Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

Efektivitas Problem Based Learning dan Two Stay Two Stray dalam Pencapaian Hasil Belajar Wisnu Darmawan; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efektivitas penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapaian hasil belajar Tema 8 Kelas 4 SD Negeri Blotongan 02 dan SD Negeri Sidorejo Lor 05 Gugus Diponegoro, kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental semu yang menggunakan pendekatan non-equivalent control group design. Dalam menganalisis data dilaksanakan uji beda melalui Independent Sampel T-Test. Hasil uji beda menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) post-test hasil belajar peserta didik sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,005 (0,000<0,005) sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara model pembelajaran Two Stay Two Stray dan Problem Based Learning terhadap pencapain hasil belajar peserta didik pada Tema 8 Kelas 4 SD. Nilai rata-rata post-test hasil belajar kelas eksperimen  lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning.
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 5 TEMA 6 SUBTEMA 3 DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Guntur Hendra Pamungkas; Nyoto Harjono; Gamaliel Septian Airlanda
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.661 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.76

Abstract

Jenis peneitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada kelas 5 di Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 02 Salatiga berjumlah 27 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda.Tindakan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua siklus dimana masing-masing siklus terdapat 3 kali pertemuan. Hasil belajar siswa pada pra siklus hanya (52%) 13 siswa yang masuk kategori tuntas dan (48%) 14 siswa yang belum tuntas, setelah melakukan tahap siklus I mengalami kenaikan menjadi (63%) 17 siswa yang masuk kategori tuntas dan (37%) siswa yang belum tuntas. Karena belum mencapai indikator keberhasilan sebanyak 80% maka dilakukanlah tindakan siklus II dan hasil belajar mengalami peningkatan kembali menjadi (89%) 24 siswa yang tuntas dan (11%) 3 siswa yang belum tuntas
Komparasi Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Teams Game Tournament ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Gita Anggreini; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.486

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil komparasi pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) ditijau dari kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V SD pada muatan IPA. Penelitian ini berjenis Meta-Analisis. Data penelitian diperoleh melalui berbagai jurnal ilmiah online yang minimal telah terindeks DOAJ. Dari berbagai artikel yang ditemukan melalui searching di Google, dipilih 20 artikel yang relevan untuk dianalisis. Dari hasil analisis statistik uji effect size pada kedua model pembelajaran, diperoleh nilai sig. 0.000 dengan nilai partial eta square 0.831. Angka tersebut menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh sedang terhadap kemampuan berpikir kreatif IPA. Dari hasil uji ancova terhadap kedua model, diperoleh nilai mean different model PBL 73,9900 dan nilai mean different model TGT 71,1490. Hal ini membuktikan bahwa model PBL lebih tinggi peningkatannya dibandingkan dengan model TGT ditinjau dari kontribusinya dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MUATAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING KELAS 5 SD Ridha Unnafi Walfajri; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.529 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.72

Abstract

Berdasarkan kegiatan observasi pada kelas 5 SD, hasil belajar tematik muatan IPA  masih rendah. Belum tercapainya hasil yang memuaskan ini disebabkan oleh faktor ketidakaktifan siswa dalam  mengikuti pembelajaran. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dan mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar muatan IPA kelas 5.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes (observasi). Teknik analisis menggunakan teknik deskriptif komparatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Peningkatan berpikir kritis siswa dapat dilihat melalui kategori cukup kritis dari prasiklus 9%, meningkat pada siklus I 36%, pada siklus II meningkat menjadi 41%. Kategori kritis pada prasiklus 0% kemudian pad `a siklus I terdapat 18% dan siklus II meningkat menjadi 36%, kategori sangat kritis pada pra siklus 0% kemudian  meningkat  pada siklus I  menjadi 5%, kemudian pada siklus II meningkat kembali menjadi 9%. Sedangkan hasil analisis data hasil belajar  menunjukkan bahwa pada prasiklus tingkat ketuntasan siswa sebesar 9%, untuk siklus I tingkat ketuntasan sebesar 73%, dan siklus II tingkat ketuntasan sebesar 86%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar
Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Posing dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Rimba Sastra Sasmita; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i5.1313

Abstract

Berdasarkan hasil kemampuan berpikir kritis siswa yang rendah pada pelaksanaan pembelajaran tematik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan tingkat efektivitas antara model Problem-Based Learning dan Problem Posing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran tematik siswa di kelas V SD. Jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment design) yang menggunakan teknik analisis deskriptif. Desain penelitian pola nonequivalent control group design, uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji T independent Sample T test. Subyek penelitian yaitu kelas VA dengan jumlah 22 siswa kelas VA dan 24 siswa kelas VB SD Negeri Beringin 01. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data statistik kuantitatif. Hasil t hitung > t tabel menunjukkan 10,201 > 2,018 dan lebih kecil dari 0,05 (0.000
Pengembangan Media Filter Instagram Berbasis Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran IPA untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Blasius Eka Febrian Susetya; Nyoto Harjono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4228

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan untuk mengetahui hasil kelayakan produk media filter Instagram ditinjau dari segi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penelitian ini memfokuskan pada materi perkembangbiakan tumbuhan kelas VI SD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah validasi, angket, pretest dan post test. Metode penelitian ini menggunakan Research and Development dengan desain prosedur pengembangan Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sukmadinata. Desain pengembangan dan penelitian yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluate). Kevalidan media pembelajaran filter instagram dari ahli media sebesar 80% dengan kategori “Sangat Tinggi” dan hasil dari ahli materi sebesar 76% dengan kategori “Tinggi”. Keefektifan penggunaan media pembelajaran filterIinstagram ditunjukkan dengan hasil angket respon siswa sebesar 93% dengan kategori “Sangat Tinggi” dan hasil angket respon guru sebesar 91% dengan kategori “Sangat Tinggi”. Hasil belajar pada siswa terdapat peningkatan dari 63,67 menjadi 82,33. Dari hasil data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa produk media pembelajaran efektif digunakan dalam proses pembelajaran serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD pada muatan pembelajaran IPA.