Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

PENGARUH PARAMETER MENGGURDI BERTAHAP TERHADAP TERBENTUKNYA RASIO DELAMINASI BAIK PADA SISI MASUK MAUPUN SISI KELUAR LUBANG irwan kurniawan; Ismet Hari Mulyadi
INOVTEK POLBENG Vol 9, No 2 (2019): INOVTEK VOL.9 NO 2 - 2019
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.678 KB) | DOI: 10.35314/ip.v9i2.1031

Abstract

Delaminasi merupakan salah satu jenis kerusakan  kritis pada material Komposit. Delaminasi terjadi akibat sebagian dari benda kerja tidak terpotong secara sempurna akan tetapi dilakukan proses pemotongan dengan cara memberikan penekanan melalui pahat gurdi ke material, justru yang terjadi deformasi plastis disebabkan mekanisme penekanan, pada umumnya kondisi seperti ini terjadi pada material  lunak yang memiliki mampu mesin yang rendah dan cenderung menghasilkan cacat seperti delaminasi baik pada bagian masuk (Entrance) maupun keluar lubang (Exit).  penggunaan geometri pahat yang dimodifikasi bertingkat bukanlah  merupakan  kondisi yang  terjadi sebenarnya. Untuk saat ini, kondisi tersebut baru dapat dipenuhi dalam  skala laboratorium, untuk  kondisi sebenarnya penggunaan  metoda menggurdi Step drilling ( Page Drilling Cycle) yang paling memungkinkan  Oleh karena itu pada penelitian ini difokuskan untuk melihat peluang penggunaan metoda  menggurdi bertahap. Dengan menggunakan Rancangan  Metode Taguchi Orthogonal Array L36 pengamatan dilakukan. Hasilnya dianalisa dengan  menggunakan metoda Signal-to-Noise Ratio (S/N ratio) dan ANOVA (Analysis of Variances).  Hasil dari   S/N ratio mengindikasikan bahwa gerak makan kontribusinya sangat kecil untuk menggurangi delaminasi dalam  suatu sistem pemotongan kemungkinan ini disebakan karena gerak makan yang diberikan itu merupakan  rentang yang kecil secara teoritis tidak akan berpengaruh besar terhadap terbentukanya delaminasi 
Pengaruh jarak susun lapisan penguat Komposit Serat Daun Nanas / Termoplastik pada Pembentukan Delaminasi Zul Nain; Ismet Hari Mulyadi; Mochamad Asrofi
INOVTEK POLBENG Vol 10, No 1 (2020): INOVTEK VOL. 10 N0 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.274 KB) | DOI: 10.35314/ip.v10i1.1284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi jarak serat penguat dalam laminasi komposit pada pembentukan delaminasi. jarak serat penguat yang dipilih adalah 1 mm, 2 mm dan 3 mm dalam laminasi komposit dari matriks polimer etilen vinil asetat (EVA) dengan serat penguat dari daun nanas. Metode yang digunakan dalam fabrikasi komposit adalah hand lay-up, yaitu dengan pengecoran langsung pada tiga lapisan serat yang telah dianyam dan diikat ke sisi cetakan. Untuk kecepatan potong, Vf 144 mm / min, menggunakan pahat bor berdiameter 4 mm dengan sudut pahat 70o. Delaminasi ditentukan dengan metode Feda. Bagian delaminasi diamati menggunakan mikroskop digital dan kemudian diproses menggunakan AutoCAD untuk mengukur Dmax dan Ad. Rasio delaminasi pada lubang atas untuk jarak 1 mm, 2 mm dan 3 mm masing-masing adalah 1,417, 1,362 dan 1,324 untuk lubang bawah adalah 1,114, 1,098 dan 1,076.                                 Kata kunci: Delaminasi; komposit laminasi; etilena vinil asetat; serat daun nanas; proses penggurdian.
HUBUNGAN ANTARA KEAUSAN TEPI PAHAT DENGAN RASIO DELAMINASI LUBANGATAS PADA PROSES MENGGURDI KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT DAUN NANAS ( PALFs ) mur dani murdani; Ismet Hari Mulyadi Ismet Hari Mulyadi
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2920

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terjadinya delaminasi dengan keausan tepi pahat pada proses menggurdi material komposit berpenguat serat daun nanas. Untuk material komposit berpenguat serat daun nanas dipersiapkan dalam bentuk lembaran yang dijalin (woven mat).Lembaran komposit kemudian disusun dalam3 (tiga) lapisan (stacking) dalam matrik termoplastik dengan metoda Hand Lay-up. Adapun orientasi serat masing-masing lembaran adalah 900 dan 450.Komposit kemudian dilubang dengan mempergunakan proses menggurdi dengan dua kondisi, yaitu kondisi ringan dan berat. Kualitas lubang dalam aspek delaminasi dan keausan tepi pahat diukur dengan mempergunakan mikroskop optik yang dilengkapi perangkat lunak pengukuran. Selanjutnya hubungan antara nilai rasio delaminasi dan keausan tepi pahat hasil menggurdi dibangun. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara pertumbuhan keausan tepi pahat dengan terjadinya delaminasi lubang pada proses menggurdi material komposit ini dan dengan kondisi pemotongan yang dipilih. Hasil ini telah diverifikasi dengan menggunakan Analysis of Variances (ANOVA) dan Trend Analysis.
PENGARUH SUDUT PAHAT PADA PENGGURDIAN KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS / TERMOPLASTIK PADA PEMBENTUKAN DELAMINASI Zulkarnain Zulkarnain; Ismet Hari Mulyadi; Jupri Jupri; Siswandi B
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3325

Abstract

This study aims to determine the effect of the Gurdi tool angle on delamination in composite laminates in the formation of delaminations. The spacing of the selected reinforcing fibers was 2.4 and 6 mm in a composite laminate of ethylene vinyl acetate (EVA) polymer matrix with reinforcing fibers from pineapple leaves. The method used in composite fabrication is hand lay-up, namely by direct casting on three layers of fiber that has been woven and tied to the sides of the mold. For cutting speed, Vf 72 mm / min, using a chisel with a diameter of 8 mm with a tool angle of 70o and 118o. Delamination was determined using the Feda method. The delamination sections were observed using a digital microscope and then processed using AutoCAD to measure Dmax and Ad. The delamination ratio in the top hole for the tool diameter of 8mm with a 70° angle at the variation of the distance of 2 mm, 4 mm and 6 mm were 1.268, 1.224 and 1.192 for the bottom hole were 1.078, 1.042 and 1.029, respectively. Meanwhile, the ratio of delamination in the upper hole for a tool diameter of 8mm with an angle of 118° at a distance variation of 2mm, 4mm and 6mm were 1.194, 1.194, 1.158 for the bottom hole, respectively, 1.046, 1.042 and 1.038.
PENGARUH SUDUT PAHAT PADA PENGGURDIAN KOMPOSIT SERAT DAUN NANAS / TERMOPLASTIK PADA PEMBENTUKAN DELAMINASI Zulkarnain Zulkarnain; Ismet Hari Mulyadi; Jupri Jupri; Siswandi B
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3325

Abstract

This study aims to determine the effect of the Gurdi tool angle on delamination in composite laminates in the formation of delaminations. The spacing of the selected reinforcing fibers was 2.4 and 6 mm in a composite laminate of ethylene vinyl acetate (EVA) polymer matrix with reinforcing fibers from pineapple leaves. The method used in composite fabrication is hand lay-up, namely by direct casting on three layers of fiber that has been woven and tied to the sides of the mold. For cutting speed, Vf 72 mm / min, using a chisel with a diameter of 8 mm with a tool angle of 70o and 118o. Delamination was determined using the Feda method. The delamination sections were observed using a digital microscope and then processed using AutoCAD to measure Dmax and Ad. The delamination ratio in the top hole for the tool diameter of 8mm with a 70° angle at the variation of the distance of 2 mm, 4 mm and 6 mm were 1.268, 1.224 and 1.192 for the bottom hole were 1.078, 1.042 and 1.029, respectively. Meanwhile, the ratio of delamination in the upper hole for a tool diameter of 8mm with an angle of 118° at a distance variation of 2mm, 4mm and 6mm were 1.194, 1.194, 1.158 for the bottom hole, respectively, 1.046, 1.042 and 1.038.