Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Analisis Perilaku Aktivitas Fisik selama Pembatasan Sosial pada Dewasa Muda Rau, Elim P. E.; Kaseke, Martha M.; Kairupan, Bernabas H. R.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.34434

Abstract

Abstract: Social distancing due to the covid-19 outbreak requires everyone to stay at home to reduce the transmission of covid-19. However, staying at home tends to reduce physical activity which is important to improve our health. This study was aimed to analyze the behavior of physical activity during social distancing among young adults based on predisposing factor, enabling factor, and reinforcing factor. This was a qualitative study with a case study using the depth-interview method. There were six informants of youth members of GMIM Elim Kolongan, Tomohon Satu obtained by using a purposive sampling technique based on the principles of suitability and adequacy. The instrument was the researcher himself using interview guides, notebooks, voice recorders, and cameras. Data were obtained from in-depth interview and direct observation and were analysed by using content analysis. The results showed that based on predisposing factor, physical activities were well implemented in terms of knowledge, attitudes, beliefs, values, and perceptions to increase immunity. Based on enabling factors, physical activities were well implemented since the informants had facilities for physical activities. Moreover, based on reinforcing factors, physical activites were well implemented due to supporting people about the importance of physical activity. In conclusion, during social distancing the behavior of physical activity of young adults has been well implemented.Keywords: physical activity; social distancing Abstrak: Pembatasan sosial akibat adanya wabah covid-19 mewajibkan semua orang untuk tinggal di rumah untuk mengurangi penularan covid-19. Tinggal di rumah berpeluang untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku aktivitas fisik selama pembatasan sosial pada dewasa muda berdasarkan peranan faktor predisposisi, faktor pendukung, dan faktor pendorong. Jenis penelitian ialah kualitatif dengan studi kasus menggunakan metode depth-interview. Informan berjumlah enam orang anggota pemuda GMIM Elim Kolongan Wilayah Tomohon Satu. diambil menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada prinsip kesesuaian (approppiateness) dan kecukupan (adequacy). Instrumen penelitian ialah peneliti itu sendiri dengan menggunakan pedoman wawancara, buku catatan, perekam suara, dan kamera. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data menggunakan content analysis. Hasil wawancara mendalam dan observasi dokumen menun-jukkan bahwa aktivitas fisik berdasarkan faktor predisposisi berjalan baik dilihat dari penge-tahuan, sikap, kepercayaan, serta nilai dan persepsi yang direspon untuk meningkatkan imunitas tubuh. Aktivitas fisik berdasarkan faktor pemungkin berjalan dengan baik, dilihat dari informan yang memiliki fasilitas untuk melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik berdasarkan faktor pendorong berjalan baik karena terdapat dukungan dari orang sekitar tentang pentingnya aktivitas fisik. Simpulan penelitian ini ialah perilaku aktivitas fisik selama pembatasan sosial pada dewasa muda telah dilaksanakan dengan baik.Kata kunci: aktivitas fisik; pembatasan sosial
Dampak Pandemi Coronavirus Disease-19 terhadap Mutu Pelayanan Kemoterapi di Ruang Delima RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Nurani, Dian; Kaseke, Martha M.; Mongan, Arthur E.
e-CliniC Vol 9, No 2 (2021): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v9i2.33490

Abstract

Abstract: Covid-19 pandemic has an impact on health services in hospitals, especially in chemotherapy rooms. This study was aimed to analyze the quality of health services dimensions, as follows: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible. This was a quantitative study using a cross sectional design. Subjects were adult cancer patients who received chemotherapy services before and during the Covid-19 pandemic in 2020 at Delima chemotherapy room of Prof. Dr. R. D Kandou Hospital Manado and met the inclusion criteria of 30 people, using a five-dimensional health service quality questionnaire. Data analysis was performed univariately and bivariately using the statistical Wilcoxon test p<α (0.05). The results showed that the reliability average before the pandemic was 89.60% and during the pandemic was 88.27% (p=0.008); the responsiveness average before the pandemic was 84.27% and during the pandemic was  83.47% (p=0.000); the assurance average before the pandemic was 95.47% and during the pandemic was 95.73% (p=0.157); the empathy average before the pandemic was 92.53% and during the pandemic was 92.27% (p=0.157); the tangible average before the pandemic was 78.53% and during the pandemic was 84.40% (p=0.000). In conclusion, there were differences in service qualities of reliability, responsiveness, and tangible dimensions but there were no differences in service qualities of assurance and empathy dimensions before and during the Covid-19 pandemic to patients at Delima room of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: Covid-19; chemotherapy; quality of service Abstrak: Pandemi Covid-19 memberi dampak terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit, terutama di ruang kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu pelayanan kesehatan dimensi reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ialah pasien kanker dewasa yang mendapatkan pelayanan kemoterapi di ruang Delima RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 orang. Penelitian ini menggunakan kusioner lima dimensi mutu pelayanan kesehatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon p<α (0,05). Hasil penelitian mendapatkan dimensi mutu sebagai berikut: reliability, rerata sebelum pandemi (89,60%) dan masa pandemi (88,27%) (p=0,008); responsiveness, rerata sebelum pandemi (84,27%) dan masa pandemi (83,47%) (p=0,000); assurance, rerata sebelum pandemi (95,47%) dan masa pandemi (95,73%) (p=0,157); empathy, rerata sebelum pandemi (92,53%) dan masa pandemi (92,27%) (p=0,157); tangible, rerata sebelum pandemi (78,53%) dan masa pandemi (84,40%) (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan mutu pelayanan dalam dimensi reliability, responsiveness, dan tangible namun tidak terdapat perbedaan mutu dalam dimensi assurance dan empathy antara sebelum dan pada masa pandemi Covid-19 terhadap pasien di ruang Delima RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: Covid-19; kemoterapi; mutu pelayanan kesehatan