Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGUKURAN VISKOSITAS MINYAK GORENG PADA BERBAGAI VARIASI SUHU DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR FIBER OPTIK Dina Risantiana Rosalina , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap viskositas minyak goreng, pengaruh suhu terhadap intensitas keluaran fiber optik, dan mengetahui konversi skala intensitas menjadi skala viskositas. Pada penelitian ini digunakan dua alat utama, yaitu Viskometer Redwood dan Fiber Optik Plastik (FOP) tipe SH-4001-1.3. Pengukuran viskositas minyak goreng menggunakan Viskometer Redwood dilakukan dengan variabel bebas yaitu suhu sebesar 27°C, 35°C, 40°C, 50°C, 60°C, 70°C, dan 80°C. Hasil pengukuran berupa waktu tetes redwood. Dengan menggunakan persamaan viskositas, nilai viskositas minyak goreng dapat ditentukan. Hasil viskositas minyak goreng ini kemudian di plotkan kedalam grafik sehingga diketauhi hubungan antara suhu dengan viskositas. Pengukuran intensitas keluaran fiber optik dilakukan dengan mengupas jaket fiber optik yang dimasukkan ke dalam medium minyak goreng. Cahaya yang bersumber dari laser HeNe melewati fiber optik tersebut dan mengenai detektor OPM. Intensitas dalam dBm diukur setiap suhunya, kemudian diplotkan ke dalam grafik sehingga diketahui hubungan antara suhu minyak goreng dengan intensitas keluaran fiber optik. Grafik viskositas dan intensitas di transformasi menggunakan transformasi ln dan dicari persamaan konversi skala intensitas menjadi skala viskositas.Diperoleh hasil bahwa pengaruh kenaikan suhu terhadap viskositas minyak goreng yaitu eksponensial negatif, sedangkan pengaruh kenaikan suhu terhadap intensitas keluaran fiber optik yaitu eksponensial positif. Hasil dari transformasi grafik diperoleh persamaan konversi μ =0.61 I +6.98 Kata kunci: minyak goreng, viskositas, Viskometer Redwood, Fiber Optik Plastik (FOP), konversi Abstract This research aims to determine the relation between temperature and viscosity of palm oil, relation between temperature and intensity of polymer optical fiber (POF) through palm oil, and scale conversion of intensity to viscosity. Redwood Viscometer and Polymer Optical Fiber SH-4001-1.3 series are the main instruments of this research. The measurement of viscosity of palm oil using Redwood Viscometer has temperatures (27°C, 35°C, 40°C, 50°C, 60°C, 70°C, and 78°C) as independent variable. The dependent variable is Redwood second. By using an equation the viscosity of palm oil can be determined. The temperature and the viscosity of palm oil are plotted in a graph so the relation of them can be determined. The measurement of intensity of POF is done by open its cover and put it though the palm oil. A beam from HeNe laser through the fiber optic and detected by OPM. The intensity is measured at each temperature, and then plotted in a graph so the relation between temperature and intensity can be determined. The graph of viscosity and intensity are transformed using ln transformation and the equation of conversion intensity to viscosity can be determined. The results show when the temperature increase, the viscosity of palm oil is decrease exponentially while the output intensity of POF increase exponentially. The results are transformed into logarithmic transformation and then intensity converted to viscosity with the equation μ =0.61 I +6.98. Key words: palm oil, viscosity, Redwood Viscometer, Polymer Optical Fiber (POF)
Production Of Audio Stimulator For Plant Growth And Productivity Use The Natural Animal Sound vinna Alvianty , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis binatang yang memiliki range frekuensi sonic bloom 3000-5000hz, menghasilkansumber stimulator menggunakan frekuensi asli dan gabungan dari beberapa sumber suara binatang alamiah, dan memvalidasi peak frekuensi dari stimulator yang diproduksi. Penelitian ini menggunakan sumber suara dari beberapa binatang alamiah beberapa jenis burung dan serangga. Suara binatang alamiah direkam langsung menggunakan voice recorder, kemudian untuk mengkarakterisasi spectrum bunyi digunakan matlab r2014b sehingga diketahui nilai peak frekuensi dari binatang alamiah tersebut. Sumber stimulator dibuat dengan memotong peak frekuensi pada range 3000-5000hz, baik untuk suara dari masing-masing binatang maupun untuk suara gabungan. Hasil pemotongan kemudian dianalisis menggunakan matlab r2014b untuk mendapatkan nilai peak frekuensi yang akan digunakan dalam pembuatan stimulator. Hasil pemotongan peak frekuensi yang sudah dianalisis peak frekuensi nya kemudian dibuat stimulator dengan durasi 1 jam menggunakan adobe audition cs6 dalam format mp3 dalam bentuk cd dan format wav dalam bentuk file. Stimulator yang diproduksi kemudian divalidasi output keluaran peak frekuensi menggunakan matlab r2014b. Terdapat 18 jenis audio stimulator, 17 audio stimulator dari masing-masing binatang dan satu audio stimulator gabungan. Adapun jenis binatang dan nilai range frekuensi pada stimulator dari masing-masing sumber suara yaitu, burung anismerah (3000hz-3500hz), burung cendet (3000hz-4000hz), burung ciblek (3000hz-3500hz), burung cucakijo 3000hz, burung jalakpecalang 3000hz, burung jalaksuren (3000hz-5000hz), jangkrik 4500hz, burung kacer sumatra 3000hz-3500hz, burung kenari 3500hz-4000hz, kinjengtangis 5000hz, burung kutilang 3000hz-3500hz, burung lovebird 4000hz-5000hz, burung mozambic 3000hz-4000hz, burung muraibatu 3000hz-4000hz, orong-orong 3000hz, burung pentet 3000hz-4000hz, dan burung pleci 3000hz-4000hz. Stimulator gabungan diproduksi dari berbagai suara dengan ragam peak frekuensi beberapa sumber suara yaitu suara burung ciblek 3000hz, burung pentet 3500hz, burung lovebird 4000hz, jangkrik 4500hz, dan burung lovebird 5000hz. Kata kunci: binatanglamiah, peakfrekuensi, stimulator. Abstract This research has purpose to know what kind of animal that have sonic bloom frequency range about 3000-5000hz, audio stimulator production and combination, and validation peak frequency of stimulator product.this research using some of natural animal sound from kind of bird and insect. Sound of natural animal has been direct recorded using digital voice recorder, then to caracterization the sound spektrum used matlab r2014b so the value of peak frequency has ben detect. Stimulator source made with cut the peak frequency at range 3000-5000hz, rather for each animal sound or combination. The result of the cutting then analized the value of peak frequency using matlab r2014b for get the value of peak frequency that will be used on stimulator production. The result of the cutting peak frequency that has been analized then the stimulator are producted with adobe audition cs6 and the duration about 1hour with mp3 format in cd and wav format in file. And then the stimulator are validated the output of peak frequency using matlab r2014b. There are 18 audio stimulators, 17 audio stimulators from each animal and one audio stimulator from combination.as kind of animal and the value of range frequency stimulator from each sound source are, anismerah (3000-3500)hz, cendet (3000-4000)hz, ciblek (3000-3500)hz, cucakijo 3000hz, jalakpecalang 3000hz, jalaksuren (3000-5000)hz, jangkrik 4500hz, kacer sumatra (3000-3500)hz, kenari (3500-4000)hz, kinjengtangis 5000hz, kutilang (3000-3500)hz, lovebird (4000-5000)hz, mozambic (3000-4000)hz, muraibatu (3000-4000)hz, orong-orong 3000hz, pentet (3000-4000)hz, and pleci (3000-4000)hz. Combination stimulator product from kind of peak frequency are, ciblek 3000hz, pentet 3500hz, lovebird 4000hz, jangkrik 4500hz, and lovebird 5000hz. Key word: natural animal, peak frequency, stimulator.
PENGARUH PEMAPARAN SUMBER BUNYI GARENGPUNG DENGAN PEAK FREQUENCY 4500 HZ PADA SORE HARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG Cahyo Budi Aditya; Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan bunyi garengpung dengan peak frekuensi 4500 Hz yang dipaparkan pada sore hari terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung dan serta mengetahui pengaruh taraf intensitas bunyi terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Digunakan dua lahan sampel yaitu lahan perlakuan dan lahan kontrol berukuran 3x6 meter yang setiap lahan dibagi menjadi 12 bedeng, setiap bedeng terdapat 5 tanaman. Pemaparan dilakukan setiap hari mulai pukul 16.00-17.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan tanaman yang diberi perlakuan paparan bunyi garengpung termanipulasi peak frekuensi 4500 Hz mengalami pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberi paparann (kontrol). Laju pertumbuhan tanaman perlakuan dan kontrol yaitu 9,798 dan 1,607. Produktivitas tanaman perlakuan tidak sebaik dibandingkan tanaman kontrol. Total massa kotor dari panen tanaman sampel untuk sejumlah 60 adalah 3760 gram pada tanaman perlakuan, sedangkan tanaman kontrol menghasilkan 4190 gram. Taraf intensitas bunyi tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung, namun mempengaruhi produktivitas tanaman jagung.Kata-Kata Kunci: Bunyi garengpung, Audio Bio Harmonik, Sonic bloom
PEAK FREQUENCY CLASSIFICATION OF NATURAL ANIMAL SOUNDS AS A STIMULANT OF PLANT GROWTH Bagoes Wibowo , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui spektrum peak frekuensi suara binatang alamiah khas Indonesia dan (2) Mengetahui hasil klasifikasi ragam peak frekuensi suara binatang alamiah pada interval peak frekuensi sonic bloom 3000 Hz-5000 Hz yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber stimulator pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan antara laintahap perekaman suara binatang menggunakan voice recorder digital dengan beberapa kali perekaman untuk mendapatkan suara terbaik dengan sedikit/ tanpa noise, tahap analisis menggunakan program MATLAB 2014bdengan algoritma FFT (Fast Fourier Transform)untuk mengetahui karakter spektrum ragam peak frekuensi, dan tahappemotongan sinyal suara menggunakan softwareAdobe Audition CS6 untuk dilakukan klasifikasi peak frekuensi.Telah dihasilkan klasifikasi suara masing-masing binatang memiliki rentang frekuensi antara lain: 1-1000 Hz sejumlah 6 binatang, 1000-2000 Hz sejumlah 8 binatang, 2000-3000 Hz sejumlah 14 binatang, 3000-4000 Hz sejumlah 12 binatang, 4000-5000 Hz sejumlah 2 binatang, dan 5000-6000 Hz sejumlah 4 binatang. Hasil dari pemotongan sinyal diperoleh suara binatang alamiah dengan peak frekuensi interval frekuensi sonic bloom (3000 Hz – 5000 Hz) sejumlah 17 jenis binatang. Kata kunci: binatang alamiah, peak frekuensi, sonic bloom, timbre Abstract The research is aimed to (1) find peak frequency spectrum (timbre) of Indonesian’s natural animal soundsand (2)to classify sounds which have frequency range between 3000 Hz-5000 Hz that are used as an alternative stimulant of plant growth. The procedures of this research activities are started by recording the sounds of animals using digital voice recorder several times. This activity aim to obtain sounds with low noise. Total of 27 sounds of 21 birds, 4 insects, frog and gecko were analyzed using the MATLAB 2014b program to determine the character of the peak frequency spectrum. To classify the sounds wich are in 3000 Hz-5000 Hz frequency range of sonic bloom, the sounds were cutted in parts by using Adobe Audtion CS6 and then the sounds were analyzed by using Matlab to find peak frequency.The result of classified of timbre are frequency range between 1-1000 Hz for 6 animals, 1000-2000 Hz for 8 animals, 2000-3000 Hz for 14 animals, 3000-4000 Hz for 12 animals, 4000-5000 Hz for 2 animals, and 5000-6000 Hz for 4 animals. The signal of animal sounds, has been obtained 17 sounds which are in frequency range of sonic bloom (3000 Hz - 5000 Hz). Keywords: animal sounds, peak frequency, sonic bloom, timbre
OUTPUT VALIDATION TEST OF BIO HARMONIC AUDIO TECHNOLOGY BY USING SMARTCHIP SERIES WT5001 REVIEWED FROM VARIATION OF PEAK FREQUENCY AND SOUND INTENSITY LEVEL PRODUCED Toni Indrawan , Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil distribusi peak frequency dan taraf intensitas bunyi dari instrumen stimulator Audio Bio Harmonik terhadap perubahan jarak dan sudut pemaparan. Sumber bunyi yang digunakan yaitu suara garengpung yang termanipulasi pada peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000Hz. Perekaman sumber bunyi yang dipaparkan pada penelitian ini menggunakan mic condenser dan aplikasi Spectra Plus-SC untuk pengukuran peak frequency dan Sound Level Meter yang digunakan untuk pengukuran taraf intensitas bunyi. Pengambilan data peak frequency dan taraf intensitas bunyi dilakukan di dua tempat yaitu di lapangan dan di laboratorium dengan pola setengah melingkar sudut antara 0o sampai 180o dengan interval sudut 30o. Variasi jarak yaitu 1 m untuk pengukuran di lapangan dan 25 cm untuk pengukuran di laboratorium. Pengukuran di laboratorium dilakukan sebagai data penunjang untuk data pengukuran di lapangan. Hasil data pengukuran peak frequency dan taraf intensitas bunyi dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan Origin 5.0 untuk analisis grafik. Hasil pengukuran di lapangan menunjukan pola peak frequencypada pola setengah lingkaran dengan jangkauan terjauh untuk masing-masing peak frequency berada pada sudut 90o. Sedangkan untuk jangkauan terdekat untuk tiap peak frequency berada pada sudut 0o dan 180o. Pola yang terbentuk yaitu jangkauan terjauh untuk setiap peak frequency membentuk pola menyerupai pola radiasi antena tipe end fire. Pengukuran taraf intensitas bunyi terhadap jarak untuk setiap peak frequency menghasilkan grafik yang di fitting exponensial. Semakin jauh jarak terhadap sumber bunyi maka taraf intensitasnya berkurang secara eksponensial. Kata kunci : Audio Bio Harmonik, peak frequency, taraf intensitas bunyi , end fire. Abstract The objective of this study is to determine the profile of peak frequency distribution and sound intensity level of the Bio Harmonic Audio stimulator instrument to the change of distance and exposure angle. Sound sources used are manipulated garengpung sound of peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000Hz. The sound source recording presented in this study used mic condenser and Spectra Plus-SC application for peak frequency measurement and Sound Level Meter used for measuring the sound intensity level. The data of peak frequency and sound intensity level are obtained in two places i.e in the field and in the laboratory with a circular half pattern of angle between 0o to 180o with angle interval of 30o. Distance variation is 1 m for measurements in field and 25 cm for measurements in laboratory. Laboratory measurements data were performed as supporting data for field measurement data. The results of measurement data of peak frequency and sound intensity level were analyzed using Microsoft Excel and Origin 5.0 for graph analysis. The field measurements show the peak frequency pattern on the circular half pattern with the furthest range for each peak frequency at 90o angle. As for the nearest range for each peak frequency is at an angle of 0o and 180o. The pattern formed that is the furthest range for each peak frequency pattern resembles radiation pattern antenna type end fire. Measuring sound intensity level to the distance for each peak frequency produces a graph in exponential fitting. The farther the distance to the sound source, the intensity level decreases exponentially. Keywords: Audio Bio Harmonic, Peak Frequency, sound intensity level,end fire.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI AUDIO BIO HARMONIK DENGAN SMARTCHIP WT5001 YANG LEBIH PRAKTIS THE APPROPRIATE DESIGN TECHNOLOGY BIO HARMONIC AUDIO USING SMART CHIP WT5001 THAT IS MORE PRACTICAL restu setiyono; nur kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 6, No 5 (2017): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang bangun teknologi Audio Bio Hamronik dengan smartchip WT5001 yang lebih fleksibel, praktis, dan mudah dioperasikan serta divalidasi peak frekuensi output dan diuji taraf intensitas bunyi keluaran. Penelitian ini diawali dengan membuat file suara sebagai sumber bunyi perangkat ABH. Bunyi asli suara garengpung dimanipulasi sehingga menghasilkan variasi peak frekuensi 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, dan 5000 Hz kemudian dimasukkan kedalam smartchip WT5001. Bunyi yang keluar dari rangkaian kemudian dikuatkan dengan rangkaian auido power amplifier dengan output bunyi dari rangkaian digunakan horn speaker. Bunyi keluaran kemudian divalidasi peak frekuensinya dengan bantuan aplikasi SpectraPlus 5.0 serta diuji taraf intensitas bunyi keluarannya menggunakan Sound Level Meter. Hasil rancang bangun meliputi catu daya baterai yang rechargeable dan horn speaker yang sudah menyatu dalam satu perangkat berdimensi panjang 18 cm, lebar 11 cm dan tinggi 6 cm, tombol pemilih frekuensi yang diringkas menjadi satu tombol select. Hasil validasi peak frequency antara peak frequency rangkaian dengan keluaran menunjukkan adanya simpangan sumber bunyi rangkaian dengan yang terukur yaitu , , , , . Hasil uji taraf intensitas bunyi menununjukkan nilai 90 dB pada jarak 1 meter dan semakin menurun menjadi 20 dB pada jarak 30 meter.Kata kunci: Audio Bio Harmonik, smartchip WT5001, peak frequency.AbstractThis study aimed to redesign the Bio Harmonic Audio Technology with WT5001 which is more flexible, practical, and easy to operate. This research began by creating a sound file as the source of ABH device. The original sound of garengpung is manipulated to produce peak frequency variations of 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz, and 5000 Hz and then was inserted into the WT5001 smartchip. The sound coming out of the circuit is then amplified by the Audio Power Amplifier circuit by using horn speaker as a output sound device of the circuit. The output sound that is peak frequency then tested for validation with the help of the SpectraPlus 5.0 application and the level of output sound intensity tested by Sound Level Meter. The design results include rechargeable battery power supply and horn speaker that are integrated into a single dimension 18 cm long, 11 cm width, and 6 cm high, frequency selector keys are summarized into a single select button. The result of the peak frequency validation test between the peak frequency of circuit and the output indicates the existence of the source circuit beam with the measured being , , , , . The test results of the sound intensity level shows the value of 90 dB at a distance of 1 meter and further decreased to 20 dB at a distance of 30 meters.Keywords: Bio Harmonic Audio, WT5001 smartchip, peak frequency.
OTOMATISASI PENGENDALIAN CARA PENGAIRAN DAN PEMBERIAN NUTRISI PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) AUTOMATIZATION CONTROL OF IRRIGATING AND NUTRITION PROVISIONING ON HYDROPONIC PLANTING SYSTEM FOR LETTUCE (Lactuca sativa L.) Rachmat Yudha Koswara; Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan membuat rancang bangun sebuah sistem kontrol pengendalian air otomatis dengan sistem ON-OFF untuk tanaman selada (Lactuca sativa L.) dengan media hidroponik yang dirancang guna memperoleh efisiensi penggunaan energi listrik. Volume air di dalam media hidroponik dikontrol dengan rangkaian water level control yaitu dengan menggunakan komponen utama SCR (Sillicone Controlled Rectifier) PIR T9. Rangkaian ini berkerja dengan menggunakan tiga buah elektroda yang dipasang vertikal pada ujung media hidroponik. Elektroda atas berfungsi mematikan pompa air saat level air pada media hidroponik menyentuh elektroda ini. Fungsi elektroda tengah untuk menyalakan pompa air saat level air melewati elektroda tengah. Sedangkan fungsi elektroda bawah adalah sebagai common dari power +12V yang tidak mempengaruhi hidup atau matinya pompa air. Setelah pompa air menyala, maka level ketinggian air pada media hidroponik akan naik dan kembali menyentuh elektroda atas yang membuat pompa air mati. Dengan menggunakan sistem ini pompa air hanya akan hidup saat level air dalam media hidroponik melewati elektroda tengah dan pompa air tidak akan hidup terus menerus sehingga akan menghasilkan efisiensi dan menghemat penggunaan energi listrik. Dalam penelitian ini, rancang bangun sistem kontrol pengendalian air otomatis berhasil dibuat dengan rangkaian water level control yang dirancang menggunakan komponen utama SCR dengan 3 elektroda. Dengan menggunakan sistem ini, energi listrik yang digunakan hanya sebesar 4,226 watt.jam selama 1 bulan (30 hari) untuk media hidroponik dengan diameter paralon 4 inch dan panjang lintasan 2,5 meter yang berisi 9 tanaman selada. Jika dibandingkan dengan siklus pengairan non-stop, sistem ini akan menghemat energi listrik sebesar 28795,744 watt.jam dan memberikan efisiensi sebesar 99.98 %.Kata kunci: hidroponik, pompa air, elektroda.AbstractThis research aimed to design an automatic water control system with ON-OFF for lettuce (Lactuca sativa L.) with hydroponic media designed to obtain efficient use of electrical energy. The volume of water in hydroponic media was controlled by a series of water level control by using main component of SCR (Silicone Controlled Rectifier) PIR T9. This circuit worked by using three electrodes mounted vertically at the end of the hydroponic media. The top electrode function is to turn off water pump when the water level in the hydroponic media touch these electrodes. The function of the middle electrode is to turn on the water pump when the level of water passed through the middle electrode. While the function of the bottom electrode is as common of +12V power which does not affect the on or off of a water pump. After the water pump turns on, the water levels in hydroponic media would increase and touch the top electrode that made the water pump off. By using this system, the water pump will only be on when the water level in the hydroponic media passes the middle electrode and water pumps will not on continuously so that it will produce efficiency and energy savings of electricity. In this research, the design of water control system has successfully created with a series of Water Level Control that is designed by using the main component of SCR with three electrodes. By using this system, electrical energy that used is only 4.226 watt.hour for a month (30 days) for hydroponic media with 4 inch diameter PVC pipe and a path length of 2.5 meters containing 9 lettuce plants. If compared with non-stop watering cycle, the system saved electric energy by 28795.744 watt.hour and provided an efficiency of 99.98 %.Keywords: hydroponic, water pump, electrode.
RANCANG BANGUN TEKNOLOGI TEPAT GUNA AUDIO BIO HARMONIK (ABH) DENGAN SMART CHIP WT50001 THE APPROPRIATE DESIGN TECHNOLOGY BIO HARMONIC AUDIO USING SMART CHIP WT5001 RESTIANA AULIA SUPENDI RESTIANA AULIA SUPENDI; NUR KADARISMAN NUR KADARISMAN
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun instrumen teknologi tepat guna sumber bunyi Audio Bio Harmonik (ABH) dengan Smart Chip WT5001 dan menguji validasi sumber bunyi audio bio harmonik yang dihasilkan oleh instrumen yang dibuat. Rancangan penelitian rancang bangun dimulai dengan instrumen sumber bunyi garengpung dengan variasi peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz yang disimpan dalam SDcard dengan nama file secara berurutan dan chip suara WT5001. Untuk membuat instrumen audio bio harmonik secara keseluruhan, diperlukan komponen pendukung lainnya seperti mikrokontroler ic ATMega328 yang terdapat pada Arduino Uno yang berfungsi sebagai prosesor, rangkaian penguat audio TDA2003, horn speaker, accu dan LDC matrik 16x12. Untuk dapat mengoprasikan WT5001 agar memutar rekaman suara garengpung, diperlukan program bahasa C yang dibuat dengan menggunakan aplikasi Arduino 1.6.0. Kemudian dilanjutkan menguji validasi sumber bunyi audio bio harmonik menggunakan aplikasi SpectraPLUS 5.0. Hasil dari penelitian ini adalah instrumen Audio Bio Harmonik dengan rekaman variasi peak frequency 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz dan 4500 Hz dan 5000 Hz sumber bunyi garengpung telah dibuat dan hasil uji validasi peak frequency antara peak frequency rancangan dengan peak frequency keluaran menunjukan bahwa ada deviasi sumber bunyi yang dirancang dengan yang terukur yaitu  Hz,  Hz,  Hz,  Hz dan  Hz. Kata kunci: Audio Bio Harmonik, chip suara WT5001,  peak frequency. AbstractThe purpose of the research is to make appropriate design tecnology instrument Bio Harmonic Audio (ABH) using smart chip WT5001 and examine validation of bio harmonic audio source generated by the invented instrument. The design research plan was started with the sound of garengpung instrument using the variation of frequency peak 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz and 5000 Hz which is stored in SDcard with the file name in sequence and sound chip of WT5001. To produce bio harmonic audio instrument in a whole, it needs other supporting instruments such as microcontroller ic ATmega328 in Arduino Uno which functions as a  processor, the series of audio amplifier TDA2003, horn speaker, accu and 16x2 matric LCD. To operate WT5001 for playing the sound of garengpung, it needs C language program which is made by Arduino 1.6.0. application. After that, examining validation of bio harmonic audio resource using SpectraPLUS 5.0. application. The result of this research is Bio Harmonic Audio instrument using the sound of garengpung recording with the frequency peak variation 3000 Hz, 3500 Hz, 4000 Hz, 4500 Hz dan 5000 Hz has been realized by smart chip WT5001 and the results of the validation test frequency peak between the frequency peak output design with a frequency peak deviation indicates that there ia a resource of sound designed with the scalable ones that are  Hz,  Hz,  Hz,  Hz dan  Hz. Keywords: Audio Bio Harmonic, sound chip of WT5001, frequency peak.
PROFIL DISTRIBUSI TARAF INTENSITAS BUNYI DENGAN SMART CHIP WT5001 MENGGUNAKAN SUMBER BUNYI BLAGANJUR DAN CENGCENG DISTRIBUTION PROFILE OF SOUND LEVEL INTENSITY WITH SMART CHIP WT5001 USING SOUND OF BLAGANJUR AND CENGCENG IPTA APIPAH; NUR KADARISMAN
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil distribusi taraf intensitas bunyi dengan Smart Chip WT5001 menggunakan Horn Speaker Narae NSH 70 dengan sumber bunyi Blaganjur dan Cengceng secara melingkar. Penelitian ini juga untuk mengetahui pola grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak.Pengukuran taraf intensitas bunyi pada penelitian ini menggunakan mic condenser dan software Spectra Plus 5.0. Metode pengambilan data pengukuran taraf intensitas bunyi gamelan Blaganjur dan Cengceng menggunakan pola melingkar 360° interval 10° dengan arah horn speaker narae NSH 70 mengarah ke sudut 270º. Pengukuran untuk mengetahui pola grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak dilakukan variasi jarak 50 cm sampai 150 cm dengan interval 25 cm yang diplot menggunakan software Origin 8.Hasil penelitian menunjukkan profil distribusi taraf intensitas bunyi gamelan Blaganjur dan Cengceng membentuk pola melingkar dengan taraf intensitas bunyi tertinggi berada pada arah sudut 270° sesuai dengan arah paparan dari horn speaker narae NSH 70. Memiliki range sudut sapuan paparan bunyi gamelan Blaganjur antara sudut 230°-300° dan range sudut sapuan paparan bunyi gamelan Cengceng antara sudut 240°-300°. Hasil fitting grafik hubungan antara taraf intensitas bunyi terhadap jarak menunjukkan hasil semakin jauh jarak dari sumber bunyi maka semakin lemah taraf intensitas bunyi.Kata kunci : Blaganjur, cengceng, profil distribusi taraf intensitas bunyi, smart chip WT5001, Horn Speaker Narae NSH 70.AbstractThe objective of this research was to know the distribution profile of sound level intensity with Smart Chip WT5001 using Horn Speaker Narae NSH 70 with source sound of Blaganjur and Cengceng in circulair pattern. This research also aimed to know the model of a graph between sound level intensity to the distance.The measuring of sound level intensity in this research was using mic condenser and Spectra Plus 5.0 software. The method of data interpretation of measuring sound level intensity of gamelan Blaganjur and Cengceng was using circle pattern 360° in interval 10° with horn speaker narae NSH 70 was in angle of 270º. The measuring to know the model of graph between sound level intensity to the distance was varied from 50 cm to 150 cm in interval 25 cm and plotted by using Origin 8 Software.The result of this research showed that the distribution profile of sound level intensity from gamelan Blaganjur and Cengceng formed circulair pattern with the highest sound level intensity was in angle of 270° match to the direction of horn speaker narae NSH 70’s exposure. It had range of spread angle from gamelan Blaganjur sound in 230°-300° and gamelan Cengceng sound in 240°-300°. The result of graph fitting between sound level intensity to the distance showed that when the distance was farer from the source of sound then the sound level intensity would be weaker.Keywords: Blaganjur, cengceng, distribution profile of sound level intensity, smart chip WT5001, Horn Speaker Narae NSH 70.
PENGARUH PEMAPARAN SUMBER BUNYI GARENGPUNG DENGAN PEAK FREKUENSI 4500 HZ PADA SIANG HARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Puspita Priatiningtyaz; Nur Kadarisman
Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Fisika
Publisher : Prodi Fisika, Departemen Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemaparan bunyi garengpung dengan peak frekeunsi 4500 Hz pada siang hari terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung serta mengetahui pengaruh taraf intensitas bunyi terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Digunakan dua lahan untuk lahan perlakuan dan lahan kontrol berukuran 3x6 m2 yang setiap lahan berjumlah 60 tanaman. Pemaparan dilakukan setiap hari mulai pukul 12.00-13.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan tinggi tanaman ketika umur 108 hari untuk tanaman perlakuan yaitu 98.55 cm dan tanaman kontrol umur 112 hari yaitu 100.50 cm. Produktivitas atau massa bersih tanaman perlakuan mencapai total 1690 gram, sedangkan produktivitas tanaman kontrol 2490 gram. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman perlakuan lebih buruk dari tanaman kontrol ketika diberi paparan bunyi pada siang hari. HubunganLtaraf intensitas bunyi terhadapLpertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung adalah semakin kecil taraf intensitas bunyi yang dipaparkan maka pertumbuhan tanaman jagung akan semakinLtinggi dan semakinLkecil taraf intensitas bunyi maka produktivitasLtanaman jagungLakan semakin tinggi.Kata-Kata Kunci: Bunyi garengpung, Audio Bio Harmonik, Sonic bloom.