Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penguatan Produk Pangan Tradisional Serta Literasi Hukum Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar Budi Mas Aryawan, I Komang; Devi Yustisia Utami, Putu; Hatiningsih, Sayi
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v25i1.15589

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar yang terletak di Desa Cempaga Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Provinsi Bali merupakan UMKM yang bergerak dibidang pangan tradisional dengan berbagai produk yang dihasilkan, seperti: (1) Jajanan Cakar Ayam, (2) Keripik Talas dan (3) Keripik Singkong. Permasalahan mitra adalah pemasaran produk terbatas area lokal, alat produksi kurang memadai dan belum memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil. Metode pelaksanaan difokuskan ke tiga aspek prosedur kerja, yaitu: manajemen bidang pemasaran, manajemen bidang produksi dan manajemen bidang hukum. Masing – masing prosedur kerja terdiri dari perencanaan dimana dalam kegiatan perencanaan adanya sosialisasi kegiatan, koordinasi tim dan mitra, penentuan waktu kegiatan dan pengumpulan data terkait. Selanjutnya kegiatan inti dilakukan pelatihan dan pendampingan serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Hasilnya, penguatan bidang pemasaran mitra melakukan pemasaran produk pangan tradisional menggunakan media pemasaran online dengan aplikasi e-commerce “Toko Pangan” sehingga radius pemasaran menjadi lebih luas yang berbanding lurus dengan peningkatan omset penjualan setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian ini. Penguatan bidang produksi, mitra diberikan peralatan produksi yang lebih modern sehingga kapasitas produksi meningkat, dan literasi hukum yang diberikan mitra dapat memahami hukum tentang transaksi elektronik dan ijin usaha serta mitra memiliki Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil sehingga mendapatkan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan untuk pengembangan usaha.
Microbiological And Physicochemical Changes Of Green Coffee (Coffea Arabica) Fermentation In Kintamani, Bangli, Bali Sayi Hatiningsih; Nyoman Semadi Antara; Ida Bagus Wayan Gunam
Media Ilmiah Teknologi Pangan (Scientific Journal of Food Technology) Vol 5 No 2 (2018): Scientific Journal of Food Technology (September)
Publisher : Master Program of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The excellent quality of the fermentation process is closely related to microbes involved in the process fermentation. This study aimed to compare the microbiological changes and physicochemical quality of green coffee during 16 hours fermentation. Lactic acid bacteria and yeast were the predominant microorganisms found throughout the fermentation process. The total lactic acid bacteria and yeast reached the highest value of 9.31 log10 CFU/g and 9.10 log10 CFU/g respectively on the coffee bean and 9.30 log10 CFU/g and 9.10 log10 CFU/g respectively on liquid of fermented coffee bean. The quantity of microflora on the coffee bean and liquid of fermented coffee bean increased and reached its maximum value after twelve hours and decreased after exceed its peak, while fungi was no detected during fermentation. Sixteen hours fermentation significantly (P<0.05) influenced the bulk density, moisture content and bean weight/100 beans, bean amount/10 g and cause defect to green coffee such us “broken beans”, “brown beans” and “partly black beans” yet were not significantly affected (P>0.05) bean size and color of the green coffee. Throughout coffee fermentation, the acids on the green coffee increased from 5.33 ± 0.144 to 9.99 ± 0.144% and the caffeine on the green coffee decreased from 3.70 ± 0.017 to 1.66 ± 0.003%. Phenol content on the green coffee and its brews also decreased successively from 1381.58 ± 8.40 to 980.16 ± 10.07 mg GAEs/100 g and 922.25 ± 17.961 to 812.06 ± 12.660 mg GAEs/100 g. While for the antioxidants capacity, green coffee was more stable and its brews increased successively from 11564.28 ± 255.345 to 112 34.428 ± 174.377 mg GAEAC/L and 32326.24 ± 22.744 to 38658.62 ± 180.107 mg GAEAC/L. It can be concluded that coffee fermentation had more a positive effect on microbiological changes and physicochemical quality of green coffee.
PERAN MAHASISWA DALAM PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN IKAN LELE PADA MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA Sayi Hatiningsih; I.K.N. Ditama; I.K.W. Diantara; I.K.G.S. Wirawan; D.A.D. Puspasari; N.M.J.A.D. Rupayasa; P.B.A. Pratama; N.P.Y.A. Puteri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 21 No 2 (2022): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.829 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2022.v21.i02.p15

Abstract

Kekeran Village is one of the villages producing freshwater fish in Bali. Kekeran Village is one of the villages in Mengwi sub-district, Badung regency. Catfish is a freshwater fish commodity that is widely cultivated in Kekeran Village. On the other hand, the Covid-19 pandemic has provided various changes in all areas of life in Bali, especially the economy. Many private businesses in Bali such as restaurants and hotels reduction or suffered losses. This correlates with a decrease in consumer demand for freshwater fish, especially catfish. Therefore, support is needed from various parties to solve the impact of Covid-19. One of them is through the Kuliah Kerja Nyata program organized by the university and carried out by students. This community service activity with students aims to provide knowledge, and appropriate technology in developing catfish business to the community in Kekeran Village. The result of dedication shown that the developing catfish business has been going well. People of Kekeran Village, especially Tunjung Putih Group were very enthusiastic in following the training and assistance. The evaluation show that the activity is beneficial to the community because it can improve information and knowledge of the community. Keywords: Kekeran Village, pandemic Covid-19, KKN Tematik, student role, catfish
Edukasi dan Pelatihan Mengolah Limbah Kulit Kopi Arabika Menjadi Cascara Sebagai Minuman Kesehatan Hatiningsih, Sayi; Aryawan, I Komang Budi Mas; Utami, Putu Devi Yustisia; Harsojuwono, Bambang Admadi
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i3.1809

Abstract

Desa Batur Tengah adalah salah satu daerah penghasil kopi Arabika terbesar di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Limbah kulit kopi Arabika di Desa Batur Tengah saat ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, hanya digunakan sebagai bahan tambahan pupuk, sedangkan sisanya hanya dibuang begitu saja. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kelompok Tani Harapan Maju melalui edukasi dan pelatihan mengolah limbah kulit kopi Arabika menjadi Cascara sebagai minuman kesehatan, sehingga bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan menggunakan penyuluhan, demonstrasi, pelatihan produksi Cascara, strategi pemasaran produk, dan manajemen bidang hukum, hingga pendampingan. Tim pelaksana pengabdian juga melakukan upgrading teknologi dengan memberikan bantuan berupa mesin dehydrator. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Harapan Maju sebanyak 13 orang, dan untuk mengetahui keberhasilan program dilakukan pre-test dan post-test lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan mitra dalam pengolahan limbah kulit kopi Arabika dari tidak mengetahui menjadi sebesar 92,31% mengetahui. Mitra dapat menggunakan media pemasaran online, dan hukum tentang izin usaha.
UMKM Pakan Burung Menuju Pasar Nasional Melalui Integrasi Teknologi Kecerdasan Buatan Dan Cloud Computing Serta Modernisasi Mesin Produksi Narayana, I Wayan Gede; Aryawan, I Komang Budi Mas; Hatiningsih, Sayi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1921

Abstract

Mitra dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) UD. Chef Royal Indonesia, yang bergerak di bidang produksi dan penjualan pakan burung. Mitra menghadapi permasalahan utama pada aspek pemasaran dan produksi. Untuk mengatasi masalah pemasaran, diberikan pelatihan digital marketing menggunakan teknologi kecerdasan buatan ChatGPT, serta pembuatan desain kemasan dan logo dengan teknologi cloud computing Canva. Selain itu, mitra juga dilatih dalam penggunaan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, serta e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee, yang digunakan sebagai sarana promosi dan penjualan produk. Pada aspek produksi, solusi yang diberikan adalah pelatihan penggunaan mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas, serta hibah berupa 1 unit mesin pencetak pelet, 1 unit oven gas stainless, 1 unit mesin penyegel botol, dan 1 dus pet can untuk pengemasan produk. Setelah pelaksanaan program PKM, hasil yang dicapai pada aspek pemasaran meliputi (1) kemasan produk mitra menjadi lebih menarik dan profesional, (2) peningkatan omzet penjualan sebesar 111%, serta (3) penjualan produk hingga ke luar Provinsi Bali sebanyak 34%. Pada aspek produksi, mitra mengalami peningkatan kapasitas produksi sebesar 75%, berkat penambahan alat dan mesin berteknologi modern
Perbandingan Whey Keju Dan Susu Segar Terhadap Karakteristik Stirred Yoghurt Probiotik Dengan Lacticaseibacillus paracasei RB210 Putri Suci Maharani; Ni Nyoman Puspawati; Sayi Hatiningsih
Itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol. 15 No. 1 (2026): ITEPA
Publisher : Study Program of Food Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/itepa.2026.v15.i01.p01

Abstract

The utilization of cheese whey as a raw material for stirred yoghurt production has potential as an alternative waste management solution. Whey has weak protein aggregation properties, thus it needs to be combined with fresh milk, which contains casein with stronger hydrophobic interactions, to improve yoghurt structure. This study aimed to evaluate the effect of cheese whey and fresh milk ratios on the characteristics of probiotic stirred yoghurt and to determine the optimal ratio using Lacticaseibacillus paracasei RB210. Completely Randomized Design (CRD) was used with five treatments cheese whey to fresh milk ratios of 80:20, 70:30, 60:40, 50:50, and 40:60. Each treatment was repeated three times (15 experimental units). Observed variables included total lactic acid bacteria (LAB), total acidity, pH, fat content, viscosity, and sensory attributes (color, aroma, texture, taste, and overall acceptance). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) when significant effects were found. The results showed that the whey-to-milk ratio significantly affected total acidity, pH, fat content, viscosity, and sensory properties, but not total LAB. The best treatment was the 60:40 ratio, producing yoghurt with 9.32 log CFU/ml LAB, 0.51% acidity, pH 4.55, 0.15% fat, viscosity of 1.23 P.as, and favorable sensory characteristics yellowish-white color, sour taste, slightly thick texture, and good overall acceptance.