Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KAJIAN PEMBERIAN MICROORGANISME LOKAL (MOL) BUAH JERUK PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Anwar, Khairul; Wisuda, Nova Laili; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i1.10415

Abstract

Micro Organisme lokal (MOL) memiliki peran pada pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara mikro dan makro serta mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman. Pengunaan MOL sangat penting untuk menunjang pertumbuhanan dan hasil tanaman kacang hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian MOL buah jeruk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Factor Tunggal dengan 3 perlakuan yaitu konsentrasi MOL  50 ml/L (D1), 75 ml/L (D2), 100 ml/L (D3) dimana setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga total menjadi 9 petak.  Data hasil penelitian selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan Analysis of varian (Anova), bila terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata antar perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi MOL buah jeruk berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot berangkasan segar, bobot berangkasan kering, bobot polong pertanaman, bobot polong perpetak, jumlah polong pertanaman, dan berat biji kering per tanaman kecuali tinggi tanaman pada 14 HST pada ketiga perlakuan, yaitu dari 50 ml/L, 75 ml/L, 100 ml/L
Efektivitas Konsentrasi Ekstrak Kecambah Kacang Hijau dan Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Regenerasi Eksplan Artemisia (Artemisia annua L.) Secara In Vitro Wisuda, Nova Laili; Silviana, Silviana; Yuliani, Farida
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i1.10436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) dan komposisi ZPT terhadap regenerasi eksplan artemisia (Artemisia annua L.) melalui teknik kultur jaringan. Penelitian  dilaksanakan di Laboratorium Kultur jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Muria Kudus. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - September 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan 10 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu (A0) 0 g/l, (A1) 1,25 g/l, dan (A2 ) 2,5 g/l. Faktor kedua adalah komposisi ZPT BAP dan NAA yaitu  (B1) media MS + BAP 0,5 ppm, (B2) media MS + BAP 0,5  ppm + NAA 0,5 ppm, dan (B3) media MS + NAA 0,5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kecambah kacang hijau berpengaruh terhadap regenerasi eksplan A.annua secara in vitro khususnya dalam pembentukan tunas yaitu pada perlakuan MS+1,25 g/l ekstrak+BAP 0,5 ppm+NAA 0,5 ppm (A1B2) yang mampu menghasilkan muncul tunas tercepat dan jumlah tunas terbanyak. Komposisi ZPT (B) berpengaruh nyata terhadap muncul kalus dan bobot segar kalus A.annua. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan konsentrasi ekstrak kecambah kacang hijau (A) dan komposisi ZPT  (B) terhadap  regenerasi eksplan A.annua secara in vitro yang  terjadi pada saat muncul kalus dan bobot segar kalus.
Aplikasi Giberelin terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Produktivitas Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Wisuda, Nova Laili; Irfan, Muhammad Dafiq; Supriyo, Hadi
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i1.8251

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gibererin terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah (Arachis hypogea L.) dimana dilaksanakan di Desa Peganjaran Kecamatan Bae Kabupaten Kudus pada ketinggian 69,1 meter di atas permukaan laut (mdpl). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) yang terdiri dari empat taraf perlakuan konsentrasi giberelin (0 ppm (G0), 75 ppm (G1), 150 ppm (G2). 225ppm (G3) ketika dimana tiap perlakuan diulang 3 kali (blok sebagai ulangan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin pada analisa lanjut Uji jarak berganda Duncan (UJBD) level 5% berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah polong kosong dan isi, bobot brangkasan dan bobot 100 biji. Pada hasil menunjukkan bobot 100 biji sebesar 44,03 gram pada pemberian giberelin 225 ppm berbeda nyata dengan kontrol dengan bobot 40,39 gram. Tanaman kacang tanah merespon positif semua konsentrasi giberelin, hal ini menunjukkan aplikasi giberelin efektif pada pertumbuhan dan produktivitas.AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of gibberellin concentration on the growth and yield of peanuts (Arachis hypogea L.) which was carried out in Peganjaran Village, Bae District, Kudus Regency at an altitude of 69.1 meters above sea level (masl). This study used an experimental method based on a Completely Randomized Block Designed (CRBD) consisting of four levels of gibberellin concentration treatment (0 ppm (G0), 75 ppm (G1), 150 ppm (G2). 225ppm (G3) when each treatment was repeated 3 times (block as a test). The results showed that gibberellin concentration in the advanced analysis of Duncan's Multiple Range Test (UJBD) level of 5% had a significant effect on plant height parameters, the number of empty pods, stuffed pods, the weight of the stove and weight of 100 seeds. The results showed that the weight of 100 seeds at 44.03 grams for treatment of gibberellin 225 ppm was significantly different from the control with a weight of 40.39 grams. Peanut plants respond positively to all gibberellin concentrations, this indicates the effective application of gibberellin on growth and productivity.
PENGARUH PEMBERIAN MICROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Anwar, Khairul; Wisuda, Nova Laili; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i1.13074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.), mengingat pentingnya pengembangan pertanian yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kesehatan tanah. Penggunaan MOL dari bonggol pisang menjadi krusial dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) wilayah Semarang, specifically di Kebun Palawija Rendole I Pati. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor tunggal yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu konsentrasi MOL 0 ml/l (Mo), 150 ml/l (M1), dan 300 ml/l (M2), dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga total terdapat 9 plot percobaan. Data hasil penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA), dan jika terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan, akan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan's Multiple Range Test) dengan tingkat signifikansi α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MOL dari bonggol pisang berpengaruh signifikan terhadap berbagai parameter seperti bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, dan kadar gula, dengan hasil terbaik pada perlakuan M2 (300 ml/L).
Kajian Jenis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Anwar, Khairul; Wisuda, Nova Laili
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v1i2.9144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Mangunlegi, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati pada ketinggian tempat 1-4 meter di atas permukan laut (mdpl) sejak bulan Oktober 2021 hingga Januari 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan faktor tunggal terdiri atas 4 perlakuan yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari tanpa pupuk (J0), pupuk organik sapi dosis 20 ton/ha (J1), pupuk organik kambing dosis 20 ton/ha  (J2), dan pupuk organik ayam dosis 20 ton/ha (J3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik ayam pada analisa lanjut Uji jarak berganda Duncan (UJBD) level 5% berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot berangkasan segar, bobot polong per tanaman dan jumlah polong pertanaman. Pada hasil menunjukan pengunaan pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan berat biji per tanaman 17.67gram berbeda nyata dengan kontrol sebesar 13.56 gram. Tanaman kacang hijau merespon positif semua pupuk organik hal ini menunjukkan aplikasi pupuk organic efektif pada pertumbuhan dan produktivitas.
Bahasa Indonesia: english Wisuda, Nova Laili; Wongloom, Prisana
Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection) Vol. 4 No. 2 (2020): December 2020
Publisher : Plant Protection Department, Faculty of Agriculture, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpt.4.2.64-72.2020

Abstract

The Good Agriculture Practices (GAP) has been practiced in many countries, including Thailand. This study aimed to examine the GAP system's effect on pest arthropods' diversity and their natural enemies in the early generative period of rice cultivation in Phattalung Province, Thailand. The research was conducted in the rice fields of Pradoo Reang Village, Phattalung Province, Southern Thailand. Sampling was carried out using the selected method with a diagonal separation direction and repeated three times. Diversity, evenness, and dominance of pests and natural enemies were determined using the Shannon Wiener index, Evenness index, and Simpson index. The results showed that the pest population found in lowland rice fields planted with the GAP cultivation system was lower than conventional, but with a higher natural enemy population. Pest arthropods in the GAP cultivation system had a higher diversity index compared to conventional, with moderate pest evenness and similarity indexes. Arthropods that act as natural enemies in the GAP cultivation system had a moderate diversity index, with a higher evenness index than conventional, and a moderate similarity index. The two highest of herbivores were Nephotettix virescens and Leptocorisa oratorius, and the two highest of natural enemies were Verania discolor and Agriocnemis sp.Keywords: Agroecosystem, Arthropods, organic, sustainable agriculture
PENGARUH PEMOTONGAN UMBI DAN JENIS MULSA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. ) Arini, Nindya; Wisuda, Nova Laili; Fahriyani, Fera
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3987

Abstract

Shallot is a strategic horticultural crop that has many uses, so the demand is high. Fulfilling the needs for shallots is associated with the need for improvements or enhancements in technical terms of shallot cultivation. This research, which aims to study the effect of cutting tubers and the type of mulch on the growth and yield of shallots (Allium ascalonicum L.), has been carried out in Ngemplak Village, Nalumsari District, Jepara Regency with an elevation of 50 meters above sea level from March to June. 2020. This study used a factorial experiment method on the basis of a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of 2 (two) factors as treatment with 3 (three) repetitions (blocks as repetitions). The first factor, cutting shallot bulbs (P), is divided into 3 levels, namely: without cutting (P0), cutting 1/3 part (P1) and cutting ¼ part (P2). The second factor, the type of mulch (M), was also divided into 3 levels, namely: Without mulch (M0), silver black plastic mulch (M1) and rice straw mulch (M2). The results of this study indicate that cutting tubers has a significant effect on the growth and yield of shallot plants, as indicated by the parameters of the number of leaves at the age of 2 to 6 weeks after planting (MST) and the weight of fresh tubers per hill. The type of mulch also significantly affected the growth and yield of shallot plants as indicated by the parameters of plant height at 6 WAP, number of leaves at 4 and 6 MST and fresh tuber weight per plot. Keywords : mulch, shallot, tubers INTISARIBawang merah merupakan tanaman hortikultura startegis yang memiliki banyak kegunaan sehingga permintaannya tinggi. Pemenuhan kebutuhan bawang merah dikaitkan dengan perlunya perbaikan atau peningkatan dalam hal teknis budidaya bawang merah. Penelitian ini yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemotongan umbi dan jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.), telah dilaksanakan di Desa Ngemplak, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara dengan ketinggian tempat 50 meter diatas permukaan laut sejak bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 (dua) faktor sebagai perlakuan dengan 3 (tiga) ulangan (blok sebagai ulangan). Faktor yang pertama, pemotongan umbi bawang merah (P), terbagi dalam 3 taraf, yakni:Tanpa pemotongan (P0), pemotongan 1/3 bagian (P1) dan pemotongan ¼ bagian (P2). Adapun faktor kedua, jenis mulsa (M), juga terbagi dalam 3 taraf, yakni: Tanpa mulsa (M0), mulsa plastik hitam perak (M1) dan mulsa jerami padi (M2). Hasil penelitian ini menujukkan, bahwa pemotongan umbi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, sebagaimana yang ditunjukkan oleh parameter jumlah daun pada umur 2 sampai 6 minggu setelah tanam (MST) dan bobot umbi segar per rumpun. Adapun jenis mulsa juga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah seperti yang ditunjukkan oleh parameter tinggi tanaman pada umur 6 MST, jumlah daun pada umur 4 dan 6 MST dan bobot umbi segar per petak Kata Kunci : bawang merah, mulsa, umbi