Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The effectiveness of core stabilization and schroth exercise on pain reduction in adolescents with scoliosis Fitratilla, Fitriani; Yani, Fitri; Setiawan, Danur; Laksono, Tri
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhes.3628

Abstract

Background: Disorders of the spine, such as scoliosis, kyposis, and lordosis, are often complained about by many people. Currently, disorders of the spine are not only limited to adults and the elderly. They can also affect children and adolescents, where the prevalence of  adolescent idiopathic scoliosis in the world ranges from 0.47%  to 5.2%. The spine has a crucial role in human movement activities, playing a role as a support and enforcer of the body. In this regard, appropriate intervention for people with scoliosis is very important to be carried out. Objective: To find out how effective core stabilization and schroth exercise are at reducing pain in scoliosis in adolescents aged 13-15 years. Research Method: The type of research used is quasi-experimental research with a pre-test and post test two-group design. Results: After 4 weeks of intervention with a frequency of two times a week, there was a significant reduction in scoliosis pain in adolescents. Both models of exercise core stabilization and schroth exercise – are  equally effective. Suggestion: The researcher is expected to expand this research by increasing the number of samples and extending the duration of the study.
Correlation of Fitness Levels with Physical Activity in Elderly Patients in Yogyakarta, Indonesia Nurhayati, Ummy A'isyah; Laksono, Tri; Hasnawati, Baiq Nurul
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 9 Issue 1 Year 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v9i1.434

Abstract

Background: Fitness is closely linked to aerobic capacity, which depends on the availability of oxygen to meet the needs of the blood and facilitate the burning process to provide energy to maximise the performance of the body's organs. Under certain conditions, such as disabilities, reduced function, or certain diseases that prevent physical activity, especially in the elderly, the aerobic process may not function optimally. This study investigates the correlation between fitness level and physical activity in elderly patients at the Muhammadiyah Community Welfare Development Hospital (RS PKU) in Bantul, Yogyakarta. Methods: The research design is cross-sectional, using purposive sampling. To assess fitness and physical activity levels, the six-minute walk test (6MWT) and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) were used in the study. Thirty-six (36) responded to the questionnaires and participated in the study. The analysis of the data was performed using the Spearman rank correlation test. Results: The Pearson correlation test showed that there was a significant correlation (r = 0.657** and p-value = 0.000) between fitness level and physical activity. Conclusion: There is a strong correlation between fitness level and physical activity in elderly patients at PKU Muhammadiyah Bantul.
Harmoni Persatuan dan Keadilan dalam Masyarakat Contemporary sebagai Landasan untuk Pembangunan Berkelanjutan LAKSONO, TRI; Gunawan Santoso; Wisnu Winata; Nur Laili; Ronius Pirade; Ambo Tuo
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.1351

Abstract

Penelitian ini bersifat multidimensi, mengeksplorasi bagaimana persatuan di tengah perbedaan dan keragaman masyarakat dapat membentuk dasar harmoni sosial. Fokus utama adalah memahami kontribusi persatuan terhadap penyelesaian konflik dan pembentukan komunitas yang solid. Sementara itu, keadilan diinvestigasi sebagai elemen kunci dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, penelitian memperhatikan dampak keadilan ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap kemajuan masyarakat. Dengan memadukan perspektif-perspektif ini, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi cara-cara di mana persatuan dan keadilan saling berinteraksi dan bersinergi. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana persatuan dan keadilan dapat membentuk fondasi yang kokoh untuk pembangunan berkelanjutan. Metode penelitian meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif, dengan penggunaan wawancara mendalam, studi kasus, dan analisis data statistik. Partisipasi aktif masyarakat dalam proses penelitian menjadi kunci untuk memahami dinamika lokal yang mempengaruhi hubungan antara persatuan dan keadilan. Implikasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi pembangunan yang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata pada literatur ilmiah tentang keharmonisan sosial, persatuan, keadilan, dan pembangunan berkelanjutan
Analisis Korelasi Jam Belajar Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa Kategori Non-Normal dengan Metode Pearson Correlation dan Metode Spearman sebagai Alternatif Pembanding Mengunakan Aplikasi JASP Fitri, Nur Anisa; Laksono, Tri; Alfarel, Zian; Setyawan, Roni; Rosyani, Perani
AI dan SPK : Jurnal Artificial Intelligent dan Sistem Penunjang Keputusan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal AI dan SPK : Jurnal Artificial Inteligent dan Sistem Penunjang Keputusan
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) merupakan salah satu indikator utama keberhasilan akademik mahasiswa. Salah satu faktor yang sering diasumsikan memengaruhi IPK adalah jam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jam belajar terhadap IPK mahasiswa serta menguji signifikansi hubungan tersebut menggunakan metode korelasi Pearson dan Spearman sebagai pembanding. Data diperoleh melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 28 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Variabel yang dianalisis meliputi rata-rata jam belajar per hari sebagai variabel independen dan IPK sebagai variabel dependen. Pengolahan data dilakukan menggunakan aplikasi JASP. Hasil uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data jam belajar dan IPK tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, selain korelasi Pearson, digunakan pula korelasi Spearman sebagai analisis alternatif. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi Pearson sebesar r = −0,338 dengan p-value 0,079 dan korelasi Spearman sebesar ρ = −0,352 dengan p-value 0,066. Kedua hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jam belajar dan IPK mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa durasi belajar saja tidak cukup untuk menjelaskan variasi IPK mahasiswa, sehingga faktor lain seperti kualitas belajar, metode pembelajaran, dan kondisi psikologis kemungkinan memiliki peran yang lebih dominan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal bagi penelitian selanjutnya dalam mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik mahasiswa.
Perbedaan Pengaruh Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise Terhadap Penurunan Lemak Perut pada Mahasiswi dengan Obesitas Sentral Nizul, Elta; Imania, Dika Rizki; Laksono, Tri
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v4i1.96

Abstract

Latar Belakang: Obesitas sentral merupakan kondisi kelebihan lemak perut yang dipicu oleh gaya hidup, asupan kalori yang tinggi, stress, serta rendahnya aktivitas fisik. Obesitas sentral sering terjadi terhadap perempuan dari pada laki-laki karena perempuan mengontrol energi sebagai lemak simpanan, laki-laki menggunakan energinya untuk mensintesis protein. Pada penelitian ini menggunakan intervensi Swiss Ball dan Abdominal Exercise didasarkan pada prinsip penguatan stabilitas inti untuk mengatasi gangguan biomekanik akibat beban perut berlebih. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap obesitas sentral pada mahasiswa. Metode: Populasi diambil adalah Mahasiswi Fikes UNISA yang memiliki penumpukan lemak perut sesuai prosedur peneliti. Jenis peneltian ini quasi eksperimental dengan desain pre test and post test two group design pada sampel 26 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Hasil: Hasil uji pengaruh dua kelompok menggunakan paired sample t-test yaitu kelompok I nilai p =0,000(p<0,05) dan kelompok II nilaip =0,000(p<0,05) berarti latihan yang diberikan pada masing-masing memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan lemak perut. Hasil uji perbedaan menggunakan independent sample t-test menunjukan nilai p =0,336(p>0,05) berarti tidak ada perbedaan pengaruh antara kelompok I dan kelompok II. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan pengaruh Abdominal Exercise dan Swiss Ball Exercise terhadap penurunan lemak perut penderita obesitas sentral pada mahasiswi.