Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

BENDERA DI HIZBUT TAHRIR INDONESIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (KAJIAN KONTEKS SEJARAH, KONTEKS BUDAYA, DAN ESTETIKA SEMIOTIS) Deni Junaedi
Jurnal Kawistara Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.3938

Abstract

This paper discusses on ags used by Hizb ut-Tahrir Indonesia Yogyakarta (HTI DIY). This organization uses two types of ag: liwa and rayah. The color of the liwa is white and the color of the rayah is black. Upon both the profession of faith (shahada) is written in Arabic Calligraphy. Historically speaking, the Prophet Muhammad used the liwa and the rayah. Politically speaking, both ags are intended for use as the ag of the nwe caliphate to which HizbI ut-Tahrir (HT) aspires. HTI DIY con rms that liwa and rayah are not their ags but ags of Islam. The semiotic aesthetics study of the ags includes the study of aesthetic object, aesthetic values, and aesthetics experience. As aesthetic objects, the liwa and rayah show varieties. Aesthetic values of those ags consist of a symbolic value, one which refers to Islam and the Caliphate; iconic value, i.e.the imitation of the Prophet Muhammad’s ags; and indexical value indicating the activity of the HTI DIY. Aesthetic experiences of the ags experienced by the HTI DIY activists are in the form of the emotional effects.
Penggunaan Kosakata Ciptaan Roald Dahl Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis Kurniawan, Naja Izzah; Wicaksono, Satrio Hari; Junaedi, Deni
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v10i1.12645

Abstract

Painting is a visual language that can be the means of expressing one's creative expression and is useful in improving one's ability to think and imagine, especially one's aesthetic sensitivity. The transfer of language from verbal language to visual language is carried out in this Final Project by adopting the use of unique vocabulary found in Roald Dahl's children's novels in the form of paintings.‘Gobblefunk’ is a term created by Dahl to describe his own language. In this Final Project, his gobblefunk vocabulary is interpreted and used in the title of the work which has personal tendencies before being realized as a painting. The hope of achieving this Final Project is to represent the use of vocabulary created by Roald Dahl and the world of fantasy contained in his writings. This is channeled through a series of works that have a surrealistic component, colours that give a fantasy feel, human figures, and/or man-made or natural objects/subjects that are integrated into watercolour paintings with the addition of other media. Seni lukis merupakan salah satu bahasa imaji yang mampu menjadi sarana dalam mengeluarkan ekspresi kreatif seseorang dan bermanfaat dalam mengasah kemampuan berpikir dan berimajinasi, ataupun kepekaan estetika seseorang. Alih wahana dari bahasa verbal menjadi bahasa imaji dilakukan dalam Tugas Akhir ini dengan mengangkat penggunaan kosakata unik yang ditemukan dalam novel anak ciptaan Roald Dahl ke dalam wujud karya seni lukis. ‘Gobblefunk’ merupakan istilah yang dibuat oleh Roald Dahl untuk menyebut bahasa ciptaannya sendiri. Dalam Tugas Akhir ini, kosakata gobblefunk ciptaan Roald Dahl diinterpretasi dan digunakan dalam judul karya yang bersifat personal sebelum diwujudkan sebagai lukisan. Harapan capaian dari Tugas Akhir ini untuk merepresentasikan penggunaan kosakata ciptaan Roald Dahl dan dunia fantasi yang terdapat dalam tulisan-tulisannya. Hal tersebut disalurkan melalui rangkain karya yang memiliki komponen surealistik, warna yang memberikan nuansa fantasi, figur manusia, dan atau objek/subjek buatan manusia maupun alami yang terpadukan dalam lukisan cat air dengan tambahan media lain.
KOMPOSISI WARNA SPLIT KOMPLEMENTER UNTUK PENCIPTAAN LUKISAN LANSKAP CAT AIR Deni Junaedi; Jacqueline Jesse Blues Tanos
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.961 KB) | DOI: 10.24821/ars.v22i2.2943

Abstract

Penelitian berjudul “Komposisi Warna Split Komplementer untuk Penciptaan LukisanLanskapCat Air” ini untuk mengkaji komposisi warna split komplementer pada lukisan dengan material cat air di kertas. Warna komplementer adalah warna yang berhadap-hadapan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning berkomplementer dengan ungu. Adapun split komplementer atau bias komplementer adalah sebuah warna dengan warna yang ada di dekat warna komplementernya, contohnya, warna kuning berbias komplementer dengan ungu-biru maupun ungu-merah. Dalam hal ini, warna kuning merupakan poros untuk split komplementer.Rumusan masalahnya adalah bagaimana menciptakan lukisan lanskap dengan menggunakan warna split komplementer danpersoalan artistik apakah yang timbul pada lukisan yang menggunakan warna split komplementer dengan material cat air.  Penelitian ini menghasilkan lukisan dengan komposisi warna split komplementer dengan poros wana primer (merah, biru, dan kuning) maupun warna sekunder (oranye, hijau, dan ungu). Persoalan artistik yang dianalisis meliputi efek teknik cat air pada warna split komplementer, tonalitas, dan objek. 
EKSPERIMEN TAFRIL UNTUK LUKISAN CAT AIR Deni Junaedi; Andrea Gani Hidayat
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 23, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v23i2.3705

Abstract

Kertas merupakan pasangan konvensional untuk tafril atau bidang lukisan cat air; sebagai bentuk kreativitas, peran kertas perlu diganti dengan tafril berbahan lain. Untuk itu, penelitian berjudul “Eksperimen Tafril untuk Lukisan Cat Air” ini mengajukan rumusan penciptan: “Bagaimanakah karakter tafril dari kulit jeruk kering, kulit kacang kering, dan daun pisang kering jika digunakan untuk lukisan cat air? Dari ketiga tafril alami yang berasal dari tumbuhan kering tersebut, manakah bahan yang paling cocok untuk cat air?” Dengan metode improvisasi, eksperimen dilakukan menggunakan tafril berbahan kulit jeruk kering, kulit kacang kering, dan daun pisang kering. Karakter tafril yang diperhatikan meliputi daya serap, warna dasar, dan tekstur. Karena cat air bersifat transparan, tafril yang cocok adalah memiliki daya serap kuat, berwarna dasar terang, dan teksturnya tidak terlalu kasar juga tidak terlalu halus. Dalam penelitian ini, tafril yang memiliki karakter tersebut adalah kulit jeruk kering. Adapun tafril dari kulit kacang kering memiliki tekstur yang terlalu kasar dan tafril dari daun pisang tidak memiliki daya serap tinggi juga warna dasarnya kurang terang.