Supriyadi Supriyadi
Department Of Psychology, Faculty Of Medicine, Udayana University

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Home / Archives / Vol 5 No 01 (2018) / Articles HUBUNGAN FANATISME DAN KONFORMITAS TERHADAP AGRESIVITAS VERBAL ANGGOTA KOMUNITAS SUPORTER SEPAK BOLA DI KOTA DENPASAR Hendra Choirul Anam; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p13

Abstract

Fanatisme merupakan perilaku individu yang identik dan mengutamakan tujuan tertentu tanpa melihat dan memperdulikan akibat yang akan timbulkan. Dalam mengekspresikan fanatisme dan kecintaan kepada tim kesayangan, suporter sepak bola melakukannya dengan cara bersama-sama hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya termasuk melakukan perilaku agresivitas verbal di dalam stadion maupun di luar stadion untuk mendukung tim kesayangan saat bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Subjek penelitian ini adalah anggota komunitas suporter sepak bola yang berada di kota Denpasar yang berjumlah 115 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan wawancara untuk pengambilan datanya. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan (R) sebesar 0.323 (F=6.511; p<0,05), yang memiliki arti bahwa fanatisme dan konformitas secara bersama-sama memengaruhi munculnya agresivitas verbal. Koefisien determinasi sebesar 0.104, memiliki arti bahwa sumbangan efektif fanatisme dan konformitas dalam menjelaskan varian agresivitas verbal sebanyak 10,4%, dan dari nilai beta terstandarisasi didapatkan bahwa fanatisme lebih berperan terhadap agresivitas verbal dengan nilai sebesar -2.546 daripada konformitas sebesar -1.040. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang negatif signifikan dari fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Hasil dari kualitatif menunjukkan bahwa: Jenis-jenis nyanyian atau Chant yang dihasilkan dari peniruan suporter luar negeri dan Chant/nyanyian yang dibuat oleh komunitas dari kretivitas sendiri. Faktor-faktor munculnya agresivitas verbal diantaranya adalah rivalitas, tindakan komunitas lain, norma etika budaya timur, sedangkan yang dirasakan adalah dampak positif : mempunyai teman baru, saling bantu satu sama lain atau gotong royong, belajar mengenai bersosialisasi dan sebagai wadah pemersatu serta terciptanya perdamaian. Dampak negatifnya adalah banyaknya waktu yang terbuang. Harapan terkait hubungan dengan komunitas lain adalah sebagai wadah pemersatu dan terciptanya perdamaian. Kata kunci: fanatisme, konformitas, agresivitas verbal komunitas suporter sepak bola.
HUBUNGAN ANTARA RASA KOMUNITAS DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN KOHESIVITAS KELOMPOK PADA ANGGOTA SEKAA TERUNA-TERUNI DI BADUNG Luh Putu Ela Vilayanti; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p15

Abstract

Masa remaja merupakan masa mengembangkan potensi diri sehingga diperlukan wadah untuk remaja mengembangkan kemampuan dirinya agar menjadi remaja yang lebih baik. Provinsi Bali memiliki suatu perkumpulan bagi remaja yang disebut dengan Sekaa Teruna-Teruni. Sekaa Teruna-Teruni merupakan kumpulan pemuda-pemudi yang berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial. Kegiatan dan program kerja Seka Teruna-Teruni agar menjadi sukses diperlukan rasa komunitas, komitmen organisasi dan kohesivitas kelompok antar anggota, akan tetapi fakta yang terjadi pada beberapa anggota Sekaa Teruna-Teruni yaitu kehadiran anggota yang sedikit, keaktifan yang kurang, kegiatan yang kurang menarik, anggota banyak yang merantau, sibuk dengan pekerjaan rumah serta terjadinya kelompok-kelompok kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasa komunitas dan komitmen organisasi dengan kohesivitas kelompok pada anggota Sekaa Teruna-Teruni. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota Sekaa Teruna-Teruni di Badung yang berjumlah 99 orang. Instrumen dalam penelitian ini yaitu skala rasa komunitas, skala komitmen organisasi dan skala kohesivitas kelompok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara rasa komunitas dan komitmen organisasi dengan kohesivitas kelompok pada anggota Sekaa Teruna-Teruni di Badung. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut berhubungan secara signifikan (p<0.05) dan diyakini bahwa variabel rasa komunitas dan komitmen organisasi dapat memprediksi kohesivitas kelompok. Varian rasa komunitas dan komitmen organisasi dapat menjelaskan varian kohesivitas kelompok sebesar 72,3%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rasa komunitas dan komitmen organisasi dapat meningkatkan kohesivitas kelompok pada anggota Sekaa Teruna-Teruni. Kata kunci: kohesivitas kelompok, rasa komunitas, komitmen organisasi, Sekaa Teruna-Teruni
Perbedaan Kepuasan Kerja Karyawan Hotel yang Dipimpin oleh Pemimpin Ekspatriat dan Pemimpin Lokal Ni Komang Dewi Sikiani; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p02

Abstract

Dengan adanya globalisasi, menghadirkan suatu fenomena yang dinamakan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satu tujuan MEA adalah meningkatkan daya saing kawasan secara keseluruhan di pasar dunia, khususnya ASEAN (Susilo, 2010). Hal ini menunjukkan mudahnya akses pekerja asing atau ekspatriat yang hendak bekerja di Indonesia, ataupun sebaliknya. Bali menduduki posisi lima teratas yang memiliki jumlah ekspatriat terbanyak di Indonesia. Sektor pariwisata di Bali juga mengalami peningkatan serta jumlah pemimpin ekspatriat pada hotel di Bali yang meningkat. Dengan adanya pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal, tentunya kepuasan kerja karyawan pada hotel akan beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja karyawan hotel yang dipimpin pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Subjek penelitian ini diambil dengan metode simple random sampling hingga mendapatkan 72 sampel dari dua hotel bintang empat yaitu Hotel Mercure Bali Nusa Dua dan Hotel Mercure Bali Legian. Metode pengambilan data menggunakan skala kepuasan kerja dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,970). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan signifikansi (2-tailed) 0,311 yang artinya tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja karyawan yang dipimpin oleh pemimpin ekspatriat dan pemimpin lokal. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Pemimpin Lokal, Pemimpin Ekspatriat
Hubungan Persepsi terhadap Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja yang Dimoderasi Motivasi Kerja pada Wiraniaga Ramayana Department Store Denpasar Ivan Prasetya Winawan; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p09

Abstract

Kepuasan kerja karyawan merupakan perkiraan individu terhadap pekerjaan atau pengalaman positif pada diri individu. Perkiraan tersebut adalah hasil persepsi. Penting untuk menimbulkan persepsi yang positif dalam situasi yang terjadi di perusahaan terhadap karyawannya. Salah satu yang menjadi perhatian dalam upaya menciptakan persepsi yang baik pada karyawan adalah lingkungan kerja. Adanya lingkungan kerja yang buruk, akan menimbulkan persepsi buruk pada karyawan sehingga mereka akan merasa stress dan tidak nyaman saat bekerja, sehingga akan memengaruhi motivasi kerja pada karyawan. Hal tersebut akan berakibat negatif pada kredibilitas perusahaan. Ramayana adalah salah satunya, karena konsumen biasanya memandang kualitas perusahaan retail pada pelayanan oleh wiraniaganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan kepuasan kerja wiraniaga Ramayana Department Store yang dimoderasi oleh motivasi kerja. Jumlah subjek pada penelitian ini berjumlah 46 orang dengan kriteria laki – laki dan perempuan yang bekerja sebagai wiraniaga dengan pengalaman kerja dalam ruangan selama minimal satu tahun di salah satu perusahaan retail di Denpasar yaitu Ramayana. Metode sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Hasil data penelitian dianalisa dengan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 20 for windows. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa motivasi kerja merupakan variabel moderator semu yang berinteraksi dengan persepsi terhadap lingkungan kerja sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut dibuktikan melalui koefisien probabilitas yang tidak siginifikan pada uji signifikansi parameter individualnya, namun didapatkan koefisien yang signifikan pada uji signifikansi simultan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja, Wiraniaga
Hubungan Fanatisme Kelompok dengan Perilaku Agresi pada Anggota Organisasi Kemasyarakatan Ida Bagus Raden Raditya Manuaba; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p16

Abstract

Organisasi masyarakat merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan dan memiliki tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Fanatisme digambarkan sebagai suatu kepatuhan penuh gairah tanpa syarat, antusiasme yang berlebihan terhadap suatu hal tertentu, keras kepala, tanpa pandang bulu atau menggunakan cara-cara dengan kekerasan, fanatisme juga ditandai dengan adanya pemikiran dogmatis, tidak memiliki toleransi terhadap perbedaan dan keinginan untuk memaksakan pandangan secara sepihak, rasa harga diri meningkat dan merasa berkuasa, sehingga mendorong terjadinya perilaku agresi. Banyak organisasi masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Bali dengan berbagai latar belakang pemikiran yang berbeda-beda. Fakta di lapangan sering menimbulkan berbagai macam gesekan. Akhir-akhir ini terjadi beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan di Bali sehingga menimbulkan keresahan-keresahan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme kelompok dengan perilaku agresi. Dalam penelitian ini tidak menggunakan seluruh anggota populasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali Koordinator lapangan Alas Kedaton yang berusia 18 hingga 55 tahun serta minimal sudah menjadi anggota selama satu tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 62 orang. Reliabilitas skala fanatisme kelompok adalah 0.839 dan reliabilitas skala perilaku agresi adalah 0.917. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, kerena dari uji Kolmogorov-Smirnov sebaran data tidak menunnjukkan distribusi normal. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini adalah 0,356 p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara fanatisme kelompok dengan perilaku agresi pada anggota organisasi kemasyarakatan Laskar Bali koordinator lapangan Alas Kedaton. Kata kunci: Fanatisme kelompok, Perilaku agresi, Anggota organisasi kemasyarakatan
Hubungan Kontrol Diri, Beban Kerja, dan Dukungan Sosial Teman Sebaya terhadap Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Universitas Udayana yang Bekerja Part Time I Dewa Gede Angga Dinata; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Mahasiswa yang memilih untuk bekerja akan kehilangan sebagaian besar waktu untuk mengerjakan tugas, belajar maupun melakukan aktivitas pribadi lainnya. Kepadatan kegiatan perkuliahan dan bekerja cenderung menimbulkan kemungkinan terjadinya prokrastinasi akademik. Kontrol diri yang terdiri dari kemampuan untuk mengontrol perilaku, kognitif dan pengambilan keputusan dapat membantu mahasiswa untuk terhindar dari prokrastinasi akademik. Beban kerja yang rendah juga dinyatakan dapat menghindari kelelahan berlebih pada mahasiswa yang merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya prokrastinasi akademik. Taraf dukungan sosial yang tinggi juga dapat menghindarkan mahasiswa dari prokrastinasi akademik, terutama dukungan sosial dari teman sebaya yang memiliki pengaruh besar pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri, beban kerja dan dukungan sosial teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Universitas Udayana yang bekerja part time. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Universitas Udayana yang bekerja part time, dipilih dengan menggunakan teknik two stage cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket beban kerja, skala kontrol diri, skala dukungan sosial teman sebaya dan skala prokrastinasi akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hipotesis dari penelitian ini diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai R=0,757 dan adjusted R square sebesar 0,562. Hal ini menunjukkan bahwa kontrol diri, beban kerja, dan dukungan sosial teman sebaya memiliki hubungan terhadap prokrastinasi akademik dan dapat menjelaskan varian prokrastinasi akademik sebesar 56,2%, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kontrol diri, beban kerja dan dukungan sosial teman sebaya secara bersama-sama memiliki hubungan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: kontrol diri, beban kerja, dukungan sosial teman sebaya, prokrastinasi akademik, mahasiswa yang bekerja part time.
Hubungan Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi dengan Komitmen Organisasi sebagai Variabel Mediator I Gusti Ngurah Dwiputra Widianta; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kinerja extra-role merupakan perilaku sukarela dari seorang pekerja untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar tanggung jawab atau kewajibannya demi kemajuan atau keuntungan organisasinya. Kinerja maksimal merupakan tuntutan suatu organisasi yang tidak hanya ditunjukan oleh perilaku in-role tapi juga extra-role atau yang disebut juga sebagai Organizational Citizhenship Behavior (OCB) atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan nama Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO). PKO akan bisa muncul dikarenakan berbagai faktor, namun dalam penelitian ini peneliti memilih kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi sebagai faktor dominan yang mempengaruhi munculnya PKO. Peneliti menduga hubungan tersebut akan semakin kuat ketika hubungan kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi di jembatani oleh komitmen organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang menggunakan analisis jalur (Path Analysis) dengan menggunakan 100 responden yang seluruhnya terdiri dari karyawan swasta. Proses analisis jalur dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan mencari hubungan kepemimpinan transformasional, komitmen organisasi terhadap PKO. Selanjunya, pada tahap kedua dilakukan dengan mencari hubungan iklim organisasi, komitmen organisasi terhadap PKO. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan melalui analisis regresi dengan variabel mediasi menggunakan analisis jalur, menunjukan nilai t hitung = 0,808 yang lebih kecil dari t tabel dan koefisien mediasi 0,182 tidak signifikan yang berarti komitmen organisasi tidak memediasi hubungan kepemimpinan transformasional terhadap PKO. Hal serupa juga ditunjukan oleh hasil analisis jalur yang dilakukan terhadap iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap PKO, dimana nilai signifikansi yang didapat sebesar 0,352 menunjukan tidak adanya signifikansi hubungan di antara ketiga variabel iklim organisasi, komitmen organisasi juga PKO, sehingga dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi tidak memdiasi hubungan iklim organisasi terhadap PKO. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, Perilaku Kewargaan Organisasi, Komitmen Organisasi.
Perbedaan Agresivitas Remaja yang Mengikuti Olahraga Beladiri Pencak Silat dan yang tidak mengikuti Olahrga Beladiri Pencak Silat ditinjau dari Efikasi Diri di Denpasar I Nyoman Gede Dyatmanu Mahayana; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Pada masa remaja individu banyak mengalami perubahan secara kognitif, sosio-emosional dan hormonal sehingga memengaruhi perilaku individu. Salah satu fenomena yang patut diberikan perhatian adalah perilaku agresif dikalangan remaja. Agresivitas dapat berbentuk verbal atau nonverbal. Bentuk-bentuk agresivitas nonverbal terdapat dalam teknik beladiri dalam olahraga beladiri Pencak Silat, dan juga untuk menekan dan menyalurkan rasa frustrasi agar tidak menjadi sumber agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan agresivitas remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat ditinjau dari efikasi diri. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik stratified sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah 226 remaja di Denpasar yang terdiri dari 95 remaja yang mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat dan 131 remaja yang tidak mengikuti olahraga beladiri Pencak Silat. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala agresivitas dan skala efikasi diri. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,00 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan dalam olahraga beladiri Pencak Silat dan efikasi diri remaja memberikan kontribusi terhadap dorongan agresivitas pada diri remaja. Kata Kunci :Agresivitas, Efikasi Diri, Keikutsertaan dalam Olahraga Beladiri Pencak Silat, Remaja
Hubungan antara citra tubuh dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada remaja putri di Universitas Udayana Ni Luh Ayu Putri Windayanti; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p10

Abstract

Perilaku konsumtif adalah tindakan yang dilakukan individu untuk membeli barang atau jasa yang berlebihan dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan keinginan. Munculnya perilaku konsumtif tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti konformitas dan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan konformitas pada remaja putri di Universitas Udayana. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi di Universitas Udayana yang berjumlah 227 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif, Skala Konformitas, dan Skala Citra tubuh yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,335 dan koefisien determinasi sebesar 0,113, dengan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti citra tubuh dan konformitas secara bersama-sama berperan sebesar 11,3% dalam menjelaskan varian perilaku konsumtif. Konformitas secara mandiri diyakini dapat beperan dalam mempengaruhi perilaku konsumtif dan citra tubuh secara mandiri tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Citra tubuh hanya dapat berperan ketika bersama-sama dengan variabel konformitas. Kata kunci: Perilaku konsumtif, konformitas, citra tubuh.
Kontribusi intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar Ida Ayu Budha Brahmini; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p11

Abstract

Citra tubuh adalah persepsi individu secara menyeluruh terhadap tubuhnya, yang meliputi pikiran, perasaan, dan perilaku terhadap tubuh yang dimilikinya. Penilaian tersebut tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial, khususnya media. Melalui media remaja perempuan mengetahui informasi mengenai standar tubuh yang dianggap ideal di masyarakat. Beberapa tahun belakangan, media sosial berbasis gambar seperti Instagram menjadi alat komunikasi yang banyak digunakan oleh kalangan remaja perempuan. Penggunaan media sosial Instagram dapat ditinjau dari intensitas komunikasi antara pengguna media sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan dalam rentang usia 15-18 tahun di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang merupakan pengguna media sosial Instagram dari tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Denpasar berjumlah 311 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensitas komunikasi di media sosial Instagram dan skala citra tubuh. Hipotesis penelitian diuji dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berlawanan arah dan tingkat hubungan sedang antara intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar (R= 0,473; p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas remaja perempuan dalam berkomunikasi di media sosial Instagram maka mengakibatkan semakin rendah citra tubuh yang dimilikinya. Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,224 dapat dimaknai bahwa sumbangan variabel intensitas komunikasi di media sosial Instagram dalam menjelaskan varian citra tubuh sebesar 22,4%. Kata kunci: Citra tubuh, Instagram, intensitas komunikasi, media sosial.