Anak Agung Gede Maharta Pemayun
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Rekonfigurasi Saluran Distribusi 20kV Pada Penyulang Menjangan Untuk Mengatasi Jatuh Tegangan I Made Alim Subawa; Anak Agung Gede Maharta Pemayun; I Wayan Arta Wijaya
Jurnal SPEKTRUM Vol 6 No 3 (2019): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.358 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2019.v06.i03.p14

Abstract

Jatuh Tegangan adalah permasalahan yang paling sering terjadi pada saluran distribusi 20kV. Faktor yang mempengaruhi Jatuh Tegangan adalah panjang dan beban dari saluran distribusi 20kV. Penyulang Menjangan merupakan Saluran Distribusi 20kV yang mempunyai nilai Jatuh Tegangan paling besar di wilayah kerja PT.PLN (Persero) Area Bali Utara. Penyulang Menjangan memiliki beban sebesar 3400kVA dengan panjang saluran utama adalah 40,3 km. Penyulang Menjangan memiliki nilai tegangan 17,3kV atau mengalami Jatuh Tegangan sebesar 10,6 %. Rekonfigurasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi Jatuh Tegangan pada Penyulang Menjangan. Dalam penelitian ini, Penyulang Menjangan di bagi menjadi 2 yaitu Penyulang Menjangan 1 yang disuplai dari Trafo 1 GI Gilimanuk dan Penyulang Menjangan 2 yang disuplai dari Trafo 2 GI Gilimanuk. Setelah dilakukan simulasi Rekonfigurasi pada Penyulang Menjangan di dapat nilai tegangan pada Penyulang Menjangan 1 adalah 19.8kV dan nilai tegangan Penyulang Menjangan 2 adalah 19,6kV.
ANALISIS PENGARUH PENGATURAN DAYA REAKTIF UNTUK FILTER HARMONIC TERHADAP PERUBAHAN THDi PADA SISTEM TENAGA LISTRIK I Wayan Rinas; A. A Gede Maharta Pemayun; I Made Suartika
Jurnal SPEKTRUM Vol 7 No 4 (2020): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.028 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2020.v07.i04.p23

Abstract

Harmonic filters are used to reduce harmonic distortion in electric power systems. Inactive filters, usually the required reactive power (Qc) can be adjusted. In this study, an analysisof the Qc setting on the Active filter was carried out to determine the effectiveness of the filter sothat the THDi (total harmonic distortion) was obtained which was in accordance with the IEEE519-2014 standard (8%). The results of the analysis of the smallest Qc which can still reduceharmonic distortion when meeting the IEEE 519-2014 standard is Qc 55% of the maximumreactive power with THDi for pasa R = 7.38%; S = 7.81%; and T = 5.94%. Control is needed toadjust the Qc on the filter, because the Qc value will continue to change according to theelectric load being operated.
ANALISIS SISTEM PENGAMAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG ABANG DENGAN BEROPERASINYA PLTS PADA SALURAN DISTRIBUSI TEGANGAN LISTRIK 20 KV DI KARANGASEM Made Benny Nurcahyadi; I Wayan Rinas; A.A.Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.612 KB) | DOI: 10.24843/MITE.1601.09

Abstract

Penyulang Abang merupakan salah satu penyulang di pulau Bali yang sumber energi listriknya berasal dari Gardu Induk Amlapura. Penyambungan unit pembangkit listrik yang baru ke jaringan distribusi dapat meningkatkan arus hubung singkat apabila terjadi gangguan pada saluran. Simulasi gangguan hubung singkat pada program ETAP dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya PLTS dan setelah beroperasinya PLTS. Hasil analisis gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya - PLTS didapat arus hubung singkat terbesar pada titik 1 yaitu bus B217 sebesar 1026 A, sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 1224 A. Tanpa beroperasinya PLTS arus hubung singkat terkecil pada titik 5 yaitu pada bus B366 sebesar 792 A sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 882 A. Peningkatan arus hubung singkat mengakibatkan perubahan waktu kerja dari rele di lima titik gangguan sebesar 0,123 - 0,131 detik dengan kondisi tanpa PLTS, sedangkan dengan beroperasinya PLTS perubahan waktu kerja rele yaitu0,117 – 0,127 detik.
STUDI PENGARUH REKONFIGURASI LOOP SCHEME TERHADAP KEANDALAN PENYULANG BLAHKIUH DAN PENYULANG PANGLAN bagus widyananda yoga; I Gede Dyana Arjana; A.A Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17 No 1 (2018): (Januari - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.771 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2018.v17i01.P05

Abstract

Abstract—To improve reliability, the do loop system reconfiguration scheme to Blahkiuh feeders and feeders Panglan, by analyzing the calculation SAIFI and SAIDI, can the economy in terms of pressing / kWh minimize the number of unsold losses. Analysis of calculation results Blahkiuh feeders and feeder reconfiguration Panglan before result Blahkiuh feeder SAIFI 16.534 times/customers/year and the results SAIDI 35.894 hours/customer/year so the numbers of unsold kWh losses from the calculation not save 227,640.841 kWh energy equivalent to Rp 318,718,182.6, while for the results obtained Panglan feeder SAIFI 23.59 times/customer/year, the results of SAIDI 87.39 hours/ customer/year and the calculation results energy not save 238,037.099 kWh equivalent to Rp 364,672,835.7. After reconfiguration can minimize the number of SAIFI / SAIDI and losses, the results obtained Blahkiuh feeder SAIFI 2,089 times/ customers/year and the results SAIDI of 4.27 hours/customer/year, results energy not save 13369.314 kWh equivalent to Rp 20,481,733.86. For Panglan feeder SAIFI results obtained 1,218 times/customers/year and the results SAIDI 1,242 hours/ customer/year, results energy not save 3880.571 kWh equivalent to Rp 5,945,033.22. Intisari— Untuk meningkatkan keandalan maka dilakukan rekonfigurasi sistem loop scheme pada penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan, dengan menganalisa perhitungan SAIFI dan SAIDI, ditinjau dari segi ekonomi mampukah menekan/ memperkecil angka kerugian kWh yang tidak terjual. Hasil Analisa perhitungan penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan sebelum rekonfigurasi diperoleh hasil SAIFI penyulang Blahkiuh 16,534 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 35,894 jam/pelanggan/tahun sehingga angka kerugian kWh tidak terjual dari hasil perhitungan energy not save 227.640,841 kWh setara dengan Rp 318.718.182,6, sedangkan untuk penyulang Panglan diperoleh hasil SAIFI 23,59 kali/pelanggan/tahun, hasil SAIDI 87,39 jam/pelanggan/tahun dan hasil perhitungan energy not save 238.037,099 kWh setara dengan Rp 364.672.835,7. Setelah rekonfigurasi dapat memperkecil angka SAIFI/SAIDI dan kerugian yang dialami, pada penyulang Blahkiuh didapat hasil SAIFI 2,089 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 4,27 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 13.369,314 kWh setara dengan Rp 20.481.733,86. Untuk penyulang Panglan didapat hasil SAIFI 1,218 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 1,242 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 3.880,571 kWh setara dengan Rp 5.945.033,22. Kata Kunci : Sistem radial, Loop scheme, SAIFI/SAIDI, Energy not save [Turnitin Chek 12% 13042017]
STUDI PENGARUH PEMASANGAN NGR 40 OHM PADA UPRATING TRANSFORMATOR 2 GI GIANYAR TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 1 PHASA TANAH Arya Surya Darma; I Gede Dyana Arjana; A.A Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 2 (2017): (May - Agustus) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.796 KB) | DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p19

Abstract

Along with the development of ever-increasing burden on the GI Gianyar then the transformer unit 2 with a capacity of 30 MVA will be uprating with a capacity of 60 MVA transformer. To maintain the continuity and reliability of the flow of electrical power to the consumer , NGR (Neutral Grounding Resistance) and relay SBEF is used as the safety equipment of the short circuit 1 phase to ground was not in to the neutral point of the transformer. Uprating of transformers that have been done changes on 1 phase fault current to ground when using a direct earthing systems with a value to become 1838.21 A. While the value of the short-circuit current 1 phase to ground after pairing NGR 40 Ohm value is fixed at 288.675 A, so that the current setting and time relay SBEF fixed at 90 A and 7.067 seconds. The analysis result from the effect of installation NGR and rele SBEF on the transformer 60 MVA against short circuit 1 phase to ground has the ability good protection for the value of the fault current is able to be reduced from 1838,21 A into 288.675 A after pairing NGR 40 Ohm and time is needed SBEF to handle distractions 7.067 seconds. Intisari- Seiring dengan perkembangan beban yang terus meningkat di GI Gianyar maka transformator unit 2 berkapasitas 30 MVA akan di lakukan uprating (penggantian) dengan transformator berkapasitas 60 MVA. Untuk menjaga kontinyuitas dan keandalan aliran daya listrik sampai ke konsumen (beban), NGR (Neutral Grounding Resistance) dan rele SBEF dipergunakan sebagai peralatan pengaman dari gangguan hubung singkat phasa tanah agar arus gangguan 1 phasa ke tanah tidak sampai mengalir ke titik netral transformator. Dari uprating transformator yang sudah di lakukan terjadi perubahan pada arus gangguan 1 phasa ke tanah jika menggunakan sistem pentanahan langsung (solid grounding) menjadi 1838,21 A. Sedangkan nilai dari arus hubung singkat 1 phasa ke tanah setelah dipasangkan NGR 40 Ohm nilainya tetap sebesar 288,675 A, sehingga setting arus dan waktu rele SBEF tetap sebesar 90 A dan 7,067 detik. Hasil analisis pengaruh pemasangan NGR dan rele SBEF pada transformator 60 MVA terhadap gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah menghasilkan kemampuan proteksi yang lebih baik karena nilai arus gangguan yang mampu di kurangi dari 1838,21 A menjadi 288,675 A setelah dipasangkan NGR 40 Ohm dan waktu yang di butuhkan SBEF untuk menangani gangguan 7,067 detik.
AUDIT ENERGI UNTUK PENCAPAIAN PENGHEMATAN PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK DI PT. GRAHA SARANA DUTA II DENPASAR Sylvi Oktavia Ginting; Ida Bagus Gede Manuaba; A A Gede Maharta Pemayun
Jurnal SPEKTRUM Vol 9 No 1 (2022): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.75 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2022.v09.i01.p4

Abstract

Energy audit is a technique used to determine the amount of energy use in a buildingand to find various energy-saving solutions or opportunities. In this study, the energy audit wasconducted at PT. Graha Sarana Duta II Denpasar which is located on Jl. Serma Gede No. 13,Dauh Puri Klod, Denpasar. Based on the existing conditions, the level of Energy ConsumptionIntensity (IKE) obtained before the audit was carried out was 245.22 kWh/m2/year or 20.43kWh/m2/month which according to ESDM No. 13/2012, Air-conditioned buildings are in thewasteful category. In this study, the energy audit focuses on the lighting system and airconditioning system. The method used in this research is to calculate and analyze theconsumption of electrical energy in the lighting system and air conditioning system. After doingthe research, it can be seen the energy saving opportunities (PHE) in PT. Graha Sarana Duta IIDenpasar by replacing the TL and SL lamps using LED lamps and requiring room users to turnoff the air conditioner when the room is not in use, the result is savings 11,4% in electricalenergy use, where the IKE after the audit is 18.1 kWh/m2/month. The office can also save thecost of using electrical energy, which is Rp. 3,170,394,- every month.
KAJIAN BAHAN BAKAR HSD, MFO, LNG TERHADAP BIAYA DAN DAYA LISTRIK YANG DIHASILKAN DI PLTG PEMARON Putu Satria Abdi Wicaksana; Anak Agung Gede Maharta Pemayun; I Nyoman Setiawan
Jurnal SPEKTRUM Vol 10 No 1 (2023): Jurnal SPEKTRUM
Publisher : Program Studi Teknik Elektro UNUD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRUM.2023.v10.i01.p9

Abstract

With the increasing demand for electrical energy, steps are needed to increase the production of electrical energy and one of them is the study of PLTG fuel. The PLTG fuel study aims to analyze the ratio of the generated electric power and fuel costs to the power generated by the PLTG. The benefit of this study is to know how much the ratio of power and fuel costs to the power produced, so that it can be used as a reference to determine which fuel is suitable for use. With a quantitative descriptive analysis method where the qualitative data from the calculation results will be described descriptively so that the advantages, disadvantages and differences of the three fuels can be identified. Through SFC calculations the results of this study show that LNG fuel has the lowest SFC value of 0.13 kg/kWh while for HSD it is 0.33 kg/kWh and MFO is 0.43 kg/kWh. With the same amount of fuel, the power produced by LNG is still higher than the other two fuels, which is 40.48 kWh, followed by HSD, which is 25.77 kWh, and MFO, which is 22.63 kWh. When viewed from an economic perspective, LNG is also the cheapest fuel, with a price of IDR 33,639.02, -, while MFO is slightly cheaper than HSD, which is IDR 194,000.00 and for HSD fuel, which is IDR 223,500.00,-.
Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Layanan Laboratorium Berdasarkan Standar ISO 9126 I Nengah Sweden; Anak Agung Gede Maharta Pemayun; Kadek Suar Wibawa; I Kadek Dwi Yatna Prayoga; I Dewa Made Laksana Putra; Ni Luh Gede Midya Frangginie
TEMATIK Vol 9 No 2 (2022): Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal) - Desember 2022
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/tematik.v9i2.1028

Abstract

Laboratorium merupakan sarana dalam melaksanakan sebuah riset dalam bidang ilmiah, eksperimen, pengukuran maupun pelatihan ilmiah. Meski laboratorium telah memiliki alat-alat yang lengkap, pengelolaan laboratorium juga harus diperhatikan. Adanya alat-alat yang sudah lengkap dan penggunaan yang sudah baik tentunya perlu untuk dilakukan manajemen yang baik pada laboratorium tersebut, karena terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan kembali seperti pengelolaan masing-masing laboratorium dan pengolahan data. Sistem Informasi Manajemen (SIM) Laboratorium dapat membantu kegiatan pengelolaan laboratorium sehingga menjadikan pelayanan menjadi lebih efektif, serta dapat menjadi peluang sebagai sumber pendapatan bagi suatu institusi pengelola laboratorium. Website ini dibangun dengan menggunakan framework Laravel, serta MySql sebagai database. Telah dilakukan proses pengujian terhadap aplikasi berdasarkan standar ISO 9126 yaitu reliability, functionality, usability, dan efficiency. Adapun pengujian dilakukan dengan menyebar kuesioner serta menggunakan metode atau alat uji seperti black box testing, WAPT 10 dan GTMetrix. Hasil pengujian terkait aplikasi tersebut menyatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) termasuk pada kategori “Sangat Baik” dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan informasi serta melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan penggunaan laboratorium.
ANALISIS SISTEM PENGAMAN ARUS LEBIH PADA PENYULANG ABANG DENGAN BEROPERASINYA PLTS PADA SALURAN DISTRIBUSI TEGANGAN LISTRIK 20 KV DI KARANGASEM Made Benny Nurcahyadi; I Wayan Rinas; A.A.Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 16 No 1 (2017): (January - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.1601.09

Abstract

Penyulang Abang merupakan salah satu penyulang di pulau Bali yang sumber energi listriknya berasal dari Gardu Induk Amlapura. Penyambungan unit pembangkit listrik yang baru ke jaringan distribusi dapat meningkatkan arus hubung singkat apabila terjadi gangguan pada saluran. Simulasi gangguan hubung singkat pada program ETAP dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya PLTS dan setelah beroperasinya PLTS. Hasil analisis gangguan hubung singkat tanpa beroperasinya - PLTS didapat arus hubung singkat terbesar pada titik 1 yaitu bus B217 sebesar 1026 A, sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 1224 A. Tanpa beroperasinya PLTS arus hubung singkat terkecil pada titik 5 yaitu pada bus B366 sebesar 792 A sedangkan akibat beroperasinya PLTS arus gangguan hubung singkatnya menjadi 882 A. Peningkatan arus hubung singkat mengakibatkan perubahan waktu kerja dari rele di lima titik gangguan sebesar 0,123 - 0,131 detik dengan kondisi tanpa PLTS, sedangkan dengan beroperasinya PLTS perubahan waktu kerja rele yaitu0,117 – 0,127 detik.
STUDI PENGARUH REKONFIGURASI LOOP SCHEME TERHADAP KEANDALAN PENYULANG BLAHKIUH DAN PENYULANG PANGLAN bagus widyananda yoga; I Gede Dyana Arjana; A.A Gede Maharta Pemayun
Jurnal Teknologi Elektro Vol 17 No 1 (2018): (Januari - April) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2018.v17i01.P05

Abstract

Abstract—To improve reliability, the do loop system reconfiguration scheme to Blahkiuh feeders and feeders Panglan, by analyzing the calculation SAIFI and SAIDI, can the economy in terms of pressing / kWh minimize the number of unsold losses. Analysis of calculation results Blahkiuh feeders and feeder reconfiguration Panglan before result Blahkiuh feeder SAIFI 16.534 times/customers/year and the results SAIDI 35.894 hours/customer/year so the numbers of unsold kWh losses from the calculation not save 227,640.841 kWh energy equivalent to Rp 318,718,182.6, while for the results obtained Panglan feeder SAIFI 23.59 times/customer/year, the results of SAIDI 87.39 hours/ customer/year and the calculation results energy not save 238,037.099 kWh equivalent to Rp 364,672,835.7. After reconfiguration can minimize the number of SAIFI / SAIDI and losses, the results obtained Blahkiuh feeder SAIFI 2,089 times/ customers/year and the results SAIDI of 4.27 hours/customer/year, results energy not save 13369.314 kWh equivalent to Rp 20,481,733.86. For Panglan feeder SAIFI results obtained 1,218 times/customers/year and the results SAIDI 1,242 hours/ customer/year, results energy not save 3880.571 kWh equivalent to Rp 5,945,033.22. Intisari— Untuk meningkatkan keandalan maka dilakukan rekonfigurasi sistem loop scheme pada penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan, dengan menganalisa perhitungan SAIFI dan SAIDI, ditinjau dari segi ekonomi mampukah menekan/ memperkecil angka kerugian kWh yang tidak terjual. Hasil Analisa perhitungan penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan sebelum rekonfigurasi diperoleh hasil SAIFI penyulang Blahkiuh 16,534 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 35,894 jam/pelanggan/tahun sehingga angka kerugian kWh tidak terjual dari hasil perhitungan energy not save 227.640,841 kWh setara dengan Rp 318.718.182,6, sedangkan untuk penyulang Panglan diperoleh hasil SAIFI 23,59 kali/pelanggan/tahun, hasil SAIDI 87,39 jam/pelanggan/tahun dan hasil perhitungan energy not save 238.037,099 kWh setara dengan Rp 364.672.835,7. Setelah rekonfigurasi dapat memperkecil angka SAIFI/SAIDI dan kerugian yang dialami, pada penyulang Blahkiuh didapat hasil SAIFI 2,089 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 4,27 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 13.369,314 kWh setara dengan Rp 20.481.733,86. Untuk penyulang Panglan didapat hasil SAIFI 1,218 kali/pelanggan/tahun dan hasil SAIDI 1,242 jam/pelanggan/tahun, hasil energy not save 3.880,571 kWh setara dengan Rp 5.945.033,22. Kata Kunci : Sistem radial, Loop scheme, SAIFI/SAIDI, Energy not save [Turnitin Chek 12% 13042017]