Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI FASILITAS RUANG ASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BURUH PEREMPUAN DI PERUSAHAAN TEKSTIL JAWA TENGAH Noveri Aisyaroh; Emi Sutrisminah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status kesehatan anak merupakan salah satu indikator kesejahteraan bangsa, sehingga masalah kesehatan anak merupakan masalah kesehatan masyarakat dan menjadi salah satu masalah nasional. Tingginya Angka Kematian Neonatus, Bayi dan Balita menunjukkan bahwa target MDGs 2017 belum tercapai. Tindakan pencegahan angka kematian salah satunya adalah pemberian ASI eksklusif. Di Indonesia cakupan ASI belum mencapai target yang diharapkan karena salah satu faktornya adalah ibu bekerja. Kebanyakan ibu bekerja berhenti menyusui atau mulai mencampur pemberian makan bayi sebelum bayi berusia 6 bulan. Kebijakan pemberian ASI serta dukungan tempat bekerja berupa penyediaan fasilitas ruang ASI dapat meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan metode studi dokumentasi, observasi, wawancara dan kuesioner pada 4 perusahaan tekstil di kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Pekalongan. Jumlah responden 99 orang terdiri dari buruh perempuan, pengurus tempat kerja dan tenaga kesehatan yang ada di tempat kerja. Hasil penelitian : sebagian besar usia responden 2130 tahun (50,5%) dan sedikit ibu yang memerah ASInya ketika bekerja (48,4%). Dukungan perusahaan tekstil dalam penyediaan Ruang ASI sudah tersedia 97,8% dengan jenis pemenuhan persyaratan kesehatan 83,33%, peralatan menyimpan ASI 25% dan peralatan pendukung 19,23%. Dukungan perusahaan tekstilperlu disesuaikan sesuai Permenkes RI No. 15 tahun 2013.     Keywords : Ruang ASI, Kebijakan ASI Eksklusif, Buruh Perempuan, Perusahaan Tekstil
Faktor yang Memengaruhi Rendahnya Minat Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Intrauterine Device di Kampung Keluarga Berencana Emi Sutrisminah; Fifiana Lisani; Isna Hudaya
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.467

Abstract

Indonesians have relatively little interest in intrauterine device (IUD) as a long-acting birth control option. The low interest in IUD is due to the difficulty of determining contraceptive options as perceived by family planning acceptor. Factors influencing the interest of using IUD include knowledge, perception of the side effects, and husband support. This research aimed to determine the relationship between knowledge, perception of side effects and husband support to the low interest in the use of IUD. This research used analytical descriptive method and a cross-sectional approach. The population of this study was 393 family planning acceptors and the samples were 76 of them. The research instrument was a questionnaire. The data analysis used chi-square test. The results of the study showed a significant relationship between perception of side effects and low interest in IUD with p value 0.000. There was a significant relationship between husband's support and low interest in the use of IUD with p value 0.005. There was no significant relationship between knowledge and low interest in the use of IUD with p value 0.143. The researcher concluded that sufficient and good knowledge of IUD does not guarantee family planning acceptors to have an interest to use IUD. Their perception greatly influences the decision making of used-contraception type. Furthermore, husbands support significantly influence wife decision of using long-acting birth control options.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN SIKAP IBU UNTUK MENYUSUI EKSKLUSIF SELAMA 6 BULAN Fariza Indana Zulfa; Emi Sutrisminah; Meilia Rahmawati K.
Jurnal Kesehatan dr. Soebandi Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan dr. Soebandi
Publisher : LPPM Universitas dr. Soebandi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36858/jkds.v9i1.256

Abstract

Introduction: Breastfeeding is the responsibility of a woman who has a baby. The decision of the Indonesian Ministry of Health assign exclusive breastfeeding was given for 6 months and continues until 2 years old. Until now in Indonesia there are still many women who have not given exclusive breastfeeding to their babies. The failure to give exclusive breastfeeding is caused by several factors, one of which is the husband's support and mother's attitude. Objective: To determine the relationship between husband's support and the mother's attitude to breastfeed exclusively for 6 months in the Kudu Village, Semarang City. Methods: This was a descriptive qualitative study with an analytical study design with Cross Sectional. The study populations was 116 pregnant womens, the research sample was 32 third trimester pregnant womens. The sampling technique in this study uses total sampling. Results: Fisher's Exact Test analysis results on the two variables of this study obtained p value = 0.018 where p value <0.05 then Ha is accepted, which means there is a relationship between the husband's support variable and the mother's attitude to breastfeed exclusively for 6 months. Conclusion: The mayority of respondents recived husband’s support and had a good attitude for exclusive breastfeeding for 6 months.
Hubungan Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR: Literature Review: Relationship Between Anemia in Pregnant Women and the Incidence of LBW: Literature Review Vina Noufal Fauzia; Emi Sutrisminah; Arum Meiranny
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4738

Abstract

Latar belakang: Lebih dari 40% ibu hamil yang mengalami anemia menjadi penyebab dari Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dan memberikan kontribusi hingga 60-80% terhadap kematian neonatal. Menurut Riskesdas (2018) prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9% dan prevalensi di provinsi lampung mencapai 11,67%. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi yang dipicu oleh asupan gizi yang kurang. Yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin. Upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil dapat di lakukan dengan cara pemeriksaan kehamilan rutin (ANC), konsumsi tablet zat besi, dan pemantauan kadar hemoglobin secara teratur selama kehamilan dan diharapkan dapat meminimalkan dampak anemia pada ibu hamil serta mengurangi risiko BBLR. Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama Lima tahun terakhir terkait hubungan anemia dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung di dalam beberapa penelitian. Metode penelusuran di lakukan menggunakan analisis PICO. Pencarian artikel ini di lakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar pada tahun 2018-2023. Hasil: Dari hasil analisis 10 artikel dengan 7 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional, terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan 1 jurnal mengatakan tidak terdapat hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat badan lahir rendah (BBLR), dan Sebanyak 9 artikel memiliki nilai p-value <0,05 dan satu artikel memiliki nilai p-value >0,05. Kesimpulan: Anemia pada ibu hamil berpengaruh terhadap kejadian BBLR, Semakin rendah kadar hemoglobin pada ibu hamil maka semakin tinggi resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1: Literature Review: Factors Affecting Nausea, Vomiting in ist Trimester Pregnant Women: Literature Review Susilawati; Emi Sutrisminah; Rr Catur Leny Wulandari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4740

Abstract

Latar belakang: Mual muntah merupakan suatu ketikdaknyamanan yang dirasakan selama hami Trimester 1. Menurut WHO angka kejadian mual muntah yaitu 1-3% dari seluruh kehamilan diswedia,0,5% dicalifornia, 0,8% dichina, 0,9% di norwegia, 2,2% dipakistan, 1,9% diturki, diamerika serikat prevalensi mual muntah pada ibu hamil adalah 0,5% - 2% dan diindonesia, 0,3 %. Mual muntah saat kehamilan dialami dipagi hari hingga setiap waktu, gejala ini dialami saat usia 6 minggu sampai 10 minggu dan mual muntah sebanyak 60 %-80% pada primigravida 40%-60% multigravida. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Metode: penelitian ini menggunakan literatur review dengan data base pencarian pubmed, publish or perish dan google scholar. Data yang diambil adalah artikel penelitian dari tahun 2018-2023, dengan kata kunci “kehamilan”, “factors nausea and vomiting” “kejadian mual muntah”, “faktor mual muntah”, “ibu hamil”. Hasil: Penelitian menemukan faktor yang mempengaruhi mual muntah pada ibu hamil trimester adalah nilai , kecemasan (p=0,018), depresi (p=0,022), usia (OR = 0,91, 95% CI = 0,87–0,94), paritas p=0,003 dan stres p-value 0,001. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi mual muntah adalah faktor kecemasan, depresi, usia, paritas, dan stress
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Cruissita Cantika Arimatyas Putri; Muliatul Jannah; Emi Sutrisminah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v8i1.2291

Abstract

Air Susu Ibu ialah sumber pangan utama untuk bayi, karena menyimpan zat gizi yang memenuhi kebutuhannya. Nutrisi yang terkandung pada ASI sangat lengkap dan sangat berharga untuk bayi. dengan yang dibutuhkan bayi, gizi yang terkandung pada ASI amat baik serta berfaedah untuk bayi. Negara Indonesia memiliki angka jangkauan ASI eksklusif yang tengah rendah yakni dengan nilai 67,96%. Tujuan ditulisnya penelitian ini yakni berguna menelaah adanya dampak pendidikan tentang kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai menyusui eksklusif. Artikel ini memakai kaidah tinjauan pustaka yakni serupa merangkum hasil riset berbentuk karangan ilmiah maupun tinjauan pustaka. Penelitian yang dikritisi sejumlah 10 penelitian yang diterbitkan dari paling akhir 10 tahun yaitu tahun 2013-2023. Artikel yang di cari memakai Google Scholar serta Pubmed. Pada hasil penelitian membuktikan terdapat dampak diantara pendidikan terkait kesehatan terhadap tingkat pengetahuan yang dimiliki ibu mengenai menyusui eksklusif. Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia mampu dilihat dari usia, dan kualitas pendidikan seseorang. Dapat disimpulkan, pendidikan kesehatan memiliki manfaat yakni mengubah reaksi perseorangan maupun komunitas dalam pelayanan kesehatan. Dalam mengubah reaksi seseorang, pendidikan kesehatan semestinya mempunyai pengaruh dalam waktu pendek yakni meningkatkan pengetahuan target yang dituju. Supaya pendidikan kesehatan cukup efektif dilaksanakan, mampu dilaksanakan dengan musyawarah maupun pidato memakai perantara pendidikan kesehatan yang tertentu, memakai kalimat yang gampang dipahami, diselaraskan pada kualitas pendidikan narasumber, serta dilaksanakan pada waktu yang efisien
Efektifitas Acupressure terhadap Disminore Primer pada Remaja : Literature Review: Effectiveness of Acupressure on Primary Dismenorrhea in Adolescents : Literature Review Isna Hudaya; Emi Sutrisminah; Nuria citra maulidia
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i7.3453

Abstract

Latar Belakang: Menurut WHO (2020) yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, Batasan usia remaja 10 sampai 19 tahun. Remaja adalah anak usia 10-24 tahun yang merupakan usia antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan sebagai titik awal proses reproduksi, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini (Romauli, 2009). Dismenore sering dialami remaja putri yang ditandai dengan nyeri kram (tegang) pada daerah perut bawah tetapi dapat menyebar ke bagian belakang. Akupresur merupakan terapi tusuk jari dengan memberikan penekanan dan pemijatan pada titik tertentu pada tubuh yang didasarkan pada prinsip ilmu akupresur (Fengge, 2012) Tujuan: untuk menelaah lebih dalam tentang efektivitas acupressure terhadap disminore primer pada remaja yang terdapat kesesuaian dengan penenlitian-penelitian sebelumnya dengan cara mereview beberapa penelitian. Metode: Tinjauan ini memakai beberapa sumber meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Pubmed dan Google Shcoolar) yang diambil dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2017-2021. Artikel yang diperoleh dalam melakukan pencarian yaitu jurnal, tetapi setelah dilakukan telaah artikel dan disesuaikan dengan jumlah judul jurnal dengan jurnal nasional dan internasional. Kriteria dalam menemukan kunci penelusuran literature review yaitu “akupresur”; intensitas nyeri, “dismenore”; “remaja putri”. Hasil: Dari hasil penelitian pada tabel 1 dalam penelitian ini terdapat pengaruh akupresur terhadap Dismenore pada remaja putri. Pada tabel 2 dalam penelitian ini menunjukkan bahwa akupresur SP6 mengurangi dismenore terutama dengan peningkatan suhu di jalur CV2. Pada tabel 3 dalam penelitian ini kecemasan tersembunyi tidak menunjukkan perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Pada tabel 4 dalam penelitian ini akupresur auricular mengurangi nyeri dan tekanan menstruasi pada remaja sekolah menengah. Kesimpulan: Dari temuan review ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh akupresure terhadap Dismenore pada remaja putri.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kanker Serviks dengan Motivasi Pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur : Literature Review: Relationship Between Cervical Cancer Knowledge Level And Vai Test Motivation On Women In Childbearing Age : Literature Review Friska Realita; Emi Sutrisminah; Sujiati, Ayu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3514

Abstract

Latar belakang: Deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA terbukti menurunkan angka 34-80% kejadian kanker serviks. Keterlambatan dalam melakukan deteksi dini kanker serviks ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan terkait upaya penanganan dan pencegahan kanker serviks. Kurangnya pengetahuan akan kanker serviks membuat dorongan untuk melakukan pemeriksaan IVA juga berkurang Tujuan: Menganalisis hasil penelitian selama sepuluh tahun terakhir terkait hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi melakukan pemeriksaan IVA. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review dimana peneliti mengkaji secara kritis ide-ide yang terkandung dalam beberapa penelitian. Pencarian literature review. Metode penelusuran dilakukan menggunakan analisis PICO yaitu wanita usia subur 30-50 tahun, intervensinya adalah tingkat pengetahuan yang dimiliki wanita usia subur terkait kanker serviks antara yang memiliki pengetahuan yang cukup dan tidak, hasilnya berkaitan dengan motivasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan IVA. Pencarian artikel ini dilakukan pada sejumlah database ilmiah seperti ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Hasil: Dari analisis 10 artikel dengan 7 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional, terdapat hubungan tingkat pengetahuan kanker serviks dengan motivasi pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan berpengaruh besar dalam memunculkan motivasi untuk melakukan pemeriksaan IVA. Semakin tinggi tingkat pengetahuan semakin tinggi motivasi terkait pentingnya melakukan deteksi dini IVA untuk mencegah kanker serviks.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pencegahan Kehamilan tidak diinginkan pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama : Literature Review: The Relationship Between Health Education and the Prevention of Unwanted Pregnancies in Young Women in Junior High Schools : Literature Review Amalia Salfadila; Emi Sutrisminah; Endang Susilowati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3550

Abstract

Latar belakang: Kehamilan tidak diinginkan pada remaja merupakan permasalahan global yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menjelaskan pengetahuan kesehatan seksual dan reproduksi yang benar bagi remaja untuk memberdayakan dalam pengambilan keputusan yang sehat. Tinjauan sistematis ini telah dirancang untuk meninjau studi kasus yang menyelidiki pengaruh pendidikan kesehatan seksual. Tujuan: Pengaruh pendidikan kesehatan seksual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri disekolah menengah pertama tentang pencegahan kehamilan tidak diinginkan. Metode: Penulis menggunakan metode Literature Review. Dilaksanankan dengan mengikuti beberapa tahap menganalisis secara relevan dari beberapa study penelitian dengan Scoping Riview. Study penelitian dicari dengan menggunakan database yaitu Google Schoolar, Pubmed, Scopus, Publish or Perish dengan menggunakan kata kunci “kehamilan tidak diinginkan, pencegahan, pengaruh Pendidikan Kesehatan seksual, pengetahuan, sikap remaja putri” dan diseleksi menggunakan kriteria didapat 14 artikel ilmiah. Hasil: Meningkatkan proses dan keberlanjutan intervensi yang ditujukan untuk mengurangi masalah kehamilan tidak diinginkan dan ketidaksetaraan kesehatan di kalangan remaja. Pengetahuan di pengaruhi oleh berbagai faktor yaitu usia, peran orang tua, teman sebaya. Dan faktor lainya seperti pengalaman pribadi, pengaruh orang lain dianggap penting, pengaruh kebudayaan, media massa, lembaga pendidikan dan lembaga agama, serta faktor emosional. Kesimpulan: Sikap remaja dibagi menjadi dua sikap negative dan sikap positif terhadap kehamilan usia remaja. Terdapat 8 Jurnal yang mengatakan ada hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan usia remaja dan 6 jurnal mengatakan tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang kehamilan usia remaja.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Anemia pada Remaja Putri : Literature Review: Factors Causing Anemia in Adolescent Women : Literature Review Risky Amalia; Emi Sutrisminah; Yuli Astuti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3614

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal, pada remaja putri dikatakan anemia bila kandungan Hbnya <12 gram/dl. Menurut WHO Angka kejadian anemia pada remaja putri di India selatan secara keseluruhan 67,9% dimana anemia sedang 37,05%, anemia ringan 21,42% dan anemia berat 9,4%. Penelitian di Sri Lanka 31,65%, Nepal 68,8%, Myanmar 26%, Maldives 57%, Banglades 98%. Angka kejadian anemia paling tinggi terjadi di Banglades 98%, Nepal 68,8% dan india selatan 67,9%. Riskesdas 2018, angka kejadian anemia di Indonesia sebesar 32%, artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan Literatur Review dengan Pubmed dan google scholar sebagai database pencariannya. Data yang diambil adalah artikel penelitian dari tahun 2018-2022, dengan kata kunci adolescent anemia”, “Factor anemia adolescents”, “Risk factor for anemia”, “Faktor-faktor anemia pada remaja”, “Kejadian anemia remaja faktor resiko”. Hasil: Hasil penelitian menemukan faktor dukungan yang mempengaruhi terjadinya anemia pada remaja putri yaitu: Tingkat pengetahuan remaja (p-value = 0.000 maka p <0,05), Indeks masa tubuh (IMT) (p value = 0.000 maka p <0,05) dan Siklus menstruasi (p= 0,003 < 0,05) memiliki hubungan yang signifikan terjadinya anemia pada remaja putri Kesimpulan: Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia adalah tingkat pengetahuan, IMT (gemuk dan kurus), siklus menstruasi (Panjang siklus menstruasi, volume darah haid yang keluar).