Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERAN BRAND AWARENESS MEMEDIASI PENGARUH IKLAN TERHADAP NIAT BELI (STUDI PADA PRODUK PASTA GIGI MEREK SENSODYNE DI KOTA DENPASAR) Vidya Chandra Dewi; Eka Sulistyawati
E-Jurnal Manajemen Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.868 KB) | DOI: 10.24843/EJMUNUD.2018.v07.i04.p02

Abstract

The low public awareness in dealing with sensitive dental problems by using sensitive dentifrice-specific toothpaste products such as the Sensodyne brand makes low purchasing intentions for these products. Purchase intention on a product can be improved by taking into consideration factors that can drive the purchase intention. The purpose of this study is to explain the role of brand awareness in mediating the effect of advertising on purchase intentions. The location of the study was held in Denpasar City involving 150 respondents with the method used is purposive sampling. This method was chosen because it is not known exactly the number of population. Data collection was done through questionnaires. Path analysis technique and sobel test were selected in analyzing data. The results of the study found that advertising has a positive and significant impact on brand awareness. Advertising has a positive and significant impact on purchase intention. Brand awareness has a positive and significant impact on purchase intention. Brand awareness mediates the effect of advertising on purchase intention. Sensodyne parties are expected to maintain and even improve the quality of advertising, so it can cause purchase intention to consumers through high brand awareness level.
ANALISIS PERILAKU KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PATUNG KAYU PADA TOKO KERAJINAN (ART SHOP) KECAMATAN SUKAWATI, GIANYAR, BALI Eka - Sulistyawati; Titiek - Multifiah; Armanu - Thoyib
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 13 No. 1 (2010)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.672 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui: (1) faktor yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu; (2) Faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Gianyar Bali karena merupakan pusat industri kerajinan patung kayu di Bali dan mempunyai pasar sampai ke luar negeri. Toko kerajinan (art shop) patung kayu di Kecamatan Sukawati jumlah cukup banyak dan terus berkembang, toko kerajinan (art shop) letaknya terpusat, berjejer dan saling berdekatan. Kecamatan Sukawati terletak dalam jalur utama ke arah timur seperti obyek wisata Ubud, Istana Presiden Tampak Siring, Goa Gajah, Kintamani serta obyek wisata lainnya. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh wisatawan mancanegara yang berkunjung pada toko kerajinan (art shop) patung kayu di Kecamatan Sukawati Gianyar Bali. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, dengan demikian siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dan memenuhi syarat yang ditentukan dapat digunakan sebagai responden. Sedangkan jumlah sampel yang diperlukan jika dianalisis dengan menggunakan analisis faktor adalah paling sedikit 4 atau 5 kali jumlah variabel yang diteliti. Karena jumlah variabel yang diteliti sebanyak 20 maka sampel ditetapkan 100 responden. Alat analisa yang digunakan adalah analisis faktor untuk mengetahui faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu dan analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 variabel dapat direduksi menjadi 17 variabel yang tersebar dalam 6 faktor. Tiga variabel dikeluarkan dari model karena tidak memenuhi kriteria MSA > 0,5 yaitu variabel potongan harga (X12) dan dua variabel tidak memenuhi kriteria, dimana communality <0,5 yaitu variabel saluran distribusi (X16) dan variabel sarana lain (X20). Dari uji analisis faktor diperoleh hasil bahwa dari 17 variabel yang ditahan di dalam model dan mengelompokkan ke dalam 6 faktor merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Faktor-faktor tersebut adalah faktor harga dengan eigen value 4,63653, faktor promosi dengan eigen value 3,15352, faktor referensi dengan eigen value 1,87740, faktor produk dengan eigen value 1,58539, faktor budaya dengan eigen value 1,34874 dan faktor kondisi fisik dengan eigen value 1,10984. Dengan analisis regresi berganda diketahui 74% keputusan pembelian patung kayu dipengaruhi oleh enam faktor sebagai variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor di luar model analisis yang diduga diantaranya adalah adanya perubahan selera konsumen yang ingin kembali menyatu dengan alam dan peristiwa politik Indonesia yang kurang mendukung bagi kunjungan wisatawan mancanegara. Hal ini terlihat dari nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,74504. Model ini juga digunakan untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh paling dominan di antara 6 faktor yang mempengaruhi konsumen dalam keputusan pembelian produk patung kayu. Dari hasil regresi dapat diketahui bahwa dari enam faktor sebagai variabel independen yang dianalisis, secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung=45,29365 > Ftabel =2,29 signifikan pada a=5%. Kemudian dari enam faktor tersebut dapat pula diketahui bahwa faktor produk merupakan faktor yang berpengaruh paling dominan dalam keputusan pembelian. Hal ini ditunjukkan dalam nilai thitung sebesar 8,594 (tertinggi di antara enam faktor yang mempengaruhi konsumen).   Kata kunci: perilaku konsumen, keputusan, patung kayu.
The Impact of Modern Retail on Traditional Retail Traders in The Mengwi, Badung District Ni Ketut Seminari; Ni Made Rastini; Eka Sulistyawati
Udayana Journal of Social Sciences and Humanities Vol 1 No 1 (2017): UJoSSH, Feburary 2017
Publisher : Research and Community Services Institutes of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248 KB) | DOI: 10.24843/UJoSSH.2017.v01.i01.p05

Abstract

Indomaret is a mini retail network that sells a variety of basic necessities as well as daily necessities. This retail uses overall system cost advantages or cost leadership. This cost advantage, making Indomaret ready to become a manufacturer with a low cost to the industry. Minimarket even this development is so rapid. This development was also accompanied public interest to shop at the minimarket is increased because of the opinion that the modern market (including minimarket) is neat, clean and practical than traditional retail. This thing become a big challenge for traditional retailers. This research is an observational research in a research objects within a certain period conducted in the traditional retail the title is Dampak Indomaret Terhadap Pedagang Ritel Tradisional di Desa Mengwi Kabupaten Badung. The purpose of this study was to determine their impact on traditional retail Indomaret including mini market in Mengwi. This study is a quantitative study using survey research methods. Survey research is a quantitative study using structured questions / systematic same to many people, then all the answers obtained by researchers recorded, processed, and analyzed. The results of research that Indomaret a significant impact on the existence of traditional retail merchants.
PENGARUH PENDIDIKAN, KESEHATAN, UPAH, DAN INVESTASI MODAL FISIK TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI INDONESIA Eka Sulistyawati; Harya Kuncara Wiralaga; Karuniana Dianta Arfiando Sebayang
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v2i2.869

Abstract

Indonesia mengalami kenaikan angka produktivitas tenaga kerja dalam beberapa tahun kebelakang namun belum mencapai produktivitas yang paling tinggi sebagaimana posisinya dalam kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih menempati urutan kelima sehingga masih tergolong produktivitas yang rendah. Dilihat dalam 34 provinsi di Indonesia, seluruh provinsi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun kecuali pada tahun 2020 yang mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Dari 34 provinsi di Indonesia yang terus mengalami kenaikan terdapat 16 provinsi dengan produktivitas di bawah Rp 100 juta. Rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia disebabkan karena tingkat pendidikan yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pendidikan, kesehatan, upah, investasi modal fisik dan pandemi covid-19 (variabel dummy) terhadap produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan Eviews 12 Student Version. Hasil menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan, upah, kesehatan dan investasi modal fisik berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Sedangkan pandemi covid-19 berpengaruh negatif signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja.