Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMASTUMINTING Said, Ni’mah; Kanine, Esrom; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8143

Abstract

Abstrak:Kehamilan bagi ibu primigravida merupakan suatu pengalaman baru yang dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan respons individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan.Faktor yang mempengaruhi kecemasan selama kehamilan antara lain faktor sosial ekonomi( pendidikan, pekerjaan dan pendapatan). Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting.Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik pengambilan sampelPurposive Sampling yaitu sebanyak 40 sampel.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi.Hasil penelitian mengunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Tidak terdapat hubungan pendidikan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting dengan nilai p=0,437>α, tidak terdapat hubungan pekerjaan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas tuminting dengan nilai p= 0,457>α, dan terdapat hubungan pendapatan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting dengan nilai p=0,000<α. Kesimpulanpenelitian ini adalah ibu primigravida di puskesmas tuminting sebagian besar tidak cemas yakni 21 orang. Saranpenelitian ini, diharapkan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan mengenai kehamilan kepada ibu hamil untuk mencegah terjadinya kecemasan.Kata Kunci: Faktor Sosial Ekonomi, Ibu Primigravida, Kecemasan
AKTIVITAS BERMAIN DOMINO SEBAGAI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSI KOGNITIF BERHITUNG PADA LANSIA Taplo, Yusti Muzdalifa; Madianung, Agnes; Kanine, Esrom
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22884

Abstract

Abstrack: Dominoes is one leisure activity that is familiar and easy to be played by all ages,including the elderly. When playing dominoes then the elderly will feel relaxed and relaxes themind that stimulates brain cells that eventually can maintain cognitive function, one numeracy.The Aim of the research to know the activity of playing domino as a medium to improvecognitive function counting on the elderly. The method of this research uses quasi experiment,research design with pretest-posttest approach with control group. Samples with the techniqueof sampling non probability sampling is carried out, using the method of total sampling totalsample with as many as 40 respondents. The results of research using the Mann Whitney testat 95% significance level, obtained significant value that is 0.007 or smaller than the value ofsignificance 0.05 (0.007 < 0.05). Conclusion, the results show that the activity of playingdominoes can improve the cognitive functions of the elderly so that it can be used as countingas one of the relaxing activities to enhance cognitive function of elderly, especially countingability.Keywords: Activities Playing Domino, Math AbilityAbstrak: Permainan domino adalah salah satu aktivitas santai yang familiar dan mudahdimainkan oleh berbagai usia termasuk kelompok lanjut usia. Ketika bermain domino makalansia akan merasa santai dan merilekskan pikiran sehingga menstimulasi sel-sel otak yangakhirnya dapat mempertahankan fungsi kognitif, salah satunya kemampuan berhitung. Tujuanpenelitian untuk mengetahui aktivitas bermain domino sebagai media untuk meningkatkankemampuan fungsi kognitif berhitung pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan desainpenelitian quasi eksperimen, dengan pendekatan pretest-posttest with conrol grup. Sampeldengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling, menggunakanmetode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Hasil penelitian denganmenggunakan uji Mann Whitney pada tingkat kemaknaan 95%, didapat bahwa nilai signifikanadalah 0,007 atau lebih kecil dari nilai signfikan 0,05 (0,007< 0,05). Kesimpulan, hasilpenelitian ini menunjukan bahwa aktivitas bermain domino dapat meningkatkan kemampuanfungsi kognitif berhitung lansia sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu aktivitas santai untukmeningkatkan fungsi kognitif lansia, khususnya kemampuan berhitung.Kata kunci: Aktivitas Bermain Domino, Kemampuan Berhitung
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN PREVALENSI KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG BEROBAT JALAN DI RUANG POLIKLINIK JIWA RUMAH SAKIT PROF DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO Kaunang, Ireine; Kanine, Esrom; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8196

Abstract

Abstrak: Kepatuhan minum obat yakni tingkat ketepatanperilaku seorang individu dengan nasihat medis atau kesehatan dan menggambarkan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk pada resep serta mencakup penggunaannnya pada waktu yang benar. Prevalensi kekambuhan yaitu seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik RumahSakit Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan metode deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini keluarga dari pasien skizofrenia dan sampel yang di dapatkan sebanyak 88 responden, yang ditentukan dengan menggunakan salahsatu metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia. Dengan diperoleh hasil nilai (ρ = 0,000) kurang dari nilai (α = 0,05). Kepatuhan minum obat pasien skizofrenia yang berobat jalan di poliklinikjiwa, membawa dampak yang baik bagi pasien skizofrenia sehingga prevalensi kekambuhan pasien skizofrenia selam 1 tahun tidak pernah, hal ini di karenakan rutinnya pasien melakukan pengobatan dan rawatjalan di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang Manado.Kata Kunci : Kepatuhan Minum Obat, Prevalensi Kekambuhan
PERBEDAAN PERUBAHAN ASPEK PSIKOSOSIAL PADA REMAJA JALANAN DAN REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI KOTA MANADO Kuhu, Annasstasya Arvianty; Kanine, Esrom; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5203

Abstract

Abstrack: Psychosocial is a change in the lifes of individuals, whether they are discussing the psychological and social aspects of human development. Adolescence is a transitional period of one's children become adults, One of the developmental tasks of adolescence is the hardest associated with social adjustment. Many teenagers who reach adulthood with various problems caused by lack of attention, affection and guidance of parents. The purpose of this study to determine differences in the psychosocial aspects of changes in adolescents street and orphangess who live in the city of Manado. The research design used in this research is descriptive and analytical. The population of this study were adolescents streets and orphanages based on inclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling with Slovin formula and obtained a sample of 35 respondents. Instrument used was a HEEADSSS questionnaire with 35 questions been modified. Data were analyzed using SPSS 20, with a test to determine differences Psychosocial Aspects of Adolescent Street and Orphanages. The conclusion is there is a difference in change Psychosocial Aspects of adolescent Streets and Orphanages, in the city of Manado with values obtained (p = 0.002 < 0.05). Keywords: Psychosocial Aspects, adolescent Streets, Orphanages. Abstrak: Psikososial merupakan suatu perubahan didalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun sosial yang membahas tentang aspek-aspek dari perkembangan manusia. Masa remaja merupakan masa transisi seseorang dari anak-anak menjadi dewasa, Salah satu tugas perkembangan masa remaja yang tersulit adalah berhubungan dengan penyesuaian sosial. Banyak remaja yang mencapai masa dewasa dengan berbagai permasalahan yang disebabkan kurangnya perhatian, kasih sayang dan bimbingan dari orangtua. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan perubahan aspek psikososial pada remaja jalanan dan remaja yang tinggal dipanti asuhan di Kota Manado. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Populasi dari penelitian ini adalah remaja jalanan dan remaja panti asuhan yang berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 35 responden. Instrument yang digunakan adalah kuisioner HEEADSSS dengan 35 pertanyaan yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan SPSS 20, dengan Uji untuk mengetahui perbedaan Aspek Psikososial Remaja Jalanan dan Remaja Panti Asuhan. Kesimpulan adalah terdapat Perbedaan Perubahan Aspek Psikososial Pada Remaja Jalanan dan Remaja yang tinggal dipanti Asuhan di Kota Manado dengan nilai yang diperoleh (p=0,002 < 0,05). Kata Kunci : Aspek Psikososial, Remaja Jalanan, Remaja Panti Asuhan
PERBEDAAN RESPON STRES-ADAPTASI PADA REMAJA JALANAN KOMUNITAS DINDING PASAR BERSEHATI DAN REMAJA PANTI ASUHAN BAKTI MULIA MANADO Titaheluw, Keysea; Kanine, Esrom; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5262

Abstract

Abstract: Adolescents street are adolescents aged 10-19 years who spend all or most of his time on the street by doing activities to earn money or to survive. Meanwhile, adolescents orphanage is adolescents 10-19 years old are cared for by a family function replacement service agencies. The number of changes that must be faced, requires rapid adaptation and adjustment, where it is not easily achieved and implemented by all people with equal ease can cause stress. The purpose of this study was to determine whether there are differences in stress-adaptation in adolescents street and orphanages. This study is descriptive and analytical, sample selection with purposive sampling with a sample of 30 adolescents street and 30 adolescents orphanage by means of measuring the DASS questionnaire using 14 items that only specific measure stress levels. Based on the results of the study found that there was no difference in stress adaptation response in adolescents street and adolescents orphanages, street adolescents with a mean of 2.27 and adolescents orphanage with a mean 2.07, (p=0,456 > α 0,05). Keywords : Stress-Adaptation, Adolescent Street, Adolescent Orphanage Abstrak: Remaja jalanan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang menghabiskan seluruh atau sebagian waktunya dijalan. Sedangkan, remaja panti asuhan adalah remaja yang berusia 10-19 tahun yang diasuh oleh suatu lembaga pelayanan pengganti fungsi keluarga. Banyaknya perubahan yang harus dihadapi, menuntut adaptasi dan penyesuaian yang pesat, hal dimana tidak mudah dicapai dan dilaksanakan oleh semua orang dengan sama mudahnya bisa menyebabkan stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan stres adaptasi pada remaja jalanan dan panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, pemilihan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 30 remaja jalanan dan 30 remaja panti asuhan dengan cara ukur menggunakan kuisioner DASS yang hanya menggunakan 14 item yang khusus mengukur tingkat stres. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak ada perbedaan respon stress adaptasi pada remaja jalanan dan remaja panti asuhan, remaja jalanan dengan mean 2,27 dan remaja panti asuhan dengan mean 2,07, (p=0,456 > α 0,05). Kata kunci : stres adaptasi, remaja jalanan, remaja panti asuhan
EMPOWERMENT OF THE SILIAN VILLAGE COMMUNITY IN FACING THE PSYCHOSOCIAL IMPACTS OF THE POST-MOUNT SOPUTAN ERUPTION DISASTER Tuegeh, Johana; Terok, Maria; Kanine, Esrom; Tololiu, Tinekke A
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.853

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Riwayat letusan gunung Soputan menurut catatan Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terjadi pada tahun 1908, 1913, 1915, 1923, 1982, 1984, 2000 dan 2008. Sedangkan erupsi gunung Soputan terakhir pada tahun 2018. Desa Silian dan desa sekitarnya merupakan salah satu desa yang terkena dampak erupsi yang terjadi hampir setiap tahun terjadi, terus menerus mengancam masyarakat yang tinggal dizona berbahaya seperti bahaya awan panas dan bahaya dampak psikososial lainnya.Solusi permasalahan: Melatih masyarakat melakukan kegiatan pada saat ditempat atau barak pengungsian pengganti rumah tempat tinggal, mengembalikan dan menjaga kesehatan fisik dalam mengelola pikiran dan lingkungan. Metode pelaksanaan: Melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan Silian Raya, Perangkat Desa Silian dan pihak Puskesmas Silian raya mengidentifikasi tokoh masyarakat, agama, remaja dan pemuda. Hasil kegiatan: Kegiatan PkM dilaksanakan selama 8 (delapan) hari pada tanggal 14 – 21 November 2019, dengan melakukan pelatihan manajemen stres bagi masyarakat saat terjadi bencana dan selama dalam barak pengungsian. Kesimpulan: pelaksanaan pelatihan memberi dampak positif bagi masyarakat bagaimana menghadapi situasi kondisi jika bencana itu terjadi dimasa yang akan datang. Saran : Pelatihan ini perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan semua komponen masyarakat di Desa Silian.
EMPOWERMENT OF THE SILIAN VILLAGE COMMUNITY IN FACING THE PSYCHOSOCIAL IMPACTS OF THE POST-MOUNT SOPUTAN ERUPTION DISASTER Tuegeh, Johana; Terok, Maria; Kanine, Esrom; Tololiu, Tinekke A
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.853

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Riwayat letusan gunung Soputan menurut catatan Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terjadi pada tahun 1908, 1913, 1915, 1923, 1982, 1984, 2000 dan 2008. Sedangkan erupsi gunung Soputan terakhir pada tahun 2018. Desa Silian dan desa sekitarnya merupakan salah satu desa yang terkena dampak erupsi yang terjadi hampir setiap tahun terjadi, terus menerus mengancam masyarakat yang tinggal dizona berbahaya seperti bahaya awan panas dan bahaya dampak psikososial lainnya.Solusi permasalahan: Melatih masyarakat melakukan kegiatan pada saat ditempat atau barak pengungsian pengganti rumah tempat tinggal, mengembalikan dan menjaga kesehatan fisik dalam mengelola pikiran dan lingkungan. Metode pelaksanaan: Melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan Silian Raya, Perangkat Desa Silian dan pihak Puskesmas Silian raya mengidentifikasi tokoh masyarakat, agama, remaja dan pemuda. Hasil kegiatan: Kegiatan PkM dilaksanakan selama 8 (delapan) hari pada tanggal 14 – 21 November 2019, dengan melakukan pelatihan manajemen stres bagi masyarakat saat terjadi bencana dan selama dalam barak pengungsian. Kesimpulan: pelaksanaan pelatihan memberi dampak positif bagi masyarakat bagaimana menghadapi situasi kondisi jika bencana itu terjadi dimasa yang akan datang. Saran : Pelatihan ini perlu dilakukan secara berkala dengan melibatkan semua komponen masyarakat di Desa Silian.
Descriptionstressor and Coping Mechanisms in Adolescents Pany, Olivia Carla Yeany Dae; Tololiu, Tinneke A.; Kanine, Esrom
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 02 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.2134

Abstract

Background: In adolescence, a person is expected to be able to form a style or color in his life, one of which is by becoming an independent teenager and not being a shadow of stress. Stress is a reality of everyday life, stress is any change that requires adjustment. Objective: To find out stressors and coping mechanisms in adolescents based on the results of research articles. Method: This research uses a literature review type of research, namely using the results of previous research through research journals. To obtain data that is appropriate to the topic, researchers conducted a search for national and international journals in two databases, namely Google Scholar, Pubmend, using keywords with boolean operators (AND, OR, and NOT). The keywords used, stress, coping, and adolescents are listed in each journal title obtained. With the condition that the journals searched were from 2017-2020 and the researcher found 8 journals that were used for the literature review. Results and analysis: Researchers found 8 articles that were appropriate and met the inclusion criteria regarding the topics discussed, namely descriptions of stressors and coping mechanisms in adolescents, two of which were taken in international journals, two of which discussed dysmenorrhea stressors and the others discussed educational stressors and some Most use adaptive coping mechanisms in solving problems. Conclusion: Based on the literature review, the researcher concluded that there is a description of stressors and coping mechanisms in adolescents. Adolescents react to stress in different ways and most use adaptive coping mechanisms in dealing with stressors, there are also a small number who use maladaptive coping mechanisms. Key words: stress, coping, teenagers.
Description Of Ideas During A Delusion Occur In A Schizophrenia Patient Terok, Maria; Kanine, Esrom; Tololiu, Tinneke A.
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 10 No 02 (2022): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v10i2.2136

Abstract

Background:. Background: A schizophrenic with delusions has unrealistic beliefs and dangerous delusional ideas. Purposive: This research aims to identify ideas when delusions occur in schizophrenia patients. The method used is a literature review, a comprehensive summary of several research studies determined by theme. Literature search using the Google Scholar database.Research methods : Literature Review. This research uses case studies, qualitative phenomenological studies, descriptive qualitative, normative law, cross-sectional and case reports taken from articles published from 2016 to 2020.Results and analysis: researchers found 6 articles that were appropriate and met the inclusion criteria for describing ideas when delusions occur in schizophrenic patients, namely having a magical item or tool, having supernatural powers or abilities, experiencing possession or being possessed by a creature, having a high position, feeling frightened by a creature, feeling empty or hollow in the heart, feeling hurt or physically harmed, fasting or certain rituals, feeling like receiving magic/witchcraft from other people, meeting supernatural beings, thinking that other people feel jealous/envy, feeling like they are going to be killed , feels physically disabled/damaged, claims to be God and is controlled by God. As for the aggressive ideas that arise, such as injuring other people, injuring themselves or having suicidal ideas when their delusions occur, even schizophrenic patients when delusions occur in the form of delusions of being chased have ideas about killing because they feel excessively suspicious and feel like they are being chased. Keywords: Schizophrenia, Paranoid Schizophrenia, Delusions.
Relationship Between Lifestyle and Hypertension Tambuwun, Semuel; Malo, Irgina Sofiani; Terok, Maria; Tangka, Jon; Kanine, Esrom; Alam, Syamsu
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 11 No 01 (2023): JUNI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v11i1.2148

Abstract

Background: Lifestyle is a behavior related to a person's efforts to maintain health. an unhealthy lifestyle is a factor in the onset of hypertension in a person, a lifestyle that can lead to hypertension, namely diet, physical activity lacks exercise so that it greatly affects a person's health. Objective To determine whether there is a relationship between lifestyle and the incidence of hypertension based on literature review. Methods This study uses a type of literature review research, namely research in the form of a literature review using the results of previous research and textbooks or research journals. To obtain data that is in accordance with the topic, researchers conducted a search for national and international based journals with two databases, namely Google Scholar and Science direct. With the provisions of the journals searched, researchers obtained 6 journals used for literature review. Results Researchers found 6 articles and met the inclusion and eligibility criteria according to the topic regarding the relationship between lifestyle and the incidence of hypertension. Conclusion Based on the research results from the literature review of a total of 6 journals that meet the inclusion criteria, it is concluded that there is a relationship between an unhealthy lifestyle and degenerative disease, namely hypertension. Suggestions This literature review is expected to provide a reference in nursing interventions and add insight into knowledge in further research on the relationship between lifestyle and the incidence of hypertension.