Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN DAN SERTIFIKASI INSTRUKTUR TENAGA KERJA KONSTRUKSI LEVEL 3 irianto irianto; Reny Rochmawati; Andung Yuniata; Didik S. S. Mabui; Abdul Rasyid; Mursalim Tonggiroh
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v6i2.1108

Abstract

Dalam hal meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi sangat penting karena kebutuhan tenaga ahli dan tenaga terampil dalam dunia konstruksi sangat besar, akan tetapi kondisi saat ini menunjukkan situasi yang tidak ideal karena masih kurangnya tenaga ahli dan tenaga terampil untuk menunjang  perkembangan pembangunan infrasutruktur. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi adalah  dalam bentuk sertifikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta sebagai tenaga instruktur yang berstandar nasional dan bersertifikasi negara oleh BNSP. Adapun pelaksanaan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Instruktur  ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah atau pembekalan, metode praktik dan evaluasi dengan metode asesmen oleh Asesor yang memiliki kompetensi. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diharapkan peserta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan pemerintah dalam penyediaan tenaga instruktur yang kompeten dan bersertifikasi BNSP pada bidang konstruksi, mampu menganalisis kebutuhan pelatihan dan sekaligus merancang serta melakukan evaluasi pelatihan, dapat  memahami dan menghayati prinsip dasar dan model proses pelatihan, memahami berbagai tipe cara belajar, gaya mengajar dan memahami dimensi-dimensi efektivitas sebagai trainer serta dapat menerapkan pada berbagai situasi.  Abstract. In terms of improving the quality of the construction workforce, it is very important because the need for experts and skilled workers in the construction world is very large, but current conditions indicate a situation that is not ideal because there is still a lack of experts and skilled workers to support the development of infrastructure development. Efforts made to improve the quality of competence and professionalism of the construction workforce are in the form of certification. This activity aims to improve the competence of participants as instructors with national standards and state certified by BNSP. The implementation of the Instructor Training and Certification activities is carried out using the lecture or debriefing method, the practical method and evaluation with the assessment method by a competent assessor. Based on the activities that have been carried out, it is expected that participants can meet the needs of the community and government in providing competent and BNSP certified instructors in the construction sector, able to analyze training needs and at the same time design and evaluate training, can understand and live up to the basic principles and models of the training process, understand various types of learning methods, teaching styles and understand the dimensions of effectiveness as a trainer and can apply to various situations.
KAJIAN DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE PADA PEMBANGUNAN GEDUNG BANK INDONESIA JAYAPURA PAPUA Irianto Irianto; Georgiana Lidwina Karma
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.455 KB)

Abstract

Pembangunan gedung Bank Indonesia yang terletak dijalan Samratulangi Jayapura Papua,dibangun dengan konstrksi empat tingkat tiga lantai, gedung tersebut dibangun menggunakanpondasi bored pile tunggal. Tujuan penulis yaitu untuk memperoleh daya dukung pondasi yangingin dicapai dan besar nilai penurunan tanah yang diakibatkan pondasi bored\pile.Metode - metode yang digunakan penulis ialah Mohr – Coulomb, Vesic, Reese dan O’Neil,Terzaghi, dan Taylor. Dalam analisis daya dukung pondasi bored pile penulis menggunakanhasil penyelidikan tanah dilapangan yaitu CPT (Cone Penetration Test) dengan menggunakannilai tahanan kerucut (qc) yang paling besar untuk menghitung daya dukung pondasi bored pile.Hasil yang diperoleh ialah daya dukung pondasi 18.337,6 ton, besar penurunan tanah 2.738x 10-7 cm. dari hasil tersebut dapat disempulkan bahwa pondasi bored pile tunggal aman dandapat digunakan pada pembangunan gedung Bank Indonesia Jayapura Papua.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE AASHTO 1993 DAN MDP JALAN 2013 PADA RUAS JALAN PIRIME - BALINGGA KABUPATEN LANNY JAYA (STA 0+000 s/d STA 7+500) Irianto Irianto; Jefry R Warayaan
Jurnal PORTAL SIPIL Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Portal Sipil
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.666 KB)

Abstract

Tebal perkerasan pada pembuatan suatu jalan adalah konstruksi dimana kondisi tanah dasar yangkurang baik sehingga tidak mampu secara langsung menahan beban roda yang ditimbulkan olehberat kendaraan diatasnya. Salah satu jenis konstruksi perkerasan jalan adalah konstruksiperkerasan lentur (flexible pavement), yaitu perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahanpengikat.Pada penelitian ini penulis menggunakan dua metode yaitu metode Manual Desain PerkerasanJalan 2013 dan AASHTO 1993. Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 adalah metodeyang dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga tahun 2013.Peraturan ini merupakan hasil perbaharuan dari peraturan sebelumnya. Sementara itu, metodeAASHTO 1993 adalah metode yang berasal dari Amerika Serikat dan sudah dipakai secara umumdi seluruh dunia serta diadopsi sebagai standar perencanaan di berbagai Negara.Didapatkan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan sebesar 10 cm untuk lapis permukaan, untuklapis pondasi atas tidak tertera dalam tabel dan 40 cm untuk lapis pondasi bawah dengan metodeManual Desain Perkerasan (MDP) Jalan 2013. Pada metode AASHTO 1993 didapatkan hasiltebal perkerasan lentur berupa lapis permukaan dengan tebal 5 cm, lapis pondasi atas dengan tebal10 cm dan lapis pondasi bawah dengan tebal 22 cm.Penentuan tebal lapis perkerasan, dipertimbangkan keefektifannya dari segi biaya, pelaksanaankonstruksi dan batasan pemeliharan untuk menghindari kemungkinan di hasilkannya perencanaanyang tidak praktis. Perencanaan Perkerasan Jalan Pirime - Balingga dengan panjang 7500 mdengan menggunakan metode Manual Desain Perkerasan (MDP) 2013 memerlukan biaya untukpembangunan sebesar Rp.157.005.580.000,00 bulan dan dengan menggunakan metodeAASHTO 1993 memerlukan biaya untuk pembangunan sebesar Rp.113.687.971.000,00. Makaperencanaan ini secara ekonomis optimum digunakan tebal lapisan perkerasan dari MetodeAASTHO 1993 dan dikerjakan selama 168 hari kalender / 7 bulan.
Pengaruh Metode Pengadaan Terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Jalan Di Provinsi Papua Swastika Windhuwardani; Irianto; Asep Huddiankuwera; Didik S. S. Mabui
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemilihan metode pengadaan terhadap kinerja proyek pembangunan jalan di Provinsi Papua yang ditinjau dari aspek waktu, biaya, dan mutu. Kompleksitas kondisi geografis, keterbatasan logistik, serta dinamika sosial di Papua menuntut pemilihan metode pengadaan yang adaptif dan berbasis risiko untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap pemangku kepentingan proyek, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen kontrak dan laporan pelaksanaan proyek. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier untuk menguji pengaruh metode pengadaan Design–Bid–Build, Design and Build, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terhadap kinerja proyek, sementara analisis kualitatif digunakan untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan metode pengadaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja proyek pembangunan jalan di Provinsi Papua. Metode Design and Build dan EPC cenderung memberikan kinerja waktu yang lebih baik dibandingkan metode konvensional, serta mampu meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas konstruksi. Faktor dominan yang memengaruhi pemilihan metode pengadaan meliputi kompleksitas proyek, kondisi geografis dan logistik, kapasitas kontraktor lokal, serta risiko sosial dan adat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode pengadaan yang adaptif dan berbasis analisis risiko guna meningkatkan kinerja proyek secara berkelanjutan di wilayah dengan karakteristik kompleks seperti Papua.
Analisis Penerapan Quality Assurance Dan Quality Control Terhadap Kinerja Mutu Proyek Infrastruktur Jalan Di Papua Fretien Danny M.K. Korwa; Irianto; Didik S. S. Mabui
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.349

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Papua memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun pelaksanaan proyek jalan di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala logistik yang berpotensi mempengaruhi mutu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), menilai kinerja mutu proyek infrastruktur jalan di Papua, serta mengkaji pengaruh penerapan QA/QC terhadap kinerja mutu proyek. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 150 responden yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan engineer QA/QC. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, serta Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan QA dan QC berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03 dan 3,01. Kinerja mutu proyek juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,87. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa QA dan QC berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mutu proyek dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,591. Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa QA memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja mutu proyek dibandingkan QC. Kendala utama penerapan QA/QC meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis, fasilitas pengujian yang terbatas, serta kelemahan dalam manajemen proyek.
Membangun Safety Culture Di Lingkungan Kampus Melalui Sosialisasi K3L Universitas Yapis Papua Irianto; Didik S. S. Mabui; Franky E.P. Lapian; A. Adhipuspa Pranata; Riefaella Barends
Jurnal PAKEM AMATA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare Timika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/ngr6xj41

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya penerapan Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Lingkungan (K3L) dalam membangun safety culture di lingkungan Universitas Yapis Papua. Lingkungan perguruan tinggi memiliki berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi melalui kegiatan sosialisasi K3L sebagai langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan alat pelindung diri (APD), serta evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar K3L, identifikasi potensi bahaya di lingkungan kampus, prosedur keselamatan kerja, dan langkah pencegahan kecelakaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Sosialisasi ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya penerapan K3L serta membangun kesadaran bersama terhadap budaya keselamatan di lingkungan kampus. Peserta mulai memahami bahwa keselamatan kerja tidak hanya diterapkan di sektor industri, tetapi juga penting dalam aktivitas akademik sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) yang berkelanjutan di Universitas Yapis Papua guna mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, dan produktif.