Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 4 SD Laksono, Tri; Harjono, Nyoto; Airlanda, Gamaliel Septian
KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN Vol 6, No 5.1 (2018): KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN (EDISI KHUSUS)
Publisher : KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.988 KB)

Abstract

AbstractThe background of the problem in this study is the lack of learning process in the process of learning so that the effect on the low learning outcomes. This study aims to improve learning and learning outcomes of science grade 4 by applying a guided inquiry learning model on science subjects second semester Kauman Lor State Element 01 years of 2017/2018 pelajaraan. The research used is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of 3 meetings, each covering several stages, namely action planning, action execution, observation, and reflection. It is known from the research that in the initial conditions before the action that the learning process in the category of good only 3 students (11.53%). After the action in cycle I, the learning process increased to 8 students (30.76%). In cycle II, there is an increase in learning process that is there are 22 students (84.61%) who have good learning process categories. While the results before learning to bealajar action, students who reach KKM = 70 only 7 students (26.92%) of 26 students. After the action is given in cycle I, there is an increase of the learning result which is complete to 16 students (61,53%). In cycle II, there is another improvement of learning achievement to 26 students (100%). Thus it can be concluded that the use of Inquiry Learning Guidance model (Guided Inquiry) can improve the process and the results of science learning in fourth graders of Kauman Lor 01 Elementary School II semester II Lesson Year 2017/2018.Keywords: Guided Inquiry, Learning Process, Learning Outcomes ABSTRAKLatar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya proses belajar dalam proses pembelajaraan sehingga berpengaruh pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar IPA kelas 4 dengan menerapkan model pembelajaraan inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA semester II SD Negeri Kauman Lor 01 tahun pelajaraan 2017/2018. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, masing-masing mencakup beberapa tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Diketahui dari hasil penilitian bahwa pada kondisi awal sebelum dilakukannya tindakan yang proses belajarnya dalam kategori baik hanya 3 siswa (11,53%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, proses belajar meningkat menjadi 8 siswa (30,76%). Pada siklus II, terjadi peningkatan proses belajar yaitu ada 22 siswa (84,61%) yang memiliki kategori proses belajar baik. Sedangkan hasil bealajar sebelum diadakan tindakan, siswa yang mencapai KKM=70 hanya 7 siswa (26,92%) dari 26 siswa. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan hasil belajar yang tuntas menjadi 16 siswa (61,53%). Pada siklus II, terjadi lagi peningkatan kentuntasan hasil belajar menjadi 26 siswa (100%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Inkuiri Terbimmbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri Kauman Lor 01 semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Proses Pembelajaran, Hasil Belajar
The effectiveness of core stabilization and schroth exercise on pain reduction in adolescents with scoliosis Fitratilla, Fitriani; Yani, Fitri; Setiawan, Danur; Laksono, Tri
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhes.3628

Abstract

Background: Disorders of the spine, such as scoliosis, kyposis, and lordosis, are often complained about by many people. Currently, disorders of the spine are not only limited to adults and the elderly. They can also affect children and adolescents, where the prevalence of  adolescent idiopathic scoliosis in the world ranges from 0.47%  to 5.2%. The spine has a crucial role in human movement activities, playing a role as a support and enforcer of the body. In this regard, appropriate intervention for people with scoliosis is very important to be carried out. Objective: To find out how effective core stabilization and schroth exercise are at reducing pain in scoliosis in adolescents aged 13-15 years. Research Method: The type of research used is quasi-experimental research with a pre-test and post test two-group design. Results: After 4 weeks of intervention with a frequency of two times a week, there was a significant reduction in scoliosis pain in adolescents. Both models of exercise core stabilization and schroth exercise – are  equally effective. Suggestion: The researcher is expected to expand this research by increasing the number of samples and extending the duration of the study.
Correlation of Fitness Levels with Physical Activity in Elderly Patients in Yogyakarta, Indonesia Nurhayati, Ummy A'isyah; Laksono, Tri; Hasnawati, Baiq Nurul
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 9 Issue 1 Year 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v9i1.434

Abstract

Background: Fitness is closely linked to aerobic capacity, which depends on the availability of oxygen to meet the needs of the blood and facilitate the burning process to provide energy to maximise the performance of the body's organs. Under certain conditions, such as disabilities, reduced function, or certain diseases that prevent physical activity, especially in the elderly, the aerobic process may not function optimally. This study investigates the correlation between fitness level and physical activity in elderly patients at the Muhammadiyah Community Welfare Development Hospital (RS PKU) in Bantul, Yogyakarta. Methods: The research design is cross-sectional, using purposive sampling. To assess fitness and physical activity levels, the six-minute walk test (6MWT) and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) were used in the study. Thirty-six (36) responded to the questionnaires and participated in the study. The analysis of the data was performed using the Spearman rank correlation test. Results: The Pearson correlation test showed that there was a significant correlation (r = 0.657** and p-value = 0.000) between fitness level and physical activity. Conclusion: There is a strong correlation between fitness level and physical activity in elderly patients at PKU Muhammadiyah Bantul.
Perbedaan Pengaruh Dynamic Neuromuscular Stabilization Dan Gentle Walking Terhadap Penurunan Nyeri Ibu Post Sectio Caesarea Di Rs PKU Muhammadiyah Yogyakarta Ollin, Siti Nadhir; Rahman, Flora Aurellia Sazida; Laksono, Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2429

Abstract

Latar Belakang : Sectio Caesarea (SC) merupakan cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim melalui dinding depan abdomen dan vagina. Salah satu dampak yang paling utama dirasakan oleh pasien sectio caesarea adalah nyeri. Nyeri yang timbul berasal dari abdomen akibat incisi yang dilakukan untuk mengeluarkan bayi. Tujuan Penelitian : Mengetahui adanya perbedaan pengaruh Dynamic Neuromuscular Stabilization dan Gentle Walking terhadap penurunan nyeri ibu post Sectio Caesarea. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperimental dengan desain penelitian pretest-posttest control two group design. Responden pada penelitian ini berjumlah 10 orang yang merupakan ibu post sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, yang selanjutnya dibagi secara acak menjadi 2 kelompok perlakuan. Kelompok I diberikan perlakuan Dynamic Neuromuscular stabilization dan kelompok II diberikan perlakuan Gentle Walking selama 4 minggu. Analisis data menggunakan Paired Sampel T-test untuk kelompok I dan II. Uji Independent Sampel T-test digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pada kelompok perlakuan I dan II. Hasil : Uji hipotesis I dan II menggunakan Paired Sampel T-test menunjukan Dynamic Neuromuscular Stabilization dan Gentle Walking efektif terhadap meningkatkan kekuatan otot ibu post sectio caesarea pada uji hipotesis I dengan nilai (p=0,001) dan uji hipotesis II dengan nilai (p=0,003). Uji hipotesis III menggunakan Independent Sampel T-test menunjukan tidak ada perbedaan pengaruh Dynamic Neuromuscular Stabilization dan gentle walking terhadap penurunan nyeri ibu post sectio caesarea dengan nilai pre (p=1,000) nilai post (p=1,000). Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pengaruh Dynamic Neuromuscular Stabilization dan gentle walking terhadap penurunan nyeri ibu post sectio caesarea. Saran : Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan jangka waktu latihan untuk mendapatkan hasil latihan yang lebih maksimal.
Harmoni Persatuan dan Keadilan dalam Masyarakat Contemporary sebagai Landasan untuk Pembangunan Berkelanjutan LAKSONO, TRI; Gunawan Santoso; Wisnu Winata; Nur Laili; Ronius Pirade; Ambo Tuo
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1351

Abstract

Penelitian ini bersifat multidimensi, mengeksplorasi bagaimana persatuan di tengah perbedaan dan keragaman masyarakat dapat membentuk dasar harmoni sosial. Fokus utama adalah memahami kontribusi persatuan terhadap penyelesaian konflik dan pembentukan komunitas yang solid. Sementara itu, keadilan diinvestigasi sebagai elemen kunci dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, penelitian memperhatikan dampak keadilan ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap kemajuan masyarakat. Dengan memadukan perspektif-perspektif ini, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi cara-cara di mana persatuan dan keadilan saling berinteraksi dan bersinergi. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana persatuan dan keadilan dapat membentuk fondasi yang kokoh untuk pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan penggunaan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data statistik. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses penelitian menjadi kunci untuk memahami dinamika lokal yang mempengaruhi hubungan antara persatuan dan keadilan. Implikasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi pembangunan yang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata pada literatur ilmiah tentang keharmonisan sosial, persatuan, keadilan, dan pembangunan berkelanjutan
Analisis Korelasi Jam Belajar Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Kategori Non-Normal dengan Metode Pearson Correlation dan Metode Spearman sebagai Alternatif Pembanding Mengunakan Aplikasi JASP Fitri, Nur Anisa; Laksono, Tri; Alfarel, Zian; Setyawan, Roni; Rosyani, Perani
AI dan SPK : Jurnal Artificial Intelligent dan Sistem Penunjang Keputusan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal AI dan SPK : Jurnal Artificial Inteligent dan Sistem Penunjang Keputusan
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan salah satu indikator utama keberhasilan akademik mahasiswa. Salah satu faktor yang sering diasumsikan memengaruhi IPK adalah jam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jam belajar terhadap IPK mahasiswa serta menguji signifikansi hubungan tersebut menggunakan metode korelasi Pearson dan Spearman sebagai pembanding. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 28 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Variabel yang dianalisis meliputi rata-rata jam belajar per hari sebagai variabel independen dan IPK sebagai variabel dependen. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi JASP. Hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data jam belajar dan IPK tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, selain korelasi Pearson, digunakan pula korelasi Spearman sebagai analisis alternatif. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar r = −0,338 dengan p-value 0,079 dan korelasi Spearman sebesar ρ = −0,352 dengan p-value 0,066. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jam belajar dan IPK mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi belajar saja tidak cukup untuk menjelaskan variasi IPK mahasiswa, sehingga faktor lain seperti kualitas belajar, metode pembelajaran, dan kondisi psikologis kemungkinan memiliki peran yang lebih dominan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi penelitian selanjutnya dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik mahasiswa.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Kebugaran Lansia melalui Teknologi Geriatrik Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Widyarini, Eva Septika; Wardhani, Riska Risty; Laksono, Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24996

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang menyebabkan kelemahan otot, gangguan koordinasi, penurunan fungsi gerak, dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan caregiver dalam melakukan pemeriksaan dan pendampingan kebugaran lansia melalui penggunaan aplikasi Geriatric Care. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan caregiver terkait penggunaan aplikasi, praktik pemeriksaan Two-Minute Step Test (2MST), serta pendampingan dalam pemberian latihan berdasarkan hasil skrining yang muncul di aplikasi. Kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3%, dengan nilai rata-rata pre-test 51,77 meningkat menjadi 80,37 pada post-test dan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,000). Peningkatan kebugaran lansia juga terlihat dari hasil Two-Minute Step Test (2MST) dengan nilai rata-rata meningkat dari 53,53 menjadi 61,17, disertai perbedaan yang signifikan (p = 0,000), yang menandakan adanya perbaikan toleransi aktivitas dan kapasitas fisik lansia. Program ini menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Geriatric Care yang dipadukan dengan pendampingan caregiver dan latihan fisik terarah dapat meningkatkan kebugaran lansia penyintas stroke. Model pendampingan berbasis teknologi ini berpotensi diterapkan secara berkelanjutan di komunitas sebagai upaya peningkatan kesehatan lansia Kata Kunci: Stroke, Kebugaran Lansia, Caregiver, Two-Minute Step Test (2MST), Aplikasi Digital.  ABSTRACT Stroke is a neurological disorder caused by the obstruction of blood flow to the brain that causes muscle weakness, impaired coordination, decreased motor function, and limitations in daily activities. This community service program aims to empower caregivers in conducting examinations and providing assistance for the fitness of the elderly through the use of the Geriatric Care application. The implementation method includes caregiver training regarding the use of the application, Two-Minute Step Test (2MST) examination practices, and assistance in providing exercises based on the screening results that appear in the application. The activity showed an increase in caregiver understanding by 46.3%, with an average pre-test score of 51.77 increasing to 80.37 in the post-test and a statistically significant difference (p = 0.000). The increase in fitness of the elderly was also seen from the results of the Two-Minute Step Test (2MST) with an average score increasing from 53.53 to 61.17, accompanied by a significant difference (p = 0.000), which indicates an improvement in activity tolerance and physical capacity of the elderly. This program concluded that the use of the Geriatric Care application, combined with caregiver support and targeted physical exercise, can improve the fitness of elderly stroke survivors. This technology-based support model has the potential to be implemented sustainably in communities to improve the health of the elderly. Keywords: Stroke, Elderly Fitness, Caregiver, Two-Minute Step Test (2MST), Digital App.
The Effect of Isometric Forearm Contraction Exercises Added to Elderly Gymnastics on Blood Glucose Levels and Blood Pressure Among Older Adults in Kebumen Salsabila, Asifa Maura; Imran , Moh. Ali; Laksono, Tri
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i2.475

Abstract

The global elderly population continues to rise, with Indonesia ranking fourth worldwide. The increasing number of older adults is accompanied by a rising prevalence of non-communicable diseases such as hypertension and diabetes mellitus. In the Mutiara Sari Kebumen Elderly Community (34 members), low physical activity levels have been observed, increasing vulnerability to these health problems. Therefore, appropriate interventions are needed to help reduce blood sugar levels and blood pressure through the activation of regular physical activity. This study aimed to determine the effects of elderly gymnastics with and without isometric handgrip exercises on blood sugar levels and blood pressure, as well as to compare the effectiveness of the two interventions among elderly members of the Mutiara Sari Kebumen community. This research employed a quasi-experimental pre-test and post-test control group design. The study subjects were 34 elderly individuals aged 60–74 years, selected using a total sampling technique. Participants followed an exercise program five times per week for four weeks. Instruments used included the Easy Touch GCU device and a sphygmomanometer. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and hypothesis testing. Paired Sample T-Test results showed significant effects in both groups (p = 0.000; p < 0.05). However, Independent Sample T-Test results indicated no significant difference between the two interventions in reducing blood sugar and blood pressure. Both elderly gymnastics alone and in combination with isometric handgrip exercises effectively reduced blood sugar levels and blood pressure, with no significant difference between the two interventions
Perbedaan Pengaruh Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise Terhadap Penurunan Lemak Perut pada Mahasiswi dengan Obesitas Sentral Nizul, Elta; Imania, Dika Rizki; Laksono, Tri
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i1.96

Abstract

Latar Belakang: Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan lemak perut yang dipicu oleh gaya hidup, asupan kalori yang tinggi, stress, serta rendahnya aktivitas fisik. Obesitas sentral sering terjadi terhadap perempuan dari pada laki-laki karena perempuan mengontrol energi sebagai lemak simpanan, laki-laki menggunakan energinya untuk mensintesis protein. Pada penelitian ini menggunakan intervensi Swiss Ball dan Abdominal Exercise didasarkan pada prinsip penguatan stabilitas inti untuk mengatasi gangguan biomekanik akibat beban perut berlebih. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap obesitas sentral pada mahasiswa. Metode: Populasi diambil adalah Mahasiswi Fikes UNISA yang memiliki penumpukan lemak perut sesuai prosedur peneliti. Jenis peneltian ini quasi eksperimental dengan desain pre test and post test two group design pada sampel 26 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Hasil: Hasil uji pengaruh dua kelompok menggunakan paired sample t-test yaitu kelompok I nilai p =0,000(p<0,05) dan kelompok II nilaip =0,000(p<0,05) berarti latihan yang diberikan pada masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan lemak perut. Hasil uji perbedaan menggunakan independent sample t-test menunjukan nilai p =0,336(p>0,05) berarti tidak ada perbedaan pengaruh antara kelompok I dan kelompok II. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap penurunan lemak perut penderita obesitas sentral pada mahasiswi.