Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL DI SMA MUHAMMADIYAH IMOGIRI Nurlailatun Ramdani; Harina Fitriyani
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v8i3.23035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal terkait materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, subjek penelitiannya yaitu siswa kelas X SMA Muhammadiyah Imogiri dan objek penelitiannya adalah kesulitan belajar matematika siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear tiga variabel. Data penelitian ini diperoleh dari tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Pada bagian wawancara, siswa yang dipilih yaitu berdasarkan kriteria siswa paling banyak melakukan kesalahan dan siswa yang pandai berbicara berdasarkan tunjukan dari guru. Analisis data menggunakan analisis data menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa pada soal sistem persamaan linear tiga veriabel diperoleh bahwa rata-rata siswa kesulitan bagian fakta sebesar 45,83%, siswa kesulitan bagian konsep sebesar 53,65%, siswa kesulitan bagian operasi sebesar 81,25% dan siswa kesulitan bagian prinsip sebesar 73,43% sehingga kesulitan yang paling banyak dialami siswa yaitu kesulitan operasi dan faktor penyebab kesulitan yang dialami siswa yaitu siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, siswa mengerti konteks soal namun tidak dapat menghitung secara tepat, siswa kurang latihan untuk mengerjakan bentuk soal-soal cerita, siswa keliru dalam menuliskan model matematika, siswa tidak bisa melakukan perhitungan, siswa salah dalam menentukan operasi matematika yang digunakan, siswa salah dalam mengunakan metode perhitungan dan siswa tidak serius dalam mengerjakan tes uraian yang diberikan peneliti.
KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA DITINJAU DARI LEVEL BERPIKIR GEOMETRI MENURUT TEORI VAN HIELE Ulfa Cantika Putri; Harina Fitriyani
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v10i1.26033

Abstract

STUDENTS' GEOMETRIC THINKING BASED ON VAN HIELE'S THEORY Harina Fitriyani; Sri Adi Widodo; Aan Hendroanto
Jurnal Infinity Vol 7 No 1 (2018): Volume 7 Number 1, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v7i1.p55-60

Abstract

The current study aims to identify the development level of students' geometric thinking in mathematics education department, Universitas Ahmad Dahlan based on van Hiele's theory. This is a descriptive qualitative research with the respondents as many as 129 students. In addition to researchers, the instrument used in this study is a test consisting of 25 items multiple choice questions. The data is analyzed by using Milles and Huberman model. The result shows that there were 30,65% of students in pre-visualization level, 21,51% of students in visualizes level, and 29,03% of students in analyze level, 16,67% of students in informal deduction level, 2,15% of students in deduction level, and 0,00% of student in rigor level. Furthermore, findings indicated a transition level among development levels of geometric thinking in pre-analyze, pre-informal deduction, pre-deduction, and pre-rigor that were 20%; 13,44%; 6,45%; 1,08% respectively. The other findings were 40,32% of students were difficult to determine and 4,3% of students cannot be identified.
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN SPASIAL SISWA SMP MUHAMMADIYAH DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Dharu Ari Kurniawan; Harina Fitriyani
AdMathEduSt: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/admathedust.v11i2.28655

Abstract

Matematika menjadi salah satu mata pelajaran wajib disekolah, karena matematika merupakan ilmu yang mendasari semua bidang untuk membentuk kemampuan siswa. Kemampuan matematika mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelajaran matematika. Salah satu kemampuan matematika adalah penalaran spasial. Dalam penelitian ini, berguna untuk mengetahui profil penalaran spasial siswa ditinjau dari kemampuan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang akan memberikan gambaran yang terperinci dan mendalam mengenai profil penalaran spasial siswa dalam memecahkan masalah matematika dan menggunakan instrumen tes, wawancara, dan data skunder sebagai teknik analisis data. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki skor yang tinggi dalam semua aspek penalaran spasial seperti visualisasi spasial, rotasi mental dan orientasi spasial. Siswa dengan kemampuan spasial sedang memiliki keterampilan yang baik dalam memvisualisasikan objek, memiliki pemahaman kuat terhadap orientasi spasial dan memiliki kemampuan untuk menganalisis yang baik terhadap suatu objek. Namun, pada kemampuan matematika yang rendah memiliki visualisasi spasial yang baik dalam memvisualisasikan objek objek, memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan perputaran terhadap objek, namun memiliki kesulitan dalam menghubungkan antar objek. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi dan sedang memiliki penalaran spasial yang baik, sedangkan siswa dengan kemampuan matematika rendah memiliki kesulitan dalam menghubungkan antar objek meskipun memiliki kemampuan visualisasi spasial yang baik.
Pengaruh pendekatan rigorous mathematical thinking (RMT) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII Siti Mahmudah; Harina Fitriyani
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 6 No 1 (2020): Edisi Vol. 6 No. 1 Mei 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v6i1.665

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan matematika adalah menjadikan siswa berpikir kreatif. Hasil dari berpikir kreatif disebut kreatifitas. Namun pada kenyataanya kreatifitas ini kurang diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran. Sehingga kemampuan berpikir kreatif perlu dikembangkan lagi. Pemberian stimulus adalah salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Geometri adalah salah satu bidang dalam matematika. Geometri pada tingkat menengah salah satunya mempelajari tentang bangun datar segiempat dan segitiga. Materi geometri merupakan materi yang sulit dipahami oleh siswa karena sulitnya siswa menangkap konsep dari materi tersebut. Rigorous mathematical Thinking (RMT) merupakan pendekatan pembelajaran yang memiliki tiga unsur penting yang mendorong siswa lebih memahami konsep suatu materi. Dengan pahamnya siswa akan konsep suatu materi maka kemampuan berpikir kreatif siswa akan lebih baik. Hal ini karena dalam berpikir kreatif diperlukan berbagai konsep untuk menyelesaikan masalah matematika. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan RMT terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah true experimental dan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control design. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan RMT terhadap berpikir kreatif siswa bahkah pengaruh tersebut lebih baik dari pendekatan pembelajaran yang biasanya digunakan oleh guru. Namun kriteria lebih baik tidak merujuk pada keseluruhan indikator, hanya satu dua kriteria saja. Abstract One of the purposes of mathematics education is to make students think creatively. The result of creative thinking is creativity. But in fact this creativity is less concerned by teachers in learning. So the creative thinking skills need to be developed again. Stimulus is one of the ways to develop creative thinking skills. Geometry is one of the fields in mathematics. The geometry of the middle level one of them learns about the rectangular and triangular planar figure. Geometry material is material that is difficult for students to understand because it is difficult for students to grasp the concept of the material. Rigorous mathematical Thinking (RMT) is a learning approach that has three important elements that encourage students to better understand the concept of a material. With the student's reward for the concept of material, the student’s creative thinking skills will be better. This is because in creative thinking it takes various concepts to solve the mathematical problems. This research aims to determine the influence of RMT's approach to the creative thinking skills of students. The research method used was true experimental and the research design used was posttest only control design. The results of research show that there is an influence on the RMT approach to creative thinking students are better than the learning approach that teachers typically use. But the better criterion does not refer to the overall indicator, just one two criterion.