Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KONVERSI

PENGARUH SUHU APLIKASI TERHADAP VISKOSITAS LEM ROKOK DARI TEPUNG KENTANG Diana Apriyanti; Nurul Hidayati Fithriyah
JURNAL KONVERSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.2.1.%p

Abstract

. Sebuah perekat atau lem, adalah campuran cairan dalam keadaan semi-cair atau yang melekat atau ikatan item bersama. Perekat dapat berasal dari sumber alam atau sintetis. Kini tingkat persaingan yang tinggi menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sehingga perusahaan perlu memberikan perhatian serius terhadap kualitas produk yang akan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian agar kualitas produk semakin baik.Dalam penelitian ini dipelajari “ Pengaruh Suhu Aplikasi Terhadap - Viskositas Lem Rokok Dari Tepung Kentang “. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Quality Control PT. LF Asia, Jl. Raya Bogor km 28 Jakarta Timur. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah tepung kentang, actiside, antifoam, dan air. Bahan-bahan tersebut akan dicampur, untuk proses pembuatan lem rokok. Setelah lem tersebut jadi, maka lem akan dicek viskositasnya dengan menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Viskometer yang digunakan yaitu Viskometer Brookfield LVT 3/30. Pada penelitian ini digunakan suhu aplikasi 15°, 20°, 25°, 30° dan 35 °C untuk pengecekan viskositas lem dan analisa organoleptis lem rokok tersebut.Pada penelitian ini, digunakan lem yang berbahan dasar tepung kentang sebagai bahan untuk membuat lem kertas rokok, karena tepung kentang memiliki daya rekat yang cukup kuat, selain itu tepung kentang cukup aman digunakan sebagai lem rokok karena berasal dari bahan nabati yang memiliki warna kekuningan dan tidak akan merubah warna kertas rokok saat digunakan sebagai lem kertas. Kata Kunci : Viskositas, lem rokok, tepung kentang
REVIEW ON HARD SEGMENT INFLUENCESON THE PHYSICALPROPERTIES OF THERMOPLASTICPOLYURETHANES Nurul Hidayati Fithriyah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.1.%p

Abstract

Thermoplastic polyurethanes (TPUs) are the fastest growing market in polyurethane technology mainly due to their easy process ability, versatile properties and recyclable nature. They find applications in high performance materials like coatings, adhesives, fibres and foams in a variety of industries ranging from automotive and footwear to medical implants. TPUs are linear block copolymers comprising of alternating soft and hard segments. The versatile properties of TPUs are usually attributed to their phase-separated morphologies. Different parameters are known to affect TPUs physical properties. One of those is their chemical architecture that is the statistical arrangement of hard segments (HS) and soft segments (SS).In particular the architecture of the HS will influence the molecular structure and intermolecular interaction. Its role as physical crosslink sites will govern thermal, mechanical and morphological properties. Hence a modification of HS chemical architecture might adjust the ultimate properties of TPU. This implication is important in process control of production and design of application. Therefore this paper will review various studies to understand the effect of different architecture to the properties of TPU. Keywords: thermoplasticpolyurethanes, hard segment architecture, physical properties
PEMBUATAN PELET PROBIOTIK DARI LIMBAH AMPAS TAHU UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN TERNAK Mabrur Mabrur; Nurul Hidayati Fithriyah
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.4

Abstract

Tahu merupakan makanan khas di Indonesia yang terbuat dari kedelai. Makanan ini terkenal meluas di lingkungan masyarakat karena harganya yang terjangkau, mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu menggumpal saat bereaksi dengan asam. Penggumpalan protein oleh asam cuka berlangsungbegitu cepat sehingga sebagian air yang semula tercampur akan terperangkap didalamnya. Pengeluaran air yang terperangkap didalamnya menggunakan tekanan. Semakin besar tekananyang diberikan, semakin banyak air yang dikeluarkan dari gumpalan protein. Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut sebagai tahu. Dari hasil proses pembuatan tahu ini menghasilkan limbah dari filtrasi berupa limbah cair dan padat, limbah padat dikenal dengan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang tinggi. Penggunaan probiotik telah lama digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh para petani ikan dalam pemanfaatan pakan yang efisien. Pemberian probiotik dalam pakan dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan dengan meningkatkan enzim pencernaan yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan sebagai deposit untuk pertumbuhan. Melalui percobaan ini, dibuat pemanfaatan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sebagai pelet pakan ternak khususnya ikan lele tanpa penambahan probiotik dan dengan penambahan probiotik dengan berbagai variasi dosis untuk mengetahui perbandinganperkembangan berat dan panjang ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P15 terhadap ikan lele memberikan hasil yang optimal dengan penambahan berat 0,67 gram dan panjang 22,4 cm.