writing fiksimini, pentigraphs and stories uploaded with pictures of the Fiksimini Community, Kampung Pentigraf Indonesia, and # 30haribercerita.
PERKEMBANGAN CYBER SASTRA SEBAGAI BENTUK RESISTENSI TERHADAP KAPITALISME Ika Naviri Anitasari; Rianna Wati
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.999 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.4643

Abstract

Sastra berkembang seiring perkembangan zaman karena karya sastra berkaitan dengan kedudukan sebagai produk kebudayaan karena cerminan kondisi zaman melalui media apa yang digunakan. Hingga kini sastra eksis di era teknologi internet yang canggih. Banyak bermunculan karya sastra di internet memunculkan perkembangan genre baru sastra yang dikenal sebagai cyber sastra. Beberapa penulis yang muncul di era teknologi internet yang canggih dan cepat ini memanfaatkan media sosial serta fasilitas seperti blog atau laman bukan hanya untuk menyalurkan ide kreatifnya, tetapi juga untuk membangun eksistensi penulis. Meskipun awal kemunculan cyber sastra sebagai bentuk resistensi terhadap kapitalisme penerbitan konvensional, pada akhirnya cyber sastra menjadi bagian dari kapitalisme itu sendiri. Perkembangan teknologi yang makin pesat menjadikan beberapa penulis juga menggunakannya sebagai media promosi, penyebaran ideologi, atau bahkan iklan yang ujung-ujungnya untuk meraup keuntungan. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif, dengan menyajikan hasil yang dipaparkan berbentuk deskripsi mengenai penulis-penulis yang memanfaatkan media sosial sebagai media publikasi karya sastra sekaligus media eksistensi.
MARAKNYA PLATFORM SASTRA CYBER BERDAMPAK TERHADAP DUNIA LITERASI DI INDONESIA Sekar Ayuni Diah Pertiwi; Rianna Wati
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022): JURNAL LITERASI APRIL 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.485 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i1.6689

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengetahui korelasi antara siber sastra dengan literasi. Hal ini dilakukan penulis sebab siber sastra saat ini semakin digandrungi oleh masyarakat. Bahkan terdapat banyak platform atau aplikasi-aplikasi sastra yang beredar, baik itu gratis maupun berbayar, dan menyediakan berbagai fitur penunjang bagi penggunanya untuk menulis atau hanya sekedar membaca. Hal ini apabila dikaitkan dengan literasi di Indonesia yang saat ini termasuk dalam peringkat literasi rendah tentu akan memberikan dampak. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan teknik baca catat. Data penelitian berupa antusias membaca dan menulis berdasarkan banyaknya platform sastra yang beredar dewasa ini dan dirasa dapat mempengaruhi literasi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa platform atau aplikasi-aplikasi sastra yang beredar saat ini dapat mempengaruhi literasi masyarakat Indonesia ke depannya. Hal ini karena dengan adanya media siber sastra tersebut banyak masyarakat yang tertarik untuk menulis atau hanya sekedar membaca karya yang ada di aplikasi tersebut. Jika hal ini terus berlanjut maka literasi Indonesia akan meningkat dan akan menciptakan masyarakat yang lebih berkarakter, cekatan dalam menerima dan mencari informasi, dan tidak mudah termakan informasi bohong.Kata Kunci: literasi, sastra cyber, platform sastra
Perempuan, Islam, dan Wacana Kolonial: Pembacaan Pascakolonial terhadap Novel Ratu yang Bersujud (2013) Karya Mahdavi Dwi Susanto; Rianna Wati; Afnan Arummi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.348 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v4i4.278

Abstract

Representations of women, Islam, and colonial discourses appear in the Ratu yang Bersujud (2013). The novel is a counter discourse towards the representation of women and Islam in global discourse. The main problem of this research is the representation of Islam and women towards the Western world within the perspective of the author's subject. The purpose is to show the representation of Islam and women according to the author's subject view. This research uses a post-colonial perspective, especially the way colonized subjects present re-representation or overwriting. The objects are the Ratu yang Bersujud (2013) and the views of colonized subjects on the representation of Islamic identity (women and Islam). This research data consists of text narrative structure, thematic ideas of the text, social context of the author or colonized society, and discourse of modern colonialism. The result of the research is that the author's subject carries out a deconstruction that leads to the defense or resistance to the image or representation of Islam and women in the global discourse. However, it is trapped in ambiguity, which is trapped in colonial discourse and does not voice women in Islam but Islamic identity in the perspective of the patriarchal subject. It is proven as a representation of women as objects of misfortune.
THE POWER OF NETIZENS ATAS KEPOPULERAN THREAD KKN DI DESA PENARI Maisyaroh Febriana Putri; Rianna Wati
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 6 No. 01 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thread KKN di Desa Penari, which was written by the SimpleMan Twitter account, has recently been the subject of discussion in cyberspace. This article focuses on the topic of netizens' reception of the KKN di Desa Penari thread, which was written by the SimpleMan account on Twitter social media. This research uses qualitative research. The material object of this research is the KKN di Desa Penari thread from SimpleMan's Twitter account. The formal object of this research is the comments of netizens in the thread. The research data is the contents of the thread, netizens' reception of the thread, and various information related to the research topic. Data interpretation techniques are carried out by uncovering how netizen responses can influence the popularity of the thread by using literary reception theory. The theory of literary reception has two basic concepts, namely horizon of expectation' and 'open space'. These two things form the basis for understanding the theory of literary reception. The phenomenon of 'the power of netizens' turned out to be very influential in the popularity of threads written by the SimpleMan Twitter account KKN di Desa Penari. This horror genre thread has succeeded in gaining popularity and trending # 1 on Twitter social media. Keywords: KKN di Desa Penari, the power of netizens, literary reception
Nilai Pendidikan Karakter dalam Kanal Youtube Riri Cerita Anak Interaktif : Kajian Sastra Siber Ayu Wandana Yuantika; Rianna Wati
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2023): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines children's literature in cyberspace. The development of increasingly sophisticated technology requires humans to keep up with the times. The existence of literature as a forum for education has been done for a long time. At the present time the development of literature as a forum for children's education is starting to be carried out in the cyber realm. Various platforms for spreading the values of character education to children are quite extensive, one of which is through the YouTube application, especially on the YouTube channel Riri Interactive Children's Stories which has 1.04 million subscribers. On Riri's YouTube channel Interactive Children's Stories, eighteen character education values were found which include; (1) Religious, (2) Honest, (3) Tolerance, (4) Discipline, (5) Hard work, (6) Creative, (7) Independent, (8) Democracy, (9) Curiosity, (10 ) National spirit, (11) Love of the motherland, (12) Appreciate achievements, (13) Friendly/communicative, (14) Love peace, (15) Love to read, (16) Care for the environment, (17) Care for social and (18 ) Responsible.
PENGGUNAAN VARIASI KATA ANJIR DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK @INIGANTA: SEBUAH KAJIAN BUDAYA Ester Juwinda Lase; Rianna Wati
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v15i2.799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata anjir dalam kolom komentar pada postingan TikTok @iniganta, serta menganalisis makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir di media sosial. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami makna budaya dan implikasi sosial dari variasi penggunaan kata anjir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kata anjir mencerminkan adaptabilitas dan kreativitas warganet dalam mengekspresikan diri dan berinteraksi di dunia digital. Dalam konteks makna budaya, penggunaan variasi kata anjir mendasari identitas sosial dan budaya yang kompleks dalam lingkungan sosial, menjadi simbol keakraban di antara anak muda. Implikasi sosialnya signifikan dalam pembentukan identitas kelompok dan solidaritas di media sosial, memperkuat rasa memiliki di antara anggota komunitas dan merespons pergeseran budaya di kalangan anak muda.
Fenomena Soft Girl dalam Pembentukan Konstruksi Identitas Perempuan Generasi Z di Tiktok Safnah Setiawati; Rianna Wati
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i3.10706

Abstract

Fenomena soft girl merupakan tren yang muncul di platform Tiktok, dengan menampilkan estetika feminim dari segi visual dan naratif. Fenomena ini menampilkan gaya riasan, berpakaian, dan gaya hidup yang menjadi ruang bagi perempuan Generasi Z dalam membentuk identitasnya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi fenomena soft girl di TikTok, menganalisis konstruksi identitas perempuan Generasi Z berdasarkan teori performatif gender Judith Butler, serta mengidentifikasi reproduksi nilai-nilai feminitas tradisional yang muncul dalam fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan performatif gender Judith Butler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena soft girl direpresentasikan melalui gaya riasan natural, pakaian berwarna pastel, gaya hidup slow living, serta aktivitas perawatan diri. Pengulangan tindakan tersebut dapat membentuk identitas perempuan yang dianggap ideal dengan penampilan citra yang lembut dan anggun. Selain itu, fenomena ini juga mereproduksi nilai-nilai feminitas tradisional dalam bentuk yang lebih modern dan estetis di ruang digital.