Pembangunan infrastruktur jalan di Papua memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun pelaksanaan proyek jalan di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala logistik yang berpotensi mempengaruhi mutu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), menilai kinerja mutu proyek infrastruktur jalan di Papua, serta mengkaji pengaruh penerapan QA/QC terhadap kinerja mutu proyek. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 150 responden yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan engineer QA/QC. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, serta Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan QA dan QC berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03 dan 3,01. Kinerja mutu proyek juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,87. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa QA dan QC berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mutu proyek dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,591. Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa QA memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja mutu proyek dibandingkan QC. Kendala utama penerapan QA/QC meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis, fasilitas pengujian yang terbatas, serta kelemahan dalam manajemen proyek.