Jasni Jasni
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor, Telp./Fax. (0251) 8633378, 8633413

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KOMPONEN KIMIA DAN KETAHANAN EMPAT JENIS ROTAN Winarni, Ina; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2275.879 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.1.1-9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen kimia dan ketahanan empat jenis rotan terhadap serangan bubuk kering sebagai dasar pemanfaatan untuk pembuatan mebel dan peralatan rumah tangga. Jenis rotan yang diteliti yaitu wira (Daemonorops fissa (Miq.) Bl., dahanan (Korthalsia flagellaris Miq.), ahas (Korthalsia angustifolia Bl.) dan kertas (Calamus unifarius H. Wendl.), Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Penentuan komponen kimia menggunakan standar TAPPI dan ASTM, sedangkan ketahanan terhadap bubuk Dinoderus minutus Fabr digunakan contoh uji berupa rotan berukuran panjang 2 cm. Hasil penelitian menunjukkan kadar selulosa rotan wira (48,00%), dahanan (53,03%), ahas (46,49%) dan kertas (44,50%). Kadar lignin rotan wira (28,28%), ahas (22,90%), dahanan (25,46%), dan kertas (27,10%). Pengujian terhadap serangga/bubuk rotan, dahanan dan wira termasuk kelas ketahanan II sedangkan rotan ahas dan kertas termasuk kelas ketahanan III. Keempat jenis rotan tersebut, ternyata sesuai sebagai bahan baku untuk perakitan mebelair dan bahan aksesori guna menciptakan nilai tambah produk.
TINGKAT KELIMPAHAN POPULASI SPESIES ROTAN DI HUTAN LINDUNG BATU KAPAR, GORONTALO UTARA Kalima, Titi; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  informasi  tentang  keanekaragaman spesies-spesies  rotan  di kawasan Hutan Lindung Batu Kapar, Gorontalo Utara. Observasi dilakukan di Kecamatan Atinggola, yang merupakan kawasan hutan alam. Spesies rotan yang dijumpai dicatat dan diidentifikasi berdasarkan karakteristik pelepah daun. Frekuensi setiap spesies rotan ditentukan berdasarkan kepadatan populasi setiap spesies pada beberapa tinggi tempat. Metode yang digunakan  adalah jalur berpetak (line plot sampling), di mana banyak tumbuhan rotan. Jalur dibuat sepanjang 100 m dengan ukuran lebar 20 m.  Hasil eksplorasi dan identifikasi spesies-spesies rotan di kawasan Hutan Lindung Batu Kapar dijumpai sebanyak 11 spesies rotan berdasarkan nama lokal. 11 spesies rotan ini diperoleh enam spesies rotan tumbuh berumpun dan lima spesies tumbuh tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies rotan yang paling dominan persebarannya adalah rotan buku tinggi (Calamus ornatus var. celebicus Beccari ) berturut-turut pada ketinggian 600 m dpl., 700 m dpl., dan 800 m dpl., adalah INP = 30,94%; INP = 29,39 %; dan INP = 30,95%. Nilai indeks keanekaragaman spesies tertinggi pada ketinggian 700 m dpl. (1,0163) dengan 11 spesies dan nilai terendah pada ketinggian 800 m dpl. (0,9736) dengan 10 spesies. Nilai indeks kesamaan komposisi tidak mencapai 50%, berarti secara keseluruhan nilai indeks kesamaan spesies relatif rendah
ANATOMICAL PROPERTIES OF NINE INDIGENOUS RATTAN SPECIES OF JAMBI, INDONESIA Krisdianto, Krisdianto; Jasni, Jasni; Tutiana, Tutiana
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 5 No. 2 (2018): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Association of Indonesian Forestry and Environment Researchers and Technicians

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2018.5.2.147-161

Abstract

Various rattan species grow naturally in Jambi, Indonesia, i.e. opon (Plectocomiopsis geminiflora (Griff.) Beccari), udang (Korthalsia flagelaris Miquel), getah (Daemonorops micracantha (Griff.) Beccari), duduk (D. didymophylla Beccari), tunggal (Calamus laevigatus Martius), sijau (C. tumidus Furtado), buruk ati (C. insignis Griff. var. longispinosus Dransfield), batu (C. zonatus Beccari), and paku (C. exillis Griff.). The rattan species are classified as lesser known species, which its properties are unknown to rattan supplier and consumers. This paper observes the anatomical properties of nine indigeneous rattan species of Jambi. Anatomical observations were conducted from solid, sectioned and macerated samples. Results show that anatomical properties become a diagnostic characteristic for rattan species identification and specific characteristic has been developed for key species determination. Vascular bundles in the outer part of the stem of opon and udang rattans are yellow-capped. Width and length ratio of vascular bundle in the outer part is more than 1, oval shape was found in sijau rattan, while elongated shape vascular bundle with the ratio less than 1 was found in buruk ati. Fiber bundles separated from vessels are found in central ground parencymatous tissue of rattan tunggal. In the peripheral area, fiber bundle forms one or two lines with no specific pattern found in rattan paku, while fiber bundles in one line with alternate pattern found in rattan duduk. Single resin canals are found both in center part and peripheral area is found in batu rattan and mostly single. Resin canals are found in pair at getah rattan stem.