Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PEMANFAATAN LIMBAH KACA UNTUK SINTESIS ZEOLIT DENGAN VARIASI WAKTU TINGGAL DALAM REAKTOR HIDROTERMAL Ericha Indriani Marjuki; Nanda Amelia; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kaca sebagai sumber silika pada sintesis zeolit dengan menggunakan metode hidrotermal. Bahan baku yang digunakan dalam sintetis zeolit adalah limbah kaca yang di dapat dari laboratorium atau disebut dengan borosilikat, dan bahan pembantu nya yaitu Natrium Hidroksida ( NaOH) dimana bahan tersebut digunakan untuk membentuk Natrium Silikat dengan konsentrasi NaOH 3M. Larutan Natrium Silikat dicampur dengan Natrium Aluminat dengan cara dicampurkan kemudian diaduk menggunakan magnetic stirrer dan dimasukkan ke dalam reaktor hidrotermal dengan suhu 100◦C dengan variasi waktu tinggal 3 jam; 3,5 jam; 4 jam; 4,5 jam; 5 jam. Hasil rendemen tertinggi diperoleh dari varian waktu tinggal 4 jam namun struktur yang terbentuk belum stabil karena masih mengikat karbonat. Sedangkan tertinggi kedua ialah 4.5 jam dengan struktur zeolit yang stabil dan murni serta kekuatan adsorpsi sebesar 76%. Dari perhitungan yield adsorpsi di dapatkan bahwa waktu tinggal optimum ialah 4,5 jam dengan yield sebesar 11,61%. Zeolit yang terbentuk memiliki rasio Si:Al sebesar 1:1. Zeolit yang memiliki struktur yang stabil dan murni ialah zeolit dengan struktur Na8Al6Si6O24(OH)2(H2O)2 dengan panjang gelombang 863-877 cm-1.
PENGARUH KADAR KATALIS NIKEL DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING PADA BESARNYA BILANGAN OKSIRAN DAN BILANGAN IOD DARI REAKSI EPOKSIDASI METIL OLEAT Athiek Sri Redjeki; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri elektroplating masih mengandung bermacam-macam senyawa logam, antara lain nikel. Pemanfaatan limbah elektroplating untuk pembuatan katalis Nikel dilakukan dengan proses hidrotermal. Katalis yang dihasilkan diuji efektifitasnya dengan cara memanfaatkannya untuk reaksiepoksidasi metil oleat. Sebagai senyawa pembawa oksigen digunakan asam asetat. Variabel yang digunakan adalah konsentrasi katalis 20%, 40%, 60%, dan 80% dari berat asam asetat glasial. Temperatur reaksi 70oC, dan waktu reaksi bervariasi 1,2,3 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan tingginya nilai oksiran yaitu sebesar 1,24 pada konsentrasi katalis 20% dan waktu reaksi 4 jam, sedangkan bilangan iod yang diperoleh sebesar 64,81.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN GELATIN DARI TULANG IKAN NILA MERAH Fadjar Rahayu; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin adalah sejenis derivat protein yang dapat diekstraksi dari tulang. Tulang ikan nila merah dapat digunakan  sebagai bahan baku pembuatan gelatin. Ekstraksi gelatin dari tulang ikan dapat memanfaatkan limbah pengolahan ikan agar memiliki nilai ekonomis, juga sebagai alternatif untuk memperoleh gelatin yang halal. Tulang ikan nila merah dibersihkan dari sisa daging dan lemak, kemudian dipotong kecil-kecil. Potongan tulang ikan nila merah kemudian direndam dalam asam klorida 5% v/v dengan perbandingan tulang dan asam 1 : 5 b/v selama 36 jam sehingga terbentuk ossein. Ossein yang terbentuk dinetralisasi sampai pH 4-5, kemudian diekstraksi jaringan kolagennya menjadi gelatin dalam aquadest dengan variasi waktu 1,5; 3; 5; 7 dan 9 jam pada suhu 55°C, untuk mengetahui waktu ekstraksi optimum. Rendemen gelatin dihitung sebagai persen berat gelatin dalam tulang ikan. Dari penelitian ini didapat waktu (X) optimum ekstraksi untuk mendapatkan rendemen gelatin (Y) maksimum dari tulang ikan nila merah selama 5 jam, dengan persamaan Y = 0,00492X3 + 0,0305X2 – 1,2062X + 15,0593 dengan korelasi R2 = 0,8468.
PEMBUATAN ZEOLIT SINTETIS BERTEKNOLOGI HIDROTERMAL DARI LIMBAH KACA DENGAN VARIASI NaOH DALAM PEMBUATAN LARUTAN NATRIUM SILIKA Nanda Amelia; Ericha Indriani Marjuki; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kaca sebagai sumber silika pada sintesis zeolit dengan menggunakan hidrotermal. Bahan baku yang digunakan dalam sintetis zeolit adalah limbah kaca, dan bahan pembantu nya yaitu Natrium Hidroksida (NaOH) dan Natrium alumina ( Na2Al2O4 ). Pembuatan Natrium Silikat yaitu dengan melibatkan bahan utama yaitu limbah kaca dan bahan pembantu (NaOH) yang memiliki variasi konsentrasi 2 ; 2,5 ; 3 ; 3,3 ; 4. Larutan natrium silikat dibuat dengan menggunakan metode sol-gel, keadaan optimum pada larutan diperlukan hasil rendemen konsentrasi serta analisa kandungan yang terdapat pada larutan natrium silikat sampel dengan alat FTIR, di mana kandungan yang terbentuk adalah vibrasi ulur Si-O pada silanol yang terdapat di puncak bilangan gelombang 979,521 cm-1 dan dengan rendemen yang didapat yaitu 72,88 % pada konsentrasi 3 M. Setelah di dapat kondisi optimum pada larutan natrium silikat, kemudian di sintesa dengan natrium aluminat untuk mendapatkan produk zeolit. Zeolit dibuat dengan menggunakan teknologi Hidrotermal. Zeolit tersebut diuji kapasitas adsorpsinya dengan hasil yang didapat adalah 1,31 pada zeolit sampel dan 1,11 pada zeolit komersial (gr / gr zeolit).
Pengaruh Perbedaan Suhu Kalsinasi pada Sintesa Nanopigmen CoAl2O4 Zulfikar Adi Bhaskara; Fini Rizkita; Anna Aqmaliah; Nurul Hidayati Fithriyah; Athieq Sri Redjeki
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kobalt merupakan bahan kimia yang umum digunakan sebagai bahan pewarna di berbagai industri, oleh karena itu dilakukan pengembangan alternatif pembuatan pewarna dengan bahan baku  CoAl2O4  sebagai pigmen pada keramik dengan teknologi nano. CoAl2O4 disintesa dengan metode bottom up dan kemudian dikalsinasi untuk menghasilkan pigmen. Nanopigmen kemudian dilakukan pengujian pengaruh suhu kalsinasi dan karakteristik yaitu XRD dan SEM. Variabel suhu kalsinasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu suhu 400, 500, 600,700 dan 800oC dengan kondisi pH 8, waktu pengadukan 2.5 jam dan penambahan tween sebagai surfaktan. Dari peneliatian ini didapatkan hasil optimum pada suhu 800oC melalui pengujian XRD dengan hasil; height: 163.4 dengan d-spacing 1.99229.Kata kunci: Kobalt, nanopartikel, pigmen
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DALAM ASAM TERHADAP RENDEMEN GELATIN DARI TULANG IKAN NILA MERAH Ika Nanda Arima; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tulang ikan nila merah yang mengandung kolagen dapat dimanfaatkan dalam pembuatan gelatin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu perendaman tulang dalam asam terhadap pembentukan rendemen gelatin yang dihasilkan. Gelatin ini termasuk ke dalam golongan tipe A karena menggunakan asam sebagai bahan perendamnya. Metode yang digunakan adalah ekstraksi yang sebelumnya melalui tahapan pencucian sampel, pengecilan ukuran, perendaman dalam asam klorida 5% dengan variabel waktu yang digunakan adalah 10, 24, 36, 48, dan 60 jam, netralisasi, ekstraksi, filtrasi, pengeringan. Analisa sifat fisika dan kimia yang dilakukan meliputi pH, kadar air, kadar abu dan rendemen gelatin. Hasil analisa pH, kadar air, dan kadar abu gelatin masih memenuhi SNI 06-3735, yaitu berturut-turut 5,2; 7,3% dan 0,92%. Dari hasil penelitian diketahui waktu perendaman optimal didapat pada lama perendaman 36 jam, sebab lebih dari itu rendemen mengalami penurunan. Korelasi waktu perendaman (X) dengan rendemen gelatin (Y) adalah  Y= -0,003X2 + 0,254X – 4,836 , dengan persen ralat sebesar 4,69 %.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) TERHADAP pH DAN SIFAT ANTIMIKROBIAL SABUN CAIR Fatma Sari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah; Nelfiyanti Nelfiyanti; Susanty Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak padi mengandung nutrisi dan berbagai senyawa aktif untuk keperluan pangan maupun non pangan. Salah satu bahan yang terkandung di dalamnya adalah minyak. Minyak dedak padi mengandung asam lemak jenuh maupun tidak jenuh, minyak atsiri yang mengandung bioaktif sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak minyak dedak padi terhadap pH dan sifat antimikroba sabun cair. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair dengan bahan baku asam stearat, asam laurat, asam miristat, KOH dan ekstrak minyak dedak padi sebagai bahan tambahan dengan cara mencampurkan semua bahan termasuk bahan tambahan pada temperatur kamar dengan variasi ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% (v/v), selanjutnya dilakukan analisis pH, uji antimikroba, dan analisis korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai penambahan ekstrak minyak dedak padi, besarnya pH cenderung tetap. Pada penambahan ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6% menunjukkan pH 7 dan pada penambahan ekstrak 8%,10% pH mengalami penurunan menjadi 6, hal ini dikarenakan minyak dedak padi bersifat asam. Hasil ini sesuai dengan SNI 1996 persyaratan pH sabun mandi cair berkisar antara 6-8. Kemampuan penghambatan mikroba eschericia coli tetap sebesar 8 cm dan penghambatan mikroba staphylococcus aureus meningkat, terbesar pada ekstrak minyak dedak padi 10% yaitu 21 cm. Ekstrak minyak dedak padi mempunyai kemampuan menghambat mikroba Esherichia coli dan Staphylococcus aureus
PENGARUH WAKTU INKUBASI TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DALAM PEMBUATAN FRUITGHURT DARI KULIT BUAH SEMANGKA Yunita Ardiyawati; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfataan limbah kulit semangka sebagai bahan baku dalam pembuatan fruitghurt ini dilakukan untuk mendayagunakan limbah kulit semangka menjadi suatu produk pangan yang bermanfaat dan untuk mengurangi limbah buangan sisa semangka yang tidak dikonsumsi. Fruitghurt merupakan produk makanan hasil fermentasi sari buah-buahan yang berupa cairan kental hingga semi padat dengan cita rasa asam yang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari waktu inkubasi optimum dalam proses pembuatan kulit semangka menjadi fruitghurt. Metode penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu preparasi bahan baku, persiapan bibit (starter), dan inkubasi (fermentasi). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi waktu inkubasi (0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari) dengan konsentrasi starter 20% b/b dan suhu tetap 400C. Pengukuran tingkat keberhasilan dilakukan dengan pengujian secara kualitatif (pembentukan gas dan bau) dan kuantitatif (kadar asam laktat). Kadar asam laktat ditetapkan secara titrimetri dengan titran NaOH 0,05 N. Pembentukan gas teramati dimulai sejak hari ke- 2 dan bau asam yang khas mulai teramati pada hari ke- 2. Kadar asam laktat maksimum sebesar 1,31% didapatkan pada waktu inkubasi optimum yaitu hari ke-5. Hasil ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar asam laktat probiotik susu (yoghurt) yaitu sebesar 0,5% - 2,0%.
PENGARUH KONSENTRASI STARTER TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DALAM PEMBUATAN FRUITGHURT DARI KULIT BUAH SEMANGKA Anggita Niwan Mawarni; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfataan limbah kulit semangka sebagai bahan baku dalam pembuatan fruitghurt ini dilakukan untuk mendayagunakan limbah kulit semangka menjadi suatu produk pangan yang bermanfaat dan untuk mengurangi limbah buangan sisa semangka yang tidak dikonsumsi. Fruitghurt merupakan produk makanan hasil fermentasi sari buah-buahan yang berupa cairan kental hingga semi padat dengan cita rasa asam yang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi starter optimum dalam proses pembuatan kulit semangka menjadi fruitghurt. Metode penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu preparasi bahan baku, persiapan bibit (starter), dan fermentasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penambahan jumlah starter (2% b/b, 5% b/b, 10% b/b, 15% b/b, dan 20% b/b) dengan tetapan suhu 400C. Pengukuran tingkat keberhasilan dilakukan dengan pengujian secara kualitatif (pembentukan gas dan bau) dan kuantitatif (kadar asam laktat). Kadar asam laktat ditetapkan secara titrimetri dengan titran NaOH 0,05 N. Pembentukan gas teramati dimulai sejak hari ke- 2 dan bau asam yang khas mulai teramati pada hari ke- 2. Kadar asam laktat optimum didapatkan pada konsentrasi starter 20% b/b yaitu sebesar 1,31%. Hasil ini sesuai dengan baku mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar asam laktat probiotik susu (yoghurt) yaitu 0,5% - 2,0%.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L) DENGAN METODE EKSTRAKSI ULTRASONIK Fatma Sari; Yustinah Yustinah; Nurul Hidayati Fithriyah; Susanty Susanty; Nisrina Harum A
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung metabolit sekunder yaitu terdiri dari, flavonoid, tanin, monoterpenoid polifenol,, siskulterpen, alkaloid, kuinon dan saponoid, vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Kandungan flavonoid merupakan senyawa fenol dapat menghambat dinding sel, sehingga flavonoid berpotensi sebagai antioksidan. Daun jambu biji dapat digunakan sebagai antioksidan alami, dengan cara di ekstraksi terlebih dahulu untuk mengambil zak aktif yang terkandung. Penelitian menggunakan metode ekstraksi ultrasonik dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 5,10,15,20,25 (menit) dengan perbandingan bahan dan pelarit 1:10. Ekstrak yang dihasilkan kemudian di hitung kadar flavonoid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan analisa kualitatif menggunakan FTIR. Rendemen terbaik dihasilkan pada waktu ekstraksi pada waktu 20 menit dengan hasil rendemen 14,70 %. Kurva baku kuersetin kemudian diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0.2213x-0.0963 dengan R2 = 0, 9924. Kadar flavanoid total terbaik dihasilkan pada waktu ekstraksi 5 menit dengan kadar flavanoid total 3,29 %. Dari analisa FTIR didapatkan serapan senyawa C-O, C-H, C=O dan juga OH yang merupakan gugus fungsi dari flavanoid.