Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Efek Hipoglikemik Pemberian Flake dari Tepung Jagung dan Rumput Laut Gracilaria Sp. pada Tikus Diabetes N. L. Ari Yusasrini; Luh Putu T. Darmayanti
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the hypoglycemic effects of flake made from amixture of corn flour and seaweed Gracilaria sp. (corn flake-seaweed) in diabetic rats.Stage of research began with making of corn flake-seaweed, testing nutritional value offlake and continued with bioassay testing using induced diabetic rats. Twenty-one rats(Wistar) were used in this study. Rats were divided into 3 groups: PS (-), PS (+), and PF.Each group was given a different feed. Analysis was conducted on the analysis of proximateand crude fiber content of flake, blood sugar analysis, weighing and observations in animalfeed consumption. The results showed that flake had 3,62 % of a moisture content, 4,59 %of ash content, 9.30% of protein content, 8,27 % of fat content carbohydrates by differentlevels of 74.22% and 36.54% of crude fiber. Bioassay testing showed that the corn flakeseaweedhas hypoglycemic effects and could lower blood glucose levels by 48.43% indiabetic rats.
NUGELLA : NUGGET RUMPUT LAUT-AYAM YANG BERGIZI DAN KAYA SERAT Ayu Melinda Savitri; I Kadek Ariyasa; Dhimas Ridwan Thoyibi; Ayu Anggarawati; N. L. Ari Yusasasrini; Trisna Darmayanti
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Gastronomi
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v6i1.56

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang kaya akan nutrisi, dan terdapat dalam jumlah yang cukup melimpah di perairan Pulau Bali. Selama ini pemanfaatan rumput laut untuk keperluan pangan di Bali masih belum optimal. Rumput laut diketahui memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, serta berbagai manfaat kesehatan sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan fungsional. Salah satu produk pangan yang dapat dibuat dari rumput laut adalah nugget. Nugget rumput laut memiliki kelebihan dibandingkan produk nugget pada umumnya yang terbuat dari daging atau ikan karena memiliki kandungan serat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik dalam pembuatan nugget rumput laut-ayam, kandungan proksimat serta desain kemasan yang sesuai sebagai tahapan awal pengembangan produk pangan rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan yang terbaik antara rumput laut dengan daging ayam adalah 50% : 50%.
DETEKSI ESCHERICHIA COLI PADA KULINER IKAN BAKAR DI PANTAI KEDONGANAN: STUDI AWAL TENTANG KEAMANAN PANGAN KULINER TRADISIONAL BALI Trisna Darmayanti; N. L. Ari Yusasrini
JURNAL GASTRONOMI INDONESIA Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Gastronomi
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jgi.v6i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan bakteri Escherichia coli pada kuliner ikan bakar di Pantai Kedonganan, Badung, Bali. Sampel yang diuji terdiri dari sampel padatan (ikan bakar), sampel cair (air pencuci ikan) dan sampel air bersih. Uji dilakukan dengan menggunakan Analisis Kualitatif Standar yang terdiri dari: (1) Uji penduga: penentuan nilai MPN (Most ProbableNumber) atau APM (Angka yang Paling Mungkin) bakteri koliform, (2) Uji konfirmasi dan (3) Uji lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MPN atau APM kontaminasi E. coli pada sampel adalah kurang dari 3 MPN/g. Ditinjau dari SNI 7388-2009 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan untuk kategori pangan ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustase, dan ekinodermata, keberadaan bakteri E. coli pada kuliner ikan bakar tidak melampaui batas maksimum yang disyaratkan.
Causality between Frequency of Visit with Tourists Satisfaction: a Multi-group Analysis Eka N. Kencana; Trisna Darmayanti
Udayana Journal of Social Sciences and Humanities Vol 1 No 2 (2017): UJoSSH, September 2017
Publisher : Research and Community Services Institutes of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.237 KB) | DOI: 10.24843/UJoSSH.2017.v01.i02.p01

Abstract

This work is aimed to study the causal relationship between frequencies of visit to Bali with tourists’ satisfaction regarding the quality of destination. An instrument with five Likert-scale options was designed to measure visitors’ perception. The respondents in this study are 150 tourists who visited Kuta and Nusa Dua areas in September— October 2016, two famous tourist destinations in Bali; consists of 75 foreign and domestic tourists, respectively. The respondents were asked for their satisfaction and quality of destination had been visited. By applying structural equation modeling with multi-group analysis (MGA-SEM), the result shows the quality of destination significantly affects their satisfaction. In addition, satisfaction level for repeater guests is smaller compared to tourists’ who visited the destination for the first time.
KARAKTERISTIK KIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN TENGGULUN (Protium javanicum) BERDASARKAN TINGKAT KETUAAN DAUN Ni Luh Ari Yusasrini; Luh Putu Trisna Darmayanti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2024.025.01.6

Abstract

Ekstrak etanol daun tenggulun mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Tingkat ketuaan daun adalah salah satu komponen yang mempengaruhi jumlah dan komposisi senyawa fitokimia dalam ekstrak daun tenggulun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat ketuaan daun yang ideal sehingga ekstrak yang dihasilkan memiliki karakteristik kimia terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan tingkat ketuaan daun tenggulun yaitu P1 (daun pucuk), P2 (daun muda), P3 (daun dewasa), dan P4 (daun tua). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 16 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuaan daun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rendemen, kadar total fenol, total flavonoid, total tanin dan nilai IC50 ekstrak etanol daun tenggulun. Perlakuan terbaik diperoleh dari ekstrak etanol daun tenggulun dewasa dengan nilai rendemen 18,812%, total fenol 22,612 mg GAE/g, total flavonoid 4,330 mg QE/g, total tanin 23,392 mg TAE/g dan IC50 21,265 ppm. Terdapat hubungan korelasi negatif yang cukup antara total fenol dengan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0,70.
Kajian Asam Amino pada Fermentasi Talas (Colocasia esculenta L. Schott) Trisna Darmayanti; IDG. Mayun Permana; AAGN Anom Jambe; AAI Sri Wiadnyani; IP Suparthana; IDP Kartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2017.v02.i01.p04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total protein serta jenis asam amino yang terdapat pada tape talas (fermentasi talas). Pengukuran kadar protein dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan kadar asam-asam amino dianalisis dengan menggunakan peralatan High Performance Liquid Chromatography. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar protein dari talas sebelum difermentasi (talas kukus) sebesar 0,767% menjadi 0,870% setelah difermentasi (talas kukus). Pada tape talas terkandung sebanyak 13 asam amino, yaitu asam aspartat, asam glutamat, serin, histidin, glisin, treonin, arginin, alanin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan lisin dimana 4 diantaranya merupakan asam-asam amino esensial. Dengan menggunakan uji t-student dari pasangan, yaitu talas sebelum dan sesudah difermentasi diketahui bahwa terdapat perbedaan antara kadar protein dan asam-asam amino pada kedua perlakuan. Talas yang difermentasi menjadi tape talas cenderung memiliki kadar protein dan asam-asam amino yang lebih tinggi dibandingkan dengan talas yang tidak difermentasi (talas kukus)
Pengaruh Waktu Penambahan Lactobacillus rhamnosus SKG 34 terhadap Karakteristik Tape Ketan Probiotik Selama Penyimpanan Emilya Grasiana Dede; Komang Ayu Nocianitri; Luh Putu Trisna Darmayanti
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 3 No. 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2018.v03.i01.p02

Abstract

Tape is one of Indonesia's traditional fermented food that has a sweet and slightly sour taste. The basic ingredients of tape are materials that contain carbohydrates such as cassava and sticky rice. Lactobacillus rhamnosus SKG 34 is one type of lactic acid bacteria isolated from Sumbawa wild horse milk. This study aims to determine the best time addition of Lactobacillus rhamnosus SKG 34 and to determine the effect of the addition of Lactobacillus rhamnosus SKG 34 on the characteristic of probiotics Tape Ketan during storage. The study was conducted in two parts, namely first parts which aimed to know the difference of probiotic addition of Lactobacillus rhamnosus SKG 34 before fermentation and after fermentation. Second research was aimed to find out the viability of Lactobacillus rhamnosus SKG 34 in probiotic tape Ketan and characteristics of tape ketan during storage using Completely Randomized Design with the treatment of storage consisting of 5 levels were day 0, day 1, day 2, day 3 and day 4. The variables were LAB total, sugar total, acid total, pH and sensory characteristics. The results of this research showed that the addition of probiotics before fermentation had a higher LAB than after fermentation (3.5 x 108 cfu /g). Probiotic tape Ketan still has a good characteristic until third day storage with characteristic LAB total 9,0 x 108 cfu/g, sugar total 8,17%, acid total 0,76%, pH 3,54 and color (rather like), Flavor (rather like), texture (rather like), sense hedonic test (rather like), sense scoring test (neutral) and overall acceptance (rather like).
Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Asam Gelugur (Garcinia atroviridis Griff. ex T.Anderson) Nicholas Wilbert; I Dewa Gde Mayun Permana; Luh Putu Trisna Darmayanti
Itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol. 15 No. 1 (2026): ITEPA
Publisher : Study Program of Food Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/itepa.2026.v15.i01.p03

Abstract

Asam gelugur fruit (Garcinia atroviridis Griff. ex T.Anderson) is a local commodity rich in bioactive compounds with potential as a natural antioxidant source, but its utilization remains suboptimal. Extraction of bioactive constituents from asam gelugur fruit allows its utilization as a natural source of antioxidants. This study aims to determine the effect of temperature and maceration time on antioxidant activity and to determine the optimal combination of temperature and maceration time to produce extracts with the highest antioxidant activity. A completely randomized factorial design (CRFD) was used, with two factors: maceration temperature (30, 45, 60°C) and maceration time (12, 24, 36 hours). All data were analyzed using two-way analysis of variance and Tukey’s Honestly Significant Difference (HSD) test. The results showed that the interaction of temperature and time had a highly significant (P≤0,01) effect on total phenolics content, total flavonoid content, and antioxidant activity (IC₅₀), and a significant effect (P≤0,05) on vitamin C content. The best treatment to obtain asam gelugur fruit extract with the highest antioxidant activity was maceration at 30°C for 36 hours, with total phenolics of 10.49±0.12 mg GAE/g, total flavonoids of 3.16±0.28 mg QE/g, vitamin C content of 18.92±0.54 mg AAE/g, and IC₅₀ value of 1.08±0.02 mg/mL.
Studi Penerapan Higiene dan Sanitasi Terhadap Tingkat Cemaran Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Pada Pangan Tradisional Babi Guling di Ubud, Gianyar Felicia Alessandra Jessie Siswanto; Luh Putu Trisna Darmayanti; Sayi Hatiningsih
Itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol. 14 No. 3 (2025): ITEPA
Publisher : Study Program of Food Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/itepa.2025.v14.i03.p03

Abstract

Abstract Roasted Pig is a Balinese dish that is highly popular in the tourist area of Ubud, Gianyar. Although Roasted Pig can be found in various regions of Bali, Ubud is known as one of the most prominent places for serving this dish. However, variations in the implementation of hygiene and sanitation practices in each restaurant may affect the safety and quality of the food, potentially leading to contamination by pathogenic microbes such as Escherichia coli and Staphylococcus aureus, which can pose risks to consumer health. This study aimed to assess hygiene and sanitation conditions and to identify the presence and quantify the levels of E. coli and S. aureus contamination in Babi Guling meat. The research employs a descriptive design presented in tabular form, using a interview method and purposive sampling method from the ten highest-rated eateries on Google Review by 2024. The parameter includes the implementation of hygiene and sanitation practices by food handlers and on eating utensils, total microbial count, coliforms, Escherichia coli, and Staphylococcus aureus. The results showed that sanitation practices at roasted pig restaurants include 70% of producers using groundwater as the water source, with none conducting accredited water quality testing. Swab tests on the hands of the food handlers and on equipment from five producers revealed that 100% were positive for E. coli. Additionally, 30% of vendors handled roasted pig without wearing gloves, and 80% did not use clean work clothing. All roasted pig samples exceeded the maximum allowable limit for total microbial count set by the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) (< 1 × 10⁶ CFU/g) and 100% did not meet the requirement for E. coli in heat-treated meat products (< 1 × 10² CFU/g). However, all babi guling samples were still within the safe threshold for S. aureus (< 1 × 10⁴ CFU/g).These findings highlight the importance of supervision and education on the implementation of hygiene and sanitation practices in the traditional culinary business sector. Keywords: Babi Guling, E. coli, Hygiene and Sanitation, S. aureus Abstrak Babi Guling merupakan-salah satu pangan tradisional khas Bali yang sangat populer di kawasan wisata Ubud, Gianyar. Meskipun babi guling dapat ditemukan di berbagai daerah di Bali, Ubud dikenal sebagai salah satu tempat yang paling menonjol dalam menyajikan hidangan ini. Namun, penerapan higiene dan sanitasi yang berbeda di setiap rumah makan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan yang berpotensi tercemar oleh mikroba patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi higiene dan sanitasi, serta mengidentifikasi keberadaan dan jumlah cemaran E. coli dan S. aureus pada daging Babi Guling. Penelitian ini menggunakan Rancangan Deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dengan pengambilan sampel menggunakan Teknik wawancara dan metode purposive sampling dari sepuluh warung makan dengan rating tertinggi di Google Review pada tahun 2024. Parameter yang diamati adalah penerapan higiene dan sanitasi pada menjamah dan alat makan, Total Mikroba, Koliform, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktek sanitasi pada rumah makan penjual Babi Guling diantaranya 70% produsen menggunakan sumber air tanah, dan semua produsen tidak melakukan pengujian kualitas air yang terakreditasi, lalu hasil swab pada tangan penjamah makanan, dan peralatan untuk sampling lima produsen menunjukkan 100% positif E. coli, 30% pedagang mengambil Babi Guling tanpa menggunakan sarung tangan, dan 80% pedagang tidak menggunakan pakaian kerja yang bersih. semua Babi Guling melebihi prasyarat maksimum Total Mikroba yang ditetapkan BPOM (< 1 x 106 koloni/g) dan 100% tidak memenuhi persyaratan E.coli pada daging olahan dengan perlakuan panas (<1x10² koloni/g), namun semua Babi Guling masih dalam ambang aman persyaratan S. aureus (< 1 x 104 koloni/g). Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan, dan edukasi tentang penerapan higiene dan sanitasi di sektor usaha kuliner tradisional. Kata kunci: Babi Guling, E.coli, Higiene dan Sanitasi, S.aureus
Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Bakso Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Melalui Substitusi Tapioka dengan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Emily C. Sitohang; Ni Wayan Wisaniyasa; Luh Putu Trisna Darmayanti
Itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol. 14 No. 3 (2025): ITEPA
Publisher : Study Program of Food Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/itepa.2025.v14.i03.p11

Abstract

Abstract Fish meatballs are fishery products made from a mixture of fish meat and binding agents. Tapioca is the most common binder, yet its low nutritional value limits its functional benefits. Partial substitution with red kidney bean (Phaseolus vulgaris L.) flour, which contains amylopectin similar to tapioca, can enhance nutritional value while maintaining binding and textural properties. This study aimed to determine the effect of tapioca substitution with red kidney bean flour on the physicochemical and sensory characteristics of Spanish mackerel (Scomberomorus commerson) fish meatballs and to identify the optimal substitution level. A completely randomized design (CRD) with five substitution levels—P0 (100% tapioca), P1 (75% tapioca : 25% red kidney bean flour), P2 (50% : 50%), P3 (25% : 75%), and P4 (100% red kidney bean flour)—was applied, with three replications (15 units). Parameters measured included moisture, ash, protein, crude fiber, antioxidant activity, cooking yield, texture (hardness), and sensory evaluation (hedonic attributes: color, aroma, texture, taste, overall acceptability; and scoring of taste and texture). Data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) when significant. Substitution significantly affected moisture, ash, protein, crude fiber, antioxidant activity, cooking yield, and texture. All hedonic attributes were rated like to very like without significant differences. Taste scores increased with higher substitution levels, while texture scores ranged from slightly chewy to chewy. The best result was P4, with 64.4% moisture, 1.34% ash, 22.25% protein, 4.31% crude fiber, 21.94% antioxidant activity, 12.26% cooking yield, 6.28 N texture, and sensory acceptability well-received by panelists. Keywords: Fish balls, spanish mackerel, red bean flour Abstrak Bakso ikan termasuk produk olahan perikanan yang tersusun atas ikan dan bahan pengikat. Bahan pengikat yang umum digunakan adalah tapioka, namun karena kandungan gizinya rendah, sebagian penggunaannya disubstitusi dengan tepung kacang merah. Tepung kacang merah juga mengandung amilopektin seperti pada tapioka, sehingga tetap dapat berfungsi sebagai pengikat dalam pembentukan kekenyalan bakso ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tapioka dengan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris bakso ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) serta mengetahui konsentrasi substitusi tapioka dengan tepung kacang merah yang tepat untuk menghasilkan bakso ikan tenggiri dengan karakteristik fisikokimia dan sensoris terbaik. Metode yang dipakai ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan substitusi tapioka dengan tepung kacang merah dalam lima taraf. yaitu P0 (100% tapioka), P1 (75% tapioka : 25% tepung kacang merah), P2 (50% tapioka : 50% tepung kacang merah), P3 (25% tapioka : 75% tepung kacang merah), dan P4 (100% tepung kacang merah), masing‐masing diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi kadar air, abu, protein, serat kasar, aktivitas antioksidan, cooking yield, tekstur, uji sensoris kesukaan warna, aroma, tekstur, rasa, penerimaan keseluruhan, serta skoring rasa dan tekstur. Analisis data dilakukan menggunakan  Analysis of Variance (ANOVA), dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Substitusi tapioka dengan tepung kacang merah berpengaruh signifikan terhadap komposisi kimia, aktivitas antioksidan, cooking yield, dan tekstur produk. Seluruh atribut hedonik berada pada kategori suka hingga sangat suka meskipun perbedaannya tidak signifikan, sedangkan skoring rasa meningkat. Perlakuan terbaik adalah P4 dengan kadar air 64,4%, abu 1,34%, protein 22,25%, serat kasar 4,31%, aktivitas antioksidan 21,94%, cooking yield 12,26%, tekstur 6,28 N, dan penerimaan sensoris yang dapat diterima panelis. Kata kunci: Bakso ikan, ikan tenggiri, tepung kacang merah, fisikokimia, sensoris.
Co-Authors AAGN Anom Jambe Agus Selamet Duniaji Amelia Rovina Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anisha Nathania Saraswati Astria Kezia br Sinuhaji Ayu Anggarawati Ayu Melinda Savitri Betari Nurrachmah Kusuma Putri Brogina Mayank Dini Cassey Tiffany Desak Nyoman Anggreni Bhaskara Dewa Gede Sayang Putra Dhimas Ridwan Thoyibi Dinda Riska Andini Ega Amelinda Eka N Kencana Eka N. Kencana Eka N. Kencana Emily C. Sitohang Emilya Grasiana Dede Emilya Grasiana Dede Ezra Agitian Felicia Alessandra Jessie Siswanto G.P. Ganda Putra Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati Gusti Ayu Virga Dewi Mahayani Hana Kusuma Brahmasari Hidayanti Sukmaningrum I D.P. Kartika Pratiwi I Dewa Gde Mayun Permana I Gusti Ayu Agung Mirah Widiastiti I Gusti Ngurah Sujana Kusuma I Kadek Ariyasa I Kadek Dede Pranata I Ketut Suter I KOMANG GDE SUKARSA I Made Sugitha I Nengah Kencana Putra I Nyoman Yana Putra Swija I Putu Suparthana I Wayan Rai Widarta I Wayan Wisma Pradnyana Putra I.A.R.P. Pudja I.K. Suter Ida Ayu Ketut Dewi Anggraini IDG. Mayun Permana Ika Septiana Jimmy Fernando Pangaribuan KOMANG AYU NOCIANITRI Kristina Wulandari Laura J. Christy Dante Lucia Amitasya Sinaga Lusia Septryani Sidebang Mariya Ulfa Michelle Anabelle Christantio Mirah P Handayani N. L. Ari Yusasasrini Ni Luh Ari Yusasrini Ni Luh Ari Yusasrini Ni Luh Putu Suciptawati Ni Made Indri Hapsari Arihantana Ni Made Indri Hapsari Arihantana Ni Made Susi Kartika Ni Made Wartini Ni Made Weresni Ni Nyoman Tribuana Komalasari Ni Putu Ulfi Widhiastiti Ni Wayan Wisaniyasa Ni Wayan Wisanyasa Nicholas Wilbert P.T. Ina Puti Fauziyyah Putu Ari Sandhi Wipradnyadewi Putu Risma Dewi Ratna Newita Pratama Risti Komariah Sayi Hatiningsih Sayi Hatiningsih Thanastasya Yolanda