Agus S. Suryobroto
Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

LAMBANNYA INOVASI DAN PENINGKATAN KUALITAS PENDXDTKAN JASMANf DI INDONESIA Agus S. Suryobroto Agus S. Suryobroto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1998,TH.XVII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.579 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.9036

Abstract

Pendidiknn jasmani n~crupakan bagiari ii?!egi.,~i tt.:r-ipendidikan dan didelinisikan sebagai peiididikar~ iilc!alui ak;~iit;~sfisik untuk rneningkatkan individu secara organik, ncuron~uskrtlcr.intelektual. dan emosional. Pelaksanaannya di!akukan di sekolalisekolah.mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah,hahkan seharusnya sampai perguruan tinggi, dan diharapkan dapatmernberi kontl.ibusi unluk pcncapaian tujuan pendidikan nasional.Inovasi. pendidikan jasmani yang telah dilakukan diIndonesia belutn mengena pada sasarannya, Iianya sekedar istilahatall nama siia sang diganti. sehingga masih mencari idenlitas diri.l'ulisan ini bertiquan niengungkap permasalahan yang titnbui padainovasi dan kimlitas pendidikan jastnani di Indonesia yang padagilirannya dapat memberikan kontribusi pada tujuan pendidikannasional.lnovasi pendiciikan jasmani di Indonesia dilentukan olehkurikulum. pengambi! kebijakan, dan strategi untuk inovasi.Sedangkan kualitas pendidikan jasmani di Indonesia masih belumsesuai dengan harapan para pakar pendidikan jasmani, karenafaktor-faktor penentu yaitu dana, sarana prasarana, kurikulum.pendidik, peserta didik, lingkungan, dan evaluasi belum sesuaidengan harapan.
PENGGUNAAN GAYA MENGAJAR INKLUSI VNTUK MENGEMBANGAN DEMOKRATISASi BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SEKOlAH DASAR Agus Suryobroto
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,2001,TH.XX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v3i3.8763

Abstract

Den10crati=afio/] (~f' learniJlg is not )Jel significulltly actualized in the teachinglearningprocess 0.1' pJlysical educatiol1 at elelnell(ary selzo()l de~pite its considerableil11portance in educating learners to practice de1110Cracy. In essence democratization can betaught via classes oj' physical education at elemelltary .\·cll001 thr()ug/z to those at theulliversily level. In tIle pre..,·en( erll {~f' re.f()rnlation, denl()Crati=ati()11 L,' greatly needed by allJl1eJnbers 0.(society in living as a state and a nation.Tlze inclusion leae/zing style is one 0.1' tlze teaelzifzg styles in teaching physicaleducation whic/1 can give learners illus(rali()n~,' (if 11()W I() dem()crati=e. Tile anatolny oftheinclusion teaching f)f(yle consL.,,'ls (if tIle leacller making decisions be.fiJre class sessions, thelearners Inaking decisions in cla..\s ..\'essions, alld tlze learners Inaking decisions after classsessions.To acfuali=e education in democruc..y ill. clas..\'e..'" ojjJJzy..\'ical educatioll, the inclusionleae/zing style can be applied ()11 suell classes at elenlelltary school tllr()uglz to tllose at tIleuniversity level.
Peningkatan Kemampuan ManajemenGuru Pendidikan Jasmani Agus S. Suryobroto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 1, No 1 (2004): JPJI
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.35 KB) | DOI: 10.21831/jpji.v1i1.2849

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani (Penjas) di sekolah padahakikatnya bertujuan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanganpeserta didik melalui aktivitas jasmani atau gerak olahraga. Ketercapaiantujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh beberapa unsur antara lain:guru, siswa, sarana dan prasarana, media, tujuan, materi, metode,lingkungan, dan evaluasi.Guru merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan pembelajaran yaitupembelajaran yang aman, lancar, tertib, dan bermanfaat. Kegiatan ini dilakukandengan manajemen yang baik, sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.Manajemen pendidikan jasmani meliputi dua kegiatan yaitu manajemen saranadan prasarana serta manajemen siswa. Manajemen sarana dan prasarana meliputikegiatan penyiapan alat, perkakas dan fasilitas sebelum pembelajaran dimulai,saat pembelajaran, dan setelah selesai pembelajaran. Manajemen siswa meliputipembuatan formasi siswa dan pemantauan kepada seluruh siswa.Agar kemampuan guru meningkat perlu diadakan kegiatan yang menujupeningkatan yaitu dengan pendidikan prajabatan maupun pendidikan dalam jabatan.Pendidikan prajabatan dilakukan melalui studi di Perguruan Tinggi sebelum menjadiguru penjas, sedangkan pendidikan dalam jabatan dilakukan dengan menambahkemampuan melalui studi sambil mengajar, misalnya penyetaraan dari D3 ke S1.Kegiatan peningkatan kemampuan para guru pendidikan jasmani yang lain dapatdilakukan melalui kegiatan di KKG, MGMP, IHT, dan lain-lain.Kata kunci: peningkatan kemampuan, guru pendidikan jasmani, manajemen
A thematic analysis of teachers’ experience in teaching inclusive physical education Agus Sumhendartin Suryobroto; Caly Setiawan; Udon Nampai; Agus Susworo Dwi Marhaendro
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i3.50531

Abstract

The current research aimed at investigating physical education teachers’ experiences in practicing inclusive physical education and the meaning they attached to those experiences. The study focused on the thematic analysis of participants’ experiences represented in the collected qualitative data. A number of 12 physical education teachers participated in in-depth interviews and photo elicitation interviews. Verbatim transcripts were obtained from all interviews for subsequent analysis. Using the tenets of thematic analysis (Braun Clarke, 2006, 2019, 2021), analysis included familiarization with the data, open coding, theme construction, theme review, theme naming, and report production. The analysis process yielded four themes of teachers’ experiences including (1) the roles of background knowledge and skills, (2) teaching various types of disabilities, (3) inclusive pedagogy approaches, (3) facilitators and barriers to teaching inclusive physical education. The meaning of the experiences were the meaning of inclusion, inclusive physical education, and inclusive physical education teaching. We conclude that experience is important in delivering inclusive PE, especially with regard to teachers’ development in the area of pedagogical knowledge and skills as well as dealing with challenges in their teaching approaches. Along with this experience is the meaning of teaching inclusive PE which reflected in-depth engagement with this caring profession.
Kesiapan guru PJOK SD dalam implementasi kurikulum 2013 Agus Sumhendartin Suryobroto
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 17, No 2 (2021)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v17i2.53075

Abstract

Abstrak: Guru merupakan komponen utama keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan. Guru sebagai pelaksana kurikulum harus menguasai secara luas dan mendalam tentang isi kurikulum. Kurikulum 2013 merupakan salah satu bentuk upaya sistematis dalam menyambut, menghadapi, menjawab, dan memenuhi tantangan perubahan zaman dengan meyiapkan generasi emas menuju insan Indonesia yang cerdas komprehensif, kompetitif, dan bermartabat insan kamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan para guru PJOK SD se-Kota Yogyakarta dalam mengimplementasikan  Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasinya adalah para Guru PJOK se-Kota Yogyakarta yang berjumlah sekitar 120 orang guru yang diambil sampelnya secara proportional random sampling. Sampel penelitian berjumlah 36 orang guru PJOK SD di Kota Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup yang sudah diujicobakan kepada 64 orang guru PJOK SD se-DIY yang hasilnya semua butir valid dan reliabel. Analisis data menggunakan tabulasi silang kemudian disimpulkan hasilnya. Hasil dan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa bagi para guru sejumlah 14 orang guru yang sudah mendapatkan pelatihan menyatakan sudah siap melaksanakan kurikulum 2013. Bagi para guru sejumlah 22 orang guru yang belum mendapatkan pelatihan menyatakan belum siap melaksanakan kurikulum 2013. Secara umum para guru PJOK SD se-Kota Yogyakarta belum siap melaksanakan  kurikulum 2013. Abstract: Teachers are the main component of success in the implementation of education. Teachers as implementers of the curriculum must have a broad and deep understanding of the contents of the curriculum. The 2013 curriculum is a form of systematic effort in welcoming, facing, responding to, and meeting the challenges of changing times by preparing a golden generation of Indonesians who are intelligent, comprehensive, competitive, and have human dignity. The purpose of this study was to determine the level of readiness of PJOK SD teachers throughout the City of Yogyakarta in implementing the 2013 Curriculum. This research was a quantitative descriptive study using a survey method. The population is PJOK teachers in the city of Yogyakarta, totaling around 120 teachers who were sampled by proportional random sampling. The research sample consisted of 36 SD PJOK teachers in Yogyakarta City. The instrument used was a closed questionnaire which had been tested on 64 PJOK SD teachers throughout DIY, the results of which were all valid and reliable items. Data analysis used cross tabulation then concluded the results. The results and conclusions obtained in this study were that for teachers a total of 14 teachers who had received training stated that they were ready to implement the 2013 curriculum. For teachers a total of 22 teachers who had not received training stated that they were not ready to implement the 2013 curriculum. In general, PJOK teachers Elementary schools in the city of Yogyakarta are not ready to implement the 2013 curriculum..
Cedera olahraga pemain baseball dan softball di Daerah Istimewa Yogyakarta Agus Sumhendartin Suryobroto; Eka Swasta Budayati; Tama Anugrah
MEDIKORA Vol 21, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v21i2.52615

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi cedera pada pemain baseball dan softball di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Identifikasi meliputi, jenis cedera, bagian tubuh yang cedera dan penyebab terjadi cedera. Jenis penelitian ini deskriptif dengan metode survei. Subjek  yang digunakan pemain baseball dan softball di DIY. Sampel sebanyak 33 orang, 18 pemain baseball dan 15 pemain softball dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan perhitungan statistik deskriptif persentase,   yaitu dengan cara mengadakan persentase dan penyebaran serta memberikan penafsiran yang diperoleh atas dasar persentase tersebut. Hasil penelitian secara keseluruhan terkait cedera pada olahraga baseball dan softball dapat diidentifikasi dari jenis cedera nyeri (sprain/strain) sebesar 29,59 %, cedera memar 24,13 %, lecet 16,36 %, kram dan perdarahan 10,58 %, dislokasi 7,44 %, dan fraktur 1,32 %. Bagian tubuh yang cedera dapat diidentifikasi pada bagian tungkai dan kaki 34,87%, lengan dan tangan 33,60%, badan 24,09%, dan kepala 7,45%. Sedangkan dari segi penyebab cedera dapat diidentifikasi bahwa terkena bola 30,59%, overuse dan terlalu lelah 29,64%, sliding dan jatuh 19,49%, benturan dengan pemain lain 9,67%, lain-lain (sepatu yang sempit, geseran grip bola, dan pegangan bat) 6,18%, kurang pemanasan 3,49%, dan teknik yang salah 0,95%. Sports injury of baseball and softball players in the Special Region of YogyakartaAbstractThe purpose of this study was to identify injuries to baseball and softball players in Special Region of Yogyakarta (DIY). Identification includes, the type of injury, the injured body part and the cause of the injury. This type of research is descriptive with a survey method. Subjects used by baseball and softball players in DIY. The sample is 33 people, 18 baseball players and 15 softball players using purposive sampling technique. The instrument used is a questionnaire. The data analysis technique in this study uses descriptive statistical calculations of percentages, namely by holding percentages and distributions and providing interpretations obtained on the basis of these percentages. The overall results of baseball and softball injuries can be identified by the type of pain injury (strain/strain) 29.59%, bruises 24.13 %, abrasions 16.36%, cramps and bleeding 10.58 %, dislocations 7.44 % , and fracture 1.32%. Injured body parts can be identified as legs and feet 34.87%, arms and hands 33.60%, body 24.09%, and head 7.45%. The causes of injury can be identified that hit by the ball 30.59%, overuse and too tired 29.64%, sliding and falling 19.49%, collision with other players 9.67%, others (narrow shoes, sliding ball grip and bat grip) 6.18%, lack of heating 3.49%, and wrong technique 0.95%.
Pendidikan karakter kemandirian peserta didik sekolah dasar melalui bermain sepakbola empat gawang Agus Sumhendartin Suryobroto; José Vicente García Jiménez
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Education, Faculty of Sport Sciences Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpji.v18i2.53076

Abstract

Pendidikan jasmani potensial untuk meningkatkan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan permainan sepakbola empat gawang dalam menanamkan pendidikan karakter kemandirian peserta didik sekolah dasar (SD) kelas atas. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang terdiri atas dua tahapan yaitu tahap prapengembangan dan tahap pengembangan. Tahap pra-pengembangan terdiri atas kajian literatur, kajian penelitian relevan, dan studi lapangan. Tahap pengembangan terdiri penyusunan draft model, validasi ahli, ujicoba terbatas, dan ujicoba luas. Validasi melibatkan 2 orang ahli (1 orang ahli materi sepakbola dan 1-orang ahli sarana dan prasarana penjas).  Uji coba skala terbatas dilakukan terhadap 16 peserta didik kelas V dan 1 orang guru Pendidikan Jasmani SD. Uji coba skala luas dilakukan pada 40 peserta didik yang mewakili empat kelas peserta didik kelas V dan VI SD Negeri Tegalrejo I Yogyakarta. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi untuk menilai kemandirian peserta didik. Analisis data pada tahap prapengembangan dan pengembangan menggunakan teknik analisis deskripsi kuantitatif. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah produk yaitu panduan permainan sepakbola empat gawang lengkap dengan aturan main serta DVD rekaman pelaksanaan bermain sepakbola empat gawang dalam pendidikan karakter kemandirian bagi peserta didik di SD kelas atas yang dapat menanamkan kemandirian. Physical education has the potential to improve the character of students. The purpose of this study was to develop a four-goal soccer game in instilling independent character education for upper-class elementary school (SD) students. This research is research and development which consists of two stages, namely the pre-development stage and the development stage. The pre-development stage consists of a literature review, relevant research studies, and field studies. The development stage consists of preparing a draft model, expert validation, limited trials, and extensive trials. The validation involved 2 experts (1 expert on football materials and 1 expert on physical education facilities and infrastructure). A limited scale trial was conducted on 16 grade V students and 1 elementary school Physical Education teacher. The wide-scale trial was conducted on 40 students representing four classes of students in grades V and VI of SD Negeri Tegalrejo I Yogyakarta. The instrument used to collect data is an observation sheet to assess student independence. Data analysis at the pre-development and development stages used quantitative description analysis techniques. The results achieved in this study were a product, namely a four-goal soccer game guide complete with rules of the game and DVD recordings of playing four-goal soccer in self-reliance character education for students in upper grade elementary schools who can instill independence.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN POLA HIDUP SEHAT DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMP NEGERI 2 MLATI Farida Mulyaningsih; Agus Sumhendartin Suryobroto; Nugraheni Cahya Pertiwi; AM Bandi Utama
MAJORA: Majalah Ilmiah Olahraga Vol 29, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/majora.v29i1.64506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, (2) mengetahui hubungan antara pola hidup sehat dengan kebugaran jasmani, dan (3) mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan pola hidup sehat dengan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Metode yang digunakan adalah survei. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 68 peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, yang memenuhi berjumlah 35 peserta ekstrakurikuler. Instrumen yang digunakan untuk mengukur aktivitas fisik yaitu kuesioner, pola hidup sehat diukur menggunakan instrumen angket. Instrumen untuk mengukur kebugaran jasmani yaitu TKJI untuk usia 13-15 tahun. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara variabel aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani, nilai signifikansi sebesar 0,029 0,05; (2) ada hubungan yang signifikansi antara variabel pola hidup sehat dengan kebugaran jasmani, nilai signifikansi sebesar 0,011 0,05; dan (3) ada hubungan yang signifikansi antara aktivitas fisik dan pola hidup sehat dengan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler olahraga di SMP Negeri 2 Mlati dengan rx1.x2.y = 0,467 r(0,05)(35)= 0,333 dan nilai signifikansi p 0,019 0,05.