Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IbM ‘Fruit Tree’ sebagai Media Pengenalan Angka dalam Bahasa Inggris untuk TK Aba Tlogoadi I Setya Putri Rahayu; Dita Kristiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.888 KB)

Abstract

Kemampuan berbahasa berkembang sangat pesat pada usia dini ketika masa kanak-kanak yang didominasi oleh langkah-langkah melihat, mengamati, dan menirukan. Masa kanak-kanak merupakan periode emas untuk membentuk pengetahuan dan perilaku yang akan diaplikasikan pada masa depan. Perkembangan kemampuan bahasa anak berkembang melalui du acara yaitu genetik dan lingkungan. Kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan sebagaimana perkembangan otak yang terbentuk berdasarkan bukan hanya kode genetic yang telah ada sejak dilahirkan tetapi juga pengaruh lingkungan dari luar. Begitu pula Bahasa yang pada dasarnya digunakan untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar (Oates & Grayson, 2004). Oleh karena itu, pengenalan Bahasa Inggris sebagai Bahasa asing perlu dilakukan sejak anak usia dini untuk membentuk kebiasaan berbahasa yang dapat digunakan pada masa depan untuk menyongsong persaingan globalisasi. Sementara itu, pembelajaran Bahasa akan lebih menarik jika guru menggunakan metode visual dengan gambar warna warni. Media pembelajaran yang menarik akan memudahkan siswa untuk lebih memahami dan mengerti kata-kata dalam Bahasa Inggris yang disampaikan oleh guru. Akan tetapi, TK ABA Tlogoadi I yang terletak di Nyamplungan Tlogoadi Mlati Sleman memiliki beberapa masalah yang dianalisis oleh penulis antara lain: (1) sekolah tidak memiliki media pembelajaran yang menarik untuk mengajarkan angka dalam Bahasa Inggris kepada siswanya, dan (2) sumber daya guru di TK ABA Tlogoadi I adalah guru senior yang masih menggunakan cara konvensional untuk mengajarkan materi Bahasa Inggris kepada murid-muridnya. Berdasarkan permasalah – permasalahan mitra yang telah dianalisis, maka tujuan IbM ini adalah pembuatan ‘Fruit Tree’ sebagai media untuk belajar angka 1 – 15 dalam Bahasa Inggris serta membuat rekaman cara pelafalan kosakata angka 1 – 15 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.Metode pelaksanaan IbM ini meliputi survey kepada mitra, persiapan pembuatan media pembelajaran, pembuatan media pembelajaran, sosialisasi media pembelajaran, dan evaluasi.Hasil yang diharapkan dari program IbM ini adalah memberikan kemudahan kepada guru TK ABA Tlogoadi I untuk mengajarkan angka dalam Bahasa Inggris secara lebih menarik.
Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu Dita Kristiana; Sri Subiyatun Widaningsih
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.566 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1130

Abstract

Makanan Pendamping ASI adalah makanan minuman yang diberikan bersama dengan pemberian Air Susu Ibu sampai 2 tahun. Penelitian mempunyau tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu. Desain penelitian ini cross sectional, Metode pengambilan sampel accidental sampling menggunakan kuisioner, sampel 38 orang. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain umur, pendidikan, informasi atau media massa, social budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman. Analisis data univariat dan multivariat. Hasilnya dari 38 ibu, pengetahuan cukup 26 orang (68.42%), yang mempunyai umur 20-35 tahun 28 orang (73.7%), multipara 10 orang (26.3%), primipara 10 orang (26.3%), pendidikan SMA 22 orang (57.89), tidak bekerja 29 orang (76.32%). Pendapatan paling banyak Rp 500.000,00-Rp 1.000.000 ada 17 orang (44.7%). Sumber informasi dari Puskesmas 25 orang (65.8%).Saran meningkatkan KIE ibu hamil maupun yang punya batita. 
Penatalaksanaan Emesis Gravidarum di Yogyakarta Dita Kristiana; Tri Hapsari Listyaningrum
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 5, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.133 KB) | DOI: 10.31101/jhes.2076

Abstract

Terdapat 50%-75% ibu hamil mengalami mual muntah trimester1. Emesis gravidarum terjadi pada 60-80% primigravida. Di Puskesmas Umbulharjo1 jumlah emesis dalam satu bulan tahun 2016, ditemukan 81% dari ibu hamil trimester 1 yang periksa. Tujuan penelitian mengetahui penatalaksanaan ibu hamil dengan emesis gravidarum. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ibu hamil dengan emesis gravidarum. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumentasi. Penelitian dilakukan Juni-September 2018. Analisa data dengan reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan. Penatalaksanaan emesis gravidarum KIE faktor penyebab mual-muntah, dampak mual-muntah, cara mengatasi mual-muntah, memberikan vitamin B6 untuk mengurangi mual-muntah bila perlu karena fisiologis.
Informed Consent Pelayanan Kebidanan di PMB Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta tri wahyuning pujiastuti; dita kristiana
Gaster Vol 18 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.97 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i1.326

Abstract

Dalam melaksanakan praktik/kerja, bidan berkewajiban untuk memberikan informasi tentang masalah kesehatan pasien dan pelayanan yang dibutuhkan, meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan, melakukan pencatatan asuhan kebidanan dan pelayanan lainnya secara sistematis.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan informed consent pelayanan kebidanan di praktik mandiri bidan Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta. Metode penelitian yuridis sosiologis. Lembar persetujuan tindakan KB dari 7 rekam medic, 2 diantaranya tidak sah karena tidak ada lembar persetujuan tindakan sedangkan persalinan 10 rekam medic sah.
Tinjauan yuridis pelaksanaan informed consent pemasangan AKDR pada akseptor KB Dita Kristiana
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.1.2021.89-96

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan No 28 tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan menyatakan bahwa dalam melaksanakan praktik/kerja, bidan berkewajiban untuk memberikan informasi tentang pelayanan yang dibutuhkan, meminta persetujuan tindakan yang akan dilakukan, melakukan pencatatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui pengaturan informed consent pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim, alas an dibutuhkannya informed consent dan pelaksanaan informed consent pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim di Puskesmas Kota Yogyakarta. Metode penelitian yuridis sosiologis Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinjauan yuridis pelaksanaan informed consent pemasangan AKDR terdapat pada Undang-undang dan Permenkes. Dari 13 responden di Puskesmas Jetis dan Tegalrejo, 12 informed consent sah, dan 1 tidak karena tidak ada tanda tangan bidan, pasien, maupun suami. Pengaturan informed consent pemasangan AKDR terdapat pada Undang-undang dan Permenkes.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perawatan Genetalia Dengan Kejadian Keputihan Di SMA Negeri 1 Jetis Nadila Hellena Imanda; Dita Kristiana; Anjarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.182

Abstract

Tingkat pengetahuan ialah tingkat kemampuan seseorang memperdalam ilmunya, misalnya dengan memecahkan masalah dalam hal konsep baru dan kemampuan belajar. Salah satu cara menjaga kesehatan reproduksi dengan menjaga kebersihan alat genetalia. Pencegahan ini memerlukan pengetahuan dan cara yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Keputihan ialah keluarnya cairan dari alat kemaluan atau vagina yang dibedakan menjadi 2 yaitu keputihan fisiologis (keputihan normal) dan keputihan patologis (keputihan tidak normal). Data statistik (BKKBN) terdapat 62,5% remaja perempuan berumur 15-24 tahun di Yogyakarta pernah mengalami keputihan. Gejala keputihan patologis dialami oleh remaja putri berumur 15-24 tahun sekitar 31,8%. Hal ini menunjukkan bahwa remaja putri memiliki resiko tinggi terjadinya keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dengan kejadian keputihan di SMA Negeri 1 Jetis. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 188 responden, dengan sampel 68 remaja putri, pengambilan sampel secara Teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan genetalia sebesar 92,6%, sedang 5,9%, kurang 1,5%, sedangkan untuk yang mengalami kejadian keputihan yaitu keputihan fisiologis 60,3%, patologis 39,7%. Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-sided) sebesar = 0,017 (<0,05) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dengan kejadian keputihan di SMA Negeri 1 Jetis. Oleh karena itu pentingnya pengetahuan remaja putri tentang perawatan genetalia dapat ditingkatkan guna mencegah atau mengurangi terjadinya keputihan yang fisiologis maupun keputihan yang patologi.
Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMP N 2 Wates Yogyakarta Yugi Wahyuni Putu Wijaya; Siti Istiyati; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.270

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Pemerintah telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan. Meski demikian, implementasi dan keterlibatan remaja dalam program ini masih beragam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi program pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di SMP N 2 Wates. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII dan VIII di SMP N 2 Wates. Sampel sebanyak 57 responden dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia dan TTD (91,2%), serta menunjukkan sikap yang tinggi terhadap konsumsi TTD (64,9%). Dalam hal kepatuhan, mayoritas termasuk kategori patuh (87,7%), meskipun masih ditemukan responden yang belum mengonsumsi TTD secara rutin. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa aspek pengetahuan dan sikap responden terhadap konsumsi TTD relatif baik, namun masih terdapat variasi dalam kepatuhan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
Pengetahuan Ibu Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Stunting Pada Balita Di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta iffah Zahirah; Nuli Nuryanti Zulala; Dita Kristiana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.301

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi fokus global yang merupakan kondisi kronis akibat kekurangan gizi pada masa pertumbuhan awal dan berpotensi mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak hingga dewasa. (Khalisha et al., 2024) Faktor utama penyebab terjadinya stunting yaitu rendahnya asupan vitamin dan mineral, buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani serta pola asuh yang kurang baik. Pengetahuan, perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup baik. Pengetahuan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku ibu dalam pencegahan stunting. Sebagai ranah kognitif, pengetahuan menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku. Ibu yang memahami kebutuhan gizi, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, dan pemantauan tumbuh kembang anak akan lebih konsisten mencegah stunting, begitu pula sebaliknya (Kemenkes RI, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Puskesmas Gondokusuman I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 ibu yang memiliki balita dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan melalui pengisian lembar kuesioner. Uji analisis menggunakan uji Spearman Rank dengan nilai (p=0,000<0,05). Diharapkan bagi tenaga kesehatan mampu berperan aktif dalam untuk memberikan edukasi secara rutin, terarah, dan mudah dipahami mengenai stunting serta pencegahannya agar pengetahuan ibu dapat diaplikasikan dalam perilaku sehari-hari.