Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Segmentasi Pelanggan Berdasarkan Model LRFM Menggunakan Algoritma K-Means dan Optimasi Klaster Dinamis Wahyudi, Riyan; Solihin, Achmad
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v10i3.8735

Abstract

The number of tax training participants often does not meet the minimum quota, resulting in the cancellation of many training classes. Throughout 2022, there were 27 training classes that failed to take place due to a lack of participants. One of the reasons is that promotions have not utilised historical customer data to set marketing targets more precisely. By utilising historical customer data, companies can design more targeted promotional strategies and increase the number of training participants. Therefore, this research aims to segment customers using the dynamic K-Means algorithm based on the Length, Recency, Frequency, and Monetary (LRFM) model, so that customer behaviour patterns when registering for training can be identified. The clustering results are then visualised to facilitate analysis and decision-making. This research resulted in three customer segments, namely Loyal customers (Gold, 17%), Lost customers (Diamond, 64%), and New customers (Silver, 17%). With this segmentation, it is expected that the company can conduct more effective promotions and increase the number of trainees in the future.
Determinants of Spending Efficiency for Education and Health Functions Siti Sriningsih; Haryanto, Tri; Solihin, Achmad
JEJAK Vol. 17 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v17i1.5620

Abstract

Government spending on education and health is mandated and regulated by law. The increase in education and health spending makes it necessary to study the analysis of the determinants of the efficiency of education and health expenditures in the districts and cities of the province of West Nusa Tenggara during 2012–2021. The approach used is in two stages. The first efficiency score is obtained by deployment Data Analysis (DEA) analysis, and the second stage is using Tobit to analyze the determinants of efficiency in each expenditure. The results of the first stage show that the average technical efficiency score for education spending is inefficient, while the technical efficiency score for health spending is efficient. Furthermore, for the second stage, the results show that the government's ability to finance development expenditures, population density, income inequality of the population, the ratio of junior high school student teachers, and the ratio of high school student teachers affect the efficiency of spending on the education function. Furthermore, the determinants of the efficiency of health spending based on Tobit's results are population density, income inequality of the population, and the ratio of health workers affecting spending on health functions.
DAMPAK PROGRAM BANTUAN TUNAI TERHADAP PERSEPSI MASA DEPAN RUMAH TANGGA MISKIN DI INDONESIA Aprianza, Ramadhani; Solihin, Achmad
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 2 (2024): Edisi Mei - Agustus 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i2.4155

Abstract

Studi ini membandingkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Program Beras untuk Rakyat Miskin (RASKIN), dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dengan melihat pengaruh program bantuan tunai terhadap kesejahteraan subjektif penerima bantuan di Indonesia. Untuk melihat perbedaan antara rumah tangga yang menerima dan yang tidak menerima bantuan BLSM, data ILFS 5 digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLSM tidak mempengaruhi kesejahteraan jangka panjang atau pengeluaran konsumsi rumah tangga secara signifikan; sebaliknya, kelompok non-penerima BLSM yang menerima BSM dan RASKIN menunjukkan tingkat kesejahteraan keluarga yang lebih baik. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan subjektif tidak selalu berkorelasi dengan peningkatan pendapatan. Kesejahteraan subjektif seseorang sangat dipengaruhi oleh komponen non-ekonomi, seperti memenuhi kebutuhan dasar
KEMISKINAN TRANSPORTASI DAN KEBAHAGIAAN DI INDONESIA Nainggolan, Raja Mangaratua; Solihin, Achmad
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 3 (2024): Edisi September - Desember 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i3.4427

Abstract

Kebahagiaan merupakan salah satu pengukuran kesejahteraan sebagai alternatif menggantikan PDB yang memiliki beberapa kelemahan. Pengukuran kebahagiaan dalam studi ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan utilitas, salah satunya adalah kemiskinan transportasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemiskinan transportasi terhadap kebahagiaan di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data IFLS 5 (2014) dengan 11.1117 observasi terpilih pada tingkat individu dan rumah tangga. Penelitian ini menggunakan tingkat kebahagiaan individu sebagai variabel tak bebas (ordinal), sehingga metode yang digunakan adalah ordered logit. Secara umum, penelitian ini menemukan bahwa mereka yang tinggal dalam rumah tangga yang miskin transportasi akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk merasakan kebahagiaan yang lebih baik. Selain itu mereka yang memiliki kendaraan serta menerima tunjangan trnasportasi akan memiliki preferensi yang lebih banyak untuk transportasi sehingga meningkatkan kebahagiaan.
EFISIENSI BELANJA PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI WILAYAH TAPAL KUDA PROVINSI JAWA TIMUR Setyowati, Mega; Solihin, Achmad
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 3 (2024): Edisi September - Desember 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i3.4493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi belanja pemerintah daerah kabupaten/kota di Wilayah Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur terhadap kesejahteraan masyarakat dengan tahun periode yaitu 2013-2022. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi yaitu metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan output-oriented dan asumsi Variable Return to Scale (VRS). Realisas anggaran belanja pemerintah daerah fungsi pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial digunakan sebagai input, sementara kesejahteraan masyarakat sebagai output diukur menggunakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil studi menunjukkan selama tahun 2013-2022 Kota Surabaya dan Kota Pasuruan menjadi wilayah yang konsisten mencapai kondisi efisien. Sementara kabupaten/kota lain hanya mencapai kondisi efisien pada tahun-tahun tertentu. Secara rata-rata, tingkat efisiensi kabupaten yang berada di Wilayah Tapal Kuda sub-bagian Pulau Madura lebih rendah dibandingkan dengan sub-bagian lainnya. 4 (empat) kabupaten di sub-bagian wilayah Pulau Madura berada pada rentang nilai 0,858-0,894. Kabupaten/kota yang berada di Sub-bagian Teluk Madura mencapai rata-rata tertinggi yaitu 0,998-1,000. Sementara itu rata-rata tingkat efisiensi wilayah sub-bagian Selat Madura memiliki rentang nilai sebesar 0,900-1,000.
PENGARUH DANA BANTUAN OPERASIONAL KESEHATAN DAN PERSENTASE PENDUDUK MISKIN TERHADAP ANGKA MORBIDITAS KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR Wahyu Nurani, Eka Santi; Solihin, Achmad
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 1 (2025): Edisi Januari - April 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i1.5145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan persentase penduduk miskin terhadap angka morbiditas di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur selama periode 2019–2022. Berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, estimasi model data panel dilakukan menggunakan metode fixed effect model. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel BOK tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap angka morbiditas. Sebaliknya, variabel persentase penduduk miskin menunjukkan pengaruh signifikan dengan hubungan negatif. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh masyarakat. Berdasarkan data BPS tahun 2022, hanya 39,66% penduduk yang memanfaatkan layanan rawat jalan di fasilitas kesehatan. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan infrastruktur kesehatan, yang pendanaannya dapat berasal dari dana perimbangan, guna mendorong optimalisasi penggunaan layanan kesehatan oleh masyarakat.
Pertumbuhan Tanpa Pemerataan: Analisis Fenomena Enclave Tourism dan Kebocoran Ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Here, Lastryanti Arnita; Solihin, Achmad
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i2.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sektor pariwisata terhadap pemerataan kesejahteraan masyarakat lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca-pandemi, serta menginvestigasi fenomena paradoks pertumbuhan ekonomi di wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode komparatif spasial (spatial comparative analysis), studi ini membandingkan tren Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita periode 2018–2023 antara wilayah basis pariwisata (Kabupaten Manggarai Barat) dengan wilayah non-basis pariwisata dan pusat jasa (Kota Kupang). Analisis juga dilengkapi dengan dekomposisi struktur pengeluaran wisatawan nusantara tahun 2023 untuk mendeteksi potensi kebocoran ekonomi (economic leakage). Temuan penelitian mengindikasikan kuatnya fenomena Enclave Tourism (Pariwisata Kantong), di mana lonjakan kunjungan wisatawan tidak diikuti dengan peningkatan signifikan pada kesejahteraan rata-rata penduduk lokal. Kabupaten Manggarai Barat mencatatkan rata-rata PDRB per kapita (Rp 13,74 juta) yang lebih rendah dibandingkan rata-rata kabupaten non-pariwisata (Rp 17,72 juta). Stagnasi ini disebabkan oleh tingginya kebocoran ekonomi, di mana 43,75% pengeluaran wisatawan terserap ke sektor padat modal (akomodasi dan transportasi), sementara sektor ekonomi kerakyatan hanya berkontribusi sebesar 9,33%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan pariwisata di NTT bersifat eksklusif dan belum memberikan efek menetes (trickle-down effect) yang efektif. Kata Kunci: Enclave Tourism; Disparitas Spasial; Kebocoran Ekonomi; PDRB Per Kapita; Nusa Tenggara Timur
The Effect of Fiscal Policy and Macroeconomic Factors on Poverty in Districts/Cities of East Nusa Tenggara Province Here, Lastryanti Arnita; Solihin, Achmad
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1297

Abstract

Poverty remains a persistent development challenge in East Nusa Tenggara, Indonesia, where structural constraints continue to hinder inclusive economic growth. This study investigates the impact of government expenditure (education, health, and infrastructure) and macroeconomic factors (labor absorption and economic growth) on poverty levels across 22 districts and cities in the province. Utilizing dynamic panel data covering the period 2014–2023, the analysis employs the System Generalized Method of Moments (System GMM) estimator to address endogeneity and capture poverty persistence. The empirical findings reveal strong evidence of poverty persistence, indicating a poverty trap in the region. Government expenditure in health and infrastructure significantly reduces poverty, demonstrating that targeted fiscal allocations effectively enhance productivity and lower transaction costs. In contrast, education expenditure shows a positive short-term relationship with poverty, implying a time lag before educational investments translate into tangible income improvements. Furthermore, while labor absorption significantly contributes to poverty reduction, regional economic growth has an insignificant impact, reflecting that the economic expansion in the province has not been fully inclusive. Overall, the results highlight the critical need for sustained, targeted fiscal interventions and inclusive macroeconomic policies to break the structural poverty cycle in East Nusa Tenggara.