Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MOTORIK

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Devi Permatasari; Cahyo Pramono; Suyami
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 17 No 1 (2022): MOTORIK
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v17i1.363

Abstract

Pada awal tahun 2020, dunia dikejutkan dengan satu wabah penyakit yang disebut virus corona (Covid-19). Infeksi coronavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan menimbulkan gejala utama berupa gangguan pernapasan. Ibu hamil tercatat sebagai salah satu kelompok rentan resiko terinfeksi COVID-19. Salah satu hal yang menyebabkan perubahan psikologis pada ibu hamil yaitu terjadinya peningkatan kecemasan ibu hamil pada era pandemi COVID-19 yang disebabkan faktor kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai COVID-19 dan kecemasan yang dialami oleh ibu hamil dapat menurunkan imun ibu hamil tersebut sehingga dapat semakin rentan terinveksi COVID-19. Ketika mengalami kecemasan maka dukungan dari suami sangat dibutuhkan oleh ibu hamil agar dapat menentramkan dan menenangkannya. Dukungan suami akan menimbulkan ketenangan, peran aktif suami untuk memberikan dukungan pada istri yang sedang hamil tersebut sangat berpengaruh terhadap keperdulian ibu atas kesehatan diri dan janinnya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang tinggal di wilayah Kelurahan Tijayan. Responden penelitian sebanyak 23 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisa yang digunakan adalah uji Kendall’s Tau. Hasil penelitan menunjukkan 82,6% ibu hamil mendapat dukungan baik dari suami dan sebanyak 65,2% mengalami kecemasan ringan. Hasil uji Kendall’s Tau menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil (p=.003. r=0,628). Kesimpulan penelitian ini Ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu hamil pada masa pandemi Covid-19 di Kelurahan Tijayan.
HUBUNGAN PERKEMBANGAN ANAK DENGAN RISIKO GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS (GPPH) ANAK PRASEKOLAH DI TK MUTIARA HATI KLATEN TENGAH Reyhan; Fitriana Noor Khayati; Esri Rusminingsih; Devi Permatasari
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 19 No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v19i2.1177

Abstract

Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD) is growing concern, as 5.4 million out of 6.1 million preschool student have ADHD. ADHD often occurs in children under 7 years old which can lead to child development disorders. The problem of child development disorders is a serious problem because it can affect children to continue their education. Therefore, is requires early detection of ADHD and child development disorders for prevention. The purpose of this study is to determine the relationship between child development and the risk of attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) of preschool children in Mutiara Hati Kindergarten School, Central Klaten. This type of research is quantitatively correlated with a cross sectional approach. The population of this study is students of Mutiara Hati Kindergarten Central Klaten, which was selected by the purposive sampling method, so that the total sample is 68. Hypothesis testing using spearman rho test with SPSS 25 tool. The instrument used in this research are Abbreviated Conners Rating Scale (ACTRS) and Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP). The results of this study indicate that there is a relationship between child development and ADHD with a p-value of 0,004 (α=0,05) with a value r=0,346 which means a positive relationship between the two variables. The higher deviation the child's developmental, the higher the risk of ADHD, conversely the lower the deviation of child's developmental, the lower the risk of ADHD