Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Evaluation of the entrepreneurship education program through extracurricular activities of Student Company Firmansyah Firmansyah; Wardani Rahayu; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v24i1.19783

Abstract

The study aims to evaluate the entrepreneurship education program through extracurricular activities of Student Company at a school using a modified CIPP and Kirkpatrick evaluation model. The research found that (1) the context of the program has been very good to provide facilities to the students who want to develop their entrepreneurial potential at school. The vision, mission, and objectives of the entrepreneurship education program at the vocational high school are able to describe the future expectations for students, especially in the field of entrepreneurship. (2) The supporting program implementation factors are in the “high” category and able to support program implementation following the objectives. (3) The implementation of entrepreneurship education program through Student Company extracurricular activities is in the “middle” category, seen from some discrepancies found between the program plans and implementation. (4) The satisfaction level of students taking part in entrepreneurial education program activities is in the “middle” category, seen from their several complaints about the activities of Student Company that are not following the program plans. (5) The level of knowledge of students taking part in the Student Company extracurricular activities is in the “high” category. (6) The application of entrepreneurial values in the daily activities of students taking part in the Student Company extracurricular activities is in the “middle” category. (7) The level of self-efficacy of students towards entrepreneurship is in the “low” category. The program of entrepreneurship education through extracurricular activities of Student Company is not fully able to increase students' interest in entrepreneurship.
Pengaruh Persepsi Orang Tua terhadap Kesiapan Bersekolah Anak Usia 5-6 Tahun di Samarinda Febry Maghfirah; Yuliani Nurani; Nurjannah Nurjannah
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v8i1.35220

Abstract

Abstrak: Persepsi orang tua mempengaruhi kesiapan bersekolah anak khususnya pada kemampuan pengendalian diri, perkembangan diri dan sosial, perkembangan bahasa dan literasi serta perkembangan matematika. Penelitian Ex-Post Facto ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesiapan bersekolah anak TK Usia 5-6 tahun yang memiliki orang tua dengan persepsi tinggi dan persepsi rendah di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat ex-post facto dengan desain faktorial 2x3. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Stratified random sampling dengan cara mengelompokkan TK menjadi 3 karakteristik yaitu TK Negeri, TK Swasta Reguler, dan TK Swasta berbasis agama, dan dari masing-masing  kelompok karakteristik tersebut, terpilihlah 1 TK Negeri, 4 TK Swasta Reguler, dan 7 TK Swasta berbasis agama. Teknik pengumpulan data dilakukan melaui penyebaran 134 kuesioner kepada orang tua untuk data persepsi dan kepada guru untuk kesiapan bersekolah sebanyak 134 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan bersekolah anak usia 5-6 tahun antara anak dengan persepsi orang tua tinggi dan anak dengan persepsi orang tua rendah. Peneliti selanjutnya dapat mengadakan penelitian lanjutan tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi kesiapan bersekolah anak, contohnya pendidikan orang tua dan gender anak.The Influence of Parents' Perceptions on School Readiness for Children aged 5-6 Years in SamarindaAbstract: Parental perceptions affect children's school readiness, especially in self regulation ability, self and social development, languange and literacy development and mathematical development. This Ex-Post Facto study aims to determine the differences of school readiness for children aged 5-6 years old who have parents with high perceptions and low perceptions in Samarinda Ulu District, Samarinda City, East Kalimantan. The method used in this study is ex-post facto with a 2x3 facto design.The sampling technique in this study was stratified random sampling by grouping TK into 3 characteristics, namely State Kindergarten, Regular Private Kindergarten, and Religion-based Private Kindergarten, and from each group of these characteristics, 1 state kindergarten, 4 regular private kindergartens, and 7 religious-based private kindergartens were selected. The data collection technique was carried out by distributing 134 questionnaires to parents for perception data and 134 questionnaires to teachers for school readiness data. The results showed that there were differences in school readiness for children aged 5-6 years between children with high parental perceptions and children with low parental perceptions. The next researcher can conduct further research on other variables that can affect children's school readiness, for example parental education and children's gender.
PENGARUH PENGALAMAN AWAL PENDIDIKAN ANAK TERHADAP KESIAPAN BERSEKOLAH ANAK TAMAN KANAK-KANAK USIA 5-6 TAHUN DI KOTA SAMARINDA Febry Maghfirah; Yuliani Nurani; Nurjannah Nurjannah
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 10, No 2 (2020): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/esjpgsd.v10i2.20886

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of children's early education experience on school readiness of children aged 5-6 years in Samarinda Ulu District, Samarinda City. The population in this study were children aged 5-6 years who attended kindergarten group B in Samarinda Ulu District. The sampling technique is stratified random sampling. Data collection techniques through distributing questionnaires to parents to find out the initial experience of children's education and to teachers for school readiness data. The results showed that there were differences in school readiness of children aged 5-6 years between children who participated in KB - TK A - TK B, TK A - TK B, and TK B. Keywords: children's early education experience, school readiness, early childhood ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman awal pendidikan anak terhadap kesiapan bersekolah anak TK Usia 5-6 tahun di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di TK kelompok B di Kecamatan Samarinda Ulu. Teknik pengambilan sampel yaitu Stratified random sampling. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada orang tua untuk mengetahui pengalaman awal pendidikan anak dan kepada guru untuk data kesiapan bersekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan bersekolah anak usia 5-6 tahun antara anak yang mengikuti KB – TK A – TK B, TK A – TK B, dan TK B. Kata Kunci: pengalaman awal pendidikan anak, kesiapan bersekolah, anak usia dini
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK KETAHANAN KELUARGA DI PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU Nurjannah Nurjannah; Andini Diana Juliati
Bahasa Indonesia Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2346.731 KB) | DOI: 10.21009/sarwahita.131.03

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah pelatihan yang diberikan kepada perempuan di Pulau Tidung berkaitan dengan kemampuan perempuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga, peran sosial di masyarakat, dan berpartisipasi dalam kelestarian lingkungan hidup. Peningkatan kemampuan perempuan tersebut berarti meningkatnya kualitas diri perempuan sehingga dapat berkontribusi pada ketahanan keluarga. Untuk itu kegiatan yang dilakukan adalah (1) pelatihan inovasi memajukan ekonomi kreatif; (2) pelatihan inovasi perempuan bahari melalui inovasi seni budaya; (3) pelatihan pembelajaran guru untuk menanamkan kearifan lokal pada anak; (4) Pelatihan inovasi perempuan sebagai agen pelestarian lingkungan melalui Wisata Edukasi Bahari (WEB). Sasaran kegiatan adalah (1) perempuan di keluraga, sebagai anggota keluarga yang dapat memberikan kontribusi pendapatan keluarga; (2) perempuan di organisasi kemasyarakatan, sebagai anggota organisasi yang dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan peran perempuan untuk masyarakat dan kelestarian lingkungan; dan (3) perempuan di lembaga pendidikan, sebagai bagian dari lembaga yang dapat memberikan kontribusi pada perkembangan peserta didik. Dengan demikian kegaitan ini akan memberikan manfaat bagi (1) pemerintah daerah, dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahn sosial; (2) lembaga pendidikan, dapat membantu lembaga dalam mencapai visi dan misi pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa; dan (3) keluarga, dapat memberikan kontribusi peningkatan pendapatan keluarga.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH ADIWIYATA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SDN TANAH TINGGI 3 KOTA TANGERANG Indah Kusuma Pradini; Bedjo Sudjanto; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan
Publisher : Program Studi Manajemen Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.511 KB) | DOI: 10.21009/jgg.072.03

Abstract

This research was taken place in SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang with purpose to understanding the implementation of Adiwiyata school programs in enhancing education quality that is related to the policy of Adiwiyata school programs, the implementation of Adiwiyata school programs, supporting factors and obstacle factors of implementation of Adiwiyata school programs in SDN Tanah Tinggi 3 Kota Tangerang. The methodology that used is qualitative method with descriptive approach. Data collection procedure was conducted through observation, in-depth interview, and documentation. Source of data is headmaster, team head of Adiwiyata, member of Adiwiyata team, and teachers. Analysis conducted using data reduction, data presentation, and data verification. This research shows that the school successfully achieved an award as Adiwiyata Mandiri school by launching 12 adiwiyata programs including everyday without plastics, a simple IPAL management at school, healthy canteen, waste bank management, JUMSIH program (a clean Friday), compost management program, composter and 3R (reuse, reduce, and recycle), etc. The program was implemented according to a number of components such as environmentally based policy; implementation of environmentally based curriculum; environmental activities in participative basis and management of environmentally friendly supporting activities
Perbedaan Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Ditinjau Dari Motivasi Berprestasi Widiawati Widiawati; Iva Sarifah; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perbedaan penerapan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa kelas 4 SD ditinjau dari Motivasi Berprestasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4 di SDN Jatisampurna X Kota Bekasi sebanyak 76 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket dan soal tes. Hasil penelitian menunjukkan Ada perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi kelas IV SD antara yang menggunakan pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah. begitu pun Ada perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi kelas IV SD antara siswa motivasi berprestasi tinggi dengan siswa motivasi berprestasi rendah. Siswa pada pembelajaran berbasis proyek untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Begitupun pada penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih baik dibandingkan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterampilan berpikir tingkat tinggi pada model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis masalah sama-sama dipengaruhi oleh motivasi berprestasi.
Pengaruh Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau dari Tingkatan Jenjang Pendidikan Marni Serepinah; Iva Sarifah; Nurjannah Nurjannah; Muhammad Iqbal Al Ghozali
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 1 (2023): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i1.4431

Abstract

Fenomena  pandemi covid-19 beberapa tahun yang lalu menciptakan pola pembelajaran baru yakni pembelajaran daring. Guru dan siswa di Indonesia mulai terbiasa dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring. Ada dua  jenis aplikasi yang sering digunakan dalam proses pembelajan daring yakni whatsapp dan zoom meeting. Kedua aplikasi ini memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Kedua aplikasi tujuan dari penelitian ini yakni untuk melihat apakah ada perbedaan penggunaan aplikasi whatsapp dan juga zoom meeting di jenjang pendidikan yang berbeda yakni jenjang pendidikan dasar (SD) dan jenjang pendidikan menengah (SMP) dalam menentukan hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan yakni metode eksperimen factorial 2x2. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan tes. Teknik analisis data yang digunakan yakni uji normalitas, uji homogenitas dan uji anova 2 jalur dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada interaksi antara jenis aplikasi pembelajaran daring dengan jenjang pendidikan terhadap hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN HYBRID DI SEKOLAH DASAR Sastra Wijaya; Iva Sarifah; Nurjannah Nurjannah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v8i1.7037

Abstract

Transformation in the field of education can be carried out by developing more innovative and creative learning designs through a student-centered learning approach. The use of technology as a learning medium is the right choice for teachers to improve the mathematical literacy skills of elementary school students, the combination of face-to-face learning with technology-based learning is then called hybrid learning. The mathematical literacy indicators used in this study refer to questions formulated in PISA organized by the OECD. Based on this, this study then aims to determine the effect of hybrid learning in improving students' mathematical literacy skills. The results showed that the average score of students after using this learning was 80.60 with a standard deviation of 14.505 and a maximum score of 100. As for the results of the effectiveness test on the results of the independent sample t-test, it showed significant results with the calculation results of F = 0.083, df = 80, sig (2-tailed) = 0.002, which successfully answers the research hypothesis of the normality test using the Kolmogorov Smirnov test states that the data value score Sig.0.002 ≤ 0.05, thus it can be ascertained that there is a significant effect of hybrid learning on students' literacy skills.
Potensi Challenge Based Learning dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Gaya Kognitif Peserta Didik Sekolah Dasar Dita Angelia; Agung Purwanto; Nurjannah Nurjannah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107264

Abstract

Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be developed from an early age, particularly in elementary education. However, various studies indicate that elementary students' critical thinking skills remain relatively low, partly due to learning models that do not adequately support their development. This article aims to explore the potential of the Challenge Based Learning (CBL) model in enhancing students' critical thinking skills, considering their cognitive styles: Field Independent (FI) and Field Dependent (FD). The literature review shows that CBL promotes active student engagement in solving real-world challenges, which effectively develops critical thinking aspects such as interpretation, analysis, evaluation, and inference. Additionally, cognitive style influences how students respond to learning: FI students tend to be more independent and analytical, while FD students require more guidance and prefer collaborative work. Therefore, implementing CBL with adjustments based on students' cognitive styles holds significant potential for optimizing the development of critical thinking skills.Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan ini masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang kurang mendukung pengembangan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi model Challenge Based Learning (CBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan mempertimbangkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Kajian literatur menunjukkan bahwa CBL mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan tantangan nyata sehingga mengembangkan aspek berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Selain itu, gaya kognitif memengaruhi cara peserta didik merespons pembelajaran: siswa FI cenderung lebih mandiri dan analitis, sementara siswa FD membutuhkan lebih banyak bimbingan dan bekerja lebih baik dalam kolaborasi. Oleh karena itu, penerapan CBL yang disesuaikan dengan gaya kognitif memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Efektivitas Pendekatan Open Ended Modifikasi Metode Montessori Untuk Meningkatkan Kemampuan Numerik Siswa Sekolah Dasar Anna Silviana; Yurniwati Yurniwati; Nurjannah Nurjannah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107222

Abstract

Numerical ability is a fundamental competency essential to mathematics learning at the elementary level. However, various studies indicate that students still struggle to understand basic number concepts and arithmetic operations. This literature review aims to examine the effectiveness of the open-ended approach modified with the Montessori method in improving elementary students’ numerical ability. Findings reveal that the open-ended approach encourages flexible and creative thinking in solving mathematical problems, while the Montessori method helps students understand concepts concretely and gradually, in line with their cognitive development. The integration of both approaches creates meaningful, active, and enjoyable learning experiences that enhance number sense, counting skills, and conceptual understanding. This article recommends the open-ended Montessori approach as an innovative and adaptive alternative for teaching numeracy in elementary education. Kemampuan numerik merupakan kompetensi dasar yang esensial dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih menghadapi kesulitan dalam memahami konsep dasar bilangan dan operasi matematika. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai efektivitas pendekatan open ended yang dimodifikasi dengan metode Montessori dalam meningkatkan kemampuan numerik siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan open ended mendorong pemikiran fleksibel dan kreatif dalam menyelesaikan masalah matematika, sementara metode Montessori membantu siswa memahami konsep secara konkret dan bertahap sesuai perkembangan kognitif mereka. Kombinasi kedua pendekatan ini menciptakan pembelajaran yang bermakna, aktif, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan aspek number sense, keterampilan menghitung, dan pemahaman konsep bilangan. Artikel ini merekomendasikan pendekatan ini sebagai alternatif pembelajaran numerik yang inovatif dan adaptif di sekolah dasar.