Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOMEDIK

Hubungan Tinggi Badan dengan Panjang Radius pada Etnis Minahasa di Kelurahan Kakaskasen 3 Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon Marthing, Selvira E.; Wongkar, Djon; Kaseke, Martha M.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.26931

Abstract

Abstract: Height is one of the most important physical identities of a person which is useful for forensic identification in case of only parts of body was found in an accident or mutilation case. One way of determining height is by using the length of long bones, such as radius. This study was aimed to determine the relationship between height and radius length in Minahassan ethnic group. This study was conducted in October 2019 at Desa Kakaskasen 3. This was an analytical and descriptive study with a cross-sectional design. Sampling was obtained by using the purposive sampling method. Data were analyzed by using the Pearson’s correlation test and simple linear regression test. The results of the Pearsom’s test showed that the coefficient correlation between height and right radius length was r= 0.836 and between height and left radius length was r=0.834. Moreover, the result of the simple linear regression test obtained a formula, as follows: height = 80.7 + 1.86 (right radius length) + 1.57 (left radius length). In conclusion, there was a very strong correlation between height and radius length among males of Minahasan ethnic group; therefore, height could be determined by using radius length.Keywords: forensic identification, height, radial length, Minahassan ethnic group Abstrak: Tinggi badan merupakan salah satu identitas fisik terpenting pada seseorang dan berguna untuk proses identifikasi forensik ketika hanya sebagian tubuh yang ditemukan pada kasus-kasus kecelakaan atau mutilasi. Salah satu cara menentukan tinggi badan adalah dengan menggunakan panjang dari tulang panjang seperti tulang radius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi badan dengan panjang tulang radius pada etnis Minahasa. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 di Kelurahan Kakaskasen 3. Jenis penelitan ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian mendapatkan hubungan kuat antara tinggi badan dengan panjang radius kanan (r=0,836) dan dengan panjang radius kiri (r=0,834). Hasil analisis regresi linier sederhana mendapatkan formula: tinggi badan = 80,7 + 1,86 (panjang radius kanan) + 1,57 (panjang radius kiri). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan sangat kuat antara tinggi badan dengan panjang radius pada laki-laki etnis Minahasa sehingga tinggi badan dapat ditentukan berdasarkan panjang radius.Kata kunci: identifikasi forensik, tinggi badan, panjang radius, etnis Minahasa
GAMBARAN HISTOLOGIK GASTER TIKUS WISTAR YANG DIBERI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI SETELAH DIINDUKSI CUKA TRADISIONAL (SAGUER) Allo, Silva O. L.; Kaseke, Martha M.; Wongkar, Djon
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 1 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.1.2020.26932

Abstract

Abstract: Guava leaves contain flavonoids and anthocyanins that function as anti-inflammatory and antioxidant. Traditional vinegar (saguer) in Minahasa has acidic property due to the fermentation process. Exessive consumption of saguer can increase gastric acid production. This study was aimed to obtain the effect of guava leaf extract to micrcoscopic feature of Wistar rat gaster induced by saguer. This was an experimental laboratory study. Samples were 20 male Wistar rats divided into 4 groups: negative control group; group II induced by saguer for 14 days; group III induced by saguer and given guava leaf extract simultaneously for 14 days; and group IV induced by saguer for 14 days and continued with guava leaf extract for 14 days. The microscopic features were, as follows: The negative control group showed normal gastric feature; the group II showed a lot of inflammatory cells and some erosion of epithelial cells; group III showed reduced inflammatory cells and some erosion of epithelial cells; and group IV showed reduced inflammatory cells without erosion of epithelial cells. In conclusion, Wistar rats given additional guava leaf extract showed microscopic gastric feature without or less erosion of epithelial cells and inflammatory reaction compared to those induced by traditional vinegar (saguer).Keywords: guava leaf extract, traditional vinegar (saguer), inflammatory cells Abstrak: Daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid dan antosianin sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Cuka tradisional (Minahasa: saguer) memiliki sifat asam karena proses fermentasi yang bila dikonsumsi berlebihan dapat.menyebabkan iritasi mukosa gaster Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap gambaran histologik gaster tikus Wistar yang diinduksi saguer Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium. Hewan uji yang digunakan ialah tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 20 ekor, dibagi atas 4 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif); kelompok II diinduksi saguer 14 hari; kelompok III diinduksi saguer dan diberi ekstrak daun jambu biji bersamaan 14 hari; dan kelompok IV diinduksi saguer 14 hari dan dilanjutkan pemberian ekstrak daun jambu biji 14 hari. Hasil penelitian mendapatkan gambaran histologik gaster tikus Wistar sebagai berikut: kelompok I menunjukkan gambaran gaster normal; kelompok II terdapat banyak sel radang dan erosi sebagian sel epitel; kelompok III sel radang berkurang dan erosi sebagian sel epitel; dan kelompok IV sel radang berkurang dan tidak ditemukan erosi sel epitel. Simpulan penelitian ini ialah tikus Wistar yang diberikan tambahan ekstrak daun jambu biji memperlihatkan gambaran histologik gaster tanpa atau lebih sedikit erosi dan reaksi inflamasi dibandingkan tikus Wistar yang hanya diinduksi saguer.Kata kunci: ekstrak daun jambu biji, cuka tradisional (saguer), sel-sel radang