Ni Luh Putu Ariastuti
Bagian IKK/IKP, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Nilai Prediktif Persepsi Maternal Terhadap Status Nutrisi Anak Usia 0-2 Tahun Putu Satya Pratiwi; Ni Made Chandra Mayasari; Ni Luh Putu Ariastuti; I Gusti Lanang Sidiartha
Sari Pediatri Vol 21, No 6 (2020)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp21.6.2020.352-7

Abstract

Latar belakang. Ibu merupakan subjek pertama yang mengenali permasalahan kesehatan anak sehingga persepsi maternal yang baik terkait permasalahan gizi anak, memungkinkan identifikasi dini dan tatalaksana yang sesuai.Tujuan. Studi ini bermaksud untuk menilai sejauh mana ketepatan persepsi ibu akan keadaan malnutrisi pada anak.Metode. Penelitian ini merupakan studi potong-lintang analitik yang melibatkan sebanyak 84 ibu yang memiliki anak berusia 0 hingga 2 tahun di wilayah kerja Puskesmas IV Denpasar Selatan.Hasil. Rerata usia ibu adalah 28,27 tahun, sebanyak 55,9% merupakan lulusan SMA/sederajat, dan 65,5% tidak bekerja. Rerata usia anak adalah 7,98 bulan, 57,1% anak laki-laki. Prevalensi anak dengan status gizi kurang, gizi lebih dan stunting masing-masing sebesar 8,3%, 9,5% dan 7,1%. Nilai prediktif positif dan negatif persepsi ibu terhadap status nutrisi anak gizi kurang, gizi lebih, dan stunting berturut-turut adalah 25%, 20%, 0% dan 93,4%, 94,9% dan 92,1%.Kesimpulan. Persepsi ibu dalam mengeksklusi gangguan nutrisional pada anak lebih bisa diyakini oleh klinisi, dibandingkan dalam mengidentifikasi. Inadekuasi persepsi ibu dalam mengidentifikasi kejadian malnutrisi masih cukup jamak, menyebabkan pentingnya partisipasi aktif dari penyedia layanan kesehatan dalam mengidentifikasi dan menangani malnutrisi pada anak.
Prevalensi bottle feeding caries dan faktor risiko pada anak usia 3 sampai 5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Mengwi III Badung Made Dena Pramita; L W Ayu Rahaswanti; Ni Luh Putu Ariastuti
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 1 (2019): January 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i1.133

Abstract

Introduction: Bottle feeding caries is multifactorial tooth decay in infants due to the high consumption of refined carbohydrates, and poor oral hygiene. Risk factors for bottle feeding caries include parent socio-economic status, knowledge of parents, experience of dental caries of parents, certain diseases, and the habit of drinking poor formula milk.The aim of the study is to investigate the prevalence and risk factor of bottle feeding caries in children aged 3 to 5 years old at Puskesmas Mengwi III Badung work area. Method: This study is a cross sectional observational descriptive study, and used multistage random sampling technique on 93 children aged 3 to 5 years old. Result: The prevalence of of bottle feeding caries was 40.9%, and the incidence of bottle feeding caries had tendency to happen in children aged 3 to 5 years old who had her/his first tooth eruption at the age of 8 to 12 month, and had poor pattern of bottle feeding. Conclusion: The conclusion of this study is the prevalence of bottle feeding caries in Puskesmas Mengwi III Badung work area is relatively high. Most of those children came from poor socio-economic family, parents with caries history and have low level of knowledge about oral hygiene maintenance.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEBAKARAN DENGAN KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN PADA PEKERJA OPERATOR DI PT. XYZ Kezia Handari Pertiwi; Ni Luh Putu Ariastuti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p07

Abstract

ABSTRAKKebakaran merupakan bencana yang dapat merugikan bagi perusahaan maupun pekerja. Kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan menjadi penyebab timbulnya korban dari kejadian kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap kebakaran di PT. XYZ. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian operator di PT. XYZ sebanyak 98 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juli 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan 60,2% responden memiliki pengetahuan kebakaran yang baik dan 66,33% responden memiliki kesiapsiagaan kebakaran yang baik. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap kebakaran (p= 0,000). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan kebakaran maka semakin baik kesiapsiagaan kebakaran seseorang. Perusahaan perlu melakukan evaluasi pelatihan kebakaran dengan memberikan pre-test dan post-test serta melakukan sosialisasi terkait prosedur kesiapsiagaan dan tindakan darurat kebakaran di perusahaan.Keywords: Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Kebakaran ABSTRACTFire is a disaster that can be detrimental to companies and workers. Lack of knowledge and preparedness are the cause of victims of fire incidents. The purpose of this study is to determine the relationship between fire knowledge and fire preparedness on operator workers at PT. XYZ. This research is a quantitative study with cross sectional approach. The sample in this study are workers in the operator section at PT. XYZ. As many as 98 respondents were obtained using accidental sampling technique. This research was conducted from January to July 2021. The instrument used in this study was a questionnaire in the form a google form. The result showed 60,2 % of the respondents have good knowledge of fire and 66,33% respondents have good preparedness of fire. The result of bivariate analysis with the chi-square test showed that there is a relationship between fire knowledge and fire preparedness on operator workers (p= 0,000). The result of the study conclude that the better the fire knowledge, the better fire preparedness. Companies need to evaluate fire training by providing pre-test and post-test and socializing fire preparedness and emergency procedures in the company.Keywords: Knowledge, Preparedness, Fire
PREVALENSI DAN DISTRIBUSI FAKTOR RISIKO DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMPAKSIRING I KABUPATEN GIANYAR BALI 2015 Anak Agung Ngurah Aryawangsa; Ni Luh Putu Ariastuti
Intisari Sains Medis Vol. 7 No. 1 (2016): (Available online: 1 December 2016)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.625 KB) | DOI: 10.15562/ism.v7i1.7

Abstract

Seiring dengan peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan usia harapan hidup yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah populasi lanjut usia (lansia). Pada lansia, terjadi proses penuaan, hal ini menyebabkan perubahan pada fisik dan mental seorang individu. Di samping itu terjadi pula perubahan lingkungan sosioekonomi seperti berhenti bekerja, kehilangan orang yang dicinta, dan sebagainya yang dapat mengakibatkan lansia menjadi lebih rentan untuk mengalami masalah depresi. Kejadian depresi pada lansia seringkali diabaikan akibat kurangnya perhatian dari keluarga atau sanak saudara, padahal dampak depresi pada lansia sangat buruk dan apabila tidak tertangani dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan angka kematian. Melihat pentingnya masalah ini, penulis melakukan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I sebagai langkah advokasi dalam usaha peningkatan program-program promotif dan preventif dalam menghadapi permasalahan lansia di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional yang dilakukan pada bulan April-Mei 2015. Sampel dalam penelitian adalah lansia berusia 60 tahun keatas dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang yang dipilih secara acak pada desa di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I Kabupaten Gianyar dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Data diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap responden menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada lansia sebesar 23,3%. Kejadian depresi cenderung dialami oleh laki-laki (30,6%), kelompok usia ≥ 70 tahun (30,6%), tingkat pendidikan rendah (24,4%), tidak bekerja (25,4%), tingkat penghasilan perbulan rendah (41,2%), tidak menikah (50%), memiliki penyakit kronis >2 (28,6%), dan tidak memiliki riwayat keluarga depresi (23,9%). Prevalensi lansia dengan depresi cenderung lebih tinggi pada lansia laki-laki, kelompok usia 70 tahun ke atas, berpendidikan rendah, tidak bekerja, berpenghasilan perbulan rendah, tidak menikah, memiliki penyakit kronis >2, dan tidak memiliki riwayat keluarga depresi.Kata kunci: depresi, lansia, Puskesmas Tampaksiring I, Desa Tampaksiring, Desa Sanding 
GAMBARAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANJUT USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PETANG I KABUPATEN BADUNG BALI 2015 Lindia Prabhaswari; Ni Luh Putu Ariastuti
Intisari Sains Medis Vol. 7 No. 1 (2016): (Available online: 1 December 2016)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.056 KB) | DOI: 10.15562/ism.v7i1.100

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang sering ditemukan pada lanjut usia (lansia). Terdapat berbagai faktor risiko yang dikaitkan dengan peningkatan kejadian depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Petang I dan distribusinya berdasarkan karakteristik sosiodemografi lansia, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengembangan program kesehatan lansia di Puskesmas Petang I. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan 90 lansia yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Petang I sebagai responden. Data mengenai karakteristik sosiodemografis diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner, sedangkan status depresi dinilai dengan menggunakan kuesioner GDS versi pendek. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program komputer. Pada penelitian ini, didapatkan 24,4% sampel mengalami depresi. Angka depresi pada lansia perempuan ditemukan lebih tinggi, terdapat kecenderungan peningkatan angka depresi seiring bertambahnya usia dan rendahnya tingkat pendidikan. Lansia yang berstatus tidak menikah atau tidak bekerja juga menunjukkan angka depresi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya. Simpulan penelitian ini adalah prevalensi depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Petang I secara umum tergolong rendah, terutama pada lansia yang berusia lebih muda, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan tinggi, memiliki pasangan, dan masih bekerja. 
Gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik ibu balita terhadap penatalaksanaan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Abang 1 Made Rahayu Suryapramita Dusak; Yetty Sukmayani; Stephanie Apriliana Hardika; Luh Putu Ariastuti
Intisari Sains Medis Vol. 9 No. 2 (2018): (Available online: 1 August 2018)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.358 KB) | DOI: 10.15562/ism.v9i2.168

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu permasalahan kesehatan dunia yang menjadi penyebab utama kedua kematian anak dibawah lima tahun. Diare dan gastroenteritis dengan penyebab infeksi juga ditemukan masih termasuk ke dalam 10 besar penyakit dengan kunjungan terbanyak di Puskesmas Abang I, Karangasem. Edukasi kesehatan mengenai diare pada balita serta penanganannya penting untuk keefektifan penatalaksanaan kasus diare. Berdasarkan survei singkat yang dilakukan pada 10 orang ibu balita terkait dengan penanganan diare di rumah didapatkan bahwa sebagian besar (70%) ibu balita memberikan penanganan yang kurang tepat. Hal ini menunjukkan kecenderungan perilaku yang kurang tepat dalam penatalaksanaan diare di rumah.Metode:  Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional dengan melibatkan 62 subjek penelitian yang merupakan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Abang I. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan praktik ibu balita dalam penatalaksanaan diare pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Abang I. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk memilih tiga desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Abang I dan pengambilan sampel dilakukan dengan snowballing method. Cara pengumpulan data pada penelitian ini dengan melakukan wawancara berbasis kuesioner.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan gambaran pengetahuan mengenai diare pada balita mayoritas dalam kategori kurang (91,9%).Simpulan: ibu balita memiliki pengetahuan kurang terkait penatalaksanaan diare pada balita, dimana sebagian besar ibu balita masih merespon negatif dalam penanganan awal saat anak mengalami buang air besar lebih encer dari biasanya serta penanganan diare cukup dengan oralit saja. Selain itu, sebagian besar ibu balita juga masih memiliki praktik yang kurang tepat terkait penggunaan obat tradisional dan pemberian teh manis pada balita dengan diare.
Impact of depression on the academic performance of international students in Udayana University Jacintha James; AA. Sagung Sawitri; Luh Putu Ariastuti; Putu Aryani
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 2 (2019): (Available online: 1 August 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.862 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i2.213

Abstract

Background: Depression is a mental disorder that affects an individual’s mood and emotion. Depression is very common among the students. In this study, the impact of depression, especially on the academic performance of students who are abroad, studies along with the risk factors of depression.Aim: The study aims to know the relationship between depression and the academic performances of international students studying abroad.  Method: In this analytic study, a cross sectional method was being used. This method is being used to analyze the relationship between the factors that influence the academic performance and also to investigate the relationship between depression and academic performance of the students.Result: As for the residence factor, the student who was lived alone performed better in academic. For the method of study factor, the student who conducts independent learning performs well in academic whereas for the factor back to Malaysia in a year, the students who go back to Malaysia less than or twice a year performs better in their academic. As for the family support factor, students who have good family support obtain good results in academic performance, but for factor family financial support, students with inadequate financial support obtain good results in their academic.
Gambaran persepsi ibu terhadap obesitas pada anak usia sekolah dasar di Kecamatan Canggu, Kabupaten Badung, Bali tahun 2018 Putu Eksa Bidja Yudha Putri; Komang Ayu Kartika Sari; Luh Putu Ariastuti
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 3 (2019): (Available online: 1 December 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.504 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i3.420

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah suatu keadaan terjadinya penumpukan lemak tubuh yang berlebih, sehingga berat badan seseorang jauh melebihi norma. Pemasalahan gizi lebih di Indonesia harus mendapatkan perhatian, prevalensi obesitas pada anak di indonesia terus meningkat. Pada tahun 2007 sebesar 7,95%, di tahun 2013 meningkat menjadi 18,8%.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskrtitif dengan rancangan penelitian cross sectional yang bertujuan untuk menggambarkan persepsi ibu terhadap obesitas pada anak usai sekolah dasar. Sempel dari penelitian ini adalah sebanyak 92 responden, dengan teknik pengambilan sempel random sampling dan penelitian ini menggunakan alat ukur kuesionerHasil: Ibu yang memiliki persepsi positif terhadap obesitas pada anak sebanyak 56,5% sedangkan ibu yang memiliki persepsi negatif terhadap obesitas pada anak sebanyak 43,5%Simpulan: Masih banyak ibu yang menganggap bahwa obesitas pada anak bukan maslah bagi ksehatan anak. Introduction: Obesity is a condition where there is excess body fat accumulation so that a person's weight is far above normal. The current problem of overnutrition in Indonesia must get attention; the prevalence of obesity in children in Indonesia continues to increase in 2007 by 7.95% and increased to 18.8% in 2013.Method: This study is a descriptive study with a cross sectional study design that aims to describe mothers' perceptions of obesity in children after primary school. The samples from this study were 92 respondents, with random sampling technique and the research using a questionnaire measuring instrument.Result: Mothers who have a positive perception of obesity in children as much as 56.5% while mothers who have a negative perception of obesity in children as much as 43.5%.Conclusion: Based on these results it can be concluded that there are still many mothers who consider that obesity in children is not a problem for children's health.
Perilaku hand hygiene tenaga kesehatan di RSUP Sanglah tahun 2018 Made Dwi Andhika Yogiswara; Ni Luh Putu Ariastuti; Putu Aryani
Intisari Sains Medis Vol. 10 No. 3 (2019): (Available online: 1 December 2019)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.162 KB) | DOI: 10.15562/ism.v10i3.430

Abstract

Background: Low hand hygiene behavior is a very detrimental and a cause of health care associated infection and is a problem faced by patients and the medical profession at this time. The purpose of this study was to find out the distribution of hand hygiene behavior among healthcare professionals in Sanglah General Hospital Denpasar.Method: This study was conducted using a descriptive method with a cross-sectional study design carried out in the polyclinic and inpatients ward at Sanglah General Hospital in September to November 2018.Results: From the 96 study samples, 82.3% had good compliance with hand hygiene standards and 68.7% had a positive perception of hand hygiene. Women are more obedient than men towards the implementation of hand hygiene and doctors is the lowest profession to have a level of adherence to hand hygiene.Conclusion: Perception and compliance with hand hygiene in medical personnel at Sanglah General Hospital Denpasar has been very good, but it still needs to be improved so that all medical personnel perform hand hygiene procedures as a routine practice for the sake of infection prevention and control.