Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EFEKTIVITAS BRAIN GYM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Budi Kristanto; Diyono, Diyono; Sri Yulianti, Tunjung
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v13i1.370

Abstract

Penyakit hipertensi lebih akrab disebut penyakit darah tinggi. Penyakit arteri yang diakibatkan tekanan darah yang meningkat secara kronis. Penyakit ini tanpa gejala yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung, sampai kerusakan ginjal. Perlu intervensi yang baik untuk mengendalikan tekanan darah terutama pada populasi lansia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah tindakan non farmakologis. Salah satu intervensi yang diduga dapat mengontrol tekanan darah adalah senam otak. Untuk itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui efektivitas senam otak untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui efektifitas senam otak (brain gym) untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode yang akan peneliti lakukan adalah quasi eksperimen dengan memberikan intervensi senam otak pada lansia dengan hipertensi. Kemudian dilakukan analisis efektivitas sebelum dan setelah intervensi. Responden dalam penelitian ini adalah Pra lansia dan lansia di Kelurahan Jeruksawit, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Hasil Penelitian ini adalah rerata tekanan darah sebelum dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 162,7/100,8 mmHg sedangkan rerata tekanan darah setelah dilakukan intervensi dengan brain gym adalah 141,9/83,02 mmHg. Terdapat penurunan nilai rerata tekanan darah sistol sebesar 20,83 mmHg dan penurunan tekanan darah diastol 17,84 mmHg. Kesimpulan : Brain gym efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pra lansia dan lansia dengan hipertensi (p= 0,001). Kata Kunci: brain gym; hipertensi; lansia Hypertension is more familiarly called high blood pressure. Arterial disease caused by chronically elevated blood pressure. This disease has no symptoms which can increase a person's risk of stroke, aneurysm, heart failure, heart attack, and even kidney damage. Good intervention is needed to control blood pressure, especially in the elderly population. One way that can be done is non-pharmacological action. One intervention that is thought to be able to control blood pressure is brain exercise. For this reason, research is needed to determine the effectiveness of brain exercises to reduce blood pressure in elderly people with hypertension. The purpose of this research To determine the effectiveness of brain gymnastics to reduce blood pressure in elderly people with hypertension.The method that researchers will use is a quasi-experiment by providing brain exercise interventions to elderly people with hypertension. Then an effectiveness analysis was carried out before and after the intervention.Respondent is Pre-elderly and elderly in Jeruksawit Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency. The Research result is the average blood pressure before the intervention with the brain gym was 162.7/100.8 mmHg, while the average blood pressure after the intervention with the brain gym was 141.9/83.02 mmHg. There was a decrease in the mean value of systolic blood pressure of 20.83 mmHg and a decrease in diastolic blood pressure of 17.84 mmHg. Conclusion:  Brain gym is effective for lowering blood pressure in pre-elderly and elderly with hypertension (p = 0.001). Keywords: brain gym; elderly; hypertension
MENGENAL PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN HENTI NAFAS DAN HENTI JANTUNG Budi Kristanto; Diyono, Diyono; Aminingsih, Sri; Sri Yulianti, Tunjung; Khairunisa, Fatimatizzahra
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v4i2.418

Abstract

Kondisi henti napas dan henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan tindakan segera berupa Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk meningkatkan peluang keselamatan. Edukasi pertolongan pertama kepada remaja, khususnya siswa sekolah menengah pertama (SMP), merupakan strategi preventif yang penting dalam menciptakan komunitas yang tanggap darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa terkait penanganan henti napas dan henti jantung melalui pemberian materi, media visual, video animasi, serta praktik langsung teknik RJP. Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa kelas 7 dan kelas 8 SMP Warga Surakarta, metode yang digunakan adalah dengan ceramah diskusi dan demonstrasi. Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah, dilanjutkan penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi oleh pemateri, dan praktik oleh siswa secara bergantian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, antusiasme tinggi, serta keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik. Faktor pendukung utama meliputi dukungan sekolah dan semangat siswa, sementara kendala yang dihadapi berupa keterbatasan alat praktik dan waktu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa usia SMP mampu menerima dan menerapkan pengetahuan dasar pertolongan pertama dengan baik. Kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah terbukti efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Kata kunci: edukasi, henti jantung; henti nafas; pengabdian masyarakat, pertolongan pertama; Resusitasi Jantung Paru (RJP); siswa SMP Respiratory and cardiac arrest are medical emergencies that can occur at any time and require immediate action in the form of Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) to increase the chances of survival. Providing first aid education to adolescents, particularly junior high school students, is a crucial preventive strategy in building an emergency-aware community. This community service activity aimed to improve students' knowledge and skills in handling respiratory and cardiac arrest through structured materials, visual media, animated videos, and hands-on CPR practice. The activity was attended by 70 students from 7th and 8th grades of SMP Warga Surakarta. The event began with a welcome speech from the school, followed by an interactive presentation, a demonstration by the instructors, and hands-on practice by the students. The results indicated a significant improvement in students' understanding, high enthusiasm, and active engagement in both discussions and practice sessions. Supporting factors included strong school support and student motivation, while challenges encountered involved limited equipment and time constraints. The activity demonstrated that junior high school students are capable of understanding and applying basic first aid knowledge effectively. Collaboration between higher education institutions and secondary schools proves to be an effective approach in supporting health promotion and prevention efforts within the community. Keywords: cardiac arrest; Cardiopulmonary Resuscitation (CPR); community service; first aid; health education; Junior High School Students; respiratory arrest
KADAR BETA KAROTEN DAN TINGKAT KESUKAAN SIRUP UBI JALAR KUNING (Ipomea batatas L.) DENGAN PENAMBAHAN SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) : BETA CAROTENE PROPERTIES AND CONSUMER ACCEPTANCE OF YELLOW SWEET POTATO (Ipomoea batatas L.) SYRUP WITH THE ADDITION OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) EXTRACT Putri Ratna Sari; Astuti, Nia Budhi; Budi Kristanto; Sanya Anda Lusiana
GEMA KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v15i2.423

Abstract

Ubi jalar kuning merupakan sumber beta karoten yang cukup tinggi. Beta karoten yang ada dalam ubi jalar dapat mengurangi sekitar 40% risiko terkena penyakit jantung, pencegahan terhadap kanker, penuaan dini, penurunan kekebalan, stroke, katarak dan gangguan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar beta karoten dan tingkat kesukaan sirup ubi jalar kuning dengan penambahan sari belimbing wuluh. Desain penelitian menggunakan quasi experiment, One-Shot Case Study. Uji organoleptik di Laboratorium Pangan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2022 menggunakan panelis agak terlatih sebanyak 20 orang (purposive random sampling).  Jumlah sampel 3 formula sirup ubi jalar kuning dengan penambahan sari belimbing wuluh (F1 = 50, F2 = 100, F3= 150). Analisis beta karoten di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech (SIG) pada tanggal 14-20 Juni 2022, metode yang digunakan adalah HPLC pemeriksaan sebanyak 2 kali pengulangan (duplo). Hasil penelitian menunjukkan kadar beta karoten F1 yaitu 0,02 mg/kg, F2 dan F3 yaitu 0,04 mg/kg dan hasil uji organoleptik warna yang paling disukai adalah F2 (60%), uji kesukaan aroma yang paling disukai F2 (63,3%) dan uji kesukaan rasa paling disukai F2 (48,3%). Kesimpulan penelitian ini bahwa formula sirup F2 yang paling disukai dan formula sirup dengan hasil kadar beta karoten yang tinggi pada F2 dan F3. Kata kunci: Belimbing Wuluh, Beta Karoten,  Organoleptik,  Sirup,  Ubi Jalar Kuning   Yellow sweet potatoes are a relatively high source of beta-carotene. Beta carotene in sweet potatoes can reduce around 40% of the risk of heart disease and prevent cancer, premature aging, decreased immunity, stroke, cataracts, and muscle disorders. This study aims to determine the levels of beta carotene and the level of preference for yellow sweet potato syrup with the addition of starfruit juice. The research design uses a quasi-experiment, One-Shot Case Study. Organoleptic tests at the Health Polytechnic Health Polytechnic Laboratory of the Ministry of Health Jayapura were conducted on 13-16 June 2022 using 20 slightly trained panelists (purposive random sampling). The number of samples was three yellow sweet potato syrup formulas with starfruit juice (F1 = 50, F2 = 100, F3 = 150). Beta carotene analysis at the Saraswati Indo Genetech (SIG) Laboratory on 14-20 June 2022. The method used was HPLC examination with two repetitions (Duplo). The results of the research showed that the beta carotene content of F1 was 0.02 mg/kg, F2 and F3 were 0.04 mg/kg, and the most preferred color organoleptic test results were F2 (60%), the most preferred aroma preference test was F2 (63, 3%). The most preferred taste test was F2 (48.3%). This research concludes that the F2 syrup formula is the most preferred, and the syrup formula with high beta carotene content results in F2 and F3. Keywords: Beta Carotene, Organoleptic, Starfruit, Syrup, Yellow Sweet Potato