Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Public’s Perception of the Implementation of Shari’a in Aceh (A Phenomenological Study on the Implementation of Islamic Shari’a in the City of Band Aceh) Ismail, Fauzi
Jurnal Adabiya Vol 26, No 1 (2024): JURNAL ADABIYA
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/adabiya.v26i1.20312

Abstract

The implementation of Islamic shari’a in Aceh has been ongoing for about 22 years. This study aims at critically analyzing people's perceptions towards the implementation of Islamic shari'a and the life of the people of Banda Aceh city related to the implementation of Islamic shari'a in a kaffah manner. This research used a qualitative method from a phenomenological perspectives through a grounded research approach. Data collection techniques was done through direct observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis is done through open, axial, and selective coding. The results show that the public’s perception towards the implementation of Islamic shari’a in Banda Aceh city has not been implemented in people's life by qanun No. 11 of 2002 concerning creed, worship, and syi'ar (lecturing). The application of Islamic shari'a is not by the principles and the objectives of it; the direction of its application tends to be political and symbolic. It is only limited to physical matters and not comprehensive in the life of the community, while the substance of it has not been realized in people's life. The life of the people in Banda Aceh city is not much different and no significant changes in people's attitudes before and after the implementation of it.--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Penerapan syari’at Islam di Aceh telah berlangsung selama lebih kurang 22 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis persepsi masyarakat terhadap penerapan syahri’at Islam dan kehidupan masyarakat kota Banda Aceh terkait penerapan syari’at Islam secara kaffah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dari sudut pandang fenomenologis melalui pendekatan grounded research. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data melalui pengkodean terbuka, aksial dan selektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap penerapan syari’at Islam di kota Banda Aceh belum terimplementasi dalam kehidupan masyarakat berdasarkan qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Akidah, Ibadah dan Syi’ar. Penerapan syari’at Islam belum sesuai dengan prinsip dan tujuannya; arah penerapannya cendrung politis dan simbolik. Hanya sebatas pada hal- hal yang bersifat fisik dan belum menyeluruh dalam kehidupan masyarakat, sedangkan substansinya belum juga terwujud dalam kehidupan yang nyata dalam masyarakat. Kehidupan masyarakat di Kota Banda Aceh tidak jauh berbeda dan tidak terjadi perubahan sikap masyarakat yang siknifikan sebelum dan sesudah penerapan syari’at Islam.
THE EXISTENCE OF GAYO ART BEYOND ITS TRADITIONAL REALM: AN EXPLORATORY STUDY IN BANDA ACEH: EKSISTENSI KESENIAN GAYO DI LUAR RANAH ADATNYA: STUDI EKSPLORASI DI BANDA ACEH Syawali, Rahmat; Ismail, Fauzi
Indonesian Journal of Islamic History and Culture Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Islamic History and Culture
Publisher : The Department of Islamic History and Culture in cooperation with the Center for Islamic History and Culture in Aceh and Malay World Studies (PUSAKA), Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijihc.v4i2.3735

Abstract

Gayo art is one of the folk arts of Aceh originating from Tanoh Gayo, Central Aceh. Gayo art serves as popular entertainment and a means of Islamic missionary for the dissemination and development of Islam in the Banda Aceh region. This art is often featured in weddings, circumcision ceremonies, festivals, and other events. The focused types of art are performance arts, such as Gayo dances (Saman, Bines, Guel, and others), music, and poetry. The research findings indicate that the development of Gayo art in Banda Aceh has progressed after being regularly and systematically showcased several times. Gayo art is popular and appreciated in Banda Aceh because, during performances, it is not only unique and beautiful to witness, but it also involves various forms of artistic attractions such as didong and bersebuku. This captivating attraction draws the attention of the community to organize and attend Gayo art performances held on various art stages in Banda Aceh.
Politik Dinasti dalam Perspektif Komunikasi Politik Al-Fikri, Muchsin; Ismail, Fauzi; Nurjanah, Siti; Rosyad, Rifki
Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi) Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/buanakomunikasi.2023.4.2.2984

Abstract

Terpilihnya putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabumi Raka sebagai Cawapres Prabowo telah memunculkan polemik dan kontroversi di kalangan publik. Paper ini mengelaborasi tentang isu politik dinasti yang dianggap mengancam kehidupan demokrasi di Indonesia, bagaimana cawe-cawe presiden Jokowi dalam Pilpres untuk melanggengkan kekuasannya dan bagaimana nasib demokrasi serta masa depan NKRI pasca diusungnya Gibran. Apa dampak positif dan negatifnya bagi bangsa ini. Kemudian bagaimanakah politik dinasti dalam perspektif Komunikasi Politik? Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi Pustaka. Praktek politik dinasti yang dilakukan oleh presiden Jokowi dengan mendorong Gibran menjadi Cawapres Prabowo dengan memanipulasi konstitusi telah membawa bangsa ini ke lorong gelap demokrasi. Amanat reformasi 98 yang salah satunya mengharamkan nepotisme telah dikhianati oleh sang presiden. Dahsyatnya nafsu berkuasa dan mempertahankan kekuasaan telah membutakan mata hatinya sehingga dengan teganya meninggalkan Partai yang selama ini membesarkan dirinya dan keluarganya