Gunawan Nusanto
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

RENCANA REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN TANAH LIAT DI KUARI TLOGOWARUPT. SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk. PABRIK TUBAN, JAWA TIMUR Laksa Parascita; Anton Sudiyanto; Gunawan Nusanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian dilakukan di area penambangan tanah liat di kuari Tlogowaru yang merupakan salah satu lokasi penambangan milik PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Lokasi penambangan tanah liat terletak di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.Sistem penambangan yang digunakan yaitu tambang terbuka dengan metode kuari (quarry).Sehingga mengakibatkan terbentuknya lubang bekas penambangan setelah lahan tersebut selesai ditambang. Adanya kegiatan reklamasi yang terencana terhadap lahan bekas penambangan diharapkan dapat memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sesuai peruntukannya.Pada area penambangan di kuari Tlogowaru dibagi menjadi 10 blok penambangan. Kegiatan reklamasi dilakukan setelah penambangan pada suatu blok selesai seiring dilakukannya penambangan pada blok berikutnya. Pada blok V seluas 19,9 Ha dengan lahan yang dapat direklamasi 1,2 Ha dan yang dijadikan kolam adalah 18,68 Ha. Pada blok VI seluas 29,8 Ha dengan jenjang yang dapat direklamasi 2,3 Ha dan yang dijadikan kolam adalah 26, 5 Ha. Berdasarkan kondisi morfologi lahan bekas penambangan tanah liat dan ketersediaan top soil maka dipilih metode penataan top soil yang efisen dengan penggunaan sedikit topsoil. Pada lahan reklamasi blok V top soil yang dibutuhkan 2.520 LCM dengan metode penataan top soil sistem guludan, jumlah tanaman 308 pohon dan waktu yang dibutuhkan utuk pembuatan dan pengisian lubang dengan tenaga manusia adalah 8 hari 108 menit. Pada jenjang yang akan direklamasi di blok VI membutuhkan top soil sebanyak 68,89 LCM dengan metode penataan top soil sistem pot, jumlah pohon 2.555 pohon dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat dan mengisi lubang adalah 37 hari 121 menit.Dengan mengetahui rencana penataan lahan, top soil dan revegetasi maka dapat digunakan sebagai acuan pada pelaksanaan reklamasi nantinya setelah kegiatan penambngan selesai. Dan reklamasi dapat berjalan baik dan dapat dikatakan berhasil sesuai kriteria keberhasilan reklamasi.Kata Kunci: Tanah Liat, Quarry, Reklamasi.
KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI TERHADAP TEKNIK PENATAAN LAHAN PADA LERENG REKLAMASI DI DAERAH TIMBUNAN TONGOLOKA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA KECAMATAN SEKONGKANG KAB. SUMBAWA BARAT PROV. NUSA TENGGARA BARAT Eriani Dwi Rahmawati; Gunawan Nusanto; Bambang Wisaksono
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1666

Abstract

Kegiatan reklamasi di PT. Newmont Nusa Tenggara melakukan kegiatan reklamasi pada daerah timbunan batuan penutup dengan membentuk lahan reklamasi menjadi sebuah lereng dengan panjang ± 60 meter. Bentuk lereng seperti itu dapat menimbulkan erosi yang besar karena pada lereng tidak terdapat penahan laju erosi.Hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada beberapa lereng hasil reklamasi dan lereng menunjukkan hasil sebagai berikut :Lereng 1 tahun 2012 - sebesar 36,93 ton/ha/th termasuk erosi ringanLereng 2 tahun 2013 – sebesar 2.216,12 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 3 tahun 2013 – sebesar 2.011,28 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 4 tahun  2014 – sebesar 2.364,4 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 5 tahun 2014 – sebesar 1.723,75 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 6 tahun 2015 – sebesar 6.796,17 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratEnergy break – sebesar 1.040,62 termasuk erosi sangat beratHasil perhitungan TBE yang didapat sangat besar yang dapat memicu terjadinya longsor. Dengan demikian teknik penataan lahan perlu dibenahi agar dapat mengurangi erosi yang terjadi. Teras bangku direkomendasikan untuk digunakan karena memiliki jenjang untuk menangkap sedimen yang sangat membantu dalam pencegahan erosi. Hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi setelah konservasi sebagai berikut :Lereng tahun 2012 – sebesar 0,67 ton/ha/th termasuk erosi sangat ringanLereng tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 – sebesar 40,1 ton/ha/th termasuk erosi ringanLereng tahun 2015 – sebesar 133,67 ton/ha/th termasuk erosi sedang
ANALISIS RECOVERY GAS PADA PROSES DEWATERING SUMUR CBM 2# LAPANGAN XX PT YY CBM SEKAYU, KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Indah Setyowati; Gunawan Nusanto; Hartono Hartono; Rizky Ferdian
PROMINE Vol 2 No 1 (2014): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.78 KB) | DOI: 10.33019/promine.v2i1.69

Abstract

PT YY CBM Sekayu telah melakukan lima pengeboran sumur eksplorasi yang dilanjutkan dengan pengeboran eksploitasi untuk memproduksi gas methane batubara di Blok Sekayu.Kelima sumur tersebut yaitu sumur CBM 1# , sumur CBM 2# , sumur CBM 3# , sumur CBM 4 # dan sumur CBM 5 #. Dari kelima sumur tersebut hanya sumur CBM 2 # yang sudah berproduksi, dengan dipasang pompa untuk kegiatan dewatering dan sudah menghasilkan gas. Sumur CBM 2# memiliki kedalaman 594,36 m dan terdapat tiga lapisan batubara yaitu lapisan batubara A pada kedalaman 271,88 – 305,71 m , lapisan batubara B pada kedalaman 318,21 – 339,24 m serta lapisan batubara C pada kedalaman 521,21 – 564,79 m. Kegiatan eksploitasi CBM di sumur CBM 2# menggunakan metode cased hole completion , yaitu air dan gas diproduksi bersamaan dari ke tiga lapisan batubara tersebut. Dari hasil perhitungan gas storage capacity dengan menggunakan persamaan Langmuir , maka laposan batubara A mempunyai storage capacity sebesar 114,72 scf/ton dan storage capacity pada lapisan batubara B sebesar 332,54 scf/ton. Banyaknya kandungan air dalam lapisan butubara di sumur CBM 2# yaitu 351.212.755,44 barel. Proses dewatering bertujuan untuk menurunkan tekanan reservoir dengan cara melakukan pemompaan air dari dalam lapisan batubara, dengan turunnya tekanan reservoir maka gas methane dapat keluar dari lapisan batubara dan mengalir melalui cleat menuju sumur pengeboran. Dari data hubungan antara tekanan reservoir dengan laju produksi air dan gas pada tekanan reservoir 1000 psia produksi air sebesar 2.703,2 barel sedangkan produksi gas 398,9 scf.Seiring dengan menurunnya tekanan reservoir dari kegiatan dewatering, maka produksi gas menjadi lebih besar dibandingkan dengan produksi air.Hal ini terlihat pada saat tekanan reservoir menurun sampai pada tekanan 500 psia maka produksi gas meningkat menjadi 59.284 scf sedangkan produksi air sebesar 32.351,6 barel. Untuk menghitung recovery gas pada saat produksi gas methane batubara dapat dihitung berdasarkan grafik Langmuir yang dihasilkan.
RENCANA PENATAAN LAHAN PASCATAMBANG PADA PENAMBANGAN BATU ANDESIT CV ANUGERAH BUMI CILACAP, DESA BULUPAYUNG, KECAMATAN KESUGIHAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGA Ari Mustofa; Gunawan Nusanto; Nur Ali Amri
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Anugerah Bumi Cilacap merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu andesit. Lokasi penambangan berada di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dengan IUP seluas 8,5 hektar. Sistem penambangan yang dilakukan adalah tambang terbuka dengan metode kuari. Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh CV Anugerah Bumi Cilacap dapat menimbulkan perubahan lingkungan, maka berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K/30/MEM Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik, pada lampiran VI tentang pedoman pelaksanaan reklamasi dan pascatambang mewajibkan setiap Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi wajib melaksanakan reklamasi dan pascatambang.Pada akhir penambangan terdapat area seluas 2,4 ha yang belum dilakukan kegiatan reklamasi,maka perlu adanya perencanaan reklamasi pada area tersebut. Rencana reklamasi yang dilakukan meliputi penataan lahan, penanggulangan erosi, serta revegetasi. Penataan lahan dilakukan dengan meratakan lapisan tanah penutup sekitar 85 cm khususnya pada dasar kuari serta dibuat miring mengarah ke luar kuari dengan kemiringan ± 1%. Selanjutnya pada lereng akan dibuat teras bangku yang dilengkapi dengan saluran air dan tanggul. Penataan lahan pada dasar kuari dan jenjang dilakukan dengan menggunakan bulldozer Komatsu D85EX dengan produksi satu alat bulldozer sebesar 1.960 LCM/hari. Waktu yang dibutuhkan untuk mengatur bentuk lahan pascatambang adalah 15 hari. Penataan tanah penutup dilakukan dengan sistem Perataan tanah dengan dimensi lubang tanam (0,3 x 0,3 x 0,3) m. Jumlah lubang tanam sebanyak 1.315 lubang dikerjakan selama 8 hari.Pengendalian erosi dan sedimentasi dilakukan dengan mengkombinasikan metode mekanik dan vegetatif. Pengendalian erosi secara mekanik dilakukan dengan pembuatan teras bangku dan pembuatan saluran air, sedangkan pengendalian erosi secara vegetatif dilakukan dengan revegetasi tanaman sengon sebanyak 1.315 tanaman. Pembuatan saluran air pada jenjang dan dasar kuari berbentuk trapesium dengan kemiringan sisi 60˚ dikerjakan selama 8 hari. Revegetasi dilakukan dengan penanaman tanaman sengon dengan jarak tanam (4x4)m. Setelah dilakukan reklamasi terjadi penurunan laju erosi, sebelum penataan lahan dan revegetasi tergolong sangat berat (Kelas V) dengan laju erosi sebesar 991,86 ton/ha/tahun, Menjadi Ringan (Kelas II) dengan laju erosi sebesar 29,62 ton/ha/tahun.
KAJIAN TINGKAT KEBERHASILAN REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING DI IUP TEMANDANG PT. SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk. PABRIK TUBAN, JAWA TIMUR Nessy Salsabilita; Gunawan Nusanto; Raden Hariyanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 1 (2021): Maret
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri semen dan juga di bidang pertambangan. Kegiatan usaha pertambangan seringkali menyebabkan gangguan lingkungan, sehingga menyebabkan penurunan mutu lingkungan berupa kerusakan ekosistem yang selanjutnya mengancam dan membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Salah satu bentuk penanganan dari berbagai dampak negatif kegiatan penambangan adalah melakukan reklamasi yang bertujuan untuk memperbaiki fungsi tanah atau lahan yang telah berubah kemanfaatannya. Reklamasi diwajibkan kepada seluruh perusahaan tambang ini diatur dalam Kepmen ESDM No. 1827K/ 30/ MEM/ 2018. Sehubungan dengan pentingnya kegiatan reklamasi pertambangan sehingga diperlukan pula kajian untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan reklamasi yang dilakukan oleh PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Kajian tingkat keberhasilan reklamasi yang dilakukan pada penelitian ini berupa Penataan lahan, Revegetasi, dan Penyelesaian Akhir. Selain itu, juga dilakukan evaluasi pada masalah objek kegiatan yang belum maksimal agar dapat dilakukan peningkatan. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan reklamasi PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk pada area reklamasi tahun 2019 dan 2020 adalah sebesar 94,80%, dan 96,27%, sehingga reklamasi ini dikategorikan dalam kriteria baik. Namun ada beberapa kegiatan yang perlu ditingkakan kinerjanya yaitu pemantauan berkala untuk air pada kolam pengendapan, dan perlu dilakukan penanaman cover crop agar penutupan tajuk dapat maksimal dilakukan.
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG BATUBARA DI PT BANYAN KOALINDO LESTARI, MUSI RAWAS UTARA, SUMATERA SELATAN Hasywir Thaib Siri; Ilfani Widiastuti; Gunawan Nusanto; Yasmina Amalia
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 2 (2022): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i2.9118

Abstract

PT Banyan Koalindo Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara dengan metode penambangan strip mine pada lahan seluas 10.980 ha di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Daerah penelitian ini memiliki sistem penyaliran mine dewatering berupa saluran terbuka, sumuran, pompa, dan kolam pengendapan. Sumber air tambang berasal dari air hujan dan air limpasan yang masuk dalam lokasi penambangan. Air tersebut dicegah dengan cara membuat saluran terbuka yang dialirkan menuju sungai. Data curah hujan yang digunakan dalam penelitian ini diambil selama 10 tahun terakhir dari tahun 2011 – 2020 dengan Periode Ulang Hujan 11 tahun, curah hujan rata – rata sebesar 155,5 mm/hari, curah hujan rencana sebesar 230,92 mm/hari dan intensitas curah hujan sebesar 57,43 mm/jam. Metode yang digunakan untuk menentukan curah hujan rencana distribusi Gumbell. Lokasi penelitian terbagi menjadi 4 daerah tangkapan hujan dan terdapat 4 saluran terbuka. 4 saluran terbuka di lokasi penelitian memiliki dimensi dan debit air limpasan yang berbeda. Sumuran yang ada di lokasi penelitian memerlukan penambahan dimensi untuk menghindari potensi air yang meluap. Air yang berada pada sumuran dialirkan menuju kolam pengendapan dengan menggunakan 1 pompa yaitu jenis Multiflo CF48H. Volume sumuran yang dibutuhkan untuk menampung debit air sebesar 27.070,52 m3, dengan besar debit pompa sebesar 575,32 m3/jam, dan kapasitas kolam pengendapan yang dibutuhkan sebesar 28.672,04 m3.
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA DI TAMBANG BATUBARA PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA JOBSITE RANTAU, KALIMANTAN SELATAN Mohammad Fathur Rozi; Peter Eka Rosadi; Gunawan Nusanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 7, No 2 (2022): Januari
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v7i2.9119

Abstract

Sistem penambangan dengan tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh cuaca setempat, terutama curah hujan. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian sistem penyaliran tambang yang memadai agar operasi penambangan dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan analisis data curah hujan menggunakan metode gumbell tahun 2011 – 2020, diperoleh curah hujan harian rencana 109 mm, dengan intensitas curah hujan sebesar 14,17 mm/jam, periode ulang hujan 5 tahun dan resiko hidrologi sebesar 89,26 %. Luas daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian dibagi menjadi dua daerah tangkapan hujan (DTH), sebagai berikut : DTH I = 0,96 km², DTH II = 0,51 km². Debit air limpasan pada setiap daerah tangkapan hujan adalah : DTH I = 2,64 m³/detik dan DTH II = 0,93 m³/detik. Lokasi penelitian terdapat tiga saluran terbuka. Tiga saluran terbuka di lokasi penelitian tersebut memiliki dimensi dan debit air limpasan yang berbeda. Saluran terbuka perlu dilakukan perawatan karena kondisi di lapangan mengalami pendangkalan. Rekomendasi saluran terbuka I yaitu memiliki kedalaman air (d) = 1,07 m, kedalaman saluran (h) = 1,29 m, lebar dasar saluran (b) = 1,24 m, lebar saluran terbuka (L) = 2,73 m, panjang sisi luar saluran (a) = 1,24 m. Rekomendasi saluran terbuka II memiliki kedalaman air (d) = 0,72 m, kedalaman saluran (h) = 0,87 m, lebar dasar saluran (b) = 0,84 m, lebar saluran terbuka (L) = 1,84 m, panjang sisi luar saluran (a) = 0,84 m.