Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Respon Pemberian Pupuk Kandang dan Sulfur terhadap Kandungan Asam Amino Sistin dan Metionin pada Rumput Raja (Pennissetum purpureophoides) D. Nurmaida; A. Imsya; Muhakka .
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/JPS.2.2.2013.2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang, sulfur, dan interaksinya terhadap kandungan sistin dan metionin rumput raja (Pennissetum purpureophoides). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor sebagai perlakuan yaitu pupuk kandang dan sulfur. Faktor pertama yaitu pupuk kandang terdiri dari 3 tingkat yaitu 0 kg/ha (K0), 5 ton/ha (K1), dan 10 ton/ha (K2). Faktor kedua adalah sulfur dengan 4 tingkat yaitu 0 kg S/ha (S0), 30 kg S/ha (S1), dan 90 kg S/ha. Jumlah kombinasi perlakuan adalah 12 dengan 3 kelompok, sehingga didapat 36 unit percobaan. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan analisis keragaman dan untuk melihat perbedaan digunakan uji Beda Nyata Terkecil. Parameter yang diamati adalah kandungan asam amino sistin dan metionin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sulfur memberikan pengaruh nyata (P<0,05)  pada kandungan sistin dan metionin. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan 60 kg S/ha sulfur memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan sistin dan perlakuan 90 kg S/ha sulfur memberikan pengaruh terbaik terhadap kandungan metionin pada rumput raja. Pemberian pupuk kandang dan interaksinya tidak mempengaruhi kandungan sistin dan metionin rumput Raja.
Pengaruh Penggunaan Hi-Fer? terhadap Kandungan Protein Kasar, Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Fermentasi Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) Muhakka .; A. Imsya; T. N. Susanti
Jurnal Peternakan Sriwijaya Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Sriwijaya
Publisher : Department of Animal Sciences, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.659 KB) | DOI: 10.36706/JPS.6.1.2017.5076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Hi-fer? terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar pada fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakukan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut : P0 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) tanpa perlakuan (kontrol), P1 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 0,4% Hi-Fer?, P2 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 0,8% Hi-Fer?, dan P3 = Rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) + 1,2% Hi-Fer?. Peubah yang diamati adalah kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Hi-Fer? berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan lemak kasar fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunan Hi-Fer? 0,8% pada fermentasi rumput Bento Rayap (Leersia hexandra) dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan serat kasar.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Fitokimia Ransum melalui Kombinasi Daun Lamtoro dan Indigofera Riswandi, Riswandi; Muhakka, Muhakka; Wijaya, Agus; Imsya, Afnur; Karomah, Cici
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riswandi R, Muhakka M, Wijaya A, Imsya A, Karomah C. 2022. evaluation of the physical and phytochemical quality of the ration through the combination of leucaena and indigofera leaves.  In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 254-262. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Tree legume supplementation is a solution to improve the quality of rations in traditional ruminant rearing systems, because they contain high nutrients. The purpose of this study was to evaluate the physical and phytochemical quality of bento grass based rations through the combination of Lamtoro and Indigofera leaves. This research was conducted for 3 months at the Animal Feed Nutrition Laboratory, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments consisted of R0 (70%  Bento Rayap Grass + 30% Concentrate), R1 (40% Bento Rayap Grass + 30% Concentrate + 30%  Leucaena leaves), R2 (40% Bento Rayap Grass + 30% Concentrate + 30% Indigofera) , R3 ( 40%  Bento Rayap Grass + 30% Concentrate + 15% Leucaena leaves + 15% Indigofera). Parameters observed in the physical quality test were specific gravity (SG), pile density (PD), water absorption (WA) and moisture content (MC). Phytochemical analysis consists of tannins and saponins. The results of this study showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on SG, PD, WA, tannin and saponins while the MC had no significant effect (P>0.05). Furthermore, the lowest content of SG (0.47 g/ml) and WA (381.71%) was obtained at R2, the highest PD (0.23 g/cm3) at R1. The highest concentration of tannins (3.16%) and saponins (2.08%) was obtained at R1. The conclusion of this study showed that the combination of 40% Bento Rayap grass + 30% concentrate + 30% Leucaena leaves could improve the physical and phytochemical quality of the ration.
Evaluasi Hi-fer+Are Bolong dan Kumpai Tembaga dengan Suplementasi Kemon Air terhadap Nilai Kecernaan Secara In Vitro Muhakka, Muhakka; Imsya, A; Tunggal, T; Riswandi, Riswandi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 10, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 “Revitalisasi Sumber Pangan N
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhakka M, Imsya A, Tunggal T, Riswandi R. 2022. Evaluation of hi-fer+are bolong and kumpai tembaga with kemon air supplementation on digestibility value in vitro. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-10 Tahun 2022, Palembang 27 Oktober 2022. pp. 816-823. Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Forage is the main feed for ruminants whose availability is addictive to the season, so it is necessary to find an alternative by utilizing swamp forage by fermentation. This study aimed to determine the nutritional value of fermented forage (Hi-fer+) Are Bolong and Kumpai tembaga with Kemon Air Supplementation on in vitro Digestibility Value. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, with the following treatments: (A) Hi-fer+Are Bolong 100% + Kumpai tembaga 0% + Kemon air 0%; (B) Hi-fer+ Are Bolong 75% + Kumpai tembaga 20% + Kemon Air 5%; (C) Hi-fer+Are Bolong 50% +Kumpai tembaga 40% + Kemon Air 10% and (D) Hi-fer+Are Bolong 25% +Kumpai tembaga 60% + 15% Kemon Air. The results showed that the treatment had a notable effect on the digestibility of dry matter, organic matter and NH3, but had no significant outcome on the pH content. The best results were in treatment C, namely: Hi-fer+Are perforated 50%, Kumpai tembaga 40% and Kemon air 10% which gave the best digestibility value.
Produksi dan Kapasitas Tampung Padang Pengembalaan di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Muhakka, Muhakka; Munawar, Asep Indra; Fariani, Armina; Sahara, Eli; Sabrina, Salmi
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhakka, M., Ali, A. I. M., Riswandi, R., Fariani, A., Sahara, E., & Sabrina, S. (2024).Production and carrying capacity of pasture in Sejaro Sakti Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang  21 Oktober 2024. (pp. 501–511).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Forage is very important to increase ruminant livestock production. The purpose of this study was to determine the production and carrying capacity of pasture in Sejaro Sakti Village, Indralaya District. This study was conducted in the pasture area in Sejaro Sakti Village, Indralaya District, and at the Animal Nutrition and Feed Laboratory of the Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. The method used in this study was the Halls method, which took samples using a 1m2 sample plot to determine the type and production of forage. The parameters observed were the vegetation types in the swamp pasture, fresh weight production, dry matter production and carrying capacity. The results of the study showed 9 types of swamp green vegetation, namely Kumpai minyak grass (Hymenache amplexicausis), Kumpai padi (Oryza rupifogon), Purun tikus (Eleocharis dulcis), Algae (Spirogyra sp.), Eceng Gondok (Eichornia crassipes), Kiambang (Salvinia cucullata), Telepuk padi (Nymphanea adorate), Serpang (Caesalpinia sp.) and Kemon air (Neptunia oleracea). Fresh production of swamp greens is 1.10 tons Ha-1 and dry matter production is 0.23 tons.Ha-1 and carrying capacity is 0.66 AU.Ha-1.year-1. It can be concluded that the fresh production of swamp greens in the pasture in Sejaro Sakti Village is 1.10 tons.Ha-1 and dry matter production is 0.23 tons.Ha-1 and carrying capacity is 0.66 AU.Ha-1.year-1.
Lama Kembali Estrus Pasca Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi Potong di Kabupaten Jember Jawa Timur Priyanto, Langgeng; Muhakka, Muhakka; Nurdin, Aptriansyah Susanda; Husna, Nisa Aulia; Luqmanulfakim, Arif; Putranti, Oktora Dwi
Cannarium Vol 23, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v23i1.9658

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku memiliki penularan yang sangat cepat pada ternak yang berkuku belah genap dan agen utama penyebab penyakit PMK ini adalah virus foot mouth disease (FMDV). Tujuan penelitian untuk mengetahui kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang ada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2023 di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan survey dan penarikan sampel dengan cara purposive sampling dan metode pengumpulan data primer dan data sekunder. Parameter yang diamati pada penelitian ini antara lain jenis sapi potong, riwayat vaksin, sapi kembali estrus, lama sapi sembuh dari PMK. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa populasi sapi potong terbanyak adalah sapi Limosine 63% (110 ekor), Simental 23% (40 ekor), PO 6%  (11 ekor), Simpo 6% (11 ekor) dan Limpo 2% (4 ekor), dengan riwayat vaksin  dua kali 41%, belum pernah 23%,  1 kali 19% dan lebih dari 2 kali 17%, dan lama sapi sembuh serta kembali estrus yaitu 4 – 6 bulan  (35% ; 49%), 1-3 bulan (32% ; 22%) dan lebih dari 6 bulan (33% ; 29%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis sapi potong yang ada di Kabupaten Jember terbanyak adalah Limosine 63% (110 ekor), dengan riwayat vaksin dua kali  41%, sapi potong akan sembuh kembali setelah terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dana lama kembali estrus  selama 4 – 6 bulan. Kata Kunci      : Penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Potong, lama estrus.